C. Burung Unta (Ostrich)

C. Burung Unta (Ostrich)

Burung merupakan salah satu jenis di antara macam macam unggas nan ada di dunia. Pada umumnya, burung dapat terbang. Burung merupakan hewan bertulang belakang atau vertebrata, memiliki bulu dan sayap.

Pada umumnyam burung merupakan jenis unggas nan bisa terbang. Akan tetapi, ternyata ada di antara bebagai jenis burung itu nan tak bisa terbang. Terbang merupakan kemampuan burung buat mencari makan, melindungi diri, dan berpindah tempat. Beberapa jenis burung nan tak bisa terbang ini memiliki kemampuan lain buat melakukan hal-hal tadi. Berikut ini macam macam unggas dari jenis burung nan tak dapat terbang.



A. Penguin

Penguin merupakan salah satu jenis burung berukuran besar nan tak dapat terbang, tapi penguin sangat pandai berenang. Penguin termasuk burung hewan pemakan daging nan memangsa berbagai jenis hewan laut, seperti ikan, udang , cumi-cumi, serta hewan lain nan mereka tangkap ketika sedang berenang.

Pada umumnya, penguin ialah perenang dan penyelam nan andal. Mereka menghabiskan sebagian hidupnya di dalam air, dan sebagian lagi di darat.
Penguin banyak ditemukan hayati di Antartika, Kutub Selatan. Mereka hayati dalam koloni nan cukup besar. Tenyata, selain di Kutub Selatan, penguin juga dapat ditemukan di wilayah nan lebih hangat. Bahkan, salah satu jenis penguin, yaitu penguin Galapagos, koloninya ditemukan di wilayah dekat khatulistiwa.



B. Takahe

Burung ini memiliki nama lengkap Takahe Pulau Selatan, merupakan burung endemik dari New Zealand. Pada tahun 1898, ditemukan empat ekor burung takahe nan dianggap sebagai nan terakhir, sehingga burung ini sempat dinyatakan punah. Akan tetapi, pada 20 November 1984, Geoffrey Orbell sukses menemukan spesies ini di sekitar Danau Te Anau, wilayah Pegunungan Muchison.

Warna dominan pada burung takahe dewasa ialah ungu nan dipadu dengan rona hijau gelap. Kakinya berwarna pink. Burung takahe betina ukurannya lebih kecil dari jantan. Burung takahe memiliki suara nan sangat berisik. Hingga saat ini burung takahe dinyatakan terancam punah.



C. Burung Unta ( Ostrich )

Burung unta merupakan burung nan aslinya berasal dari Afrika. Burung ini ialah burung nan paling besar di dunia. Burung unta masih satu famili dengan kiwi, kasuari, emu, dan rhea, yaitu masuk dalam famili Struthioniformes. Leher dan kaki burung ini panjang, kakinya sangat kuat dan dapat berlari hingga mencapai kecepatan 70 km/jam. Karena cukup kuat, burung ini juga dapat ditunggangi oleh orang dewasa.

Ada sekitar lima subspesies burung unta, satu subspesies dinyatakan telah punah, satu terancam punah, dan tiga subspesies masih bertahan. Ostrich hayati secara berkelompok, dalam satu kelompok terdiri dari lima hungga 50 ekor.

Burung unta cenderung menghindari bahaya dan konflik. Jika merasa terancam, mereka akan bersembunyi dengan cara merebahkan diri di tanah, tapi bila ada kesempatan, mereka akan kabur. Apabila sudah merasa sangat terpojok dan sulit buat kabur, maka ostrich akan menggunakan kakinya sebagai senjata buat melawan. Kaki burung unta dapat menjadi sangat berbahaya dan mematikan.



D. Kasuari ( Cassowary )

Dari empat subspesies, satu spesiaes telah dinyatakan punah, kini hanya tersisa tiga subspesies dan dinyatakan terancam punah. Burung ini merupakan burung orisinil dari Papua Nugini. Kasuari nan paling banyak ditemukan ialah Kasuari Selatan. Burung ini merupakan salah satu dari burung terberat di dunia, menempati urutan ketiga setelah burung unta dan emu.

