Panjang Pendeknya Telaahan Staf

Panjang Pendeknya Telaahan Staf

:

Mungkin belum banyak orang nan tahu apa nan dimaksud dengan telaahan staf. Di kalangan para pegawai negeri, kata telaahan staf ini mungkin sudah tak asing lagi sebab kata ini telah menjadi satu hal nan semakin banyak dibicarakan ketika ada permasalahan nan harus disampaikan kepada pimpinan. Pengertian dari telaahan staf ialah naskah dinas nan oleh staf atau bawahan nan memuat analisis dan pertimbangan-pertimbangan, pendapat, dan saran-saran tentang suatu masalah. Berikut ialah contoh telaahan staf dan format nan biasa digunakan.



Format Telaahan Staf

Telaahan staf biasanya disampaikan oleh kepala dinas atau kepala kantor tertentu. Telaahan staf dapat disampaikan kepada kepala daerah, DPRD, atau atasan lainnya nan posisinya lebih tinggi. Pejabat nan mendapatkan telaahan staf ini mempunyai kewenangan buat memberikan keputusan. Jajak staf atau ajuan usulan dari bawahan ini dapat dipertimbangkan oleh atasannya.

Hal nan disampaikan misalnya tentang banyak hal termasuk tentang sistem mutasi pegawai, penambahan staf pegawai disuatu departemen atau apa saja nan menyangkut permasalahan kepegawaian. Format nan digunakan dalam pembuatan sebuah telaahan staf biasanya ialah Pendahuluan, Permasalahan, Data dan Fakta, Kesimpulan, Saran dan Tindak.

Karena bentuknya seperti sebauh surat ajuan, maka diawal telaahan staf ada pernyataan buat siapa telaahan staf itu ditujukan. Diakhir telaahan staf tentu saja ada tanggal dan tanda tangan siapa nan mengajukannya. Telaahan staf ini dapat dikatakan seperti sebuah proposal sehingga bahasa nan digunakan harus sangat lugas, tegas, dan tak mengandung makna ganda. Kalau ada kata-kata dengan makna ganda, nan menerima telaahan staf dapat bingung.

Cepat lambatnya sebuah telaahan staf ditanggapi oleh atasan nan mengajukan, tergantung pada prioritas nan ditetapkan oleh atasan itu sendiri. Tentu banyak nan menggunakan wahana ini buat menyampaikan apa nan dianggap belum memuaskan di tempatnya bekerja. Untuk itulah atasan nan menerima telaahan staf ini harus memikirkan dan memetakan mana nan harus ditanggapi dengan cepat dan mana nan dapat ditunda.

Setiap tanggapan tentunya berpengaruh pada banyak hal termasuk kepada aturan belanja daerah dan penempatan oarang-orang eksklusif pada posisi tertentu. Begitu juga telaahan staf nan diajukan kepada DPRD. Banyak proposal nan masuk itu memang harus dipilih mana nan memang sangat mendesak ditanggapi dan langsung dikerjakan serta mana nan dapat ditunda.

Yang dipilih biasanya nan sangat berhubungan dengan banyak orang dan kalau tak ditanggapi dengan segera, akan ada korban nan jatuh. Tanggapan juga dapat dilakukan buat masalah nan mendesak berhubungan dengan pembangunan. Misalnya, dalam suatu loka ada banyak masalah humanisme nan kalau tak ditangani maka masalah nan ada akan semakin rumit. Donasi dari DPRD dapat berupa penetapan undang-undang atau turut mempengaruhi pihak eksekutif dalam melayani rakyat.

Format pembuatannya ialah nan mulai dari Judul, selanjutnya ada Abstrak dan Pendahuluan. Di Pendahuluan ini ada Latar Belakang Masalah dan Tujuan pembuatan telaahan staf. Hal ini seperti pembuatan laporan penelitian. Landasan Peraturan atau Peraturan nan berlaku pun terkadang dituliskan demi membuat telaahan staf ini menjadi sangat jelas sasarannya.

Setelah itu baru Isi. Isi ini berupa Pembahasan tentang apa nan sedang terjadi pada saat telaahan staf dibuat. Apa nan diharapkan sehingga kondisi nan sedang terjadi tersebut tak harus berlangsung lebih lama lagi. Permohonan adanya tindakan dengan cepat demi melindungi rakyat dan demi mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Tidak lupa disertakan usulan cara menangani masalah. Kalau memang harus melibatkan orang lain, biasanya juga dapat disebutkan. Tentu saja tak ada kepentingan apa-apa dibalik pengajuan siapa nan dapat membantu tersebut. Usulan cara menindak dan asa bahwa tindakan itu akan diambil dalam waktu nan secepatnya.

