Membudidaya Tanaman Buah Tomat

Membudidaya Tanaman Buah Tomat

Siapa nan tidak mengenal buah tomat . Hampir setiap hari kita melihatnya di pasar, atau tempat-tempat penjualan sayuran dan buah-buahan. Rasanya nan segar dan manis-manis asam, cocok dikonsumsi langsung ataupun dijadikan penyedap masakan.



Mengenal Buah Tomat

Tomat memiliki nama Latin Solanum lycopersicum syn. Lycopersicum esculentum . Ia ialah buah orisinil dari benua Amerika, tepatnya di Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Pohon tomat bisa tumbuh sampai 3 meter tingginya, dan memiliki siklus hayati nan singkat.

Kata tomat berasal dari bahasa Nahuatl, tomatl . Bahasa Nahuatl ialah bahasa nan digunakan oleh bangsa Indian Aztec. Bangsa Aztec nan tinggal di wilayah Amerika tengah dan selatan sudah akrab dengan tomat. Syahdan tomat baru tersebar ke benua lainnya setelah penjajah Spanyol datang ke Amerika tengah dan selatan lalu menyebarluaskannya.

Menurut catatan sejarah, Spanyol membawa tomat ke Filipina (saat itu Spanyol menjajah Filipina), sehingga Filipina merupakan titik penyebaran tomat di Asia; khususnya Asia Tenggara. Tomat dapat tumbuh di mana saja, terutama di wilayah dengan iklim Mediterania.

Sampai sekarang, ada majemuk jenis tomat nan dibudidayakan. Berdasarkan warnanya, ada tomat hijau, tomat merah, kuning, jingga, keunguan, sampai belang-belang. Sementara itu berdasarkan bentuk dan ukurannya, tomat dibedakan menjadi:

  1. Tomat granola; bentuknya bulat, pangkal buahnya mendatar. Dikenal juga sebagai tomat buah sebab dapat langsung dikonsumsi.

  2. Tomat gondol; bentuknya lonjong, sering kali diolah menjadi saus. Di Indonesia, tomat gondol hijau sering dibudidaya. Buah ini juga dapat langsung dikonsumsi.

  3. Tomat sayur; yaitu tomat nan daging buahnya padat sehingga sering kali dimanfaatkan dengan cara diolah menjadi masakan.

  4. Tomat ceri; yaitu tomat kecil-kecil seperti ceri. Disebut juga sebagai tomat ranti.

Setiap wilayah di global memanfaatkan tomat dengan berbagai cara. Mulai dari dimakan langsung, dijadikan lalapan, diolah menjadi saus, dijadikan bahan masakan, dan dijadikan minuman segar.



Kandungan dan Manfaat Buah Tomat

Tomat kaya akan lycopene nan baik buat kesehatan. Selain itu, tomat juga mengandung zat-zat lain. Dalam 100 gram tomat merah matang, terdapat:

  1. 75 kJ energi
  2. 4 gram karbohidrat
  3. 2,6 gram gula
  4. 1 gram diet serat
  5. 0,2 gram lemak
  6. 1 gram protein
  7. 95 gram air
  8. 13 mg vitamin C

Buah ini memiliki beberapa khasiat nan luar biasa buat tubuh kita saat ini. Bumi sekarang berada di tengah krisis. Lapisan ozon semakin menipis akan membuat hal-hal di sekitar kita menjadi tercemar.

Lapisan ozon rusak sebab ada banyak zat karbondioksida nan muncul, seperti asap pabrik, banyaknya kaca, dan banyaknya kendaraan. Jika kita terlalu sering berada di lingkungan tersebut, secara perlahan itu dapat menjadi akibat jelek bagi kesehatan.

Buah ini dapat menjadi salah satu solusi nan tepat bagi kesehatan tubuh kita dalam mengatasi semakin buruknya akibat lingkungan tersebut. Buah tomat yang bagus mempunyai kandungan alamiah berupa zat nan mampu menangkal serta mengimbangi kondisi tubuh dari polusi udara dan cahaya ultra violet nan berlebihan.

Jika dua hal tersebut sudah mulai masuk ke dalam tubuh, maka bukan tak mungkin berbagai organ tubuh kita dapat diserang. Selain menjaga pola hayati nan sehat, tentunya buah ini mampu memberikan sebuah antibodi tersendiri jika kita mengonsumsinya.

Tidak hanya itu, buah ini juga mampu menjaga ekuilibrium kesehatan buat para perokok. Namun bukan berarti perokok tetap boleh merokok sambil terus mengkonsumsi tomat. Alangkah baiknya konsumsi rokok secara bertahap dikurangi, dan secara berkelanjutan mengkonsumsi buah ini.

