Dampak Pencemaran Pantai dan Bahari bagi Kesehatan Manusia

Dampak Pencemaran Pantai dan Bahari bagi Kesehatan Manusia

Indonesia merupakan negara dengan garis pantai terpanjang kedua di global setelah Kanada dengan garis pantai sekitar 95.000 km, tetapi sayangnya taraf pencemaran pantai kita mencapai 20 persen. Di Jakarta saja 14.000 meter kubik sampah masuk setiap harinya. Tak heran bila kita lihat Teluk Jakarta dan Kepulauan Seribu dengan mudah ditemukan sampah di sepanjang pantainya, mirip dengan loka pembuangan sampah.

Bahkan, penelitian nan dilakukan oleh ahli kelautan dari Institut Pertanian Bogor (IPB), menyatakan bahwa kadar silikat di kedua kawasan perairan itu mencapai 52.156 ton, fosfat mencapai 6.741 ton, dan nitrogen mencapai 21.260 ton. Padahal, Teluk Jakarta ialah salah satu sentra hasil perikanan bahari di Jakarta.



Penyebab Pencemaran Pantai

Banyak faktor nan menyebabkan parahnya pencemaran pantai nan terjadi, di antaranya adalah:



1. Limbah Pemukiman

Limbah pemukiman ialah penyumbang terbesar sampah rumah tangga. Pehatikanlah sungai nan bermuara ke laut, airnya cokelat, sarat dengan berbagai limbah rumah tangga. Hal ini disebabkan kurangnya pencerahan masyarakat buat menjaga lingkungan. Sampah dengan seenaknya dibuang ke sungai. Tak mengherankan bila saat genre sungai memasuki muara, maka sampah nan dibawanya pun masuk ke pantai sehingga menimbulkan pencemaran.



2. Wisata Pantai

Pantai Indonesia nan latif menyebabkan banyak nan dijadikan objek wisata, sehingga ratusan orang datang setiap harinya buat berekreasi. Namun, tidak semua pengunjung memiliki pencerahan nan tinggi dalam menjaga kebersihan pantai. Sebagian besar malah tak peduli, membuang sampah sekenanya, tidak menghiraukan dampak nan akan ditimbulkannya. Padahal, dengan banyaknya sampah nan berserakan akan merusak pemandangan, gambaran pantai kita akan rusak sehingga akan mengurangi minat wisatawan nan datang.



3. Tumpahan Minyak

Kecelakaan nan terjadi di bahari bila melibatkan kapal tanker nan membawa ribuan ton minyak niscaya akan menimbulkan pencemaran nan sangat hebat. Kejadian seperti ini sering terjadi, seperti peristiwa di Tanjung Memban, Nongsa, Batam pada Kamis 14 Januari 2010. Dampak peristiwa itu, perairan di sekitarnya menghitam dampak puluhan ton minyak mentah nan tumpah. Pencemaran bahkan mencapai bibir pantai sehingga mengakibatkan matinya biota bahari di dalamnya.



4. Limbah Industri

Limbah industri menghasilkan logam berat seperti As (arsen), Hg (raksa), Pb (timbal), Cd (cadmium), Zn (seng), dan Ni (nikel). Logam-logam berat tersebut sangat membahayakan kesehatan makhluk hidup. Bahkan bisa menyebabkan stigma dan kematian seperti kasus Minahasa, nan mengakibatkan warga mengalami sakit nan luar biasa dampak arsen.

Dampak lainnya nan tak kalah merugikan dampak limbah industri ini ialah terganggunya lingkunganhidup, ekosistem, dan keanekaragaman hayati, karena air nan tercemar bisa mematikan berbagai organisme nan hayati di dalamnya.



Solusi Pencemaran Pantai

Untuk bisa mengembalikan lingkungan pantai nan higienis dan sehat, maka bisa dilakukan langkah-langkah sebagai berikut.



1. Pembangunan Alat Pengolahan Limbah

Limbah cair bila diolah bisa diubah menjadi bahan nan berguna. Sebagai contoh limbah pabrik tekstil. Bila diolah ternyata bisa menghasilkan produk sabun pencuci mobil. Kelebihan solusi ini ialah banyaknya bahan limbah nan tersedia. Namun sayang, masih memerlukan biaya tinggi buat bisa merealisasikannya.



2. Daur Ulang

Demikian pula dengan limbah padat, seperti sampah. Sampah nan berserakan di sepanjang pantai bila dilakukan daur ulang akan bisa memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat di sekitarnya.



3. Penegakan Hukum

Pengawasan nan ketat bagi para pelaku pencemaran tak akan maksimal bila tak disertai dengan payung hukum nan jelas. Untuk itulah diperlukan peraturan atau undang-undang nan mengatur hal ini agar hukuman tegas bisa diberlakukan bagi siapa pun pelakun pencemaran pantai .



