Beberapa Alat Keselamatan Bekerja Dengan Las

Beberapa Alat Keselamatan Bekerja Dengan Las

Las listrik ialah teknik menyambung dua bagian logam memanfaatkan tenaga panas nan diperoleh dari sumber tenaga listrik AC maupun DC dengan tambahan logam pengisi. Sumber tenaga panas mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi sehingga diperoleh sambungan permanen nan sulit dipisahkan. Pekerjaan las listrik memiliki resiko bahaya kecelakaan cukup besar nan bisa diminimalkan dengan alat keselamatan kerja .

Potensi bahaya nan ditimbulkan dari pekerjaan las listrik berasal dari sinar (busur) las listrik, percikan kembang api, benda panas dan asap hasil penyulutan elektroda. Maka dari itu, alat keselamatan kerja las listrik berfungsi melindungi dan mencegah tubuh operator las dari bahaya kecelakaan tersebut. Untuk alat nan melindungi keselamatan kerja terdapat beberapa macam, mulai dari pelindung buat kepala, pelindung buat badan atas sampai dengan kaki. Dengan adanya alat buat keselamatan kerja kenyamanan dalam bekerja akan tercapai. Kecelakaan dampak kelalaian nan ada dapat diminimalisir atau bahkan dihindari.



Kecelakaan di Loka Kerja

Kecelakaan nan dapat terjadi ditempat kerja dapat sebab banyak faktor, tetapi nan penyebab utamanya ialah manusia itu sendiri. Kecelakaan sebab proses pekerjaan sering terjadi, nan mana kecelakaan itu dapat berakibat luka nan fatal. Pekerjaan nan berhubungan dengan pengelasan merupakan pekerjaan nan penuh dengan resiko, dikarenak pekerjaan ini banyak berhubungan dengan bahan nan mudah terbakar seperti asitelin dan gas oksigen nan salin berhubungan. Dan buat las mengunak listrik resikonya juga tidak kalah bahayanya.

Apabila operator alat dapat melakukan pekerjaan dengan sahih dan juga mempunyai pengalaman, kemungkinan buat terjadi kecelakaan dapat diperkecil. Begitu juga dengan pekerja nan memakai alat keselamatan kerja dengan sahih bsia mengurangi kecelakaan nan ada dampak terkena alat las atau bahan las. Kecelakaan sebab faktor manusia dikarenakan manusia mempunyai beberapa sifat antara lain adalah:

  1. Ketidaktahuan. Pekerja nan melakukan pekerjaan tak mengetahui bagaimana bekerja nan aman. Pekerja juga tak mengetahui bahaya nan bsia timbul dampak kesalahannya itu sehingga dapat terjadi kecelakaan.
  2. Ketidakmauan. Pekerja tak mengetahui peraturan keselamatan kerja nan ada dan juga bagaimana bekerja nan baik. Pekerja tak mengetahui peraturan kerja dan juga bahaya nan kemungkinan timbul jika tak mematuhinya. Karena ketidakinginan buat mau mengetahui itulah nan dapat berakibat kesalahan hingga menyebabkan kecelakaan.
  3. Ketidakmampuan. Pekerja tak mengetahui kemungkinan dari bahaya nan timbul jika dia tak mampu melakukan pekerjaan nan dilakukannya. Karena belum mampu melakukan pekerjaan itu dan dia memakas melakukannya maka kesalah nan berakibat fatal bsai menyebabkan kecelakaan baik itu dirinya maupun orang lain.


Beberapa Alat Keselamatan Bekerja Dengan Las


Helm Las

Helm Las melindungi mata dari pancaran busur listrik berupa sinar ultra violet dan sinar infra merah nan menyala terang dan kuat. Sinar las tak boleh dilihat secara langsung dengan mata telanjang sampai jeda minimum 16 meter. Selain itu, bentuk helm las nan menutup muka berguna melindungi kulit muka dari percikan barah dan gas selama proses pengelasan.

Alat keselamatan kerja ini memiliki 3 lapisan kaca nan terdiri dari satu kaca las spesifik nan diapit oleh dua kaca bening. Lapisan kaca luar dan dalam berfungsi melapisi kaca las spesifik agar tak mudah rusak atau pecah. Kacamata las juga berfungsi sebagai pelindung dari sinar nan timbul ketika melakukan pengelasan seperti sianr ultra violet dan juga infra merah. Dalam waktu nan lama sinar-sinar ini akan merusak penglihatan operator las, bahkan bsia berakibat kebutaan nan permanen. Kebutuhan kacamata las tergantung dari pengelasan, kacamata las disesuaikan tebalnya dari besar kecilnya arus listrik nan digunakan buat mengelas.

