Kiat Mengenal Lingkungan Kerja

Kiat Mengenal Lingkungan Kerja

Jika Anda memiliki masalah nan terkait dengan karier kerja , jangan merasa enggan buat berbagi dengan konselor karier. Forum konseling karier nan kompeten bisa dinilai dari kualifikasi konsultannya.

Menurut Reni Akbar Hawadi, Ketua Pengembangan Talenta Universitas Indonesia (UI), memilih forum konseling nan tepat cukup mudah. Bisa diakses melalui Yellow Pages atau Google sambil tetap melihat reputasi forum nan bersangkutan.

"Selama ini nan diperoleh melalui mulut ke mulut maupun data tertulis dari internet. Spesifik buat psikolog konselor karier, kita dapat meminta CV dari forum konseling atau langsung dari nan bersangkutan," ujar Reni. Karena, dapat saja konselor karier tak datang dari suatu forum konsultasi.



Memilih Forum Konseling buat Karier Kerja

Ada hal-hal nan perlu dicermati pada saat pemilihan forum konseling karier. Misalnya, dari CV, nan mencantumkan riwayat pendidikan, apakah nan bersangkutan lulus dengan IPK nan baik dan tepat waktu. Seperti nan dapat kita lihat dari pengalaman seorang konsultan karier sebagai berikut.

"Jurusannya haruslah magister profesi psikologi (sekolah, PIO atau klinis) nan telah dibekali cukup jam terbang konseling," kata konsultan karier ini. Riwayat pekerjaan selama ini juga krusial diketahui buat mengetahui keluasan dan kedalaman dalam memberikan konseling.

Reni menyarankan agar kantor, insititusi, atau perusahaan memiliki langganan psikolog sehingga si psikolog karier ini menguasai baik hal-hal ataupun atmosfir nan diharapkan di kantor tersebut.

"Saran nan diberikan tak bersifat generik tetapi sinkron dengan perusahaan di mana si klien bekerja," pungkas Reni.

Hal-hal nan harus dilakukan oleh konselor karier harus memiliki kemampuan sebagai pendengar nan baik, memiliki kemampuan dalam komunikasi dan diskusi nan baik. Selain itu, memunyai kemampuan memahami persoalan orang kemampuan menangani persoalan karier.

Idealnya, kata Reni, semua itu lebih kompeten ditangani oleh psikolog, "Tetapi buat atasan dapat dilakukan dengan kemauan buat mengembangkan dirinya sebagai konselor," ujarnya. Caranya ialah banyak membaca buku tentang counselling in action misalnya, lokakarya, kursus konseling, dan lain sebagainya.

Sementara itu, Lia menyarankan, sebaiknya memilih konsultan dengan latar belakang pendidikan psikologi atau manajemen Sumber Daya Manusia (SDM). Sedangkan buat latar belakang organisasi, sebaiknya memilih nan pernah bekerja di perusahaan dengan jangka waktu nan cukup lama dengan latar belakang manajer.

"Sedangkan buat perusahaan konsultannya, sebaiknya dipilih jenis perusahaan konsultan nan telah menangani perusahaan-perusahaan nan beragam, sehingga telah teruji," papar Lia.

Parameter-parameter penilaiannya nan digunakan konselator kepada perkembangan konseli cukup sederhana dan objektif. Lakukan seleksi administrasi nan tepat dalam memilih konsultan karier, periksa ruang lingkup pekerjaan dalam kontrak kerjanya.

"Lakukan proses preliminary selection (seleksi awal), mintakan Curriculum Vitae (CV) dari konsultannya," kata Lia. Dan selalu ingatlah buat mempelajari dan meminta konsultan nan bersangkutan melakukan proses presentasi terhadap program kerja nan dilaksanakan, bahas dan diskusikan. Lia menambahkan, paramater nan krusial lagi ialah metodologi pendekatan terhadap program kerja nan akan dilaksanakan.



Manfaat Bimbingan Karier Kerja

Bekal pendidikan formal saja tak cukup buat mengantarkan seseorang berhasil dalam karier kerja di era persaingan ketat saat ini. Forum bimbingan karier kerja atau konseling karier bisa membantu buat menemukan minat dan passsion Anda.

Sebab, dalam kehidupann konkret masih banyak problem generik mahasiwa dan lulusan sarjana bingung dan tak mengenal diri dan mengetahui potensi diri dalam memulai karier sinkron jurusannya. Bahkan, banyak nan belakangan menyadari minat dan disiplin ilmu formal di perkuliahan bertentangan.

Pada dasarnya konseling karier ialah bentuk layanan donasi nan ditujukan buat meningkatkan pemahaman individu akan potensi dirinya buat memecahkan masalah. Konseling ialah interaksi antarpribadi nan dilakukan secara tatap muka antara konselor kompeten baik profesional atau dari forum eksklusif nan bertugas membantu memecahkan masalah pekerjaan.

Konselor senantiasa memberikan solusi kepada individu. Hal ini berguna buat mengoptimalkan potensi karier nan dimiliki secara optimal. Penempatan nan tepat antara ciri kepribadian seseorang dengan kemampuan teknis dan akademis menjadi nilai nan sangat krusial dalam proses pengembangan manusia nan siap bersaing keras.

