a. Tujuan Homeschooling

a. Tujuan Homeschooling



Sekilas tentang Makalah Pendidikan

Dalam membuat sebuah makalah pendidikan, ada beberapa hal nan harus diprioritaskan sebagai poin primer nan berpengaruh besar terhadap global pendidikan. Satu di antara beberapa hal tersebut ialah pentingnya proses pendidikan dalam perkembangan fisik dan psikis anak.

Mayoritas makalah pendidikan lebih mengutamakan materi pendidikan secara akademis sehingga nan dibicarakan lagi-lagi mengenai kurikulum serta cara generik buat menyampaikan materi tersebut kepada para siswa. Misalnya saja, makalah mengenai pentingnya mempelajari ilmu pengetahuan alam di sekolah dasar.

Dalam makalah tersebut, tak disebutkan hakikat sebenarnya dari proses pembelajaran ilmu pengetahuan alam tersebut. Yang dijelaskan dalam makalah hanyalah berkisar tentang materi kurikulum ilmu pengetahuan alam. Tidak ada pembahasan spesifik mengenai pelaksanaan siswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan alam di dalam kehidupan sehari-hari.

Padahal,esensi dari sebuah makalah mengenai pendidikan bukanlah bagaimana sebuah materi dijelaskan dengan baik sehingga anak dapat menghapalkan materi tersebut, melainkan agar anak dapat mencerna maksud dan tujuan pendidik dan pengajar memberikan ilmu pengetahuan tersebut.

Lantas, makalah nan kemudian didiskusikan itu tak memberikan banyak laba dan akibat positif terhadap global pendidikan. Para pengajar dan pendidik tetap mengajar dan mendidik dengan cara mereka masing-masing, dan tak terlalu memikirkan kepentingan siswa dalam berkembang mengaplikasikan ilmu nan diajarkan oleh para pendidik dan pengajar tersebut.

Secara missal, anak-anak hanya diajarkan bagaimana menghitung, menghapal, dan mengerjakan soal ujian dengan baik. Akan tetapi, sangat sedikit pendidik nan mampu membahasakan pedagogi ke dalam bentuk nan lebih menyeluruh sehingga siswa paham apa nan diajarkan dan bagaimana mengaplikasikannya di dalam kehidupan sehari-hari.

Orientasi nilai inilah nan sebetulnya kurang tepat diterapkan dalam global pendidikan sehingga tak sedikit orang tua nan memilih jalur pendidikan homeschooling agar anak mereka dapat mendapatkan pendidikan, pengajaran, dan perkembangan psikologis secara terarah.



Apa nan Dimaksud dengan Jalur Pendidikan Homeschooling ?

Dua tahun nan lalu, makalah pendidikan banyak membahas tentang homeschooling , kegunaan dan kelemahan sistemnya. Sekarang walaupun hal nan berkaitan dengan homeschooling tak kalah pamornya dengan warta nan menyangkut mafia pajak dan PSSI, tampaknya masyarakat Indonesia semakin mengenal sistem belajar nan dilakukan di rumah ini.

Berikut ialah beberapa hal nan menjadi alasan kebanyakan orang tua memilih jalur pendidikan homeschooling dibandingkan dengan jalur pendidikan biasa, serta hal-halpenting nan harus diperhatikan saat hendak memilih pendidikan di jalur tersebut.



a. Tujuan Homeschooling

Orang tua nan memutuskan membuat anak-anaknya belajar di rumah tentunya setelah melakukan survei dan telah merenungkan banyak hal serta setelah membuat banyak sekali pertimbangan. Pada akhirnya tujuan homeschooling ini sebagai bentuk tanggung jawab amanah nan telah diberikan kepada orangtua.

Mungkin orangtua melihat bahwa ada kendala mental nan tidak mungkin dapat diatasi bila anaknya bersekolah di loka umum. Hal ini biasanya dialami oleh orangtua nan mempunyai anak-anak dengan kebutuhan khusus.

Selain itu, orangtua dengan anak-anak nan mempunyai talenta tertentu, misalnya di bidang musik dan olahraga, juga sering menemukan kemudahan memberikan pendidikan kepada anak-anaknya melalui sistem homeschooling ini. Dengan demikian, anak-anak tersebut tidak harus terganggu oleh hal-hal di luar pengembangan bakatnya.



b. Tekad dan Komitmen

Konsekuensi nan dihadapi oleh orangtua nan memutuskan menggunakan konsep homeschooling ini ialah bahwa orangtua ialah guru anaknya. Orangtua harus tahu tentang kurikulum pendidikan sehingga ketika anak butuh mengikuti tes penyetaraan dalam bentuk Kejar Paket A dan B, anak sudah siap. Hal ini juga sebagai bentuk menghindarkan anak dari rasa tidak nyaman ketika berteman dengan teman-temannya nan bersekolah di loka umum.

