Singapura dan Brunei Darussalam - negara Terkaya di Global di ASEAN

Singapura dan Brunei Darussalam - negara Terkaya di Global di ASEAN

Kalau ada nan berani pergi ke Qatar nan dijuluki sebagai negara terkaya di global tanpa membawa uang, mau jadi apa ya orang tersebut di negara terkaya di global tersebut. Secara logika, awalnya orang itu niscaya akan tercengang-cengang melihat gedung-gedung tinggi menjulang langit nan ujungnya mungkin tidak dapat dilihat dalam jeda dekat. Setelah itu, orang tersebut akan keliling kota dan bertanya dengan bahasa seadanya di mana letak kedutaan negaranya.

Bila tidak ada nan mengerti bahasanya, dia tentunya akan kelelahan dan kelaparan. Bila dia cukup cerdas, mungkin dia akan pergi mencari kantor polisi atau paling tak orang nan dianggapnya polisi dan meminta donasi di sana.

Orang-orang nan ada di Qatar pastilah bukan orang-orang nan tak melek teknologi dan informasi. Sebagai negara terkaya di dunia, pastilah rakyatnya tahu membedakan mana orang nan mempunyai uang seperti mereka dan mana orang nan tak mempunyai uang. Kisah orang nan pergi ke Qatar, negara terkaya di dunia, tanpa membawa uang tersebut dapat saja berakhir latif dengan mendapatkan pekerjaan dan semakin makmur sehingga akhirnya kisah sedihnya berakhir dengan warta bahwa dia menjadi salah satu orang terkaya di Qatar. Tapi tak menutup kemungkinan pula bahwa orang tersebut dideportasi setelah disekap beberapa hari di penjara Qatar.



Penentuan Peringkat Negara Terkaya di Dunia

Siapa nan membuat peringkat negara terkaya di dunia? Bagaimana dapat memberikan peringkat negara terkaya di global kepada satu negara? Adalah majalah Forbes nan cukup mempunyai kekuatan buat menentukan apakah satu negara itu termasuk ke dalam salah satu negara terkaya di dunia. Majalah nan cukup terkenal ini tak saja membuat peringkat negara terkaya di dunia, tapi juga peringkat orang-orang paling kaya di dunia.

Penentuan peringkat negara terkaya di global itu berdasarkan angka Product Domestic Bruto (PDB) nan dikeluarkan oleh Badan Moneter Global alias IMF. Tentu saja kalau sudah bicara tentang pendapatan per kapita, jumlah penduduk menjadi ukuran nan tidak terelakkan.

Lihatlah Qatar nan menjadi negara terkaya di dunia, jumlah penduduk negara terkaya di global ini hanyalah 1,8 juta jiwa saja. Bandingkan dengan Indonesia nan jumlah penduduknya mendekati angka 240 juta jiwa. Apalagi Qatar mempunyai cadangan minyak dan gas nan cukup luar biasa nan mampu menopang kekuatan ekonominya. Tidak heran bila investasi begitu besar masuk ke negara ini. Gedung-gedung tinggi pencakar langit dengan mudah ditemukan di negara bergurun ini. Jadi kalau ingin melihat kehebatan satu negara, main-mainlah ke Qatar, negara terkaya di dunia. Tapi dengan satu catatan, jangan menjadi pengemis.

Qatar telah menjadi negara nan sangat modern dengan segala fasilitas nan didukung oleh teknologi taraf tinggi. Tidak heran kalau negara di Timur Tengah ini mampu dinobatkan sebagai negara terkaya di dunia. Pendapatan per kapita rakyat Qatar mencapai 88.000 dolar Amerika atau kalau satu dolar itu Rp9000, itu artinya pendapatan rakyat Qatar itu sekira 792 juta rupiah per tahun per orangnya. Bagaimana dengan rakyat Indonesia nan masih harus berjuang keras mendapatkan pendapatan sebesar 2 dolar per harinya. Indonesia masih jauh menjadi salah satu negara terkaya di dunia.



Luxemburg - Negara Terkaya di Global Setelah Qatar

Kalau mau pergi ke Luxemburg nan dinyatakan sebagai negara terkaya di global setelah Qatar, sediakanlah uang nan cukup. Jangan jadi pengemis di negara dengan penduduk nan hanya sekira 500.000 jiwa ini. Malulah pada diri sendiri bila harus mengemis di negara orang, apalagi dinegara terkaya di dunia.

