Pengobatannya

Pengobatannya

Schizophrenia ialah penyakit mental nan mengganggu kemampuan seseorang buat memahami realitas. Hal ini sering bingung dengan kepribadian ganda, nan itu sama sekali tak mirip. Sebaliknya, orang-orang dengan skizofrenia bisa menderita ilusi pemikiran nan bisa merusak konduite dan kemampuan buat hayati normal dan fungsional.

Penggambaran Schizophrenia sebagai jenis penyakit kejiwaan paling destruktif bisa dilihat di film Beautiful Mind nan dibintangi oleh Russel Crowe. Pada film tersebut bagaimana kehidupan John Nash, seorang peraih nobel bidang ekonomi pada 1994 menghadapi kehidupannya nan begitu bergejolak. Film berdasarkan cerita konkret ini cukup sukses membuat banyak orang berpikir betapa jenis penyakit jiwa ini sangatlah sulit buat dipahami.

Skizofrenia paling sering berkembang pada orang dewasa, setidaknya anak muda di akhir umur belasan. Hal ini sama generik di kalangan laki-laki dan perempuan. Sangat jarang, skizofrenia bisa terjadi pada anak usia dini.

Selain itu, skizofrenia onset terlambat bisa terjadi pada orang tua, mungkin berhubungan dengan dementia dari penyakit Alzheimer, meskipun hal ini tak selalu terjadi. Paling sering, bagaimanapun, remaja nan lebih tua nan telah tampak nisbi baik dan sehat akan mulai menunjukkan gejala penyakit ini. Gejala bervariasi dalam prevalensi dan ketekunan, dan merupakan cara buat mendiagnosa berbagai jenis penyakit.



Gejala Terlihat

Gejala tersebut akan disusun dalam tiga kelas, positif, tak teratur, dan negatif. Positif tak mengacu pada "baik" dalam kasus ini. Gejala positif meliputi ilusi dan halusinasi. Biasanya terpisah menjadi mereka keagungan dan orang penganiayaan delusi.

Mereka nan menderita skizofrenia mungkin percaya bahwa mereka tidak terkalahkan atau semua-kuat dan dengan demikian tak dapat terluka. Hal ini bisa menyebabkan mereka buat bertindak dengan cara nan berbahaya bagi diri sendiri atau orang lain.

Sebaliknya, mereka nan terkena akibat mungkin percaya bahwa orang lain sedang merencanakan melawan mereka, atau bahwa ada kesamaan subversif oleh orang-orang di sekitar mereka entah bagaimana membahayakan skizofrenia tersebut.

Halusinasi sering hadir dan ilusi berkepanjangan dapat muncul. Pendeirta Skizofrenia mungkin mendengar suara-suara nan sebenarnya tak ada. Mereka juga bisa melihat hal-hal nan tak ada. Suara-suara tambahan atau visi bisa menyebabkan penderita skizofrenia merasa tidak berdaya terjebak, sebab ia tak bisa membedakan antara apa nan konkret dan apa nan tak nyata.



Efek Buruknya

Gejala Disorganized skizofrenia termasuk kesulitan berkomunikasi. Pidato mungkin terganggu atau tak bisa dimengerti. Skizofrenia mungkin memiliki percakapan dengan seseorang hanya dia dapat melihat. Aktualisasi diri vokal Gangguan ini sering disertai dengan gerakan berulang, mondar-mandir, atau berjalan di lingkaran.

Negatif tak benar-benar berarti "negatif" melainkan "tidak ada." Skizofrenia mungkin memiliki nada datar nan menyatakan tak ada kepentingan apapun dalam percakapan.

Pidato mungkin sangat hambar, dan benar-benar berarti sedikit. Ketidakmampuan buat menindaklanjuti dengan kegiatan dan ketidaktertarikan monoton dalam hayati mungkin ada.

Ada lima subtipe skizofrenia, berdasarkan pada taraf keparahan atau kurangnya satu gejala di atas. Penderita skizofrenia katatonik tampaknya bergerak sangat sedikit, dan sebagian besar menunjukkan apa nan kita akan istilah gejala tak teratur.

Skizofrenia Teratur cenderung memiliki gejala terutama negatif dan tak terorganisir. Skizofrenia paranoid ditandai dengan gejala positif dan kurangnya gejala tak teratur atau negatif. Skizofrenia residual memiliki gejala positif pada intensitas rendah. Skizofrenia dibeda-bedakan menunjukkan gejala positif, tetapi tak menunjukkan gejala negatif atau tak teratur total.



