Layanan Telkom

Layanan Telkom

Telkom Indonesia sebagai salah satu perusahaan komunikasi dan informasi serta jaringan telekomunikasi terlengkap nan ada di Indonesia merupakan salah satu BUMN nan diincar para anak muda di Indoensia buat memacu karir mereka. Ini membuat mereka berbondong-bondong mencari berbagai informasi termasuk profil perusahaan Telkom , agar mengetahui bidang usaha dari perusahaan ini.

Perusahaan Telkom nan lebih dikenal sebagai PT Telekomunikasi Indonesia Tbk disebut-sebut merupakan perusahaan telekomunikasi paling besar dan memiliki jaringan terluar di Indonesia, yaitu dengan adanya pelanggan tetap telepon dengan jumlah 15 juta serta 104 juta pelanggan nan menggunakan telepon seluler. Saham dari BUMN ini kini dimiliki oleh pemerinta Indonesia hanya sebesar 51,10%, sebab 48,90% nya telah dipunyai oleh Publik, lalu Bank of New York, serta Investor dari dalam Negeri. Di mana saham mayoritasnya sebagian besar dipegang oleh Telkom di sekitar tiga belas anak perusahaan,salah satunya PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel).

Awal berdirinya perusahaan ini dimulai pada 1882, dimana komunikasi saat itu masih menggunakan surat sehingga berdirilah badan usaha nan bergerak pada bidang telegraf dan pos, nan kemudian digabungkan dengan perusahaan lain oleh Pemerintahan Hindia Belanda menjadi perusahaan bernama Post Telegraaf Telefoon (PTT),yang kemudian berubah menjadi PN Postel (Perusahaan Negara Pos dan Telekomunikasi) pada tahun 1961. Pada tahuan 1965, PN Postel terpecah menjadi Perusahaan Negara Pos dan Giro (PN Pos & Giro) dan Perusahaan Negara Telekomunikasi (PN Telekomunikasi).

PN Telekomunikasi pun memiliki perbahan nama pada 1974 jadi Perusahaan Generik Telekomunikasi (Perumtel), di mana perusahaan ini menyediakan layanan telekomunikasi baik nasional m,aupun internasional. Akan tetapi, pemerintah RI kemudian mengambil seluruh saham dari PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) pada tahun 1980, sehingga beralih jadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) nan menyediakan layanan telekomunikasi internasional nan terpisah dari Perusahaan Perumtel. Pada akhirnya, Undang-undang Nomor 3 Tahun 1989 tentang Telekomunikasi, mengatur perusahaan partikelir buat mengatur penyelenggaraan telekomunikasi nan ditetapkan pada tahun 1989.

Pada 1991, berdasar pada Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 1991, Perumtel berubah bentuk menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) Telekomunikasi Indonesia. Dan pada 14 November 1995 saham masuk dan diperdagangkan dalam Bursa Imbas Jakarta atau BEJ dan Bursa Imbas Surabaya (BES) (kedua bursa tersebut saat ini berubah nama menjadi Bursa Imbas Indonesia (BEI)), Bursa Saham New York (NYSE) serta Bursa Saham London (LSE) sebab terjadi Penawaran Generik Perdana terhadap Telkom. Sejak itu saham Telkom diperdagangkan di Bursa Imbas Tokyo meskipun tak dimasukan ke dalam pencatatan. Pada tahun 1999 kemudian mulai disahkan Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

Dalam perjalanannya, pada tahun 2001 sebesar 35% saham Telkomsel dari Indosat dibeli oleh Telkom buat menjadi bagian dari penerapan penataan dari industri jasa telekomunikasi nan ada di negara Indonesia di mana ketika itu kepemilikan silang dan kepemilikan bersama antara Perusahaan Telkom dan Perusahaan Indosat telah dihapus. Kemudian terjadilah duopoli penyelenggaraan telekomunikasi lokal sejak Agustus 2002. Akhirnya, "New Telkom" ("Telkom baru") diluncurkan pada tanggal 23 Oktober 2009 oleh Telkom, dengan adanya penggantian bukti diri perusahaan oleh Telkom.



Perjalan PT TELKOM

Sebagai BUMN, maka Perusahaan Perseroan atau Persero PT Telekomunikasi Indonesia harus tunduk terhadap hukum beserta peraturan nan ada di Indonesia. Sebagai perusahaan nan statusnya milik Negara, dengan saham nan diperdagangkan pada bursa saham, di mana mayoritas pemegang saham ada Pemerintah Indonesia dan juga dimiliki oleh publik. Saham dari perusahaan tersebut diperdagangkan dalam Bursa Imbas Indonesia (“BEI”), New York Stock Exchange (“NYSE”), London Stock Exchange (“LSE”) serta public offering without listing (“POWL“) nan ada di Jepang.

Saat ini, jaringan dan layanan telekomunikasi Telkom cukup luas, bahkan mencakup layanan dasar telekomunikasi nasional serta internasional, baik itu memakai jaringan kabel, nirkabel nan tidak bergerak (Code Division Multiple Access atau “CDMA”) ataupun Dunia System for Mobile Communication (“GSM”) dan juga layanan komunikasi antaroperator sebagai penyedia jaringan. Tekom sendiri juga memiliki bisnis di luar bidang telekomunikasi. Di mana Telkom membuka bidang usaha dalam bidang Multimedia nan berupa pelaksanaan dan konten, dilengkapi juga portofolio bisnis Perusahaan nan disebut dengan TIMES.