Menurut konsultan karier Sien, Amaryllia Putri pengaruh bimbingan karier dalam karier kerja seseorang sangatlah besar. "Secara organisasi, konseling karier berguna buat bisa menempatkan individu dalam bidang pekerjaan nan sinkron atau "mengembangkan" individu dalam melakukan penyesuaian terhadap karaktertistik pekerjaan nan dimilikinya," ujar Lia, sapaan akrabnya.

Mereka nan membutuhkan bimbingan dapat dari pelajar hingga kalangan pekerja serta organisasi itu sendiri. Perusahaan nan lebih tepat mengatur aplikasi konseling karier kepada semua karyawannya sehingga proses pengembangan manusia maksimal. Lia menuturkan, prinsip konseling karier dijabarkan dalam fungsi manajemen perusahaan (konteks organisasi), sebab proses pengembangan manusia itu sendiri fleksibel dan tentatif.

"Pada perusahaan dengan taraf stress pekerjaan nan tinggi atau beban kerja nan berat, fungsi penempatan tujuan karir sangat dibutuhkan agar karyawan bisa memahami ekuilibrium antara kewajiban dan timbal balik hak nan akan diterima," katanya. Bagaimana pun, pegawai merupakan aset hayati primer sebuah perusahaan.

Saat ini memang aplikasi bimbingan karier kerja tersebut sangat terbatas, yakni hanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan besar. "Menurut aku pribadi cukup penting, mengingat banyak perusahaan partikelir sudah terpikir buat mengembangkan efisiensi perusahaan dimana karyawan seringkali dituntut buat segala bisa," papar Lia.

Sementara itu, pendidikan nan dimiliki oleh karyawan kadangkala cenderung spesifik. Tidak hiperbola jika bimbingan karier kerja saat ini sangat dibutuhkan, mengingat lemahnya sistem pendidikan dan pemahaman pandangan hidup kerja nan menyebabkan perusahaan harus mengeluarkan upaya buat melakukan proses pengembangan sumber daya manusia sebagai aset utama.



Kiat Mengenal Lingkungan Kerja

Sebagai pekerja atau karyawan sudah seharusnya kita mengenal lingkungan loka kita bekerja, terutama bila Anda baru saja pindah kerja ke loka kerja nan baru. Hal ini dilakukan buat membantu kita memahami bagaimana lingkungan di kantor, bagaimana suasana kinerja dalam kantor dan sebagainya. Termasuk juga menjaga interaksi baik dengan bos dan rekan kerja nan lainnya. Ada beberapa kiat nan dapat kita lakukan buat mengenal lingkungan kerja di kantor, sebagai berikut:

Budaya Perusahaan

Percayalah, jika Anda memasuki suatu lingkungan, pastilah Anda berhadapan dengan peraturan. Sebebas-bebasnya suatu lingkungan, pastilah ada aturannya. Peraturan ini absolut diperlukan agar kehidupan dalam lingkungan tersebut berjalan teratur. Oleh sebab itu, Anda harus mengikuti peraturan nan ada di lingkungan baru tersebut. Baik peraturan nan sifatnya tertulis, maupun peraturan tak tertulis tapi bersifat mengikat. Pada awalnya mungkin Anda akan merasa kagok.

Namun begitu, Anda harus tetap mengikuti budaya dan anggaran nan diterapkan di loka kerja nan baru itu. Misalnya, jangan melanggar jika ada kewajiban mengenakan seragam kantor. Anda jangan coba-coba melanggar peraturan dengan alasan masih baru. Pemimpin nan berpengalaman akan tahu niscaya mana kesalahan nan sengaja atau hanya sekadar dibuat-buat.

Pelajari Tugas Utama

Perusahaan tidak mungkin merekrut Anda sekadar buat duduk santai di belakang meja kantor. Coba perhatikan, sudah banyak, bukan, tugas nan harus Anda kerjakan? Bila Anda merasa masih baru, cobalah pelajari terlebih dahulu tugas-tugas apa saja nan semestinya Anda kerjakan. Teliti dan pilih mana tugas nan harus diprioritaskan. Bila mengalami kesulitan, Anda dapat menanyakannya kepada atasan. Jangan lupa buat melihat mekanisme kerja terlebih dahulu supaya Anda tak salah dalam mengambil tindakan. Setelah itu, cobalah penilaian hasil kerjaan Anda. Apakah sudah sinkron dengan sasaran nan diinginkan atau belum?

Jangan Malu Bertanya

Apalagi bila pekerjaan nan Anda dapatkan bukan atau tak sinkron sama sekali dengan disiplin ilmu nan Anda pelajari di bangku kuliah. Tentunya selain kritikan, Anda juga harus aktif "menjemput bola" agar Anda cepat menyesuaikan diri. Artinya, segeralah bertanya bila ada sesuatu nan sekiranya Anda rasa masih kurang jelas. Bertanya tak harus pada orang nan lebih tua. Anda dapat bertanya kepada orang muda nan sudah cukup berpengalaman. Setidaknya, buat urusan teknis, orang itu lebih berpengalaman daripada Anda. Selain itu, Anda dapat juga bertanya kepada atasan langsung atau rekan satu level.