Kasuari ialah burung omnivora, mereka memakan jamur dan buah-buahan, serta memakan hewan-hewan kecil, baik nan bertulang belakang maupun tidak. Pada, dasarnya kasuari ialah hewan pemalu, tetapi bila merasa terancam, mereka dapat menyebabkan seseorang terluka parah, bahkan tewas. Maka dari itu, kasuari dinyatakan sebagai salah satu burung paling berbahaya di dunia.



E. Rhea

Burung ini aslinya berasal dari Amerika Selatan. Ada beberapa subspesies dari burung rhea, dan ada dua subspesies nan masih bertahan, yaitu:
1. American Rhea atau dikenal juga dengan Greater Rhea
2. Darwin’s Rhea nan dikenal juga dengan sebutan Lesser Rhea

Postunya kurang lebih mirip burung unta, leher panjang dan kaki juga panjang. Tapi, ada keunikan pada rhea, yaitu jari kakinya hanya tiga dan dapat mengeluarkan urin tak melalui kloaka.
Greater rhea bisa ditemukan di padang rumput terbuka nan memiliki sumber air, sementara lesser rhea hayati di padang rumput, semak-semak, atau gurun pasir.



F. Emu

Burung ini merupakan nan terbesar di Australia dan kedua terbesar di global setelah ostrich . Ada tiga subspesies emu nan hayati di daratan primer Australia. Leher dan kaki emu nan panjang bisa mendukungnya buat berlari hingga 70 km/jam. Emu memakan serangga dan tumbuhan. Emu juga diketahui kuat berpuasa selama seminggu tanpa makan dan minum. Emu merupakan burung nan memiliki rasa penasaran nan tinggi, ia akan mengikuti apa saja nan dapat membuatnya penasaran.



G. Galapagos Cormorant

Sesuai dengan namanya, burung ini memang orisinil dari kepulauan Galapagos. Burung ini memiliki nama lain, yaitu Flightless Cormorant atau Cormorant nan tidak dapat terbang.

Burung ini mempunyai kaki nan berselaput, nan sangat berguna buat berenang dan menyelam. Burng ini mampu menyelam hingga kedalaman 45 meter di bawah laut. Disparitas Galapagos Cormorant dengan cormorant lain ialah ukuran sayapnya nan lebih kecil.

Makanannya ialah ikan, gurita kecil, belut, dan beberapa hewan bahari kecil lainnya. Galapagos cormorant termasuk salah satu hewan dalam program perlindungan sebab jumlahnya tidak lebih dari 1500 ekor saja.



H. Kiwi

Kiwi merupakan hewan endemik dari New Zealand. Di antara macam macam unggas di global nan berukuran tubuh sama, kiwi menghasilkan telur paling kecil. Perhatian pemerintah New Zealand terhadap kiwi sangat besar, hingga kiwi menjadi sangat terkenal di seluruh dunia.

Kini kiwi sudah termasuk hewan nan terancam punah dan sangat dilindungi oleh pemerintah New Zealand. Seluruh habitat kiwi kini dalam supervisi pemrintah dan loka tinggalnya dijadikan taman nasional.



I. Tasmanian Nativehen

Burung ini ialah burung endemik dari pulau Tasmania, Australia. Ulah manusia menyebabkan burung ini nyaris punah. Burung ini berwarna cokelat zaitun, dadanya berwarna putih, di bawah dada warnanya agak sdikit lebih gelap. Ekornya biasanya berdiri dan berwarna hitam, bermata merah, kaki nan tebal dan kuat, berkuku tajam dan berwarna keabu-abuan.



J. Kakapo

Burng ini kadang dianggap sebagai burung nuri besar nan tidak dapat terbang. Biasanya masih ada orang nan menjadikannya sebagai peliharaan. Burung kakapo juga termasuk hewan nokturnal nan hayati di atas tanah.

Walaupun banyak nan memelihara di rumah, kakapo sebenarnya terancam punah. Burung ini bobotnya cukup berat. Walaupun nokturnal, burung ini ialah herbivora, pejantan berpasangan dengan satu sampai dua betina tapi tidak punya rasa kekeluargaan.

Dari macam macam unggas nan tak dapat terbang, nan telah di sebutkan tadi, sebagian besar merupakan hewan endemik daerah eksklusif dan kebanyakan merupakan hewan nan terancam punah.