Semakain besar ampere nan digunakan sebagai daya listriknya buat mengelas maka semakin tebal pula kacamata nan harus kita pakai. Peraturan pemakaian kacamata menurut besar kecilnya ampere dan kacamata nan harsu dipakae dapat dilihat di buku-buku peraturan pengelasan. Kaca las memiliki penomoran nan dibedakan menurut besar arus listrik nan diatur pada mesin las. Penggolongannya ialah sebagai berikut.

  1. Kaca las nomor 6 dipakai buat las titik (tack weld).
  2. Kaca las nomor 6 dan 7 buat pengelasan menggunakan arus sebesar 30 A.
  3. Kaca las nomor 8 buat pengelasan dengan arus sebesar 30 A sampai 75 A.
  4. Kaca las nomor 10 buat pengelasan dengan arus sebesar 75 A sampai 200 A.
  5. Kaca las nomor 12 buat pengelasan dari 200 A sampai 400 A.
  6. Kaca las nomor 14 buat pangelasan menggunakan amperase diatas 400 A.


Pakaian Kerja (Apron)

Pakaian kerja berguna melindungi badan dari percikan kembang api. Apron terbuat dari bahan nan tak mudah terbakar seperti kulit atau dari asbes. Apron terdiri dari apron lengan dan apron dada. Dengan baju kerja kita dapat bergerak dengan leluasa ketika melakukan pekerjaan. Bahan nan digunakan terbuat dari bahan nan tahan apai maupun percikaan logam panas. Untuk baju pekerja las biasanya dibuat dengan mengunakan lengan panjang dan juga celana panjang supaya terlindung seluruh tubuh.



Sarung Tangan (Welding Gloves)

Sarung tangan terbuat dari kulit atau asbes lunak sehingga tak menghalangi konvoi jari-jari tangan saat memegang penjepit elektroda atau peralatan lainnya. Sepasang sarung tangan harus selalu dipakai agar tangan tak terkena percikan kembang barah atau benda panas nan dilas.



Sepatu Las

Karakteristik sepatu las sangat berbeda dengan sepatu biasa pada umumnya. Sepatu las harus terbuat dari bahan kulit dimana bagian ujungnya terdapat plat besi pelindung. Hal ini sangat berguna buat melindungi kaki dari benda-benda keras dan tajam nan jatuh mengenai kaki. Selain itu, alas sepatu terbuat dari karet nan tak licin sehingga pemakainya tak mudah terpeleset saat mengangkat benda-benda berat dan benda nan tajam.



Kamar Las

Kamar las memiliki meja las buat meletakkan benda kerja dan tabir-tabir buat menghalangi sinar las keluar secara berlebihan. Pengelasan nan dilakukan di luar kamar las biasanya, menimbulkan gangguan terhadap orang nan ada di sekitar operator las dampak sinar las. Kamar buat melakukan pengelasan mempunyai tinggi tembok 2,5 meter sehingga bsia mempelancar sirkulasi udara. Diberi jendela nan memadai sebagai keluar masuknya udara buat mengurangi kepengapan dampak dari asap dari pengelasan.



Masker

Masker berguna menutup mulut dan hidung dari asap nan ditimbulkan oleh mencairnya selaput (fluks) elektroda.



Kaca Mata Pelindung

Kaca mata pelindung berbeda dibanding kaca nan terdapat pada helm las. Kaca mata las memiliki satu lapisan kaca bening nan berfungsi melindungi mata dari percikan terak las sewaktu permukaan las dibersihkan.

Alat keselamatan kerja las listrik hanyalah salah satu bagian dari sistem keamanan dan keselamatan kerja. Pemahaman terhadap resiko pekerjaan las listrik dan pencerahan dalam mematuhi mekanisme kerjanya akan sangat membantu kelancaran dan keberhasilan pekerjaan. Bagaimanapun juga keselamatan lebih krusial dari pekerjaan itu sendiri dan kesehatan sangat berharga bagi kehidupan. Pengetahuan nan ada buat keselamatan kerja sangatlah krusial buat menjaga keselamatan jiwa. Pengunaan perlengkapan nan ada harus sinkron dengan standard keselamatan kerja nasional dan juga internasional.