Bukti Kehidupan Mars

Bukti Kehidupan Mars

Sudah lama sekali para pakar astronomi mengatakan bahwa ada kehidupan di Mars. Walau belum dapat dipastikan lebih jauh lagi namun sudah banyak ciri-ciri dari Planet Mars nan menunjukkan kemiripan dengan planet nan kita tempati, Bumi.

Planet Mars juga dijuluki dengan nama planet merah sebab jika terlihat dari jauh warnanya akan terlihat kemerah-merahan. Rona merah tersebut disebabkan sebab adanya besi oksida di permukaan planet tersebut.

Contoh beberapa tanda kehidupan di Mars ialah adanya kawah, gurun, lembah, gunung berapi dan lapisan es juga periode rotasi juga siklus musim nan hampir menyerupai bumi. Selain itu Mars memiliki gunung nan paling tinggi dalam susunan tata surya namanya ialah Gunung Olympus.

Lingkungan dari Planet Mars lebih bersahabat buat kehidupan, bahkan mungkin suatu saat nanti Mars akan dijadikan sebagai Bumi kedua? Siapa tahu. Tapi nanti dulu, ternyata sebelum itu walau memang banyak tanda-tanda nan mendekati bagaimana kehidupan di Bumi namun keadaannya kurang ideal buat hidupnya manusia sebab suhu dan tekanan udara nan rendah.

Dan juga sebagian besar komposisi udara di Mars ialah karbondioksida bukan oksigen. Jika ingin tinggal di sana dan memulai kehidupan, manusia harus menggunakan alat bantu pernafasan.

Walau banyak karakteristik kehidupan, namun jejak kehidupan nan sesungguhnya belum ditemukan pasti. Masih banyak serangkaian penelitian nan harus dilakukan sampai mendapatkan konklusi akhir.
Ada sebuah fitur perbukitan nan unik di Mars, yaitu ada sebuah perbukitan nan jika dilihat akan mirip seperti paras manusia.



Struktur Mars

Nah, inilah struktur-struktur lengkap dari Planet Mars.



1. Tanah

Tanah Mars terdiri dari berbagai unsur-unsur seperti magnesium, potassium, klorida juga sodium. Dan unsur-unsur itu bisa juga ditemukan di bumi dan krusial dalam pertumbuhan tanaman.
Hidrologi

Oleh sebab atmosfer dari Mars nan rendah, maka air tak bisa bertahan di planet ini. Namun pada ketinggian terendah air masih ada dan bisa bertahan meskipun hanya dalam waktu nan singkat.

Mars memiliki lapisan es nan terdiri dari air dan jika es tersebut dicairkan maka volume airnya nan terdapat dalam lapisan es kutub selatan itu akan melapisi permukaan planet secara holistik dan akan mencapai kedalaman 11 meter.

Es nan terdapat di Mars dengan jumlah nan besar terperangkap dalam lapisan kriosfer. Dilihat dari penampakan permukaan dari Mars bahwa air mengalir di permukaan planet. Salah satu karakteristik dari kehidupan di Mars ialah adanya tanda-tanda erosi dengan ditemukannya saluran banjir besar nan ditemui di 25 loka di Mars.

Saluran nan termuda menurut dari dugaan terbentuk beberapa juta tahun nan lalu. Kemudian di loka lain terdapat jaringan lembah bercabang dan menyebar di sepanjang bentangan alamnya. Menurut peneliti, lembah tersebut ialah hasil nan diakibatkan dari salju juga hujan nan terjadi pada awal adanya Planet Mars ini.



2. Lapisan Es Kutub

Seperti halnya di Bumi salah satu contoh kemungkinan adanya kehidupan di Mars ialah adanya dua lapisan es kutub permanen nan dimiliki oleh Mars. Di salah satu kutub lapisan ini diselubungi oleh kegelapan dan membuat musim dingin di Mars. Karena kejadian itu akan membuat atmosfer Mars sebesar 25 persen sampai dengan tiga puluh persennya akan mengembun dan membuat es menjadi kering.

Kemudian setelah musim dingin berlangsung, saat matahari kembali menyinari planet ini, es nan membeku tersebut menyublim dan datanglah angin kencang dengan kecepatan sekitar 400 km/jam.

Pembekuan es di Planet Mars ini atau pembekuan musiman di dekat lapisan es kutub selatan akan membuat terjadinya pembekuan es dengan ketebalan satu meter di atas permukaan. Lalu saat datang musim semi tekanan dari CO2 akan memecahkan lapisan itu. dan mengakibatkan terjadinya letusan gas CO2 nan kemudian gas tersebut bercampur bersama dengan pasir juga debu basalt gelap.



