Menyikapi Cerita Mistis

Menyikapi Cerita Mistis

Cerita mistis ialah cerita horor nan kerap meresahkan publik. Cerita ini biasanya berawal dari peristiwa-peristiwa pembunuhan nan mengenaskan dan mengerikan. Hampir setiap daerah memiliki cerita mistis. Bahkan, setiap tahunnya bakal ada cerita mistis nan meresahkan publik.

Cerita mistis awalnya akan biasa-biasa saja. Namun menjadi heboh lantaran takut akan dampak nan diterima bila berjumpa dengan tokoh nan diceritakan dalam cerita mistis tersebut. Cerita mistis tidak hanya menghantui masyarakat pedesaan saja. Masyarakat kota seperti Jakarta sekali pun tetap takut ketika mendengar ada cerita mistis di sekitar loka tinggalnya.

Sahabat Ahira, artikel ini akan menceritakan tentang cerita mistis nan terjadi di Jakarta pada 2011-2012. Cerita mistis nan dipaparkan di sini hanya dua cerita saja. Kenapa hanya dua? Karena tidak ingin membuat pembaca nan tinggal di Jakarta menjadi ketakutan bila diceritakan aneka cerita mistis. Terlebih lagi, ketakutan saat melintasi daerah nan menjadi loka terjadinya cerita mistis tersebut. Kenapa tahun 2011-2012? Karena ingin memberikan cerita mistis nan masih terhitung aktual.



Cerita Mistis Jakarta 2011- Nenek Gayung

Cerita mistis nan berjudul Nenek Gayung menjadi cerita publik pada akhir tahun 2011, khususnya di daerah Jakarta Timur. Cerita ini memiliki majemuk model, meski titik akhir cerita sama. Ada nan menceritakan bahwa cerita Nenek Gayung ialah cerita seorang nenek nan sudah tua memakai baju serba hitam, membawa tikar, dan gayung. Bila berjumpa orang, nenek tersebut akan mengajaknya berbicara. Bila dilayani obrolannya, maka menandakan beberapa saat kemudian akan mati.

Ada juga nan mengisahkan cerita mistis Nenek Gayung dengan model cerita nan lain. Bila berjumpa dengan Nenek Gayung dan diajaknya ngobrol, maka orang tersebut akan dilayani Nenek Gayung dengan digelarkan tikar dan dimandikan dengan gayungnya. Maka itu pertanda besoknya nyawa orang tersebut akan dicabut.

Meski cerita mistis Nenek Gayung berbeda versi, namun tetap saja intinya sama. Jika berjumpa dengan Nenek Gayung, pertanda usia orang nan bertemunya tidak akan lama lagi. Jelas, cerita mistis ini begitu menakutkan sehingga wajar pada akhir tahun 2011, warga Jakarta Timur dihantui rasa cemas dan takut berjumpa dengan Nenek Gayung.



Cerita Mistis Jakarta 2012- Suara Anak Kecil dan Wanita di Gajah Mada Plaza

Jika cerita mistis Nenek Gayung terjadi di Jakarta Timur, kalau cerita mistis ini terjadi di Jakarta Pusat. Jika cerita mistis nenek gayung terjadi di sekitar kediaman warga, kalau Cerita mistis ini terjadi di Gajah Mada Plaza. Cerita Nenek Gayung terjadi di akhir tahun 2011, sedangkan cerita mistis di Gajah Mada Plaza mencuat jadi pembicaraan di awal tahun 2012.

Anda penasaran mau tahu ceritanya? Apakah sama seramnya dengan cerita mistis nenek gayung? Baca terus artikel ini. Jangan berhenti Cuma baca sampai di sini.

Cerita mistis nan ada di Gajah Mada Plaza ini berawal dari adanya kisah seorang pria berketurunan Tionghoa. Saat ia mengunjungi plaza tersebut, entah karena apa tiba-tiba ia melompat dari lantai 7 dan meninggal. Sejak itu, majemuk cerita mistis muncul di Gajah Mada Plaza.

Meski cerita mistis nan masyhur bukan menceritakan tentang pria Tionghoa tersebut, tapi tetap saja masih berkisar tentang orang-orang nan bunuh diri di Gajah Mada Plaza. Ketika kejadian pria Tionghoa tersebut melompat dari lantai 7, ada beberapa karyawan menceritakan bahwa tahun sebelumya sudah ada empat orang nan meninggal di plaza tersebut. Hal ini juga diakui oleh Kanit Reskrim Polsek Garut, Kompol Taufik.

Di situs Okezone dimuat cerita seorang karyawan nan merasakan jika malam sudah datang, maka terdengar suara anak kecil menangis. Ada juga nan melihat dari atas, seorang wanita sendirian di parkiran saat larut malam dan terdengar pula suaranya dari parkiran. Diduga oleh banyak karyawan, wanita tersebut ialah kuntilanak.



