Di Balik Kelezatannya Gorengan Harus Diwaspadai

Di Balik Kelezatannya Gorengan Harus Diwaspadai

Indonesia merupakan negeri nan sangat kaya akan banyak hal, mulai dari suku, pulau, budaya, adat istiadat, hingga ragam kulinernya. Untuk nan terakhir ini sudah niscaya akan menjadi karakteristik khas, yakni gorengan. Semua tersaji dalam segala bentuk dan kemasan nan tentunya sangat layak buat diketahui. Ujung pulau sebelah barat, yakni Sabang sampe ujung timur, dengan pulau Merauke, memiliki segala keunikan, termasuk kulinernya.

Makanan ringan nan dikenal oleh banyak orang ini merupakan masakan nan sangat kental dengan budaya Sunda khususnya, dan negeri Indonesia umumnya. Banyak nan menjadi karakteristik khas dari makanan nan satu ini. Di antaranya penamaan nan simpel, mudah diingat dan mudah dibuat, kental dengan suasana perkampungan, namun meroket hingga ke berbagai pelosok negeri, dan masih banyak lagi.

Bagi Anda nan tinggal di kota-kota besar tentu sangat akrab dengan makanan nan berbahan dasar terigu ini. Bagi nan pernah tinggal di daerah pedesaan pun demikian. Banyak sekali penjual nan menjajakan gorengan sebagai makanan nan mudah sebagai pengganjal perut di saat lapar atau sebagai camilan.

Dengan kemudahannya itulah, banyak masyarakat nan menggemarinya, baik itu dalam hal mengonsumsi ataupun membuatnya. Bagi nan menjualnya pun, harga masakan nan ringan ini dipatok dengan sangat terjangkau, yakni Rp 500,- buat nan paling murah dan dijual di kota besar, serta Rp 250,- buat nan dijual di daerah-daerah.

Sementara itu, harga nan nisbi tinggi buat sebuah gorengan dijual dengan Rp 1.000,-, itupun dengan ukuran dan rasa nan berbeda pastinya. Meskipun masakan nan murah dan ringan ini terbilang sebagai makanan nan “ngampung”, gorengan bahkan sudah masuk ke berbagai loka nan memiliki nama besar dan berada di level atas.

Banyak sekali toko kue besar nan menjajakan makanan ini, juga dengan hotel-hotel nan menugaskan kokinya buat membuat aneka camilan ini. Tentu dengan sajian nan berbeda dari nan biasanya dijual di umum. Makanan ini memang selalu menjadi trendsetter bagi siapapun sebab dengan mengusung alasan enak dan murah.

Bagaimana tidak, penjualan nan menjamur dan selalu menjadi pelengkap nan tepat di saat apapun, membuat makanan nan sangat majemuk ini senantiasa menjadi primadona nan tak pernah mati.



Varian Gorengan Selalu Digemari

Ada beberapa varian gorengan nan selalu digemari hingga sekarang, antara lain :

  1. Bala-Bala atau Bakwan

Jenis ini tentu sudah sangat dikenal dengan baik oleh banyak orang. Bala-bala atau bakwan nan dikenal oleh masyarakat ibukota ataupun masyarakat Jawa ialah masakan nan lazim ditemui. Penamaan bala-bala ini diambil dari bahasa Sunda, yakni bencana nan artinya berserakan.

Tidak heran jika bahan-bahan nan terdapat di dalamnya sangat banyak, mulai dari irisan wortel, kol, daun bawang, juga kadang ada nan menambahkannya dengan jagung. Bentuknya pun berbeda-beda. Hal ini tergantung kepada karakteristik khas si pembuat. Aada nan bulat, ada juga nan pipih.

Sementara itu, buat bakwan meski pada dasarnya memiliki bahan nan sama, namun memiliki bentuk nan berbeda. Bentuk bakwan dicetak pada sebuah centong cembung, nan di atasnya biasanya diberi topping udang.

  1. Comro

Bagi Anda nan menggemari oncom, tentu tak akan pernah melewatkan camilan nan satu ini. Comro atau nan dalam bahasa Sunda adalah oncom dijero (oncom di dalam) merupakan camilan nan sangat khas dan memiliki citarasa berbeda.

Hal itu didasari dengan penambahan oncom di bagian dalamnya sehingga akan membuat rasanya semakin berbeda. Bahan nan digunakan buat pembuatan gorengan ini yakni ubi, tepung terigu, oncom, dan cabai.

Oncom nan dihadirkan di dalamnya sangat bervariasi, ada nan pedas, namun ada juga nan netral. Semua itu kembali kepada karakteristik khas si pembuat. Bentuk comro pun memiliki keragaman, ada nan berbentuk elips menyerupai bentuk telur ayam, pipih bulat, dan ada nan benar-benar bulat.

  1. Gehu

Gorengan nan satu ini memiliki bahan dasar tahu dan dilengkapi dengan banyak sayuran. Di antaranya tauge, irisan wortel, kadang ada nan menggunakan buncis. Tahu nan digunakannya kebanyakan tahu kuning. Penamaan gehu sendiri pun berdasarkan bahannya, yakni tauge-tahu dan disingkat menjadi gehu.

