Tips Mendidik Anak Menghargai Uang

Tips Mendidik Anak Menghargai Uang

Seperti nan kita ketahui bersama, bagi sebagian besar orang, anak ialah anugrah dari Tuhan nan tak ternilai harganya.Meskipun telah dianugrahkan kepada kita, sebagai orang tua kita juga tak boleh lupa bahwa anak ialah titipan nan harus dijaga dan dididik dengan layak.

Pendidikan kepada anak dapat berbentuk banyak hal. Mulai dari cara berjalan, cara makan, hingga menulis, membaca, dan bersosialisasi dengan orang lain dan juga dengan Tuhan. Lebih lanjut, meskipun nantinya pada usia sekolah sang anak akan belajar banyak hal dari guru, teman dan lingkungan sekolahnya, orang tua tak boleh lupa bahwa pendidikan nan pertama dan primer ialah pendidikan nan berasal dari keluarga di rumah.

Lebih jauh lagi, pada artikel ini, pembahasan akan lebih fokus pada cara mendidik anak usia dini buat bersosialisasi dengan lingkungan sosial, yaitu dengan mengajarkan kepada para anak kita bagaimana cara menghargai uang.

Mendidik anak usia dini menghargai uang merupakan hal krusial nan sebaiknya dilakukan oleh para orangtua. Mengapa?Karena seperti nan kita lihat belakangan ini, uang ialah benda nan dicari dan dibutuhkan banyak orang, bahkan hingga mereka rela buat melakukan korupsi, mencuri, menjambret, dan banyak lagi bentuk kejahatan nan lainnya.oleh karena itu, mengajarkan pada anak kita tentang betapa berharganya uang dan bagaimana cara menghargainya dengan sahih akan sangat krusial buat kehidupannya di masa depan.

Lalu, hal apa saja nan perlu dilakukan buat mendidik anak kita menghargai uang? Langkah nan paling awal bisa dilakukan dengan cara memulai memupuk Norma menghargai uang dari hal-hal nan sederhana nan terjadi sehari-hari. Misalnya dengan cara mengenalkan nilai uang pada anak. Anak-anak usia balita bisa mulai mengenal uang sembari belajar berhitung.



Manfaat Belajar Menghargai Uang

Manfaat nan bisa diperoleh jika orangtua mendidik anak usia dini menghargai uang akan terlihat di kemudian hari. Anak-anak tak konsumtif dalam membelanjakan uang.Selain itu, anak-anak juga berlatih sabar dan mampu menahan diri ketika tak semua keinginannya terpenuhi saat itu juga. Pada akhirnya, mereka akan tumbuh menjadi individu nan tahan banting, siap dalam kondisi apapun.

Tidak hanya itu, poin pentingnya ialah lambat laun mereka dapat berempati dengan lingkungan sekitar dan menjadi lebih bijak dalam hal pemakaian uang.Manfaat nan penting, bukan? Akan tetapim sepertu kita ketahui bahwa anak usia dini belajar melalui imitasi perilaku, orang tua juga harus menunjukkan konduite menghargai uang dan tak membelanjakan uang secara hiperbola (hedonisme).

Tentu saja, orang tua harus menyiapkan anak-anak, agar mereka mengerti bahwa roda kehidupan selalu berputar. Tidak selamanya mereka nan berkecukupan materi akan selalu demikian sepanjang hidupnya. Anak-anak nan sudah bisa menghargai uang juga menjadi individu nan bersyukur.



Tips Mendidik Anak Menghargai Uang

Lalu bagaimana caranya mendidik anak usia dini menghargai uang? Berikut ini tipsnya:

1. Pada anak usia TK, mulailah menanamkan Norma menabung.

Berikan masing-masing anak sebuah celengan.Lalu berikanlah sejumlah uang secara berkala, misalnya setiap pagi sebelum beraktivitas.Katakan berapa nilai uang itu padanya.

Jangan lupa mengatakan bahwa uang hasil tabungannya bisa digunakan buat membeli sesuatu nan dia sukai, apabila nilainya sudah cukup. Semakin rajin dia menabung, jumlah uangnya akan semakin banyak.

Anda bisa pula memberikan sebuah akun rekening bank kepada buah hati anda ketika dia sudah menginjak usai tertentu.Mengapa? Hal ini dikarenakan pengalaman baru buat menabung di bank tentunya akan menjadikan pemicu bagi sang anak buat lebih rajin menabung.