Pengobatannya

Dalam banyak kasus, schizophrenia bisa merespon dengan baik buat terapi obat. Sering kali, ketika orang-orang dengan skizofrenia nan pertama kali didiagnosis, mereka mungkin memerlukan rawat inap psikiatri buat memulai rejimen pengobatan awal dan membantu menstabilkan kondisi mereka.

Obat, seperti anti-psikotik, bisa membantu meringankan beberapa gejala tapi tak semua gejala. Pasien juga diajarkan buat mengenali bahwa otak masih akan menghasilkan beberapa gejala positif, dan bahwa ini harus diabaikan.

Setelah beberapa gejala berada di bawah kendali, orang-orang dengan skizofrenia memerlukan terapi nan sedang berlangsung dan dukungan, seringkali menggunakan teknik konduite kognitif buat membantu mengatasi apa nan akan menjadi penyakit seumur hidup.

Tidak ada obat spesifik buat skizofrenia, ada hanya metode buat membantu mengurangi gejala dan mengatasi kondisi tersebut. Untuk sekitar 1/3 dari semua pasien, bahkan metode ini tak bisa memberikan donasi nan cukup buat berfungsi dalam masyarakat, dan beberapa orang dengan bentuk nan sangat berat dari skizofrenia akan memerlukan perawatan seumur hayati atau rawat inap.

Sayangnya, sebagian besar anti-psikotik obat bisa memiliki jangka panjang nan signifikan imbas samping, menyebabkan obesitas, disparitas gaya berjalan, dan seperti gejala Parkinson setelah lama digunakan. Para peneliti sedang mencoba buat mengembangkan obat baru dan metode penyampaian nan bisa membuktikan lebih efektif, namun penyakit ini tetap menjadi salah satu tantangan buat mengobati dan tinggal bersama.



Genetik

Schizophrenia ini juga merupakan jenis penyakit jiwa nan bisa diturunkan. Penyebab lainnya ialah sebab adanya tekanan jiwa nan tidak tertahankan dan fiisiologi otak. Orang nan menderita schizophrenia tak bisa mengekpresikan emosinya dengan baik, cenderung menutup diri dari pergaulan dan tak responsif. Penyakit jiwa ini bersifat kronis dan bisa menyerang siapa saja. Melihat kehebatan dampaknya, penyakit ini bisa dikatakan penyakit jiwa nan paling merusak (destruktif).

Remaja nan mengalami penyakit ini biasanya akan sangat bermasalah. Kemampuannya buat berkonsentrasi sangat jelek dan daya berpikirnya pun sangat rendah. Kalau remaja lain berkembang menjadi lebih kritis dalam melihat permasalahan di sekelilingnya, remaja penderita schizophrenia tak mempunyai kemampuan seperti itu. Mereka tak mampu berpikir secara abstrak atau menyelesaikan masalah dengan bijak.

Bagi penyandang penyakit ini nan sudah dewasa, biasanya akan mengalami kesulitan dalam bekerja. Mungkin akan berganti pekerjaan berkali-kali sebab dipecat. Dalam satu bulan mereka dapat dipecat berkali-kali. Padahal mungkin pekerjaan mereka bukan pekerjaan nan memegang peranan krusial di suatu perusahaan.

Selain sebab kesulitan berteman dan memusatkan perhatian, para penyandang schizophrenia suka mengamuk. Oleh sebab itulah, dari sebuah penelitian menyatakan bahwa 65% penderitanya memilih buat tak pernah menikah.



Berhalusinasi

Seperti nan diperlihatkan di film Beautiful Mind dimana John Nash sering kali berhalusinasi dan merasa ada nan mau membunuhnya, dalam global nyatapun, halusinasi nan dialami para penderita schezophrenia akan terus mengganggu kehidupan sosialnya. Sulit sekali buat mampu memahami orang-orang dengan penyakit ini.

John Nash ialah contoh konkret bahwa penyakit ini dapat disembuhkan dan mantan penderitanya masih tetap dapat melakukan hal-hal nan membanggakan bagi keluarga dan lingkungannya. Bagaimanakah pengobatannya?

Karena ini merupakan penyakit otak, maka nan paling memang kunci dalam pengobatannya ialah obat-obatan antipsikotik, Selain itu, perlakuan nan tak hiperbola terhadap penderitanya bisa mempercepat penyembuhan.

Keluarga penderita tidak harus malu atau menyingkirkan anggota keluarga nan mengidap penyakit schizophrenia ini. Berikan perhatian nan tak hiperbola tapi jangan juga mengkritiknya habis-habisan. Komunitas Peduli Skizofrenia Indonesia(KPSI) ialah sebuah komunitas pendukung Orang Dengan Skizofrenia (ODS) dan keluarganya. Langkah penyembuhan nan berkesinambungan akan membuat penderitanya sembuh lebih cepat.