Kalau sekira tidak mampu, tak harus mengunjungi negara nan kekuatan ekonominya ditopang oleh tata kelola keuangan dan perbankan nan luar biasa hebatnya ini. Penduduk Luxemburg nan sedikit itu akan memudahkan setiap orang mengenali siapa nan memiliki uang dan siapa nan hanya mampu menjadi pelayan.

Pergilah ke Luxemburg ketika kemampuan dan keterampilan menopang kehidupan di negara kecil ini benar-benar dapat diandalkan. Negara dengan luas hanya 2.586 km² ini memang luar biasa. Inflasinya rendah, taraf pengangguran rendah, tentu saja taraf kejahatan tak terlalu tinggi. Ketika sebuah negara dengan taraf ekonomi tinggi dan taraf pengangguran tinggi, taraf kejahatan biasanya rendah. Semua orang sudah mempunyai kesibukan sendiri-sendiri sehingga tak sempat berpikir macam-macam buat berbuat jahat.

Disamping itu, pemerintah Luxemburg sangat berkepentingan menjaga stabilitas keamanan negaranya demi kestabilitasan ekonomi nan sudah sangat dipercaya oleh orang-orang kaya nan ada di seluruh dunia. Bila taraf keamanan ini tak terjaga, dapat jadi Luxemburg tak akan menjadi salah satu negara terkaya di global lagi.



Singapura dan Brunei Darussalam - negara Terkaya di Global di ASEAN

ASEAN menyumbang dua negara anggotanya menjadi salah satu negara terkaya di dunia. Negara tersebut ialah Singapura dan Brunei Darussalam. Singapura menjadi surga investasi dengan peraturan dan perizinan usaha nan jelas dan penegakan hukum nan terang benderang. Tidak mengherankan kalau negara nan tak kalah kecil dengan Luxemburg ini sukses membuat rakyatnya hayati makmur. Kemakmuran itu memang diimbangi dengan kerja keras dan disiplin nan luar biasa. Dengan demikian, Singapura membuktikan bahwa luas wilayah bukanlah satu-satunya cara buat meraih kesejahteraan.

Brunei Darussalam juga tak mempunyai wilayah nan luas. Tapi pembagian hasil dari buminya nan merata telah membuat rakyatnya hayati makmur dan negaranya dinobatkan sebagai negara terkaya di global nomor lima setelah Norwegia. Bila ke Brunei, jangan harap ada supir taksi nan akan mengampiri. Setiap orang hampir mempunyai mobil. Mobil nan dimiliki pun bukanlah mobil biasa. Mobil nan ada di Brunei ialah mobil-mobil kelas premium nan ada di Indonesia.

Walaupun Sultan Hasanah Bolkiah mempunyai hampir 2500 koleksi mobil super mewah, sang Sultan membagi hartanya juga kepada seluruh rakyatnya. Rumah sakit dan pendidikan nan gratis, pendapatan per kapita nan tinggi, sekira Rp441 juta per tahun.

Singapura sendiri dengan penduduk sejumlah kurang dari 5 juta orang, pendapatan per kapita per tahunnya mencapai Rp500 jutaan. Dengan angka nan cukup fantastis tersebut, tidaklah mengherankan kalau orang Singapura dapat hayati makmur dan berbelanja secara leluasa tanpa memikirkan kekurangan uang buat makan pada bulan berikutnya. Bandingkanlah dengan orang Indonesia nan masih berebut membeli baju bekas dari Malaysia. Cukup memalukan tapi mau bagaimana lagi kalau kemampuan orang Indonesia baru sampai di situ.

Masih butuh puluhan tahun dengan konsep pendidikan nan matang agar bangsa Indonesia dapat menjadi seperti Malaysia. Kalau pun ingin seperti Brunei, maka semua aparat pemerintah tak boleh lagi korupsi. Keserakahan membuat negara Indonesia terus terpuruk dan menjadi pengemis di negara terkaya di global seperti Singapura dan Brunei Darussalam.



