Merawat Yamaha Xeon

Merawat Yamaha Xeon

Maraknya penggunaan sepeda motor dikalangan masyarakat menjadi kenyataan tersendiri. Keberadaan sepeda motor dijalan raya, kini sudah seperti cendawan di musim hujan. Menjamur. Berbagai merek sepeda motor ramai menghiasi jalanan. Salah satu merek sepeda motor baru nan ikut meramaikan keadaan jalan raya adalah Yamaha Xeon .

Perusahaan-perusahaan otomotif global bersaing melahirkan produk-produk terbaru mereka. Honda, Yamaha, dan Suzuki, ialah tiga perusahaan dengan nama nan hampir sama besar. Ketiga perusahaan itu berkontribusi dalam memperbanyak jumlah sepeda motor di jalan raya.

Banyaknya jumlah sepeda motor, khususnya di Indonesia tak lepas dari pengaruh kemudahan sistem kredit nan diterapkan. Persyaratan buat memiliki sepeda motor juga sudah semakin mudah. Pembeli hanya perlu menyiapkan uang muka dan sepeda motor dapat langsung dibawa pulang.

Kendaraan, khususnya sepeda motor nan cukup diminati oleh masyarakat Indonesia belakang ini juga cukup seragam. Mereka lebih tertarik buat mengendarai motor matic daripada motor manual nan sudah lebih dulu ada. Tren pemakaian sepeda motor instan pun mulai jamak.

Sebagai salah satu produsen kendaraan bermotor, Yamaha dapat dikatakan sebagai perusahaan pelopor keberadaan motor matic di Indonesia. Menghadirkan Mio di tengah-tengah kalangan masyarakat merupakan satu gebrakan baru nan dilakukan Yamaha. Sebagai motor matic pertama di Indonesia, Mio langsung mendapat loka nan baik di masyarakat.

Keberadaan motor matic awalnya ditujukan bagi kaum wanita, namun perkembangan pun terus dilakukan. Motor matic dikembangkan mengikuti kebutuhan bagi kaum pria juga. Bodi pada sepeda motor matic baru-baru ini semakin mengiyakan bahwa keberadaan motor matic kini bukan hanya buat kaum wanita, seperti halnya Xeon.



Spesifikasi Yamaha Xeon

Sepeda motor Xeon hadir sebagai jawaban atas tantangan nan seolah diberikan oleh para pesaingnya. Monopoli nan dilakukan oleh salah satu produsen motor, terutama motor matic menjadi salah satu “penyemangat” bagi Yamaha buat memroduksi motor matic baru. Spesifikasi nan dimiliki oleh sepeda motor Xeon diciptakan buat menandingi produk-produk homogen nan sudah lebih dulu hadir.

1. Mesin Sepeda motor Xeon

Sepeda motor Xeon menggunakan mesin 125 cc SOHC. Dengan kekuatan mesin seperti itu, body nan dimiliki oleh sepeda motor Xeon lebih besar.

2. Liquid Cooled

Motor matic ini dilengkapi dengan Liquid Cooled nan berfungsi buat menjaga temparatur pada mesin motor agar tetap stabil. Terlebih, jika motor digunakan dalam jeda jauh. Mesin motor menjadi tak cepat panas.

3. Forged Piston

Piston nan dimiliki oleh sepeda motor Xeon membuat motor ini tahan terhadap gesekan nan kuat. Piston nan dimiliki sepeda motor Xeon juga tak mudah aus.

4. Throttle Position Sensor

Karburator nan dimiliki oleh sepeda motor Xeon dilengkapi dengan TPS. Penghasilan barah ideal sehingga pembakaran bahan bakar menjadi lebih efisien dan sempurna.

5. Ergonomic Seat Design

Tempat duduk serta bagasi nan dimiliki oleh sepeda motor Xeon sangat ergonomis. Anda akan dimanjakan dengan bagasi nan luas. Anda dapat menyimpan helm atau benda lain nan dibutuhkan selama perjalanan.

6. DiAsil Cylinder

Daya tahan terhadap gesekan sangat kuat sehingga tak mudah melepaskan panas dari hasil pembakaran bahan bakar. Hal ini bisa membuat motor Anda bertahan lebih lama.



Kelebihan dan Kekurangan Yamaha Xeon

Xeon memiliki kelebihan dan kekurangan nan sepatutnya Anda ketahui. Kapasitas mesin Xeon cukup besar, ia pun telah menggunakan teknologi liquid cooler sehingga suhu mesin tetap stabil. Dalam hal pendinginan, Xeon memang mengadaptasi sistem pendingin motor mesin besar. Water jacket pada Xeon tak hanya terdapat pada block cylinder tetapi juga menutupi sampai ke head cylinder. Hal ini memungkinkan pendinginan mesin oleh radiator cooler selalu stabil dan maksimal.