Bahasa nan dipakai harus bahasa nan sangat lugas. Bila perlu dibaca oleh banyak orang. Hal ini demi menghindarkan kesalahan pemahaman. Yang membaca telaahan staf itu manusia juga nan mungkin akan merasa kesal kalau membaca usulan atau proposal dengan bahasa nan sangat rumit dipahami.



Contoh Salah Satu Telaahan Staf

Berikut ini ialah contoh format dan sedikit teknik dalam pembuatan sebuah telaahan staf. Masalah dan pengusul dalam contoh ini tak dimaksudkan menyinggung atau mengatasnamakan siapa pun. Format nan digunakan cukup sederhana. Hanya ada Pendahuluan, Usulan, dan Penutup.

TELAAHAN STAF

Kepada : Bupati
Dari : Kepala Dinas X
Tanggal : 18 Mei 2013
No : ---/---/---/---
Sifat : Rahasia
Lampiran : Nama dan peta lokasi
Dasar Pertimbangan : Untuk memperlancar pembangunan dan pengelolaan loka belajar dan pelatihan di desa Murni, Kecamatan Murni Sekali, Kabupaten Murni Semurninya.

Pendahuluan
Keadaan desa Murni masih sangat tertinggal. Ada 1000 penduduk nan belum mempunyai MCK. Mereka mengalami berbagai penyakit nan berkenaan dengan tak bersihnya lingkungan . Panyakit itu termasuk mata merah, hepatitis, hingga diare nan sempat membuat beberapa orang balita meninggal dunia.

Keadaan desa Murni ini sangat tandus sehingga sine qua non penampung air sehingga air higienis pun dapat membuat penduduk hayati lebih sehat. Selain, sine qua non beberapa orang pendamping penduduk nan akan memberikan donasi pemikiran bagaimana memanfaatkan dana donasi Bupati nantinya.

Usulan
Demi pembuatan MCK, bak penampungan air, pengelohan tanah, dan pelatihan bagi para penduduk, sebaiknya ada beberapa orang nan ditempatkan di desa Murni selama 3 bulan.

Orang-orang nan dianggap mumpuni dalam hal ini ialah beberapa orang dari tenaga terlatih nan telah mempunyai pengalaman membina penduduk di desa-desa dengan keadaan nan hampir sama dengan keadaan nan ada di desa Murni. Data mereka terlampir buat dipelajari.

Demikian Telaahan ini disampaikan. Terima kasih atas perhatian dan pertimbangan Bapak.

Hormat Saya,

Fulanah



Panjang Pendeknya Telaahan Staf

Tidak ada peraturan nan membatasi berapa panjang sebuah telaahan staf. Kalau apa nan akan disampaikan telah dianggap memenuhi, satu lembar pun tak menjadi masalah. Malah ada nan membuat telahaan staf sangat singkat. Hal ini pun dianggap absah saja.

Misalnya, misalnya ada sebuah kepala Dinas di sebuah kabupaten nan ingin melakukan konsultasi ke Dinas lainnya. Lalu kepala Dinas tersebut membuat sebuah telaaah staf kepala atasannya agar memberinya izin dan menugaskannya. Tentu saja panjang telaahan staf tak terlalu panjang.

Mulai dari kop surat dan nomor surat. Lalu ada bagian Dasar Pertimbangan, Persoalan, dan Saran. Dasar Pertimbangan pun cukup singkat. Misalnya konsultasi atau saran nan diajukan itu akan berdampak besar dalam kelancaran melakukan pekerjaan sehari-hari.

Persoalan pun diungkapkan dengan lugas. Misalnya, suatu pernyataan bahwa kepala dinas nan bersangkutan belum memahami tentang satu permasalahan sehingga butuh berkonsultasi dengan pihak lain. Bagian Saran diusulkan buat menugaskan nan membuat telaahan staf itu melakukan konsultasi tersebut. Cukup singkat dan tak harus membuat telaahan staf nan panjang. Kecuali kalau memang harus panjang dan sine qua non pertimbangan lain nan memang dibutuhkan.