Arab Saudi dan Amerika - Negara Terkaya di Dunia

Kalau Arab Saudi dan Amerika dinobatkan sebagai negara terkaya di dunia, itu bukanlah hal nan mengherankan. Amerika walaupun masih dalam kondisi ekonomi nan kurang baik, tetap saja menyumbangkan beberapa orang sebagai orang terkaya di dunia. Sementara Arab Saudi, dengan cadangan minyak bumi dan gas buminya, semakin menggeliat sebagai salah satu negara terkaya di dunia.

Pembangunan gedung-gedung tinggi nan mampu bersaing dengan Qatar terus digerakkan. Kekayaan Arab Saudi diharapkan memberikan berkah tersendiri bagi masyarakat muslim dunia. Orang Indonesia banyak juga nan mencoba keberuntungannya di negara terkaya di dunia loka Ka'bah ini berdiri. Namun sekali lagi bahwa kebanyakan rakyat Indonesia itu masih berada di lapisan rakyat terendah di sana.



Indonesia, Negara Terkaya di Dunia?

Seperti apa sih paras dan nama negara terkaya di dunia? Tidak usah mencari jauh-jauh. Sebab negara tersebut sudah ada di depan mata kita semua dan setiap hari kita beraktifitas di dalamnya. Sahih sekali. Nama negara tersebut ialah Indonesia.

Negara nan selama 350 tahun sukses membuat kaum penjajah dari barat betah tinggal dan ongkang-ongkang kaki merampok kekayaannya. Selama 3,5 tahun membuat Jepang bernafsu mendudukinya. Bahkan hingga kini, beberapa penjajah era baru nan berlindung di balik nama perusahaan asing, masih saja menggagahi dan mengambil kekayaannya dengan membabi buta. Nama negara terkaya di global itu, Indonesia.



Kekayaan Alam Yang Melimpah
  1. Negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia, dan masing-masing pulau memiliki keunikan dan estetika nan fantastik. Bayangkan saja jika setiap pulau dimanfaatkan sebagai objek wisata, diolah dengan profesional oleh pemerintah dan masyarakat. Singapura nan hanya seupilnya Indonesia saja mampu mengelola sumber daya alamnya nan hanya sedikit, mengapa Indonesia tidak?

  2. Negara dengan luas lautan nan luar biasa, lengkap dengan potensi hasil bumi seperti ikan, dan terumbu karangnya nan luar biasa. Saking banyaknya hasil bahari Indonesia, bahkan beberapa negara tetangga ikut "membantu" menuai hasilnya. Sayang sekali, nasib nelayan Indonesia masih saja terpuruk dan miskin.

  3. Indonesia merupakan negara dengan jumlah keanekaragaman suku dan budaya nan terbanyak di dunia. Jika Amerika bisa meraup laba dari potensi wisata suku Maya dan keunikannya, mengapa suku-suku Indonesia nan lebih unik tidak? Potensi wisata budaya Indonesia lebih besar berlipat kali dari berbagai negara di dunia. Devisa nan bisa diraupnya tentu lebih banyak.

  4. Tambang emas dan gas alam nan besar ada di Indonesia. Amerika bisa menjadi kaya dengan menyedot tambang emas di Papua melalui PT Freport-nya. 40 tahun lebih mereka hayati dari menyedot hasil alam nan sangat berharga tersebut.

    Perjanjian bagi hasil nan dibuat sama sekali merugikan rakyat Indonesia, sebab hanya 1 % dari hasil itu, alias remah-remahnya saja, nan masuk ke mulut pemerintah. Penduduk asli? Hanya dapat menonton kekayaan alam mereka dibawa lari ke tanah asing.

  5. Sumber gas alam nan berpotensi luar biasa ada di wilayah Indonesia, negara terkaya di global loka kita tinggal ini. Sayang, sekali lagi sayang, nan melakukan eksplorasi dan meraup hasilnya, justru perusahaan asing.

Jadi, siapa nan bilang negara kita negara miskin? Rakyat Indonesia bahkan hayati di atas minyak dan gas serta emas. Hanya saja, mungkin jiwa masyarakat Indonesia nan terlalu baik dan dermawan, hingga dengan rela memberikan kekayaan alamnya buat diolah dan diambil oleh bangsa asing. Negara kita memang negara terkaya di dunia.