Sayuran-sayuran tersebut diisikan di dalam tahu nan bagian dalamnya telah dibelah buat ruang sayuran tersebut. Setelah terisi, kemudian dicelupkan ke dalam adonan tepung terigu nan telah dicairkan.Gehu sendiri kini telah menjadi camilan nan diinovasikan, yakni hadirnya gehu pedas.

Rasa pedas nan terdapat di dalamnya bukan pedas nan biasa. Namun itu didapat dari racikan cabe rawit nan sangat banyak. Tentu sangat tepat buat nan menggemari sensasi pedas. Memiliki bentuk persegi, juga segitiga.

  1. Kroket

Kroket ialah satu dari sekian banyak varian gorengan nan memiliki rasa nan enak. Dibuat dengan memakai bahan-bahan nan sederhana, seperti kulit pangsit, bihun, irisan kol, dan irisan wortel. Semua irisan tersebut disatukan dan kemudian dibalut dengan kulit pangsit tersebut.

Setelah terbentuk, bisa digoreng langsung, namun bisa juga dicelupkan ke dalam adonan tepung terigu nan telah dicairkan. Bentuk dari kroket ini pada umumnya sama, yakni dengan bulat kecil persegi panjang. Setelah digoreng maka tekstur kroket sangat renyah dan ini selalu menimbulkan rasa ketagihan bagi siapa saja.

  1. Cireng

Bagi nan tahu dengan varian nan satu ini, apakah tahu pula dengan asal muasal namanya? Penamaan cireng merupakan suatu kependekan kata dari aci (tepung kanji) digoreng. Tekstur nan dimiliki oleh cireng sangat kenyal, namun bisa juga garing, bergantung si pembuatnya.

Cireng memiliki banyak bentuk, ada nan pipih, bulat, jajaran genjang, dan lainnya. Cireng pun memiliki varian lainnya, yakni nan disertai isi dan tanpa isi. Untuk nan memakai isi, kebanyakan cireng memakai adonan oncom buat penguat rasa ketika dikunyah.

Namun, banyak juga cireng nan tanpa isi tetapi disertai dengan bumbu kuah nan terbuat dari kacang. Gorengan nan memiliki kekenyalan ini juga merupakan camilan nan diinovasikan. Sekarang ini sangat banyak nan membuat isian dari berbagai rasa, mulai dari ayam pedas, abon, sosis, keju, dan lainnya.

  1. Pisang Aroma

Pisang aroma merupakan camilan nan tak pernah bosan buat dinikmati. Rasa manis nan dihasilkan dari pisang dan caramel yang selalu membuat lidah terus bergoyang. Pisang nan dijadikan isiannya tak utuh, tetapi dipotong memanjang dengan ukuran nan tak terlalu besar.

Potongan pisang tersebut kemudian dibalut dengan kulit pangsit nan berukuran lebar. Setelah semua bagian pisang tertutup, kulit pangsit tersebut digoreng. Di saat ditiriskan dalam keadaan masih panas, olesi dengan karamel.

  1. Molen

Inilah salah satu varian gorengan nan memiliki rasa nan manis. Molen mempunyai rasa nan lembut ketika masuk ke dalam mulut, juga menimbulkan aroma nan harum. Molen ialah camilan nan berbahan dasar tepung terigu nan di dalamnya terdapat pisang nan digulung dengan tepung terigu nan telah dibuat menjadi adonan kue.

Molen juga banyak nan dibuat penemuan oleh para penjual. Banyak molen nan kini tak berisikan pisang, melainkan dengan nanas, kacang hijau, hingga keju sebagai variasinya.



Di Balik Kelezatannya Gorengan Harus Diwaspadai

Menikmati gorengan memang selalu menjadi saat-saat nan nikmat. Banyak sekali varian dengan banyak rasa nan dihadirkan. Namun, tahukah Anda dengan imbas dari camilan ini? Tentu ini sudah menjadi misteri generik nan tak dapat disembunyikan lagi.

Kuliner nan sangat renyah ini diproses dengan cara digoreng. Olahan nan mengandung minyak serta dipanaskan dengan barah nan sangat tinggi membuat makanan ini menjadi tak sehat. Kandungan minyak nan sangat tinggi bisa memicu berbagai penyakit, di antaranya kanker, kolesterol, kuning, obesitas, dan masih banyak lagi.

Namun, sepertinya semua ancaman itu hampir tak pernah ditakuti oleh masyarakat kita. Itu terbukti bahwa gorengan masih menjadi asupan nan memiliki rating yang tinggi. Masyarakat lebih memilih menikmati daripada menjaga. Gorengan memang memiliki sejuta ancaman nan harus kita waspadai, tetapi kita nan ingin sehat pun tetap bisa menikmati masakan ini.

Berikut beberapa tips dalam menikmati hayati sehat, tanpa meninggalkan gorengan.

  1. Konsumsi dengan waktu nan cukup jauh.
  1. Imbangi dengan buah-buahan dan sayuran.
  1. Selalu melakukan olahraga.
  1. Jangan jadikan sebagai asupan nan rutin.
  1. Nikmati dalam jumlah nan sedikit.