Peran Orangtua dalam Mendidik Anak

Peran Orangtua dalam Mendidik Anak

Belajar berdikari sangatlah krusial bagi anak-anak sekolah . Bukan saja buat kepentingan mereka pada masa kini, namun juga demi kepentingan mereka di masa mendatang. Belajar berdikari harus ditanamkan pada anak-anak sejak masa dini. Orangtua harus banyak berperan dalam mendidik buah hatinya supaya dapat belajar mandiri. Walau tak mudah dan membutuhkan hati nan sangat berkomitmen dalam mendidik generasi nan tidak boleh lemah, membangkitkan rasa berdikari pada anak ini memang harus terus dilakukan.



Orangtualah nan Bertanggungjawab

Mendidik anak buat menjadi pembelajar berdikari bukan berarti menyerahkan sepenuhnya proses belajar kepada guru, guru les, atau bimbingan belajar. Orangtua tetap harus mengambil peranan dalam membentuk kemandirian anak dalam hal belajar. Bahkan orangtualah nan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak-anaknya. Orangtua wajib menyalahkan dirinya sendiri ketika anak-anaknya tumbuh tak pada jalan penuh dengan tuntunan nan benar.

Guru dan siapapun selain orangtua ialah fasilitas bantuan. Orangtualah nan mencarikan fasilitas donasi itu demi membuat anak-anaknya menjadi anak nan berdikari secara jiwa dan raga. Kemandirian ini akan terlihat ketika sang anak telah dapat melangkahkan kaki dirinya sendiri pada jalan nan dipilihnya. Ia akan dengan mantap menetapkan jalan nan akan ditempuhnya demi masa depannya. Ia tidak akan berpaling pada jalan nan akan menghanyutkan dirinya pada arus kesalahan. Bahwa hayati tidak boleh melakukan kesalahan apapun sebab apapun nan diperbuat harus dipertanggungjawabkan.

Fasilitas ampunan memang terbuka tetapi apakah masih ada waktu memasuki gerbang partaubatan dan mengambil jatah melakukan taubat? Anak-anak nan mandairi secara pikiran, tahu akan hal itu. Ia akan menjaga dirinya dari hal-hal nan kan merongrong jiwanya dan mengelupas lapisan keimanannya secara perlahan. Kehidupan global nan menggoda terkadang memang menggiring orang menjadi sangat tidak berdaya. Mereka ingin menjadi seperti orang-orang nan menari di atas makanan dan minumannya. Mereka juga ingin tertawa dalam kesukaan nan luar biasa. Tetapi kehidupan nan seperti itu memang hanya semu. Buakn suatu kehidupan nan sebenarnya diharapkan.

Hanya anak-anak nan berdikari secara mental nan akan mampu berpikir seperti itu. Untuk mendapatkan anak-anak nan berdikari secara mental itu, anak-anak ini juga harus berdikari dalam urusan lainnya. Mereka harus menjadi pembelajar nan tahu bagaimana belajar. Mereka harus menjadi anak-anak sekolah nan berdikari dan mengenal dirinya dengan baik. Ia tahu apa nan ingin dipelajarinya dan bagaimana mempelajarinya.



Bila Ilmu Orangtua Kurang

Meskipun orangtua mungkin tak begitu mengerti pendidikan anak-anak di masa sekarang ini, orangtua dapat mengambil peran sebagai pendamping atau sebagai pemberi motivasi supaya anak dapat belajar dengan mandiri. Bagaimanapun tanggung jawab mendidik anak itu ada di pundak orangtua. Dengan terbatasnya ilmu mereka, bsia saja mereka menjadi pendamping. Tetapi hal ini tak dapat menjadi alasan nan membuat orangtua agak mundur dalam mendidik anak-anaknya.

Tipe anak-anak sekolah berbeda-beda. Karena itu, orangtua sebagai pendidik di rumah ataupun guru sebagai pendidik di sekolah harus dapat memahami ciri masing-masing anak. Dengan memahami ciri anak, maka orangtua ataupun guru akan lebih mudah mendidik anak sinkron dengan ciri masing-masing. Adanya kerelaan orangtua dan guru dalam hal merendahkan hati mereka terhadap anak-anak nan masih belum paham tentang global itu, akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih mudah.

Tidak ada pukulan dan tak ada nada tinggi kemarahan dari para pendidik itu. Mereka sadar bahwa anak-anak harus belajar dari kelembutan dan afeksi dan bukan dengan kekerasan. Kekarasan hanya akan melahirkan kekerasan nan berlanjut. Bila cinta nan diberikan, maka mereka akan menjadi penyebar cinta nan sejati. Selanjutnya, anak-anak itu akan menyebarkan kemandirian dalam apapun dengan cinta kasih dan bukan dengan kekerasan.
Ciri-Ciri Pembelajar Mandiri

Dengan mengetahui ciri-ciri seorang pembelajar mandiri, orangtua dapat mengenali tipe anak sehingga lebih mudah dalam mengarahkan dan membimbing anak sehingga dapat menjadi seorang pembelajar mandiri. Berikut ini beberapa karakteristik dari seorang pembelajar mandiri:

Inisiatif atau dorongan internal

Belajar berdikari bukan berarti belajar sendiri, terlepas dari orangtua atau guru. Anak-anak nan berdikari selalu memiliki inisiatif sendiri atau dorongan internal buat memulai belajar. Tanpa disuruh orangtua ataupun guru. Mereka seolah telah merasakan satu kehausan tersendiri bila telah menyangkut ilmu. Mereka tak akan puas dengan hanya mengetahui sesuatu dari definisi saja. Mereka akan mencari contoh. Bahkan sering kali, anak-anak berdikari ini akan melakukan eksperimen sendiri nan akan memuaskan dahaga keilmuan nan ia rasakan.

