Profil Irfan Bachdim dan Kontroversinya

Profil Irfan Bachdim dan Kontroversinya

Profil Irfan Bachdim mulai menghiasi media tanah air dengan gencar menjelang penutupan tahun 2010. Ketika itu, penampilannya sebagai salah satu punggawa timnas langsung mencuri perhatian. Bersama Christian Gonzalez, Bachdim menjadi sosok nan paling populer di antara pemain timnas lainnya.

Namanya meroket tanpa dapat dicegah lagi. Setiap hari, ulasan tentang Profil Irfan Bachdim muncul di media. Entah itu media cetak, hingga media elektronik.Sebenarnya, apa nan menarik dengan profil Irfan Bachdim ini? Yang pertama, jelas sebab wajahnya tampan. Semua niscaya setuju kalau pria nan lama tinggal di Belanda ini sangan menawan secara fisik.

Mungkin secara fisik tak segagah Cristiano Ronaldo, namun wajahnya tidak kalah menawan. Selain itu, usianya juga masih tergolong muda. Anak-anak ABG dapat jejeritan ketika melihat sosoknya. Yang tidak kalah penting, permainannya di piala AFF 2010 itu memang sangat memikat. Memang dia tak menjadi mesin gol seperti Christian Gonzalez, namun permainannya di lapangan cukup apik.

Profil Irfan Bachdim tak hanya mampu memikat Alfred Riedl nan kala itu menjadi instruktur timnas. Di Piala AFF nan menimbulkan euforia luar biasa di masayarakat itu, Indonesia memang gagal merebut gelar juara. Karena kalah dari Malaysia. Namun, pesona Bachdim terlanjur membetot perhatian khalayak. Termasuk dari global hiburan. Maka, Bachdim pun seketika menjelma menjadi selebriti global hiburan ketika merambah iklan.

Profil Irfan Bachdim nan terus jadi pembicaraan itu pun membawa serta nama kekasihnya. Jennifer Kurniawan mendadak sontak menjadi perbincangan dan muncul di berbagai media. Entah buat wawancara atau sesi pemotretan sebagai model. Padahal, sesungguhnya tak ada hubungan nan tepat buat menempatkan Jennifer pada posisi tersebut. Namun, begitulah media di negara kita ini. Jika memungkinkan, hewan peliharaan Bachdim pun dapat jadi sampul depan majalah atau tabloid. Maksudnya, hal-hal nan tak krusial pun dapat menjadi sesuatu nan menghebohkan sepanjang menyangkut tentang profil Irfan Bachdim.

Media masih terus menguntit sang bintang dan menempatkan profil Irfan Bachdim di berbagai kesempatan. Pertandingan pembuka nan dilakoninya saat membela timnya, Persema Malang pada 2011, dipenuhi oleh penonton. Suatu hal nan sebelumnya tak pernah terjadi. Popularitasnya pun kian merangkak naik sebab satu persatu iklan dibintanginya.

Dengan paras menawan, Bachdim memang sangat pantas menjadi model iklan. Rasanya tak ada nan keberatan dengan fakta itu. Wajahnya menjadi ikon beberapa produk ternama, berarti dia dianggap berhasil menarik pembeli sekaligus meningkatkan popularitas nan diiklankan. Wajahnya muncul di berbagai iklan komersial, profil Irfan Bachdim terus melesat. Pada akhirnya, hal ini membuat kita mendadak terkena “amnesia”.

Belakangan, Bachdim malah lebih top sebagai bintang iklan ketimbang pemain sepak bola. Jika menulis profil Irfan Bachdim , tidak melulu bicara sepak bola. Melainkan tentang iklan nan dibintangi, juga interaksi asmaranya nan cukup menimbulkan keingintahuan publik, hingga film nan di posternya memasang paras Bachdim. Malah semakin lama global sepak bola rasanya semakin jauh saja dari sosoknya.



Profil Irfan Bachdim dan Perjalanan Karier

Dalam profil Irfan Bachdim sering ditulis tentang proses naturalisasi nan membuatnya bisa memperkuat timnas. Padahal, Bachdim tak pernah menjalani proses naturalisasi. Bachdim bukanlah Gonzalez nan berkewarganegaraan asing.

Sejak lahir, Bachdim telah memegang paspor Indonesia meski dia lahir dan besar di negeri kincir angin. Irfan Bachdim memulai kariernya di global sepak bola setelah bermain di akademi sepakbola Ajax Amsterdam.Cukup lama dia bertahan di situ, kurang lebih tiga tahun. Kemudian Bachdim pindah ke SV Argon sebelum direkrut oleh FC Utrecht. Di setiap tim ini, prestasinya dinilai cukup bagus.

