3. Korps Pasukan Khas

3. Korps Pasukan Khas

Tentara Nasional Indonesia atau biasa disingkat TNI merupakan pasukan nan secara generik memiliki tugas buat menjaga keutuhan bangsa. Tentara Nasional Indonesia (TNI) dibagi menjadi 3 kesatuan, yaitu Angkatan Darat (AD), Angkatan Bahari (AL), dan Angkatan Udara (AU).

Dari ketiga kesatuan primer tersebut, terbagi lagi menjadi beberapa kesatuan pada masing-masing angkatan. Setiap angakan memiliki pasukan spesifik nan memiliki kemampuan di atas rata-rata. Salah satu pasukan spesifik Indonesia ialah Kopassus.

Untuk lebih jelasnya lagi mengenai pasukan spesifik Indonesia nan ada pada masing-masing kesatuan militer, simak ulasannya berikut ini.



1. Komando Pasukan Spesifik (Kopassus)

Komando Pasukan Spesifik atau Kopassus ialah salah satu pasukan spesifik nan paling disegani di Indonesia. Bahkan, pasukan elite nan berasal dari Angkatan Darat (AD) ini termasuk salah satu pasukan elite terbaik di dunia. Pasukan elite nan memiliki slogan Tribuana Chandraca Catya Dharma ini memiliki tugas pokok, yaitu melaksanakan pembinaan fungsi militer spesifik dan kesiapan operasional pasukan sinkron kebijaksanaan Kasad, dan melakukan operasi khsusus terhadap target strategis sinkron perintah Panglima TNI.

Pasukan nan dikenal dengan sebutan pasukan baret merah ini memiliki kemampuan nan berada di atas rata-rata pasukan lainnya, misalnya bergerak cepat di segala medan, kemampuan menembak nan di atas rata-rata, pengintaian, dan keahlian antiteror. Dalam perjalanan sejarahnya, pasukan elite ini nan dibentuk pada 16 April 1952 ini memiliki moto "Berani, Benar, Berhasil."

Pasukan elite Angkatan Darat (AD) ini pernah turun buat melakukan operasi. Operasi nan pernah ditangani oleh Kopassus antara lain penumpasan DI/TII, operasi militer PRRI/Permesta, operasi trikora, operasi Dwikora, penumpasan G30S/PKI, operasi di Irian Barat, dan operasi Seroja di Timor-Timor (sekarang Timor Leste). Selain melakukan operasi di dalam negeri, pasukan elite ini pun pernah diturunkan buat melakukan operasi luar negeri, contohnya pembebasan sandera di Bandara Don Muang di Thailand.

Karena kedudukannya sebagai pasukan khusus, misi dan operasi nan dijalankan pun bersifat rahasia. Oleh sebab itu, mayoritas tugas nan dilakukan Kopassus ini tak pernah diketahui secara menyeluruh. Sebagai sebuah kesatuan pasukan khusus, Komado Pasukan Spesifik Angkatan Darat ini terbagi menjadi 5 grup. Berikut ini 5 grup Kopassus.

  1. Grup 1 (Parakomando) nan berlokasi di Serang, Banten.
  1. Grup 2 (Parakomando) nan berlokasi di Kartasura, Jawa Tengah.
  1. Grup 3 (Pusat Pendidikan Pasukan Khsusus) nan berlokasi di Batujajar, Cimahi, Jawa Barat.
  1. Grup 4 (Sandhi Yudha) nan berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur.
  1. Grup 5 (Anti Teror) nan berlokasi di Cijantung, Jakarta Timur.

Komando Pasukan Spesifik ini dipimpin seorang Komandan Kopassus nan berpangkat Mayor Jenderal (Mayjen).



2. Batalyon Intai Amfibi

Batalyon Intai Amfibi merupakan salah sati pasukan spesifik nan dimiliki TNI. Pasukan elite Batalyon intai Amfibi ini berada di bawah naungan Korps Marinir (AL). Untuk menjadi anggota pasukan elite ini, seorang parjurit marinir harus memenuhi persyaratan mental, fisik, dan kesehatan nan kuat. Selain itu, calon pasukan elite Batalyon intai Amfibi ini harus berdinas aktif minimal 2 tahun.

Latihan buat masuk ke dalam satuan elite ini sangat berat. Salah satu latihan nan wajib dilakukan oleh para calon pasukan elite ialah berenang sejauh 3 km dengan kondisi tangan dan kaki terikat. Anggota pasukan elite Batalyon Intai Amfibi ini diperoleh dari proses seleksi nan sangat ketat. Calon anggota nan ikut seleksi pun berasal dari prajurit marinir. Tentunya, prajurit marinir nan ikut seleksi pasukan spesifik Batalyon Intai Amfibi ini harus memiliki fisik nan prima dan memiliki kemampuan psikologis sinkron baku pasukan elite.

