Sumber Air Danau di Indonesia

Sumber Air Danau di Indonesia

  1. Air cukup dalam dan sudah menunjukkan adanya tingkatan temperatur bedasarkan kedalamannya
  2. Vegetasi atau tumbuhan almatik nan mengapung di atas permukaan air tak cukup menutupi seluruh permukaan air dan hanya berada pada pinggiran saja.
  3. Sudah menunjukkan adanya gelombang nan sudah mampu membentuk barrens, waresweptshore, atau shoal.


Karakteristik Danau di Indonesia

Danau ialah lekukan air di permukaan bumi nan terisi air. Danau di Indonesia terdiri dari danau alami dan danau buatan.

Di Indonesia, terdapat sekitar 500 danau besar tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi dan Papua.

Suatu danau dikatakan besar apabila memiliki luas lebih dari 50 hektar. Situ ialah penamaan danau nan berukuran lebih kecil. Jumlahnya jauh lebih banyak dari danau.



Macam-macam Danau di Indonesia

1. Danau bisa dibedakan berdasarkan pembentukannya. Beberapa jenis danau nan terdapat di Indonesia bisa dibagi menjadi :

a. Danau buatan

Danau protesis atau disebut juga waduk ialah danau nan segaja dibuat manusia. Biasanya terletak pada daerah nan agak cekung. Dengan donasi alat-alat berat, permukaan danau tersebut lalu digali. Air danau protesis dialirkan dari sungai dan penambahan air hujan. Danau protesis dibangun buat memenuhi kebutuhan air pertanian, perikanan darat, air minum, dan lain sebagainya. Pembuatan waduk banyak dilakukan di Pulau Jawa. Contoh : Waduk Jatiluhur di Jawa Barat dan Waduk Kedungombo di Jawa Tengah.

b. Danau tektonik

Danau tektonik terbentuk dari aktivitas tektonik atau gerakan dari dalam bumi. Gerakan tersebut mengakibatkan terjadinya penurunan muka daratan membentuk sebuah cekungan. Lama kelamaan cekungan tersebut terisi air sehingga terciptalah sebuah danau. Danau tektonik nan terkenal di Indonesia ialah Danau Toba di Sumatra Utara dan Danau Poso di Sulawesi Tengah.

c. Danau vulkanik

Berbeda dengan danau tektonik, danau vulkanik terbentuk sebab adanya aktivitas gunung berapi. Danau jenis ini biasanya terdapat pada bekas kaldera gunung api. Contoh : Danau Batur di Bali, Danau Kelud nan merupakan kaldera gunung kelud, Danau Segara Anakan nan merupakan kaldera gunung Rinjani, dan Danau Telaga di Pegunungan Dieng, Jawa Tengah.

d. Danau Tektovulkanik

Danau ini terbentuk dampak penggabungan proses tektonik dan vulkanik. Dapat saja suatu lempeng tektonik bergeser oleh sebab aktivitas vulkanik nan dahsyat (seperti gunung meletus). Pergeseran lempeng tersebut menimbulkan suatu celah, nan ketika terisi oleh air membentuk suatu genangan air. Contohnya Danau Toba.

e. Danau Glasial

Danau glasial (gletser) biasanya terbentuk di daerah pegunungan. Hasil erosi salju nan berupa basin (cekungan di lereng) jika terisi oleh air hujan atau salju nan mencair akan membentuk genangan nan disebut danau gletser.

f. Danau karst

Danau karst generik dijumpai pada daerah dominan batu kapur. Danau nan berukuran kecil disebut doline dan nan besar dinamakan uvala. Danau jenis ini banyak dijumpai di daerah Pegunungan Seribu, Yogyakarta.

g. Danau bentukan alami

Danau jenis ini terjadi sebab adanya longsoran nan membendung genre air sungai. Contohnya Danau Pengilon di Pegunungan Dieng, Jawa Tengah dan telaga Sarangan di perbatasan Jawa Tengah dan jawa Timur.

2. Danau berdasarkan kapasitas airnya , terbagi menjadi

a. Danau permanen : yaitu dana nan kapasitas airnya tak dipengaruhi oleh musim

b. Danau temporer yaitu dana nan kapasitas airnya bersifat fluktuaktif (meluap ketika musim hujan dan surut ketika musim kemarau).


