Silinder sebagai Bangun Ruang

Silinder sebagai Bangun Ruang

Bangun ruang ialah bangun nan ciri utamanya ialah memiliki tinggi sehingga membuatnya bisa tegak. Itu juga nan menjadikan bangun ruang ini dinamakan bangunan tiga dimensi. Dimensi nan dimilikinya, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Berbeda dengan 2 dimensi nan tak memiliki tinggi sehingga tak bisa tegak. Ada beberapa bentuk dasar dari bangun ruang ini di antaranya Kubus, Balok, Tabung atau Silinder, Prisma tegak siku-siku, Bola, Kerucut, dan Limas.

Karena bangun ruang ini termasuk ke dalam salah satu bagian nan dipelajari dalam matematika nan termasuk ke dalam ilmu pasti, maka dari dulu hingga kini tetaplah seperti itu bentuk maupun rumusnya. Adapun cara-cara atau perhitungan nan lebih cepat dan praktis didapatkan oleh para pakar matematika buat memudahkan mereka dalam mencari volume, luas, dan berbagai unsur nan bisa timbul menjadi sebuah perhitungan dalam kasus bangun ruang ini.



Kubus Sebagai Bangun Ruang

Kubus ialah salah satu bangun ruang nan sederhana dan sering kita temukan dalam kehidupan nyata. Oleh sebab itu, pastilah bangun ruang ini sangat populer dalam masyarakat. Kita bisa melihat contohnya dalam wujud kotak kado, kotak mainan, kotak kapur tulis, kotak pos dan lain sebagainya nan berebentuk dasar kubus. Kubus memiliki beberapa karakteristik nan membuat bangun ruang ini dinamakan kubus. Ciri-cirinya, yaitu:

  1. Kubus memiliki 6 buah sisi (S) nan berbentuk persegi atau bujur sangkar. Dinamakan persegi atau bujur sangkar sebab sisi-sisi nya ini memiliki ukuran nan sama panjang. Dalam bangun ruang, sisi-sisi persegi ini dinamakan rusuk. Itulah sebabnya kubus secara holistik memiliki 12 buah rusuk nan sama panjang nan merupakan salah satu karakteristik nan bisa membedakannya ketika dibandingkan dengan bangun ruang nan lain.
  1. Kubus memiliki 8 buah titik sudut. Jika kita perhatikan sudut-sudutnya memiliki bentuk sudut siku-siku. Jumlah diagonal nan dimilikinya yaitu 4 buah diagonal ruang, sedangkan 12 diagonal lainnya ialah diagonal bidang.

Rumus Kubus:

  1. Volumenya: 3.S,
  1. Luasnya: 6S²,
  1. Kelilingnya: 12.S


Balok sebagai Bangun Ruang

Bangun ruang populer nan ke-2 ialah balok. Selain sebab bentuknya juga nan sederhana, balok juga banyak terdapat dalam kenyataan. Setiap mata nan memandang bangun ruang ini pastinya akan terus menghantui Anda dengan bentuknya nan simpel. Beberapa contoh penampakannya, yaitu berbagai kotak mainan, tahu, tempe, keju chedar, cokelat, penghapus, bangunan perkantoran atau pertokoan, dan lain sebagainya nan bentuk dasarnya tiada lain ialah Balok.

Ciri-ciri nan dimiliki Balok antara lain:

  1. Memiliki alas nan berbentuk segi empat.
  1. Memiliki 12 buah rusuk.
  1. Dibangun oleh 6 buah sisi.
  1. Memiliki 8 buah titik sudut nan berbentuk siku-siku.
  1. Memiliki 4 buah diagonal ruang dan 12 buah diagonal bidang.

Rumus balok:

  1. Volumenya: panjang x lebar x tinggi,
  1. Luasnya: 2 x {(panjang x lebar) + (panjang x tinggi) + (lebar x tinggi)},
  1. Kelilingnya: 4 x (panjang + lebar + tinggi).


Silinder sebagai Bangun Ruang

Bangun ruang nan tidak kalah populer juga dibandingkan kubus dan balok tiada lain ialah silinder atau seringkali disebut tabung. Silinder ini bentuknya menyerupai pipa, hanya saja memiliki alas dan tutup nan sama besar dan berbentuk lingkaran. Dalam kehidupan nyata, kita dapat lihat bentuk dasarnya nan menjelma sebagai lilin, kapur tulis, kue kastengles, tabung reaksi, lontong, lemper, dan lain sebagainya.

Secara keseluruhan, bangun ruang Silinder ini memiliki ciri sebagai berikut:

  1. Silinder hanya memiliki 2 buah rusuk saja.
  1. Alas dan tutup atau disebut juga atapnya memiliki bentuk lingkaran.
  1. Memiliki 3 bidang sisi, yakni selimut nan meru pakan sebuah segi empat atau persegi, dan 2 bidang sisi nan berbentuk lingkaran nan memiliki luas nan sama.

