Manfaat Tape Bagi Kandungan Gizi

Manfaat Tape Bagi Kandungan Gizi

Tape ialah salah satu makanan tradisional di Indonesia dari proses fermentasi bahan pangan nan berkarbohidrat seperti ketan dan singkong. Tape juga dapat dibuat dari singkong nan dinamakan tape singkong.

Dalam proses pembuatan tape ada pembuat tape berbagai jenis seperti Candida Utilis, Sacchharomycopsis, Pediococcus, Fibuligera dan lain-lain. Tape biasanya diproduksi oleh industri-industri kecil dan menengah, bisanya tape ini dihidangkan sebagai makanan pencuci mulut.



Cara Membuat Tape

Untuk membuat tape ketan, terlebih dahulu ketan dimasak dan dikukus sebelum diberi ragi. Setelah ketan dimasak dan dikukus lalu ditutup dengan daun-daun selama 2-4 hari sehingga menghasilkan cairan seperti alcohol hingga lembut.

Untuk pembuatan tape singkong terlebih dahulu kupas kulit singkong terlebih dahulu, setelah kulit singkong dikupas lalu cuci dan dikukus, setelah itu singkong disimpan di daun pisang lalu taburi ragi pada lapisan daun pisang nan digunakan buat tape singkong nan akan dibuat, kemudian biarkan 2-3 hari agar tape singkong tersebut dapat disajikan.

Selain aromanya nan memikat dan manis, tape juga mempunyai rona nan bhineka dan rona pembuatan tape tersebut tak berbahaya buat dikonsumsi sebab warnanya berasal dari rona nan alami. Untuk pembuatan tape berwarna merah diperlukan pigmen. Sedangkan Tape nan warnanya hijau dibuat dari rona daun pandan.

Untuk membuat tape ini memerlukan keahlian dan kebersihan agar ketan dan singkong kelihatan bagus dalam proses prementasinya nan baik. Yang disebut dengan bibit jamur ialah ragi, bahan ragi ini biasanya selalu diberikan pada pembuatan tape agar tape nan dibuat terlihat higienis dan halus.



Manfaat Tape Bagi Kandungan Gizi

Tape nan baik biasanya proses prementasinya dan penggunaannya dibuat dengan sahih dan bersih. Manfaat tape juga dapat menghangatkan badan, sebab mengandung alkohol dan apabila pemberian ragi pada tape terlalu banyak akan menyebabkan panas tubuh dan tak baik bagi pencernaan.

Ada juga sumber energy nan potensial seperti tape singkong nan kandungan energinya 100 gram sama dengan kandungan energy dari nasi, kandungan energy tersebut berasal dari karbohidrat. Tape singkong ini juga mempunyai kadar lemak dan protein nan sedikit.

Tape singkong mempunyai kadar vitamin nan baik juga seperti tape singkong putih dan tape singkong kuning. Tape singkong kuning mempunyai kadar vitamin A 385 SI per 100 gramnya sedangkan tape singkong putih tak mempunyai vitamin A.

Sebagian besar tape dibuat dari beras ketan atau juga singkong, di Jawa Barat tape sering disebut peuyeum dan di Jawa Timur tape disebut tape puhung, nama tape ini juga memiliki nama nan bhineka di setiap daerahnya.

Selain dikonsumsi secara langsung tape dijadikan olahan atau dijadikan campuran dan minuman lainnya. Tape ini sering dicampurkan pada es campur, cendol atau dapat diolah menjadi dodol dan wajit. Tape singkong juga dapat dijadikan campuran buat es cendol, es doger dan es campur. Selain dapat diolah menjadi makanan tape juga dapat dinikmati dengan tetel atau dapat disebut ulen dalam bahasa sundanya.



1. Cara Membuat Tape Ketan

Bahan:

  1. 1000 g beras ketan
  2. 2 butir ragi tape
  3. Daun kayu manis

Cara pembuatannya:

  1. Rendam beras ketan terlebih dahulu selama 4 jam.
  2. Tambahkan air pada daun kayu manis, terus disaring
  3. Rendamlah beras ketan nan sudah matang lalu tambahkan cairan kayu manis sebagai pewarna. Pewarna tersebut diaduk dalam baskom agar merata warnanya.
  4. Warna campuran pada tape tersebut dikukus lagi sampai matang selama setengah jam.
  5. Setelah itu angkat lalu dinginkan di atas nyiru lalu berikan ragi nan sudah dihaluskan lalu aduk hingga merata.
  6. Bungkus lah dengan plastic atau daun pisang dan simpanlah selama 2-3 hari dan tape siap buat dimakan.