Kelebihan lainnya ialah sistem dua lengan ayun dengan 1 shock breaker pada Xeon. Sistem seperti ini memungkinkan Xeon tetap stabil saat sedang bermanuver di tikungan-tikungan ekstrem dengan kecepatan nan tinggi. Ukuran ban nan nisbi kecil dibandingkan motor-motor matic lain merupakan keunggulan tersendiri bagi Yamaha Xeon. Dengan ban nan kecil, Xeon bisa berlari lebih kencang dengan tarikan mesin nan jauh lebih ringan.

Namun di balik segala kelebihannya, Xeon juga memiliki beberapa kekurangan. Sistem pendinginnya nan menutupi head cylinder mempersulit pengguna buat menyetel klep. Penyetelan klep baru bisa dilakukan setelah head cylinder dibuka. Sedangkan buat membuka head cylinder, pengguna harus menguras radiator cooler dalam water jacket terlebih dahulu. Hal ini cukup merepotkan.

Sistem lengan ayun nan membuat Xeon bisa bermanuver dengan stabil di tikungan ekstrem rupanya membawa kekurangan tersendiri. Sistem lengan ayun tersebut menyulitkan pengguna buat membuka ban. Saat hendak membuka ban, pengguna harus melepaskan knalpot terlebih dahulu. Selain itu, sistem lengan ayun ini membuat Xeon terlihat kurang modis dan gaya.

Xeon memiliki V belt panjang dan Roller2 CVT besar. Hal ini mengakibatkan mesin harus bekerja lebih keras. Akibatnya mesin Xeon menjadi lebih boros bahan bakar. Ban nan kecil memang membuat Xeon lebih lincah. Akan tetapi ban tersebut juga menyebabkan Xeon mudah limbung ketika merebah di tikungan, terutama di saat sedang hujan. Ini disebabkan oleh telapak ban nan kecil.



Merawat Yamaha Xeon

Agar sepeda motor Xeon Anda tetap nyaman digunakan dan tak rewel, rawatlah mesinnya dengan baik. Inilah beberapa tips merawat Xeon, nan dapat diaplikasikan juga buat merek sepeda motor matic lainnya.

1. Merawat aki

Aki ialah jantungnya sepeda motor sebab aki-lah nan mengaliri listrik pada mesin motor. Aki nan soak tentu mengganggu kinerja Xeon, lampu-lampu di motor akan mati, klakson tidak berbunyi, dan sulit men-starter motor.

Jika menggunakan aki basah, pastikan air aki selalu tersedia cukup. Jangan sampai aki kekurangan air. Mengisi air aki pun tak boleh berlebihan. Isilah secukupnya, sediakan ruang udara buat membiarkan sel-sel alumunium bereaksi dengan air aki nan baru. Jika sudah lebih dari satu tahun tetapi air aki masih banyak, gantilah air aki tersebut dengan nan baru agar kinerja aki tetap prima.

Untuk menggantinya, Anda dapat meminta donasi montir bengkel resmi atau melakukannya sendiri dengan hati-hati. Untuk melakukannya sendiri, buka tutup-tutup lubang aki dan buang seluruh air aki. Tuangkan air panas ke dalam aki kemudian kocok-kocok; lakukan langkah pembersihan ini 2 - 3 kali. Selanjutnya, isi air aki baru lalu setrum (charger). Semakin lama diestrum, semakin baik. Idealnya, setrumlah selama 5 jam.

Sementara itu jika Anda menggunakan aki kering, tak perlu lakukan perawatan spesifik nan merepotkan. Aki kering lebih tahan lama dan tak rewel. Agar aki kering tetap awet, rajin-rajinlah memanaskan mesin Xeon setiap hari, minimal selama 5 - 10 menit.

2. Mengganti oli dan perawatan berkala

Xeon membutuhkan perawatan rutin agar kinerja mesin tetap baik dan pembakaran bahan bakar tak mudah boros. Kunci dasar perawatan sepeda motor ialah mengganti oli dan merawat secara berkala. Gantilah oli setiap 2.500 - 3.000 km, atau setiap 2 bulan. Meskipun Xeon Anda sporadis digunakan, tetap saja oli sebaiknya diganti setiap 2 atau 3 bulan. Cairan oli akan berubah menjadi asam jika lama tak diganti. Akibatnya, oli tersebut bisa menimbulkan korosi pada mesin.

Perjalanan jauh dan stagnasi membuat mesin bekerja keras. Agar mesin tetap prima, jangan tunda mengganti oli dan melakukan servis berkala. Gunakan oli nan tepat dan lakukanlah servis di bengkel resmi buat menghindari ‘malpraktik’ pada Yamaha Xeon Anda.