Rumus silinder:

  1. Volumenya: Luas alas x tinggi,
  1. Luas: 2x luas lingkaran alas/atap + Luas Selimut


Prisma Tegak Segitiga Siku-Siku Sebagai Bangun Ruang

Penampakan bangunan ini mirip dengan Silider, hanya saja buat Prisma tegak segitiga siku-siku ini memiliki alas dan atap nan berbentuk segitiga Siku-siku sehingga bentuk ruangnya menjadi berbeda dengan tabung sebab lebih kaku. Wujud nyatanya bisa kita lihat pada kotak kado, atap rumah, kotak cokelat, dan lain sebagainya.

Karakteristik dari bangun ruang ini antara lain:

  1. Memiliki 6 buah titik sudut.
  1. Dibentuk dengan 9 buah rusuk.
  1. Memiliki 2 bidang sisi nan berbentuk segitiga siku-siku dan 3 buah bidang sisi nan berbentuk segi empat.

Rumus prisma:

  1. Volume: Luas alas x tinggi,
  1. Luas: 2 x luas segitiga siku-siku alas atau atapnya + jumlah ketiga luas sisi bidang lainnya nan berbentuk segi empat.


Bola Sebagai Bangun Ruang

Bentuk ruang lainnya nan tidak kalah kepolulerannya yaitu bola. Bentuknya nan unik membuat bola dapat digerakan ke segala arah dengan menggelindingkannya, tak seperti silinder nan hanya ke satu sisi saja dan bersifat satu arah. Bentuknya bisa kita lihat dari bermacam benda seperti berbagai jenis bola dalam permainan olah raga, bola-bola cokelat, kelereng, permen, cokelat, dan lain sebagainya.

Bola juga sebagai salah satu bentuk ruang memiliki ciri lain nan membuat bola berbeda dengan bentuk-bentuk bangun ruang lainnya, yaitu terdiri dari 1 bidang sisi saja. Bola tak memiliki rusuk dan juga sudut.

Rumus Bola:

  1. Volume: 4/3 πr³,
  1. Luas: 4 πr^2


Kerucut sebagai Bangun Ruang

Kerucut juga termasuk salah satu bangun ruang nan populer di Indonesia sebab banyaknya bentuk bangun ruang ini nan menjelma ke dalam banyak sekali benda-benda nan digunakan oleh manusia. Mulai dari bentuk kerucut pada terompet, caping pak tani, tumpeng buat selametan, dan lain sebagainya.

Kerucut sebagai bangun ruang ini memiliiki karakter sebagai berikut:

  1. Memiliki 2 buah bidang sisi, yaitu 1 buah bidang sisi nan berbentuk lingkaran dan 1 buah bidang sisi nan dinamakan selimut.
  2. Memiliki 2 buah rusuk dan sebuah titik sudut yag terletak di titik teratas pada bangun ruang ini.

Rumus kerucut:

  1. Volumenya: 1/3 x t x π (r^2),
  2. Untuk menghitung luasnya, kita cukup jumlahkan saja luas alasnya: πr^2 dengan luas selimutnya: : πr^x panjang sisi miringnya.


Limas Sebagai Bangun Ruang

Limasmerupakan sebuah bangun ruang nan memiliki bentuk nan tidak kalah unik sebab mengerucut di satu titik pusat seperti kerucut. Perbedaannya ialah bentuk dari alasnya. Limas alasnya berbentuk segi empat atau segitiga, sedangkan kerucut bentuk alasnya lingkaran. Itulah sebabnya ada 2 jenis limas sebagai bentuk ruang nan disebut berdasarkan bentuk alasnya, yaitu limas segi empat dan limas segitiga.

Penampakannya bisa kita lihat pada berbagai atap bangunan nan memiliki bentuk dasar limas. Limas segi empat memliki ciri berikut:

  1. Alasnya berbentuk segi empat, dapat dengan sisi nan sama panjang atau berbeda.
  2. Memiliki 5 buah sisi nan menjadi bidangnya.
  3. Memiliki 5 buah titik sudut.
  4. Memiliki 8 buah rusuk nan membentuknya menjadi sebuah bangun ruang.

Limas segitiga juga memiliki ciri nan membedakannya dengan bangun ruang lain, yaitu:

  1. Alasnya terdiri dari sebuh segitiga.
  2. Memiliki sebuah alas dan 3 sisi tegak.
  3. Memiliki 4 buah titik sudut.
  4. Memiliki 6 buah rusuk nan membentuknya menjadi bangun ruang.

Karena sifat kedua bangunan ini hampir sama, maka buat perhitungan volumenya juga sama, yaitu: 1/3 Luas alas x tinggi. Sementara buat luasnya mengacu pada ciri bangun ruangnya sendiri, yaitu luas alas + luas 4 buah segi empat yag tegak buat limas segi empat, sedangkan buat limas segitiga luasnya: Luas alas + luas 3 buah segitiga di sisi tegaknya nan membuat Limas berdiri tegak sebagai sebuah bangun ruang.