Jenis-Jenis Spesies Jerapah

Jenis-Jenis Spesies Jerapah

Jerapah merupakan hewan mamalia berkuku genap dan merupakan hewan paling tinggi nan hayati di darat. Hewan ini berkerabat dengan rusa dan sapi, namun memiliki suku nan berbeda dengan kerabat terdekat okapi. Habitat aslinya ialah berada di daerah Chad sampai Afrika Selatan.

Binatang ini biasa dipakai sebagai ikon gadis berkaki jenjang dan berbadan ramping. Tidak heran jika binatang tersebut sering disebut sebagai binatang nan eksotis sebab bentuk leher dan kakinya nan panjang.



Jerapah, Si Leher Panjang yang Eksotis

Siapa tidak akan terpesona jika melihat jerapah ? Hewan ini sungguh luar biasa. Tubuhnya tinggi, lehernya super panjang dan kulit bertotol-totol. Kita dapat menjumpai jerapah di habitat aslinya, yaitu padang-padang sabana di Afrika dan di kebun-kebun binatang.

Jerapah jantan dapat tumbuh hingga setinggi 5,5 meter dan memiliki berat antara 800 sampai dengan 2000 kilogram. Wow, terbayang betapa tinggi dan besarnya badan seekor jerapah jantan dewasa. Sementara jerapah betina dapat mencapai tinggi 4 atau 4,5 meter dengan berat antara 550 hingga 1180 kilogram.

Jika hayati bebas di alam liar, jerapah bisa bertahan sampai umur 13 tahun. Jika dipelihara di kebun binatang atau fasilitas sejenis, jerapah bisa hayati sampai umur 25 tahun.

Jenis kelamin jerapah dapat dibedakan dari tanduknya. Jerapah betina memiliki tanduk nan berukuran lebih kecil. Pada beberapa jerapah jantan dapat ditemui tumpukan kalsium di atas tanduk mereka nan menandakan gejala penuaan. Jadi, jika Anda ingin mengetahui jenis kelamin seekor jerapah, perhatikan saja ukuran tubuh dan tanduknya.



Tangguh dan Waspada

Meski terlihat ramah, sesungguhnya jerapah ialah hewan nan tangguh. Ia dapat berlari sangat cepat berkat kaki-kaki nan panjang. Singa nan hendak memburu jerapah biasanya bertindak sangat hati-hati. Hewan berleher panjang tersebut tak akan segan menyerang balik dengan tendangan keras nan syahdan dapat mematahkan tengkorak atau tulang belakang.

Saat bertarung dengan sesama kawanannya, jerapah menggunakan kepala dan leher panjang nan lentur sebagai senjata. Mereka akan saling mengayunkan leher dan membanting kepala secara kuat-kuat ke badan lawannya. Pertarungan antar jerapah merupakan pemandangan nan mengagumkan sekaligus mengerikan.

Selain itu, Jerapah juga sangat waspada. Mereka hanya tidur dalam waktu singkat setiap harinya. Hal ini membuat pemangsa atau musuh sulit menyergap secara tiba-tiba. Umumnya jerapah tidur selama dua atau tiga menit saja. Kebiasaan ini dilakukan sebanyak beberapa kali dalam sehari. Total waktu nan digunakan jerapah buat tidur dalam sehari ialah sekitar 1,9 jam. Hebat sekali, kan?



Jenis-Jenis Spesies Jerapah

Ada beberapa jenis jerapah nan generik ditemui di beberapa wilayah Afrika, di antaranya adalah, Jerapah Somalia, nan biasa disebut Reticulated Giraffe. Jerapah Somalia memiliki totol-totol pada kulit nan bermotif polygon dan diselingi garis-garis putih. Spesies ini banyak ditemui di kawasan timur bahari Kenya, Etiopia, dan Somalia.

Jerapah bertotol-totol besar nan ditemui di wilayah-wilayah Angola dan Zambia disebut Jerapah Angola atau Smoky Giraffe.
Ada pula Jerapah Kilimanjaro atau Maasai Goraffe nan memiliki kulit kuning dengan totol-totol berbentuk daun anggur berwarna coklat muda. Jenis ini biasanya terdapat di daerah tengah dan selatan Kenya serta Tanzania.

Masih banyak jenis-jenis spesies jerapah lainnya nan tinggal di kawasan-kawasan berbeda di benua Afrika. Di antaranya ialah Jerapah Uganda (terdapat di Uganda dan daerah utara tengah Kenya), Jerapah Afrika Selatan (terdapat di Afrika Selatan, Namibia, Bostwana, Zimbabwe, dan Mozambik), Jerapah Rhodesia (terdapat di daerah timur Zambia), Jerapah Nigeria (terdapat di Nigeria), dan lain-lain.