2. Sebelum waktunya tiba, arahkan anak agar kelak membelanjakan uang hasil tabungannya buat sesuatu nan bermanfaat.

Misalnya, membeli buku, mainan edukatif, sepatu dan perlengkapan lain nan dibutuhkan. Ingatkan bahwa kebutuhan berbeda dengan keinginan.Membeli sepatu baru sebab sepatu lama rusak ialah kebutuhan.Sedangkan membeli sepatu baru saat sepatu lama berjajar di rak sepatu, itu ialah keinginan.

3. Berikan contoh melalui permainan jual beli bahwa buat mendapatkan uang seseorang harus bekerja terlebih dahulu.

Bagi anak-anak nan sudah terampil membuat kerajinan tangan bisa diarahkan buat membuat kerajinan dari bahan-bahan nan sederhana.Misalnya membuat gelang dan kalung dari manik-manik; membuat loka pensil dari kaleng bekas nan dihias; membuat jepit rambut dari pita dan kancing, dan sebagainya.

Setelah mereka membuatnya, bukalah bazar kecil-kecilan di rumah.Jika anak mengerti poin ini, anak pun akan bisa mengerti mengapa ayahnya harus bekerja setiap hari. Dengan demikian diharapkan sang anak tak akan merengek lagi jika ayahnya harus berangkat bekerja setiap pagi.

4. Tantangan terbesar bagi orangtua ialah ketika harus menghadapi anak-anak nan merengek minta dibelikan sesuatu.

Seringkali orangtua terbujuk buat menuruti keinginan anak sekedar buat membuat mereka puas dan berhenti merengek.Padahal, barang nan diminta anak-anak dapat jadi merupakan barang nan mahal, sementara kegunaan barang tersebut kurang.

Berpeganglah pada prinsip tak memanjakan anak dengan materi. Karena jika ini terjadi berulang-ulang, anak-anak akan tahu bahwa cara meluluhkan hati orangtuanya ialah dengan menangis dan merengek, lalu mereka akan mendapatkan barang nan diinginkan.

Buatlah kesepakatan dengan anak, barang seperti apa nan boleh dibeli segera, mana nan harus menunggu, dan mana nan harus mereka usahakan dengan cara menabung. Ini membuat mereka berlatih menentukan skala prioritas.Biasakan pula buat mengatakan tujuan berbelanja kali ini buat membeli kebutuhan rumah tangga, misalnya, bukan buat membeli mainan.

5. Selain mendidik anak buat berhemat, orangtua juga perlu membedakan ekonomis dengan pelit.

Ajarkan anak buat berbagi pada orang lain nan membutuhkan. Tawarkan padanya buat menyisihkan sebagian uang sakunya buat disumbangkan pada korban bala alam atau anak-anak yatim.Kebiasaan ini juga bisa menumbuhkan jiwa sosial anak, sekaligus membuat mereka mengerti bahwa kebahagiaan tak selalu dinilai dari materi.

Tidak hanya itu, anda dapat mengajak anak anda buat berkeliling kota dengan tujuan memperhatikan orang-orang nan kurang beruntung, seperti pengemis, pemulung, anak jalanan, dan para pekerja lainnya. Setelah itu anda dapat mendiskusikan dengan anak anda tentang perasaan mereka saat melihat para orang nan kehidupannya kurang beruntung tersebut. Dengan begitu, anda akan lebih gampang buat memasukkan nilai-nilai menghargai uang kepada buah hati kita.

Ada satu hal krusial nan perlu anda ingat, yaitu tentang kemampuan otak si kecil nan hanya mampu menerima rangsangan emosi pada usia 0 hingga 7 tahun. Meskipun sang anak dapat menangkap pembelajaran kognitif, hasilnya tak akan sempurna. Oleh karena itu, akan lebih baik jika anda lebih interaktif buat menanyakan perasaannya dibandingkan dengan memaksa sang buah hati mengajarkan hal-hal nan berat.

Kembali lagi ke tips buat mengajarkan anak buat menghargai uang, bagi para penganut Islam anak dapat mulai diajarkan tentang arti dari zakat, shodaqoh dan infaq. Ajarkan juga sejak dini akan kegunaan hal tersebut.Dengan demikian, anak akan dapat belajar menghargai uang bukan hanya dari sisi sosial saja, akan tetapi juga dari segi agama.

Menarik bukan? Perlu kita ingat kembali bahwa ada banyak cara buat mendidik anak usia dini menghargai uang, yaitu dengan mengajari anak buat menabung, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, ekonomis dan pelit, juga dengan mengenalkan pentingnya zakat, infaq dan sodaqoh bagi penganut islam.

Ingatlah, ajarkan anak anda dengan apa adanya. Jika perlu, jangan berikan reward kepada anak dalam hal menabung, agar dia benar-benar tau apa pentingnya menabung.