3. Danau nan terbagi didasarkan jenis air nya , menjadi

a. Danau air tawar yaitu danau nan berair tawar, danau jenis ini memiliki karakteristik yaitu memiliki divestasi berupa sungai, contoh danau toba

b. Danau air asin yaitu danau nan berair asin dimana danau jenis ini tak memliki pelepasan, sebab merupakan akhir dari sungai dan divestasi hanya merupakan penguapan saja. Contoh : Danau sentani (Papua).

c. Danau air asam yaitu danau nan airnya berasal dari belerang. dan memiliki karakteristik : biasanya merupakan kaldera gunung berapi nan berisi air hujan dan airnya berwarna hijau kekuning-kuningan. Contoh Danau Tangkuban perahu.



Sumber Air Danau di Indonesia

Sumber-sumber air danau terdiri dari:

  1. Air sungai nan mengalir ke dalam basin dan sebagi inflow
  2. Air nan berasal dari hasil pencairan salju dan es
  3. Air hujan nan tertangkap langsung oleh basin danau tersebut
  4. Air dari genre permukaan (over land flow)yang berasal dari air hujan nan berasal dari dari air hujan nan jatuh di sebut danau
  5. Air nan berasal dari dalam tanah (air tanah) nan permukaannya lebih tinggi dari pada permukaan air danau sehingga air mengalir ke dalam danau
  6. Air nan berasal dari mata air atau spring nan masuk ke danau tersebut

Jumlah air danau tak selalu tetap, tetapi permukaan air danau selalu mengalami fluktuasi yaitu bertambah pada musim basah (hujan) dan berkurang pada musim kering (kemarau).



Pemanfaatan Danau di Indonesia

Dengan dimilikinya macam macam danau di Indonesia, maka dapat dimanfaatkan sebagai penunjang pertanian seperti buat irigasi pengairan sawah, , ternak serta kebun, loka usaha perikanan darat, PLTA atau Pembangkit Listrik Tenaga Air, pengendali banjir dan erosi buat daerah sekitar, bahkan bisa difungsikan sebagai loka pariwisata dan sumber penyediaan air bagi makhluk hayati sekitar. Luar biasa, bukan?



Danau Kritis di Indonesia

Di Indonesia tercatat ada 15 danau nan mengalami taraf kerusakan kritis dan menjadi prioritas permasalahan lingkungan nan harus segera ditangani. Danau-danau ini dipilih berdasarkan kritisnya taraf kerusakan dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat sekitar.

Danau-danau kritis itu antara lain Danau Toba di Sumatera Utara; Danau Maninjau dan Danau Singkarak di Sumatera Barat; Danau Kerinci di Jambi; Rawa Danau di Banten, Danau Rawapening di Jawa Tengah; Danau Batur di Bali; Danau Tempe dan Danau Matano di Sulawesi Selatan; Danau Poso di Sulawesi Tengah; Danau Tondano di Sulawesi Utara; Danau Limboto di Gorontalo; Danau Sentarum di Kalimantan Barat; Danau Cascade Mahakam-Semayang, Danau Melintang, dan Danau Jempang di Kalimantan Timur; dan Danau Sentani di Papua.

ada 6 kriteria evaluasi buat menentukan danau prioritas. Pertama, kerusakan danau nan meliputi sedimentasi, pencemaran, eutrofikasi, penurunan kualitas dan kuantitas air nan tinggi. Kedua, pemanfaatan danau nan beragam, antara lain buat pembangkit listrik, pertanian, perikanan (budidaya keramba), air baku, nilai religi dan budaya, pariwisata, serta kondisi masyarakat di sekitar danau.

Ketiga, komitmen pemerintah daerah dan masyarakat dalam pengelolaan danau. Keempat, fungsi strategis danau. Kelima, kandungan biodiversitas di sekitar lingkungan danau, misal, adanya spesies ikan endemik, burung, dan vegetasi. Keenam, nilai krusial karbon terkait pengaruh perubahan iklim global.

Pengelolaan danau nan tak berkelanjutan bisa menimbulkan berbagai persoalan, antara lain bala kematian massal ikan, pencemaran, banjir, kekeringan dan berpotensi memicu konflik sosial masyarakat.