Kehidupan Jerapah

Pada saat makan, hewan berkaki jenjang tersebut akan menjulurkan leher dan meraih makanan nan berupa dedaunan di pohon dengan menggunakan lidahnya. Leher dan lidahnya akan terlihat panjang saat menjulur buat mendapatkan makanan.

Pepohonan nan berduri pun dapat dimakan oleh jerapah sehingga tak ada hewan lain nan dapat bersaing dengannya buat berebut makanan. Hal itu disebabkan oleh jerapah memiliki lidah dan bibir nan berlapis tebal sehingga duri-duri pada pohon dan dedaunan bisa dipotong dengan menggunakan bibir dan lidahnya itu.

Uniknya lagi, jerapah jantan dan jerapah betina memakan daun dari pepohonan nan berbeda. Jerapah jantan akan memakan daun dari ranting pohon nan paling tinggi, sedangkan jerapah betina akan memakan daun dari ranting pohon nan paling rendah.

Sementara itu, buat mendapatkan air minum, binatang berleher panjang tersebut harus memiringkan kaki depannya hingga mencapai sudut 45 derajat. Namun, sebab ia memiliki pembuluh darah nan elastis, maka hal tersebut tak membuat tekanan darahnya meningkat atau menurun.



Habitat Jerapah

Jerapah tinggal secara berkoloni dengan jerapah lainnya tanpa seekor pemimpin. Dalam satu kelompok biasanya terdapat sekitar sepuluh jerapah. Oleh karena itulah maka jerapah dapat tetap meninggalkan kelompoknya dan bergabung dengan kelompok jerapah lainnya.

Kelompok jerapah tersebut tinggal di padang rumput nan luas atau di hutan terbuka dengan persediaan air nan banyak selama satu tahun. Habitatnya tak pernah ditinggalkan oleh jerapah sebab binatang tersebut tak akan dapat melewati rawa-rawa dengan kuku nan mudah tenggelam. Sebagain besar binatang ini tinggal di wilayah Afrika Timur, Angola, Zambia, dan Afrika Barat sebelah selatan gurun Sahara.



Anatomi Tubuh Jerapah

Hewan mamalia ini memiliki struktur anatomi nan hampir sama dengan hewan mamalia lainnya. Ia memiliki tujuh tulang leher di antara pundak dan bagian dasar dari tulang kepalanya. Pada saat berdiri tegak, hewan tersebut menggunakan hampir setengah dari otot lehernya buat menyengga kepalanya.

Hewan ini juga memiliki jantung nan besar sebab harus memompa darah nan penuh dengan oksigen dengan jeda 3 meter ke otak. Itulah sebabnya hewan ini menengadahkan kepalanya agar terhindar dari tekanan darah nan terlalu tinggi. Hewan ini juga memiliki dinding arteri nan unik dengan katup berkeliling buat mencegah pengumpulan darah.

Ia juga memiliki jaringan pembuluh darah nan kecil, serta frekuwensi pendeteksi tekanan darah nan kuat. Itulah sebabnya jerapah disebut sebagai hewan unik nan kini juga sudah mulai langka.

Apabila kaki jerapah terluka, tak akan ditemukan perdarahan hebat di bagian nan luka tersebut. Hal ini disebabkan oleh darahnya nan tak terkumpul di bagian kaki, kulitnya nan sangat keras, serta jaringan sel di bagian dalamnya nan mencegah terjadinya akumulasi darah.

Hewan ini memiliki sel darah merah dengan ukuran sekitar satu per tiga dari ukuran sel darah merah nan dimiliki oleh manusia. Hal itu membuat kemungkinan nan lebih luas buat penyerapan oksigen nan lebih tinggi dan cepat di dalam darah sehingga ia memiliki persediaan oksigen nan cukup hingga bagian kepala.

Begitu juga dengan paru-paru jerapah nan bekerja sama dengan jantung dalam memberikan kebutuhan oksigen nan cukup bagi tubuhnya. Ukuran paru-parunya delapan kali lebih besar dari ukuran paru-paru manusia dengan kecepatan pernapasan satu per tiga kecepatan pernapasan manusia.

Ia memiliki trakea nan panjang sehingga akan menyisakan udara wafat nan banyak dan saat ia menghirup udara segar, napas nan telah kehabisan oksigen tak akan sepenuhnya dikeluarkan.

Selain keunikan nan telah disebutkan di atas, bayi jerapah nan baru lahir jatuh dan tetap hayati dari ketinggian 1,5 meter sebab ibunya tak dapat jongkok dan berdiam di atas tanah saat melahirkan. Bayi tersebut memiliki leher panjang nan ringkih dan terhubung dengan seluruh tubuhnya nan memiliki berat 70 kg.