Menyikapi Cerita Mistis

Tak semua orang tidak percaya dengan cerita mistis ini. Malah cukup banyak nan memercayainya, khususnya anak-anak dan para wanita nan masih muda. Kenapa mereka percaya? Karena mereka menerima cerita mistis begitu saja dengan lapang dada, tanpa memakai filter. Entah itu disebabkan sebab ketidaktahuannya atau memang sebab ia tipe orang nan memercayai cerita mistis. Lalu, adakah solusi agar kita tak terpengaruh dengan cerita mistis tersebut? Jawabannya ada tiga.

  1. Bentengi dengan keyakinan. Tidak ada solusi nan paling ampuh buat membendung diri agar tak terhanyut dengan cerita mistis nan beredar kecuali dengan akidah atau keyakinan. Yang bisa mencabut nyawa manusia ialah Allah, Tuhan Yang Maha Esa, bukan makhluk-makhluk nan diceritakan dalam cerita mistis. Jika Allah belum menyatakan bahwa kita mengalami kematian, maka kita tidak akan mati. Namun bila memang sudah datang masa kematian kita, tidak seorang pun bisa menghalanginya. Jika ajal kita sudah datang, mau ketemu atau tak dengan Nenek Gayung, tetap saja kita meninggal. Demikian halnya sebaliknya. Jika Allah belum mengizinkan malaikat mencabut nyawa kita, mau ketemu atau tak dengan wanita nan berada di pinggiran Gajah Mada Paza, maka kita tak akan mati. Kuncinya, kematian hanya Allah nan menentukan, bukan Nenek Gayung.

  2. Jangan sampai cerita mistis merasuk ke alam bawah sadar. Jika bagian dari orang nan sulit menyatakan tak ada makhluk seperti nan disebutkan dalam cerita mistis, maka Anda tak boleh membawanya masuk ke alam bawah sadar. Jika sudah masuk ke alam bawah sadar, maka setiap saat mengunjungi atau melalui daerah nan menjadi loka kejadian cerita mistis, kita akan dihantui oleh rasa ketakutan. Ketakutan demi ketakutan terus akan menghantui. Jika sudah demikian, hayati pun akan menjadi tak tenang. Bahkan cerita mistis tersebut bisa-bisa membayangi kehidupan Anda sehari-hari. Hingga akhirnya, Anda merasa hidupnya terus dibayang-bayangi oleh pelaku nan terdapat dalam cerita mistis tersebut.

  3. Kenalilah makhluk nan menjelma dalam cerita mistis. Untuk mengatasi rasa ketakutan terhadap cerita mistis, seharusnya selidiki dengan detail. Jika sahih cerita mistis tersebut, makhluk jenis apa nan menjelmakan diri? Jika bukan manusia, maka itu ialah jin. Jika memang sahih jin, kenapa harus takut? Toh, sama-sama makhluk kreasi Tuhan. Sama-sama memiliki ajal. Tak ada kekuatan jin buat mencabut nyawa manusia. Tak perlu cemas melintasi Jakarta Timur dengan cerita mistis Nenek Gayung dan tidak perlu takut saat berada malam hari di Gajah Mada Plaza. Bentengi saja diri dengan keyakinan bahwa jin dan Anda ialah sama-sama mahluk. Perkuat diri dengan ibadah dan keyakinan bahwa Tuhan akan menolong Anda.

Cerita mistis tidak seharusnya diyakini secara total. Namun, adanya jin nan menjelma sebagai makhluk nan tujuannya buat menakut-nakuti manusia sahih adanya. Tapi, keberanian dan keimanan Anda akan adanya pertolongan Tuhan bisa mengalahkan kekuatan jin nan ingin menggangu.

Jika Anda berani, tentu jin akan takut sebab kehadirannya hanya memang buat menggangu, bukan buat membunuh. Jin tidak memiliki kekuatan buat membunuh. Jika pun setelah berjumpa dengannya meninggal, itu memang sudah ajal.

Sekarang, masihkah ada rasa takut kala mendengar cerita mistis? Masihkah Anda meyakini adanya daerah angker di sekitar lokasi cerita mistis? Harapannya, setelah membaca artikel ini, tidak ada lagi rasa ketakutan terhadap cerita mistis. Cerita mistis menjadi cerita nan menakutkan hanya bagi orang-orang nan kurang kepercayaannya kepada Tuhan. Kurang meyakini bahwa nan mencabut nyawa manusia hanya Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Jin juga makhluk dan dia sendiri pun nyawanya akan dicabut oleh malaikat atas perintah Tuhan Yang Maha Esa.