Ia juga akan mencri orang-orang terbaik nan ada di sekitarnya nan sekiranya dapat memberikan keterangan nan akan melegakannya. Ia tak segan melakukan banyak hal nan melebihi tanggungjawab nan telah diberikan kepadanya. Ia akan terlihat menonjol dari nan lain. Ia mungkin akan terlihat dewasa atau malah terlihat masih begitu belia. Tetapi pemikiran dan caranya memecahkan masalah cukup membuat orang nan ada di sekitarnya menjadi kaget. Pada suatu ketika, anak-anak seperti ini malah akan semakin mengagetkan ketika ia mau keluar dari sekolah dan memulai petualangannya mencari jawaban dari apa nan ada dalam benaknya.

Mengerti Tujuan

Pembelajar berdikari mengerti tujuan nan ingin dicapai dari belajarnya. Bukan hanya sekedar penyelesaian tugas, tetapi pencapaian nan lebih dari baku dan mendapatkan kepuasan tersendiri. Mereka tahu apa nan mereka butuhkan dan tak akan membuang waktu dalam hal mencari tahu jawaban dari apa nan mereka butuhkan. Mereka mungkin penuh dengan pertanyaan nan sulit dijawab. Namun, itulah nan harus dihadapi oleh orangtua atau guru nan mendidik anak-anak berdikari ini.

Kreatif Mencari Bahan Belajar

Bahan belajar bukan hanya dari buku-buku pelajaran nan disediakan dari sekolah atau surat keterangan guru. Akan tetapi, dapat juga dicari lewat internet. Seorang pembelajar berdikari selalu kreatif buat mencari sumber buat bahan belajarnya. Pergi ke berbagai perpustakaan dan toko buku, buakn sesuatu nan menyusahkan hatinya. Ia akan selalu mempunyai waktu dan tenaga buat ke loka sumber ilmu itu.

Pandai Mengenal Diri sendiri

Pembelajar berdikari dapat mengenali dirinya sendiri dan menentukan metode belajar nan cocok buat dirinya. Mungkin dengan belajar berkelompok, sambil mendengarkan musik, sambil corat-coret, atau lebih suka otodidak dalam suasana sunyi.



Peran Orangtua dalam Mendidik Anak

Mendidik anak-anak sekolah belajar berdikari tak dapat diserahkan sepenuhnya kepada guru di sekolah. Peranan orangtua dalam mendidik anak belajar berdikari sangatlah penting. Apa saja peran orang tua dalam mendidik anak belajar mandiri? Berikut klarifikasi singkatnya:

Motivasi

Belajar nan dipaksakan hanya akan memberi imbas negatif kepada anak. Orangtua harus dapat membuat anak belajar dengan nyaman. Menciptakan suasana belajar nan menyenangkan akan sangat membantu anak dalam proses belajar mandiri. Berikan motivasi belajar kepada anak saat mereka malas atau mulai putus harapan sebab menemui kesulitan. Beri dorongan buat terus berusaha atau mencari alternatif solusi dari kesulitan belajarnya. Jangan mematahkan semangat anak saat mereka mulai menikmati masa belajarnya.

Bimbingan

Membimbing bukan berarti selalu membantu anak dalam mengerjakan tugas mereka. Bukan juga berarti orangtua selalu mendampingi anak saat belajar. Orangtua dapat melakukan kegiatan lain di dekat loka belajar anak. Orangtua dapat membimbing dalam menyiapkan dan mencari bahan buat proses belajar anak atau membantu mengevaluasi proses belajar anak misalnya dengan memberikan tes dari bahan nan baru dipelajari. Jangan langsung menjawab pertanyaan saat anak menemukan kesulitan. Berikan kesempatan bagi anak buat menemukan jawaban dan orangtua dapat memberikan koreksi buat jawaban nan tak sesuai.

Rasa Percaya Diri

Rasa percaya diri harus ditanamkan kepada anak sekolah sejak dini. Jangan mengerjakan tugas nan sebenarnya dapat dilakukan sendiri oleh anak. Hargailah setiap usaha nan telah dilakukan oleh anak dan jangan langsung turun tangan dalam setiap kesulitan nan dihadapi anak. Setiap kesempatan nan diberikan kepada anak buat menyelesaikan sendiri kesulitannya akan membuat anak semakin percaya diri.

Kebiasaan dan Kedisiplinan

Menciptakan Norma dapat dilakukan orangtua dengan menentukan waktu belajar rutin nan disesuaikan dengan kegiatan anak setiap harinya. Tugas orangtua ialah mengingatkan anak buat memenuhi jadwal tersebut. Terapkan kedisiplinan pada anak terhadap jam belajar nan telah ditentukan.