Beberapa Lokasi Cineplex XII Jakarta

Beberapa Lokasi Cineplex XII Jakarta

Cinema XXI Jakarta pertama kali didirikan di EX atau Entertainment X'nter nan merupakan pusat perbelanjaan atau harta benda di sapta MH. Thamrin. Harta benda tersebut terhubung dengan Grand Hyatt dan Plaza Indonesia. Entertainment X'nter dibuka buat generik pada 14 Februari 2004. Selain Cinema XXI Jakarta ini, beberapa tenant lain di EX ini ialah Celebrity Fitness, Fashion TV Bar dan Hard Rock Cafe. Cinema XXI Jakarta di EX ini dinamai Studio XXI.

Kemudian, Cinema XXI Jakarta pun menyebar ke beberapa harta benda lain, bahkan beberapa bioskop nan semua Cinema 21 di Jakarta pun dipoles ulang oleh jaringan bioskop besar menjadi Cineplex XXI Jakarta. Jaringan bioskop 21 dikuasai oleh Subentra Group nan didirikan oleh Sudwikatmono.

Perombakan Cinema 21 menjadi Cinema XXI tampak pada perubahan desain, penggantian kursi studio dan penambahan karpet. Disparitas mencolok antara Cinema XXI dengan Cinema 21 ialah tambahan fasilitas seperti café, games, lounge hingga ruang merokok di beberapa XXI Jakarta.

Pada Studio XXI Jakarta ini terdapat 4 studio teater regular dan 2 studio teater Premier. Dan ini merupakan Cinema XXI Jakarta nan seluruh studionya memiliki sertifikat THX dan menggunakan sofa empuk.Sebagian besar film nan diputar pada Cinema XXI Jakarta ini ialah film-film barat, baik nan terbau maupun nan sudah tersimpan lama. Namun seiring dengan bangkitnya tren film Indonesia, beberapa XXI Jakarta juga memutar film Indonesia.

Walaupun kebanyakan film Indonesia proporsinya lebih banyak ditayangkan di Cinema 21, tentu saja ini disesuaikan dengan lokasi loka Cinema tersebut dibuka, baik itu 21 maupun XXI Jakarta.Tak hanya Cinema XXI Jakarta, di kota-kota besar lain pun kemunculannya terus meningkat, sebagian memang menggeser Cinema 21.

Seiring dengan pertumbuhan Cinema XXI tersebut, maka Cinema 21 pun berubah menjadi bioskop kelas dua. Seperti telah disebut sebelumnya bahwa film-film karya anak bangsa lebih banyak diputar di Cinema 21 ketimbang Cinema XXI Jakarta.

Namun, di Cinema XXI di luar Jakarta, dapat jadi film karya anak negeri tetap mendominasi studio-studio tersebut, sebab jumlah bioskop nan lebih terbatas dan jumlah Cinema 21 tak terlalu banyak.

Harga tiket di Cinema 21 dan Cinema XXI cukup bervariasi, pada bioskop nan sama pun tergantung dari hari dan teknologi nan digunakan. Misalnya buat hari Senin hingga Kamis, harga tiket lebih murah ketimbang harga tiket di hari Jumat, dan hari libur.

Begitu pula dengan film, pada bioskop nan memutar film 3D maka harga tiket lebih mahal ketimbang harga tiket film 2D. Tetapi bukan berarti harga Cinema XXI Jakarta niscaya lebih mahal dari Cinema 21 Jakarta. Contohnya ialah Cinema XXI Hollywood nan harga tiketnya justru lebih murah ketimbang Cinema 21 Cibubur.

Secara teknologi, memang Cinema 21 Cibubur justru lebih maju ketimbang Cinema XXI Hollywood. Di Cinema XXI Hollywood belum ada studio nan menyediakan film 3D, padahal di Cinema 21 Cibubur sudah ada. Beberapa Cinema 21 malah sudah memiliki sertifikat THX, walau pada umumnya dilengkapi dengan teknologi audio Dolby Digital.

Namun, dari segi kelengkapan fasilitas tambahan memang Cinema 21 Cibubur masih kalah ketimbang Cinema XXI Hollywood nan sudah dilengkapi dengan café.



Blitzmegaplex, Pesaing Cinema XXI Jakarta

Jaringan Cinema 21 atau Cinema XXI memang terus berbenah seiring dengan tampilnya pesaing baru yaitu Blitzmegaplex. Jaringan Blitzmegaplex mengklaim penggunaan teknologi layar terbesar di Indonesia pada 2007. Jumlah jaringan bioskop Blitzmegaplex memang paling banyak di Jakarta, bersaing langsung dengan Cinema XXI Jakarta.