Proses pelatihan menjadi anggota pasukan spesifik Angkatan Bahari ini sangat berat. Maka tidak heran, dalam tugas-tugasnya, pasukan elit Batalyon Intai Amfibi ini dituntut memiliki kecepatan, integritas nan tinggi, keakuratan, keuletan, disiplin nan tinggi, dan taraf keberhasilan nan tinggi. Anggota pasukan spesifik Batalyon Intai Amfibi ini digemleng denga ketat dan keras melalui beberapa tahap. Dalam setiap termin pelatihannya, dibuat buat mengukur taraf kesiapan calon anggota pasukan khusus.

Calon anggota pasukan spesifik Batalyon Intai Amfibi ini harus mengikuti program latihan nan ketat. Program latihan nan dilakukan memiliki taraf risiko nan besar, misalnya pembinaan mental dengan taraf stressing nan tinggi, dan pembinaan keterampilan spesifik nan dikondiskan dengan tugas nan sebenarnya.

Selain itu, pasukan spesifik Batalyon Intai Amfibi ini harus memiliki kemampuan melaksanakan tugas secara mandiri. Hal itu diartikan pasukan elite Batalyon Intai Amfibi harus mampu survive dalam segala kondisi dan lingkungan, baik secara tim maupun perorangan. Perlu diketahui, jika sedang tak ada operasi, pasukan elite dari kesatuan ini pun sering ditugaskan buat menjadi pengawal pribadi presiden dan wakil presiden,



3. Korps Pasukan Khas

Selain pasukan spesifik nan berasal dari Angkatan Darat dan Angkatan Laut, Indonesia pun memiliki pasukan spesifik nan berasal dari Angkatan Udara. Pasukan spesifik nan berasal dari Angkatan Udara ialah Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara atau disingkat Korpaskhasau. Pasukan elite ini memiliki nama lain, yaitu Paskhas dan Baret Jingga.

Pasukan elite dari Angkatan Udara ini merupakan satuan tempur darat nan memiliki kemampuan di udara, laut, dan darat. Dalam melakukan sebuah operasi, Pasukan Khas Angkatan Udara ini memiliki tugas dan tanggung jawab nan ditujukan buat mempertahankan pangkalan udara dari agresi musuh dan selanjutnya menyiapkan pendaratan bagi pesawat kawan.

Pasukan Khas TNI Angakatan Udara memiliki kualifikasi nan lengkap dalam hal kemampuan tempur khas di udara, misalnya pengendali tempur (Dalpur), pengendalai pangkalan (Dallan), SAR tempur, dan kemampuan lainnya. Selain itu, Pasukan Khas TNI Angakatan Udara pun memiliki kemampuan melakukan Pengaturan lalu-Lintas Udara (PLLU), komunikasi Elekrtonika, intelejen tempur, dan kemampuan lainnya.

Sebagai pasukan elite nan dimiliki Angkatan Udara Indonesia, Pasukan Khas telah diterhunkan buat melakukan beberapa operasi di dalam negeri. Operasi nan melibatkan Pasukan Khas Angkatan Udara ini antara lain, operasi Penumpasan RMS, penumpasan DI/TII, penumpasan PRRI/Permesta, operasi trikora, operasi Dwikora, operasi Seroja di Tomor-Timor, dan operasi Trisula.

Selain itu, Pasukan Khas TNI Angkatan Udara ini pernah diterjunkan buat misi perdamaian PBB. Pasukan elite ini pernah dikirimkan dalam misi perdamaian PBB di Vietnam, Yugoslavia, Bosnia, Filipina, dan Lebanon.



4. Dentasemen Spesifik 88 Antiteror

Selain operasi nan bersifat militer dan perdamaian, Pasukan Khas TNI Angkatan Udara ini pun sering diterjunkan buat misi kemanusiaan. Misi humanisme nan pernah dilakukan Pasukan Khas Angkatan Udara antara lain penanggulangan bala alam.
Selain pasukan elite nan berasal dari TNI, Indonesia pun memiliki pasukan spesifik nan berasal dari kesatuan kepolisian.

Salah satu pasukan elite nan berasal dari kesatuan kepolisian ialah Dentasemen Spesifik 88 Antiteror atau biasa disingkat Desus 88 Antiteror. Dentasemen Spesifik 88 Antiteror dibentuk buat menanggulangi masalah teroris di Indonesia. Pasukan elite ini dirancang buat mengatasi gangguan teroris, mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.

Nah, itulah profil singkat pasukan spesifik Indonesia. Semoga klarifikasi mengenai pasukan spesifik di Indonesia ini dapat menambah pengetahuan Anda.