Tips dalam Mendidik Anak

Tips dalam Mendidik Anak

Sebagai orang tua, Anda mungkin pernah berpikir buat mendidik anak secara Islami . Banyak orang tua nan percaya, pendidikan berdasar agama semacam ini ialah pilihan nan tepat buat membentuk karakter anak.

Banyak nan sudah membuktikan, bahwa mendidik anak secara Islami sangat menguntungkan, namun ada juga nan malah gagal. Semuanya tergantung dari cara Anda sebagai orang tua dalam bagaimana menerapkan nilai-nilai agama kepada seorang anak.



Keuntungan Mendidik Anak Secara Islami

Sebagai seorang nan beragama tentunya nilai agama sangatlah krusial dalam kehidupan seseorang. Agama hal nan paling mendasar bagi diri seseorang buat dapat mengatur jiwa nan terkadang kosong dan butuh keseimbangan.

Tentunya juga kita menginginkan seorang dari keturunanan nan merupakan darah daging sendiri dapat meneruskan tonggak perjuangan dan mengikuti jalan nan sama seperti nan telah ditempuh oleh orang tuanya. Banyak sekali hal nan dapat didapatkan dari orang tua maupun anak ketika pendidikannya dilakukan secara islami.

Mendidik anak secara islami berbeda dengan mendidik anak nan dilakukan oleh orang awam pada umumnya. Ada banyak sekali laba nan dapat didapatkan dari kedua pihak. Laba tersebut ialah sebagai berikut.

1. Pengendali

Yang paling jelas ialah kemungkinan seorang anak buat melakukan suatu kesalahan fatal dapat diminimalisir. Kesalahan nan dimaksud tak hanya kesalahan kecil, tapi juga kesalahan besar, misal pergaulan bebas.

Masalah pergaulan ialah sebuah masalah nan biasa dihadapi oleh para orang tua terhadap anaknya. Kebanyakan orang tua merasa sangat kebingungan menghadapi masalah nan satu ini.

Dengan adanya keberadaan agama, tentunya masalah ini dapat dihindarkan. Terutama dalam Islam nan mengajarkan bagaimana seseorang itu berbuat dan bertindak dengan versus jenisnya. Semua telah di atur dengan latif dan paripurna oleh Allah SWT selaku pemilik alam semesta ini.

Ketika seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan itu telah beranjak dewasa maka akan ada banyak sekali anggaran nan mengikatnya. Hal tersebut ditujukan agar kejadian nan melanggar nilai anggaran agama tak dilanggar oleh mereka dan terhindar dari godaan rayuan setan.

Dengan demikia maka seseorang nan telah mendapatkan pendidikan islam secara baik niscaya akan memiliki kelakuan nan baik pula. Termasuk dalam hal ini ialah anak muda nan memiliki jiwa dan semangat nan menggelora sehingga terkadang menerabas semua batasan nan ada tanpa memikirkan masa depannya sendiri nan masih panjang.

2. Disiplin

Dalam Islam, banyak sekali anggaran nan wajib ditaati. Hal ini akan membuat seorang anak akan terbiasa disiplin, tidak hanya dalam masalah agama, tapi juga dalam masalah nan lain.

Agama islam merupakan agama nan sangat lengkap sebab mengatur semua urusan manusia dari bangun tidur hingga tidur kembali. Semua itu telah diatur dengan baik oleh Islam, sehingga sangat kecil sekali kemungkinannya jika seorang nan benar-benar muslim itu melakukan sebuah kejahatan.

Kedisiplinan itu akan terbentuk secara alamiah di diri seorang anak nan didika secara islami. Bagaimana dapat hal tersebut terbentuk secara alamiah? Di dalam islam seorang muslim diwajibkanutnuk shalat 5 kali dalam sehari.

Shalat 5 kali tersebut ialah isya, shubuh, dhuhur, ashar, dan magrib. Kelimanya memiliki waktu tersendiri dan tak boleh buat dirubah ataupun ditukar. Jadi hal inilah nan akan mendidik seorang muslim menjadi seorang nan disiplin sebab setiap hari harus melakukan shalat sebanyak lima kali di waktu nan sama.

Melakukan hal berulang-ulang merupakan salah satu cara buat membuat seseorang menjadi disiplin. Apalagi jika hal tersebut dilakukan dalam waktu nan sama pula dan tidaklah boleh terlambat.

3. Memiliki akhlak nan terpuji.

Secara umum, seorang anak akan memiliki karakter nan terpuji. Misalnya bersikap sopan, tak gampang marah, selalu menghormati nan lebih tua, atau sayang pada sesama.

Banyak sekali anggaran nan dimiliki oleh Islam sehingga akan membuat seseorang menjadi lebih baik. Dalam islam setiap perbuatan manusia ialah terikat dengan adanya hukum syariat islam. Jadi seseorang tidaklah boleh gegabah dalam mengambil setiap tindakan.