Membentuk komunitas homeschooling seperti nan dilakukan oleh Kak Seto dan Dewi Hughes juga merupakan salah satu bentuk tekad dan komitmen orangtua terhadap kemajuan pendidikan anak-anaknya. Komunitas ini juga memungkinkan anak berteman dengan teman-teman sebayanya. Perlu diketahui bahwa anak-anak nan bersekolah dengan sistem homeschooling lebih banyak berteman dengan orang-orang nan jauh lebih tua atau jauh lebih muda.



c. Keahlian

Pendapat nan mengkhawatirkan masa depan anak-anak homeschooling mengatakan bahwa tanpa ijazah anak-anak tersebut tidak dapat melamar pekerjaan di perusahaan-perusahaan besar. Padahal zaman sudah berubah. Kini orang lebih melihat keahlian dan kemampuan tanpa terlalu menekankan keberadaan ijazah.

Porto folio nan dimiliki oleh anak-anak homeschooling ialah sebuah bukti keahlian nan telah diraihnya. Bukankah masa depan tidak harus ditentukan dengan menjadi pekerja di perusahaan. Bila perlu anak-anak homeschooling ini membuka perusahaan sendiri sebab mereka sudah lebih dulu tahu tentang kehidupan nan sesunggguhnya lewat majemuk program pemagangan dan kolaborasi nan telah dilakukan selama ini.

Pada saat teman-teman sebayanya berjibaku dengan pelajaran teori di sekolah, mereka terjun langsung ke objek nan sedang mereka pelajari. Keahlian dan talenta nan sudah mereka punyai juga akan menemukan ruang nan cukup bagi pengembangannya.



d. Menutupi Kelemahan

Haji Agus Salim ialah salah satu tokoh nan mendidik langsung anak-anaknya. Tapi Haji Agus Salim memang sangat cerdas dan memiliki kemampuan mendidik anak-anaknya. Bila orangtua tidak mampu mendidik anaknya buat mata pelajaran tertentu, dapat memanggil guru privat handal. Untuk bahan praktek, orangtua dapat bergabung dengan orangtua nan lain nan juga menyelenggarakan homeschooling.



e. Biaya

Dana nan dikeluarkan buat konsep belajar seperti ini dapat lebih mahal dari sekolah swasta, tapi juga dapat lebih murah dari sekolah negeri. Biaya sangat nisbi dan sangat bergantung pada kepentingan anak.



Hakikat Pendidikan

Pendidikan dan pedagogi ialah dua hal nan serupa tapi tidak sama. Secara hakikat, pendidikan memiliki nilai filososfis lebih dibandingkan dengan pengajaran. Dalam mengajar, seorang pengajar hanya perlu memberikan materi dengan berbagai metode pedagogi nan sinkron terhadap siswa mereka.

Akan tetapi, dalam mendidik, seorang pendidik tak hanya memberikan materi pengajaran. Seorang pendidik dituntut buat memberikan pemahaman kepada muridnya agar mereka memahami fungsi, maksud, dan tujuan dari pendidikan nan dilakukannya.

Dengan cara mendidik, seorang anak akan lebih berkembang secara psikis dibandingkan anak nan hanya mendapatkan bahan atau materi ajar nan dapat diberikan oleh siapa saja.

Dalam ranah ini, siswa tak hanya berorientasi terhadap nilai dan berapa banyak materi nan sukses dihapalkannya. Siswa justru dituntut buat lebih kreatif dalam mengaplikasikan ilmu nan didapatkannya ke dalam kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, pendidik diharapkan memiliki kemampuan dan kepribadian nan sangat matang dalam mengajar dan memberikan pengarahan terhadap muridnya. Karena dengan kepribadian nan matang, seorang murid juga dapat mencontoh apa nan dilakukan oleh guru didiknya.

Hal tersebutlah nan menjadi salah satu faktor nan membuat banyak orang tua lebih memilih jalur pendidikan homeschooling dibandingkan jalur akademik biasa. Di dalam jalur pendidikan ini, anak dan pendidik memiliki waktu nan sangat lama serta kondisi nan sangat intim buat dapat mencari pengertian satu sama lain.

Keduanya memiliki kesempatan nan sama buat dapat mengenal hakikat pendidikan, yakni mendidik dengan hati dan menerima pendidikan dengan lapang dada. Alasan seperti itulah nan mungkin menjadi faktor primer mengapa anak nan bersekolah di rumah jauh lebih berdikari dan memiliki banyak keahlian spesifik sinkron dengan minat dan bakatnya.



Penyusunan Makalah Pendidikan

Makalah pendidikan ialah sebuah karya tulis ilmiah nan menelaah masalah pendidikan di sekolah. Dalam makalah ini seorang penulis mencoba buat mengklasifikasi masalah nan ada dan selanjutnya menentukan masalah nan hendak ditelaah.
Untuk kebutuhan tersebut, maka penulis melakukan penelitian terhadap segala hal nan bisa menjadi penyebab masalah. Selanjutnya, penulis menganalisa dengan menerapkan beberapa metode buat bisa mencari solusi atas permasalahan tersebut.

Dari hasil penerapan metode tersebut, maka ditemukanlah solusi pemecahan masalah dan dinyatakan dalam sebuah kesimpulan. Pada akhirnya, penulis memberikan saran kepada sidang pembaca jika menghadapi masalah nan sama.