Beberapa khasiat tomat buat penyakit berbahaya di antaranya ialah menjaga kesehatan tubuh seperti ginjal, hati, pankreas, an mengurangi penyakit usus buntu. Untuk penderita usus buntu, saat mengkonsumsi buah ini, bijinya jangan dikonsumsi. Sebelum menelannya, biji-biji buah ini disisihkan terlebih dahulu.

Selain itu, buah ini juga mampu memperlambat atau bahkan mencegah penyakit kanker. Khasiat nan terkenal dari buah ini ialah mampu menjaga kesehatan mata kita.

Buah ini juga dapat dijadikan minuman. Anda dapat membuat jus tomat. Begitulah sebaiknya mengkonsumsi tomat. Tomat juga bisa digabungkan dengan beberapa jenis makanan nan lainnya, seperti sayuran buat lalapan. Zat positif buah ini dalam menjaga kesehatan akan muncul jika digabungkan dengan jenis makanan atau sayuran lain.

Berbagai penelitian tentunya akan selalu dikembangkan buat buah ini agar fungsinya terus bertambah baik buat menjaga ekuilibrium dari pola hayati seseorang manusia. Sudahkah kita mengonsumsi buah ini buat menjaga ekuilibrium kesehatan hari ini?



Membudidaya Tanaman Buah Tomat

Dalam agribisnis, tomat juga dapat menjadi celah usaha. Sebagai komoditas holtikultura nan krusial dan banyak dibutuhkan, produksi tomat kini kurang baik dari segi kualitas dan kuantitasnya. Oleh sebab itu, peluang buat membudidaya tomat nan baik masih terbuka lebar.

Tumbuhan tomat dapat tumbuh di dataran rendah atau tinggi. Tanah buat menanam harus gembur dan subur, dengan taraf keasaman sekitar 5 - 6. Tumbuhan ini memerlukan curah hujan sebesar 750 - 1.250 mm/tahun. Terlalu banyak curah hujan tak baik bagi tanaman. Sebaiknya udara memiliki taraf kelembaban sebesar 25%.

1. Mempersiapkan huma dan menyemai benih

Siapkan huma nan tanahnya fertile dan belum pernah ditanami. Genangi tanah selama 2 minggu buat mengurangi jumlah nematoda di dalamnya. Siapkan bedengan, parit, dan sebarkan pupuk 5 - 7 hari sebelum tanah ditanami. Setelah itu mulailah membuat lubang tanam sedalam 15 cm dengan diameter 7 - 8 cm di atas bedengan. Jeda antar lubang idealnya 60 x 80 cm.

Pilihlah bibit nan berkualitas. Setelah bibit berdaun 5 - 6 helai, pindahkan ke lapangan. Sirami bibit sore hari sebelum dipindahkan. Untuk menyemai bibit, persiapkan media tanam nan berupa campuran tanah dan pupuk kandang serta natural GLIO.

Masukkan media tanam ke dalam polibag lalu masukkan benih satu per satu ke dalam polibag. Setelah 8 - 10 hari, pindahkan bibit ke bumbunan daun pisang. Sirami setiap hari, jumlah air tergantung pada kondisi dan kelembaban tanah.

2. Menanam dan merawat tanaman

Setelah bibit berusia 3 - 4 minggu, bibit siap ditanam di bedengan. Sirami bedengan dengan air sehari sebelumnya. Lakukan penanaman bibit di sore hari, caranya, buka polibag lalu benamkan bibit sebatas pangkal batang lalu timbun dengan tanah. Setelah itu langsung siram dengan pupuk sinkron dosis.

Dalam perawatannya, cabuti bagian tanaman nan mati, layu, rusak, atau tumbuh tak normal. Tumbuhan buah tomat ini bisa diairi setiap hari, asalkan jumlah airnya tak berlebihan. Waspadai hama terutama jenis ulat-ulatan. Gunakan pestisida alami sinkron keperluan.

Jika tanaman sudah setinggi 10 - 15 cm, segera ikatkan pada ajir. Ini berfungsi agar tanaman berdiri tegak. Jangan ikat terlalu keras agar tanaman tak terluka. Pengikatan harus diperbaiki setiap kali tumbuhan bertambah tinggi 20 cm. Rawat tumbuhan dengan baik sampai berbuah.

3. Memanen buah

Setelah berusia 90 - 100 hari, buah tomat akan matang. Tandanya, kulit buah nan asalnya hijau jadi kekuningan, ujung-ujung daun mengering, batang menguning. Buah nan matang sebaiknya dipanen di pagi atau sore hari saat cuaca sedang cerah.

Cara memanennya, puntir buah sampai tangkainya putus. Puntir satu per satu, jangan petik buah nan belum benar-benar matang. Simpan buah tomatyang sudah matang di dalam keranjang, hindari terkena sinar matahari langsung.