Sebagai platform mendasar dalam bisnis Perusahaan nan sifatnya legal, membuat perusahaan ini terus melakukan penemuan pada produk nan dengan basis kreatif digital. Inilah nan membuat Telkom dalam persingan bisnis perusahaan nan terbuka ini mempertegas komitmennya buat meningkatkan pendapatan. Perusahaan kemudian memiliki obsesi buat mengembangkan secar terus menerus usaha kecil serta menengah agar menjadi menjadi perusahaan berskala besar, namun tetap mengutamakan pada kesejahtreraan rakyatnya. Tidak hanya itu, perusahaan ini pun rajin membuat diversifikasi usaha, tak hanya melalui merger tapi juga akuisisi. Bahkan mendasar dari jaringan broadband di wilayah Indonesia Timur sedang diperkuat dengan adanya proyek Palapa Ring buat memberikan jaringan nasional nan sangat kuat bernama Nusantara Super Highway.

Saat ini Direktur Primer Telkom ialah Arief Yahya nan menggantikan Rinaldi Firmansyah pada 11 Mei 2012. Di mana perusahaan Telkom berkominmen buat terus meningkatkan gerak data dan konektivitas agar menjadi lebih tangguh dan juga terpercaya, agar bisa meningkatkan jumlah pengguna broadband menjadi 64,3% atau sejumlah 10,5 juta pelanggan sejak tanggal 31 Desember 2011. Tidak hanya itu, Perusahaan terlkom telah meningkat pesar dalam segi pelanggan pelayanan seluler menjadi 13,8% atau sekitar 13 juta pelanggan nan baru, di mana jumlah holistik pelanggan seluler berjumlah 107 juta.

Adanya dinamna bisnis membuat Perusahaan Telkom terus menyelaraskan Penerapan Good Corporate Governance (“GCG”). Hal ini membuat GCG terus dilakukan walupun telah terintegrasi dengan pengelolaan kepatuhan serta manajemen risiko dan pengendalian internal, sehingga Perusahaan mendapat informasi serta kapabilitas dalam melakukan pengelolaan terhadap Governance, Risk and Compliance (“GRC”) agar bisa terus bersinergi dengan pengelolaan kinerja bisnis, sehingga tetap mampu buat membuat organisasi tetap berjalan. Penerapan manajemen risiko tetap menjadi hal nan utama, meskipun dalam perjalannya tak mudah buat dilakukan serta membuatuhkan banyak waktu agar kompetensi bisa terkuasai, mendapat keakuratan buat mengidentifikasi risiko industri dan perusahaan. Di mana risiko bisa dijadikan bagian dari budaya karyawan, nan pada akhirnya adanya kesungguhan serta kesabaran dalam manajemen telah memberi rona serta kontribusi nan positif terhadap berjalannya proses perencanaan, pengambilan keputusan dan penguatan penerapan GCG di Telkom Group.



Layanan Telkom

Sebagai perusahaan komunikasi dan informasi serta jaringan telekomunikasi nan terlengkap di Indonesia Telkom memiliki banyak sekali layanan buat para pelanggan seperti jasa layanan telepon tetap nirkabel (fixed wireless), jasa layanan telepon tetap kabel (fixed wireline), jasa layanan telepon bergerak atau mobile service, data atau internet dan jasa nan bergerak dalam bidang multimedia lainnya.

Telepon, Data dan Internet:
Telepon tetap (PSTN) merupakan layanan telepon nan tetap di Indonesia nan pernah memonopoli Telkom di negara Indonesia
TelkomNet Astinet merupakan layanan buat akses internet berlangganan, nan fokusnya ialah perusahaan
TelkomNet Instan merupakan layanan akses internet dial up
Flexi terdiri dari layanan telepon, data serta internet berbasis fixed wireless CDMA
e-Business terdiri dari i-deal, lalu i-manage, kemudian i-Settle, ada juga i-Xchange, TELKOMWeb Kiostron, dan TELKOMWeb Plazatron
Speedy merupakan layanan buat bisa mengakses internet dengan kecepatan tinggi (broad band), dengan menggunakan teknologi ADSL
Solusi Enterprise - INFONET
TELKOMLink DINAccess
TELKOMLink VPN IP merupakan layana komunikasi dari banyak layanan ke banyak layanan lain nan berbasis IP MPLS.
TELKOMNet Whole Sale (VPN Dial) merupakan Layanan akses dengan dial up ke intranet sebuah perusahaan. Caranya ialah secara otomatis atau dengan remote serta mobile dengan lewat jaringan data berbasis TCP IP (MPLS/tunneling) pada TELKOMNet.
TELKOM ISDN merupakan jaringa n digital dengan adanya layanan telekomunikasi multimedia, nan menjadi pengembangan akibatnya terintegrasinya sistem telepon.
Televisi berlangganan :
YesTV
Groovia TV
USeeTV
TelkomVision
Satelit :
TELKOMVSAT (VSAT)
TELKOMSatelit (Sewa Transponder)