Tetapi, selama ini penyusunan makalah pendidikan di sekolah masih terasa sulit. Sangat banyak dari kita nan mengalami kesulitan saat dihadapkan pada tugas menyusun makalah, khususnya makalah pendidikan.
Bahkan, mahasiswa pun masih banyak nan kesulitan menyusun makalah. Mereka terpaksa harus bersusah payah mencari informasi mengenai tulisan berbentuk makalah. Bahkan, tak sedikit nan melakukan langkah memalukan dengan meng-copy paste makalah nan didapatkan di internet.



Langkah penyusunan makalah pendidikan

Untuk bisa menghasilkan makalah pendidikan nan baik sinkron dengan baku nan berlaku,maka Anda perlu memahami langkah-langkah penyusunan makalah. Langkah-langkah ini sangat krusial buat menjaga agar arah tulisan tak menyimpang dari tema atau topik nan sedang ditulis.
Sebagai karya tulis ilmiah, maka makalah pendidikan disusun berdasarkan langkah-langkah nan sistematis dan menggunakan kaidah penulisan tertentu. Salah satu langkah nan seringkali diterapkan ialah metode ilmiah.

Dengan metode ilmiah ini, maka penyusunan makalah pendidikan oleh siswa bisa menyampaikan segala hal terkait dengan isi nan hendak ditelaah.

Struktur penulisan makalah pendidikan meliputi :



Bagian Awal

Bagian awal ialah bagian nan berisi tentang informasi dasar terkait dengan masalah nan sedang ditelaah. Dari bagian awal ini, maka pembaca segera mengetahui apa nan sebenarnya sedang dipermasalahan dalam makalah pendidikan.
Dengan memperhatikan dan memahami bagian ini, sudah jelas tergambarkan masalah dan langkah penyelesaian atas masalah tersebut. Oleh sebab itulah, maka sangat perlu bagi pembaca buat memahaminya. Bagian ini terdiri atas:



Pembuka

Bagian ini berguna buat memikat pembaca terhadap tulisan nan kita buat. Untuk memikat pembaca, Anda bisa melakukan berbagai macam cara, misalnya dengan cerita kecil nan merupakan latar belakang makalah pendidikan kita. Bagian ini disusun semenarik mungkin agar mampu menumbuhkan minat pembaca.



Fokus

Pada bagian ini, perhatian pembaca difokuskan pada masalah dengan mengemukakan topik dan masalah nan sedang dibahas dalam makalah pendidikan tersebut.
Ide pokokIde pokok atau gagasan pokok ini merupakan salah satu lemparan solusi nan dimiliki dan berharap bisa menjadi pemikat bagi pembaca buat secara serius mengikuti pembahasan makalah pendidikan tersebut.



Bagian Batang Tubuh

Bagian batang tubuh dari makalah pendidikan ialah loka Anda menjabarkan segala hal nan sudah tercantum dalam bagian awal makalah pendidikan.
Pada bagian ini, Anda dapat mencoba buat mengeksplorasi konsep dasar nan dimiliki terkait dengan masalah nan dibahas.

Gagasan pokok makalah pendidikan dijabarkan dalam beberapa bagian. Setiap bagiannya berisi gagasan pengembang nan terdiri atas pikiran primer dan pikiran penjelas. Dan, buat memperjelas konsep nan ditanamkan, maka pada bagian ini Anda bisa memasukkan kutipan-kutipan nan terkait dengan makalah pendidikan. Kutipan-kutipan ini bertugas buat memperkuat konsep nan dinyatakan.

Gagasan nan satu dengan gagasan nan lainnya disinkronkan sehingga makalah pendidikan nan disusun merupakan sebuah tulisan dengan taraf integritas tinggi. Hal ini sangat krusial karena tulisan nan mempunyai taraf integritas tinggi merupakan tulisan nan utuh.
Pada bagian ini, Anda juga boleh menyampaikan konklusi awal dari proses pembahasan nan dilakukan. Dengan konklusi awal ini, diharapkan ada citra jelas mengenai masalah nan Anda bahas dalam makalah pendidikan.



Bagian Penutup

Bagian ini merupakan bagian akhir dari makalah. Pada bagian ini, Anda mencoba buat memberikan citra secara lengkap segala hal nan didapatkan dari penelaah masalah. Citra kondisi ini nan sesungguhnya sedang diupayakan sebagai jawaban atas kondisi nan terjadi.
Bagian epilog terdiri atas konklusi dan saran-saran. Konklusi nan disampaikan merupakan hasil dari penelaahan atas masalah pokok dalam makalah.

Bagian saran berisi masukan pada semua pihak atas kondisi nan terjadi di sekolah. Dengan saran-saran ini, diharapkan ada perubahan kerangka berpikir atas masalah nan ada. Saran-saran nan disampaikan pada bagian epilog ini mencoba buat mengajak pembaca agar melakukan sesuatu buat mengurangi atau meniadakan masalah nan ada, khususnya dalam global pendidikan kita.