2. Cara Membuat Tape Singkong

Tape singkong ialah tape nan dibuat dari singkong nan difermentasi. Makanan ini sangat popular mulai dari Jawa Barat hingga Jawa Timur.

Alat :

  1. Baskom
  2. Kain Lap
  3. Kompor
  4. Panci Kukus
  5. Penyaring
  6. Piring
  7. Pisau
  8. Sendok & Garpu
  9. 5 kg singkong
  10. 5 butir ragi

Cara pembuatannya:

  1. Terlebih dahulu singkong dipotong-potong, lalau cuci nan bersih.
  2. Kukus sampai agak lunak, lalu angkat dan dinginkan.
  3. Haluskan ragi tape.
  4. Tabur ragi secara merata ke seluruh permukaan singkong, lalu tutup dengan daun pisang.
  5. Sementara menunggu singkong kering, masukkan air ke dalam panci samapai kira – kira terisi seperempat lalu panaskan hingga mendidih.
  6. Setelah air mendidih masukkan singkong ke dalam panci kukus, lalu kukus hingga singkong ¾ matang, kira – kira ketika ‘daging’ singkong sudah dapat ditusuk dengan garpu.
  7. Setelah matang, angkat singkong nan telah ¾ masak lalu taruh di suatu wadah, kemudian didinginkan
  8. Sambil mengipas – ngipas, teman satu kelompok kami menyiapkan wadah sebagai loka buat mengubah singkong menjadi tape. Wadah itu terdiri dari baskom nan bawahnya dilapisi dengan daun pisang.
  9. Setelah singkong benar- sahih dingin, masukkan singkong ke dalam wadah lalu taburi dengan ragi nan telah dihaluskan dengan menggunakan saringan
  10. Singkong nan telah diberi ragi ini kemudianditutup kembali dengan daun pisang. Singkong ini harus benar-benar tertutup agar mendapatkan hasil nan maksimal.
  11. Setelah singkong ditutupi dengan daun pisang, diamkan selama 1-2 hari hingga sudah terasa lunak dan manis. Saat itulah singkong telah menjadi tape.

Makanan tradisional ini sangat enak buat dikonsumsi, maka cobalah apabila Anda ingin membuat tape di rumah, selain itu tape juga banyak sekali macam-macamnya, seperti di kota-kota lainnya dan banyak jenis tape juga dengan berbeda warnanya, tetapi soal rasa mungkin tak beda jauh dengan tape-tape nan sudah Anda coba, sebab pembuatan tape sama cara-caranya dengan tape nan lainnya.

Dengan rasanya nan manis dan sedikit ke asam-asaman, tape tersebut sudah difrementasi pengolahannya dan tape sudah banyak dikenal di masyarakat, tape ini dibuat dari bahan dasar umbi singkong. Selain memilih bahan dasar nan baik proses pembuatannya juga harus sahih , ragi nan diberikan pun harus berkualitas bagus agar tape nan dibuat prosesnya baik dan enak buat dimakan.

Untuk pembuatan tape nan baik pemberian ragi buat tape pun harus seimbang, agar tape terasa manis dan pas di lidah, selain itu proses prementasinya juga harus diperhatikan lamanya pembuatan tape nan dibuat. Apabila pemberian raginya hiperbola maka tape tersebut akan menjadi lembek dan terasa asam di lidah.

Rasa asamnya ini disebabkan oleh pati nan diubah oleh enzim amilase nan menjadikan gula. Sedangkan Enzim invertase mengubah menjadi glukosa nan hasilnya akan menjadi alkohol. Jadi apabila prosesnya terlalu lama maka tape tersebut akan berubah menjadi air yg banyak dan rasa manisnya akan berkurang karna alkohol nan dihasilkan dalam tape akan menghasilkan asam asetat.

Dengan mengenal makanan tradisional ini Anda dapat menambah resep-resep makanan dan dapat dipraktikan di rumah atau bersama teman-teman Anda. Apabila ingin membuat tape nan inginkan, Anda juga dapat membaca langkah-langkah cara pembuatannya di artikel ini, semoga dengan membaca artikel ini dapat bermanfaat bagi pecinta makanan tape di Indonesia dan semoga dapat membuat makanan tape-tape dengan karakteristik khas nan enak dan mantap.