4. Tindakan Persuasif

Banyaknya masyarakat nan menggantungkan hidupnya di sungai menjadi dilema tersendiri bagi usaha pelestarian lingkungan. Sepanjang sungai Ciliwung misalnya, dengan mudah ditemukan rumah-rumah bedeng di sepanjang alirannya. Padahal jelas, hal tersebut berbahaya bagi diri mereka sendiri dan bagi lingkungan. Untuk itulah diperlukan tindakan persuasif agar timbul pencerahan menjaga kebersihan lingkungan.



Dampak Pencemaran Pantai dan Bahari bagi Kesehatan Manusia

Pencemaran pantai itu tak hanya berdampak pada lingkungan sekitar, tetapi berdampak pula pada kesehatan manusia. Berikut ini akan dibahas seputar pencemaran pantai nan berdampak pada kesehatan manusia.

Air bahari merupakan sebuah komponen nan melakukan hubungan dengan lingkungan darat, yaitu buangan limbah dari darat akan bermuara di laut. Air bahari pun ialah sebuah loka pembuangan polutan atau bahan cemar nan jatuh dai atmosfer.

Limbah-limbah nan mengandung polutan ini lalu masuk ke ekosistem perairan pantai dan laut. Sebagian limbah ini ada nan larut ke dalam air, ada nan tenggelam ke dasar lalu terkontaminasi ke sedimen, dan sisanya masuk ke jaringan tubuh organisme bahari (ikan, fitoplankton, kerang, cumi-cumi, rumput laut, dan lain sebagainya).

Polutan ini akan mengikuti rantai makanan, baik itu fitoplankton hingga ikan predator nan akhirnya akan sampai juga ke manusia. Jika polutan ini masuk ke dalam jaringan tubuh organisme bahari dalam konsentrasi cukup tinggi dan organisme ini diolah menjadi bahan makanan, maka akan sangat berbahaya buat kesehatan manusia.

Kesehatan manusia itu begitu dipengaruhi oleh makanan nan dikonsumsi. Makanan nan berasal dari wilayah nan tercemar niscaya sangat berbahaya dikonsumsi karen niscaya makanannya juga tercemar. Sama halnya dengan pencemaran pantai. Makanan bahari atau seafood yang berasal dari pencemaran pantai juga niscaya mengandung bahan polutan nan tinggi.

Salah satu polutan dalam pencemaran pantai nan paling berbahaya bagi kesehatan manusia yaitu logam berat. Organisasi Kesehatan Global atau World Health Organization (WHO) dan Organisasi Pangan Global atau FAO (Food Agriculture Organization) menyarankan buat tak memakan seafood nan telah tercemar logam berat.

Logam berat ini sudah lama diketahui memiliki daya racun nan sangat potensial serta mempunyai kemampuan ganda di dalam organ tubuh manusia. Bahkan, banyak juga nan sampai menyebabkan kematian. Logam-logam berat nan dianggap berbahaya di antaranya ialah kadmium (Cd), mercury (Hg), tembaga, (Cu), timbale (Pb), dan nan lainnya.



1. Mercury

Mercury atau air raksa merupakan salah satu logam berat nan berbentuk cair. Terjadinya pencemaran pantai oleh mercury lebih cenderung disebabkan oleh faktor manusia daripada faktor alam. Pencemaran mercury mulai dianggap krusial sejak adanya kasus Minamata di Jepang pada 1953. Ketika itu, banyak orang terserang penyakit mematikan dampak memakan ikan, udang, kerang, dan makanan bahari lainnya nan mengandung mercury.

Ditemukan fakta bahwa konsentrasi atau kandungan mercury di dalam rambut sejumlah pasein di rumah sakit Minamata berjumlah lebih dari 500 ppm. Masyrakat Minamata nan memakan seafood tercermar dalam jumlah banyak tersebut mengalami penyakit lumpuh, syaraf, hilangnya indera perasa, dan banyak juga nan meninggal.



2. Kadmium

Kadmium (Cd) menjadi terkenal sebagai jenis loga berat berbayata setelah munculnya pencemaran sungai di daerah Kumamoto, Jepang, nan mengakibatkan keracunan pada warga sekitar. pencemaran logam berat ini pada air minum di Jepang menyebabkan penyakit nan bernama itai-itai.

Gejala penyakit ini tandanya ialah adanya ketidaknormalan tulang serta sejumlah organ tubuh menjadi mati. Keracuanan parah nan diakibatkan oleh kadmium yaitu terjadinya kerusakan sistem fisiologis tubuh seperti pernapasan, penciuman, sirkulasi darah, kerapuhan tulang, merusak ginjal, dan merusak jantung.



3. Timbal

Timbal (Pb) juga merupakan bagian dari logam berat nan memiliki daya toksitas tinggi terhadap manusia karena mampu merusak perkembangan otak pada anak-anak, anemia, terjadinya penyumbatan sel-sel darah merah, dan berperngaruh pada anggota tubuh lainnya. Timbal dapat langsung diakumulasi dari air serta dari sedimen oleh organisme laut.

Kini, pembuangan timbal ke atmosfer menunjukkan peningkatan tajam dampak adanya pembakaran minyak dan gas bumi nan ikut memengaruhi divestasi timbal ke atmosfer.

Itulah akibat pencemaran pantai terhadap kesehatan manusia. Semoga bermanfaat!