Tahun 2010, Bachdim melakukan hal lain. Dia mengikuti seleksi pemain di Persija dan Persib. Profil Irfan Bachdim ternyata tak dapat membuat kedua tim tertarik. Namun, performanya memikat instruktur Persema Malang. Bachdim pun menandatangani kontrak dengan klub asal kota apel itu. Saat itu, Bachdim sempat dilanda dilema sebab adanya kekisruhan di tubuh PSSI. Pilihannya buat bergabung dengan Persema Malang ternyata membuahkan kesulitan. Pasalnya, Bachdim terancam tak dapat memperkuat timnas pasca AFF.

Profil Irfan Bachdim ini digadang-gadang akan menjadi pemain masa depan bagi timnas Indonesia. Usianya masih sangat muda, dengan kemampuan teknik nan dianggap mumpuni. Apalagi dia tergolong pemain serba bisa. Di posisi mana pun dia ditempatkan, Bachdim selalu mampu bermain dengan gemilang. Wajar saja jika kemudian banyak tim nan menawarkan kontrak besar padanya selepas Piala AFF 2010. Namun sepertinya, Irfan setia pada Persema.



Profil Irfan Bachdim dan Kontroversinya

Belakangan, profil Irfan Bachdim menuai kontroversi. Penyebabnya ada beragam, namun sang pacar dituding sebagai salah satu biang keladinya. Mengapa menjadi kontroversi? Karena Bachdim dinilai terlalu asyik dengan global iklan nan memang menjanjikan materi dalam jumlah besar. Apalagi kekasihnya pun berprofesi sebagai seorang model iklan di Jerman.

Ketika sang kekasih mengikuti Bachdim ke Indonesia, kariernya pun terbuka di sini. Profil Irfan Bachdim membuat banyak gadis-gadis patah hati ketika dia mengumumkan kalau dirinya sudah mempunyai kekasih. Patah hati pun berlanjut ketika keduanya akhirnya menikah di Jerman. Di tanah air sendiri, peristiwa itu menjadi warta nan cukup menghebohkan. Pasalnya, keluarga besar Bachdim di Indonesia tak merestui pernikahan itu dengan banyak alasan. Salah satunya ialah sebab disparitas agama dan ketidaksukaan terhadap Jennifer Kurniawan nan dianggap membawa pengaruh jelek bagi sang bintang. Pengaruh jelek itu ialah menurunnya disiplin Irfan Bachdim.

Benarkah demikian? Entah ada hubungannya atau tidak, Bachdim memang dianggap mulai lalai. Profil Irfan Bachdim nan selama ini dikenal sangat mencintai sepak bola, tampaknya mengalami sedikit perubahan. Bachdim sangat sering menjadi bintang iklan, itu fakta primer nan tak bisa dibantah. Namun, jika dia memprioritaskan sepak bola, bukankah seharusnya itu tak menjadi masalah penting? Sayang, nan terjadi sebaliknya. Minimal menurut kacamata awam.

Irfan Bachdim mulai sering mangkir dari latihan. Diduga, dia lebih banyak menghabiskan waktu dengan sang kekasih nan kemudian menjadi istrinya. Suatu ketika setelah pemecatan Alfred Riedl, timnas dilatih oleh Rachmat Darmawan. Salah satu agendanya ialah berlatih di markas Kopassus selama beberapa lama. Yang dilakukan Bachdim kemudian membuat banyak pihak merasa kesal. Bachdim pamit izin, namun tak pernah kembali ke loka latihan.

Seperti nan tadi sudah disinggung sebelumnya, kontroversi menjelang pernikahannya memancing polemik. Ini tentu saja bukan hal nan diharapkan dari seorang pesebakbola handal. Profil Irfan Bachdim pun kembali menjadi perbincangan, hanya saja kali ini tak mengulas tentang prestasinya. Melainkan berhubungan dengan gosip.

Setelah menikah, profil Irfan Bachdim kembali dibicarakan. Kali ini tak ada hubungannya dengan gosip atau iklan. Melainkan sebab tindakan tegas nan diambil olehpelatih timnas U-23 Rachmat Dharmawan. Irfan Bachdim dicoret dari daftar nama pemain nan akan memperkuat timnas pada Sea Games di Palembang. Dia juga dikenakan sanksi.

Apa pasal Irfan Bachdim menjalani “hukuman” itu? Dari keterangan kubu Rachmat Dharmawan, diketahui kalau Bachdim sudah beberapa kali mangkir dari latihan. Menurut sang pelatih, tak ada pemberitahuan resmi sama sekali. Irfan Bachdim menyangkal semua keterangan si pelatih. Jadi, publik pun dibuat bingung, versi mana nan benar.

Disadari atau tidak, profil Irfan Bachdim mengalami penurunan popularitas secara signifikan. Publik sepertinya lebih percaya pada ucapan sang instruktur ketimbang sanggahan Bachdim. Sangat disayangkan jika bakat sebaik dirinya akhirnya tak dapat terpoles maksimal. Juga sangat disayangkan andai Bachdim lebih memilih dikenal sebagai bintang iklan atau film.