3. Iklim

Salah satu tanda nan mengacu pada kehidupan di Mars pula ialah musim di Mars dibandingkan dengan planet-planet lain dalam tata surya paling mirip dengan Bumi. Hal tersebut kemungkinan terjadi sebab kemiringan sumbu kedua planet ini mirip. Dan jika orbit Mars sama seperti Bumi, musimnya juga akan mirip dengan Bumi.

Mars memiliki badai debu terbesar juga nan ada di Tata Surya. Badai nan terjadi di Mars ini bermacam-macam, ada badai nan terjadi di wilayah kecil, ada juga badai nan besar atau raksasa. Badai terbesar itu biasanya akan terjadi saat Mars dekat dengan matahari, badai ini juga akan membuat peningkatan suhu globalnya.



Tentang Kehidupan di Mars

Dari macam-macam pemahaman tentang keterhunian sebuah planet, setiap planet nan memiliki air ialah planet dengan kelayakan huni. Namun, buat itu planet lain harus memiliki orbit nan berada dalam zona layak buat dihuni. Namun, ada bukti lain nan membuat sebuah gagasan bahwa air Planet Mars tersebut terlalu bergaram dan berasam, sehingga rasanya tak mungkin buat ditinggali manusia.

Selain itu, atmosfer Mars tipis dan kurang magnosferm, sehingga akan menjadi tantangan bagi Mars. Dan di permukaan planet bukan hanya terjadi sebuah pemindahan panas, namun juga penyekatan angin surya rendah dan tekanan atmosfer tak cukup dalam mempertahankan air. Maka planet ini mungkin sepenuhnya secara geologis mati.

Telah ada bukti bahwa Planet Mars pada zaman sekarang tak seperti zaman dulu nan layak buat dihuni. Namun masih belum bisa disimpulkan apakah pernah ada organisme nan hayati atau tak di Mars. Maka tanda-tanda kehidupan di Mars masih banyak medapat kontradiksi dari beberapa ilmuwan.

Beberapa percobaan juga telah dilakukan oleh wahan Phoenix, bahwa tanah nan ada dalam Mars mempunyai PH nan sangat basa dan unsur-unsur dalam tanah itu bisa mendukung kehidupan namun kehidupannya harus dilindungi dari sengatan sinar ultraviolet.



Bukti Kehidupan Mars

Seorang astronom amatir nan berasal dari California David Marties menemukan sebuah objek dengan bentuk silinder nan memiliki rona putih kabur pada permukaan Planet Mars ini. Saat David menemukan sebuah objek ini dia sedang menggunakan sebuah fitur nan bernama Mars Explorer milik peramban Google dalam Google Earth. Namun penemuannya tersebut belum meyakinkan.

Namun sang astronom amatir tersebut mengklaim bahwa dia meyakini penemuannya itu dan menyebutnya sebagai "Bio Station alpha" dan itu ialah bukti adanya kehidupan di Mars. Dia mengatakan bahwa ada sesuatu nan hayati di bagian dari benda berwarna putih kabur tersebut.

Dia kemudian mengunggah videonya ke situs Youtube dan menyebutkan bahwa objek itu tak biasa sebab memiliki ukuran nan besar kira-kira sebesar 700 kaki panjangnya dan 150 kaki lebarnya. Bentuknya itu seperti sebuah silinder dan juga tersusun ataas bangunan silinder.
Dia mengatakan juga bahwa niscaya ada tujuan dari orang nan meletakkan benda tersebut di Mars dan dia juga berpikir mengapa ada orang nan hayati di Mars.

Namun menurut seorang juru bicara dari sebuah perusahaan mengatakan bahwa apapun nan dihasilkan dari sebuah google earth itu berasal dari berbagai sumber dan lokasi sehingga banyak gangguan nan akan dapat terjadi.

Itulah beberapa kemungkinan adanya kehidupan di Mars, namun walau begitu kehidupan nan sebenarnya belum dapat dipastikan dengan tepat. Masih banyak spekulasi mengenai hal ini. Disamping ada sebuah kemiripan dan kemungkinan nan sama buat dihuni seperti Bumi, ada juga hal-hal nan disimpulkan masih jauh dari nan dapat diharapkan buat bisa dihuni oleh manusia.