Jika ternyata di dalam menghadapi suatu hal orang tersebut berjumpa dengan suatu hal nan masih kacau antara sahih dan salahnya maka dalam islam disuruh buat menjauhi. Inilah keunggulan dalam islam nan jika dipraktekkan secara sahih akan menjadikan orang memiliki suatu akhlak nan terpuji.



Bagaimana Cara Mendidik Anak Secara Islami?

  1. Anak akan mencontoh orang tua. Jadi, sebelum mendidik anak, Anda harus memberi contoh dan sengaja memperlihatkan hal itu pada anak. Misal, shalat lah di depan si anak agar ia familiar dengan ibadah tersebut. Selain itu, juga budayakan selalu buat mengaji di waktu nan sama agar anak juga ikut mengaji.
  2. Hendaknya mendidik anak dimulai dari usia dini. Sejak kecil, biasakan si anak buat mendengar beberapa doa mudah. Saat ia sudah mulai dapat bicara, ajarkan kalimat-kalimat doa padanya. Misalnya doa makan, doa sebelum tidur, dll.
  3. Bila dirasa masih sulit buat dicontoh anak sebab ia masih sulit menghafal, ajarkan saja kata mudah seperti “Bismillah” . Jangan terburu-buru buat mengajarkan hal nan sulit, ajarkan dulu nan mudah sebelum mengajarkan nan sulit. InsyaAllah seiring berjalannya waktu maka anak juga akan dapat memahami suatu hal nan sulit.
  4. Selalu ingatkan anak Anda buat selalu berdoa pada setiap kegiatannya (tidur, makan, keluar rumah, dll). Bila belum hafal doa, ingatkan anak Anda mengucap “Bismillah” buat memulai sesuatu dan diakhiri dengan “Alhamdulillah” .
  5. Selalu ajaklah anak Anda dalam beribadah, misalnya shalat. Walau ia mungkin akan selalu bermain-main, si anak akan terbiasa buat diajak beribadah. Hal ini punya pengaruh besar buat kehidupannya nanti.
  6. Mendidik anak secara Islami tak hanya dalam hal ibadah agama, tapi juga ajarkan kesopanan atau etika eksklusif nan sinkron dengan Islam pada seorang anak. Misalnya, makan dengan tangan kanan, biasakan tidur miring ke kanan dan tak telungkup, tak memakai baju nan pendek/mini, dll.
  7. Ceritakan tentang tokoh-tokoh dalam Islam agar si anak mencontohnya. Misal, para nabi saat memperjuangkan agama Islam, atau tokoh-tokoh terkenal lainnya. Ceritakan tentang kehebatan dan segala sifat baik mereka, dengan begitu si anak akan tertarik buat menirunya.
  8. Cara mendidik anak secara Islami juga dapat dilakukan dengan cara memberikan iming-iming dan juga menakut-nakuti. Anda dapat menceritakan tentang estetika surga dan juga kengerian neraka.

    Dengan begitu si anak akan terpacu buat berbuat baik dan meninggalkan hal-hal nan buruk.



Tips dalam Mendidik Anak

Kadang, Anda mungkin susah buat mendisiplinkan seorang anak. Si anak biasanya malas dan menolak ajakan kita buat beribadah atau menolak hal lain nan kita ajarkan. Lalu bagaimana agar pendidikan Islami ini dapat tertancap di otak sang anak?

  1. Sesuai dengan agama, sebelum anak berumur tujuh tahun, Anda tak boleh memerintah terlalu keras pada sang anak. Ajaklah dengan halus dan berkali-kali sampai si anak mau.
  2. Pujilah si anak saat ia melakukan kebaikan. Misal saat si anak berdoa sebelum makan, katakanlah secara terus terang bahwa itu ialah perbuatan nan sangat terpuji.

    Contoh lainnya misal saat si anak meniru gerakan shalat, walau mungkin salah, pujilah ia agar si anak tetap bersemangat buat shalat.
  3. Anda dapat menerapkan sanksi sejak anak masih kecil. Sanksi nan dimaksud tentu saja sinkron dengan usianya. Misal, saat si anak tak mau berdoa, Anda dapat menghukumnya dengan tidur sendirian di kamar (itu pun bila si anak masih tidur dengan Anda).

    Contoh lainnya, Anda dapat menghukum dengan cara melarang si anak makan kue bila tak mau menurut.


Anda dapat memberi sanksi apa saja asal tak berat, sebab inti dari mendidik seperti ini ialah menyadarkan si anak bahwa ada risiko eksklusif nan harus ia tanggung bila tak melakukan hal nan baik.

Itulah beberapa contoh cara buat mendidik anak secara Islami dan bagaimana tips agar si anak mau menurut dan mengikuti perintah Anda. Cukup mudah, bukan? Didiklah anak Anda dengan baik, agar masa depan mereka menjadi cerah.