Tersedia 4 pilihan kelas studio pada Blitz Megaplex, yaitu regular, Dining, Satin dan Velvet. Selain regular, pilihan kelas nan lain memang hanya tersedia pada beberapa bioskop-bioskop Blitz Megaplex tertentu.Dining Class hanya ada di Blitzmegaplex Harta benda of Indonesia.

Kelengkapan dalam bioskop ini ialah 32 kursi nan masing-masing dilengkapi dengan meja. Jumlah pertunjukan sebanyak dua film per hari. Kelebihan dari auditorium Dining Class ini jika dibandingkan dengan studio atau auditorium lain ialah konsep menyatukan restoran dalam bioskop. Sehingga Anda bisa memesan menu makanan layaknya di restoran, pilihan menu nan tersedia ialah kuliner barat dan Korea.

Blitmegaplex pun tak kehabisan ide dalam menyaingi The Premiere milik jaringan bioskop Cinema XXI. Kehadiran Satin Class dengan kursi nan bisa dijadikan sofa panjang, dengan ruangan ekslusif mampu memberikan kenyamanan layaknya Studio The Premiere Cinema XXI Jakarta. Sayangnya auditorium ini hanya ada di Grand Indonesia. Ada dua auditorium di kelas Satin ini, masing-masing terdiri dari 52 kursi nan nyaman.

Auditorium ini hanya terdiri dari tiga baris, dengan 18 kursi di barisan paling belakang dan barisan tengah, sedangkan di barisan paling depan tersedia 16 kursi, dengan pembagian 8 kursi di kiri dan 8 kursi di kanan. Di luar auditorium tersedia lounge nan nyaman buat menunggu.

Tersedia juga wine buat dipesan baik di lounge ataupun saat menonton. Di dalam auditorium pun Anda bisa memanggil layanan makanan dengan menekan bel.Berbeda dengan Dining Class dan Satin Class nan masing-masing hanya ada di satu lokasi bioskop, maka Velvet Class ada di beberapa jaringan Blitzmegaplex. Kelas Velvet terdapat di Blizmegaplex Pacific Place, Mall of Indonesia, dan Central Park.

Pada kelas ini, tiket masuk tak dijual per kursi, sebab memang loka menontonnya tak dalam bentuk kursi, melainkan sofa loka tidur atau sofa bed. Sehingga tiket dijual per sofa loka tidur, kapasitas satu sofa loka tidur ini ialah 2 orang.

Pada setiap sofa, loka tidur ini disediakan bantal nan empuk dan selimut nan hangat dan nyaman. Tampaknya jaringan Cinema 21 belum mengikuti langkah Blitzmegaplex buat menyediakan studio nan setara kelas Velvet ini.



Beberapa Lokasi Cineplex XII Jakarta

Selain pembedaan kelas berdasarkan Cinema 21 dan Cinema XXI, maka pada Cineplex XXI sendiri ada 3 pilihan kelas, yaitu regular, The Premiere dan Imax. Sayangnya studio IMAX ini baru tersedia di Gandaria City saja. Cinema XII di Gandaria City memang memiliki pilihan studio paling lengkap. Mulai dari 6 studio reguler, 2 studio The Premiere dan 2 studio IMAX. Studio IMAX memberikan konsep teknologi revolusioner dengan layar nan sangat lebar, dan biasanya film nan diputar ialah 3D IMAX.

Film 3D sendiri ada 3 macam, yaitu Dolby 3D, RealD 3D dan IMAX 3D.Beberapa lokasi Cineplex XII Jakarta selain EX dan Gandaria City adalah: Gading XXI di Harta benda Kelapa Gading 3, Pondok Latif 1 XXI di Harta benda Pondok Latif 1, Pondok Latif 2 XXI di Harta benda Pondok Latif 2, Djakarta Theatre XXI di Menara Cakrawala atau Skyline Building, Senayan City XXI di Senayan City, Anggrek XXI di Harta benda Taman Anggrek.

Plaza Senayan XXI di Plaza Senayan, Pluit Junction XXI di Pluit Junction, Platinum XXI di Gedung FX Senayan, Puri XXO di Harta benda Puri Indah, Metropole XXI nan tadinya Cinema 21 Megaria di Jl. Pegangsaan, Emporium Pluit CCO di Emporium Pluit Mall.

Artha Gading XXI di Harta benda Artha Gading, Plaza Indonesia XXI di Plaza Indonesia, Pejaten Village XXI di Pejaten Village, Season City XXI di Seasons City, TIM XXI di Taman Ismail Marzuki, Epicentrum XXI di Epicentrum Walk dan Hollywood XXI di Jl. Gatot Subroto tepat di sebelah Planet Hollywood. Itulah Cinema XXI Jakarta.