Suku Primitif di Indonesia

Suku Primitif di Indonesia

" Hari gini ga punya Facebook? Primitif amat sih lo ." Ungkapan seperti itu lazim terdengar ketika ada seseorang nan tak mengikuti perkembangan teknologi. Mereka nan "terisolir" dari pedadaban dunia, dalam hal ini teknologi sering kali dianggap primitive . Lantas, apa sebenarnya arti dari kata primitive itu? Lalu, masih adakah orang-oarng primitif di global nan sudah serba canggih ini?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, primitif adalah keadaan nan sangat sederhana; belum maju (tentang peradaban; terbelakang): kebudayaan sederhana; antik (tidak modern tentang peralatan): senjata-senjata. Lebih jelas lagi, primitif merupakan suatu kebudayaan masyarakat nan belum menganal global luar dan jauh dari peradaban. Suku terbelakang biasanya hanya mengandalkan alam buat bertahan hidup.

Ada banyak suku terbelakang nan tersebar di seluruh dunia. Bahkan beberapa suku terbelakang nan saat ini masih dapat ditemui ini memiliki Norma nan mengerikan, yakni Norma memakan daging manusia lainnya atau dikenal dengan kanibal.

Dalam artikel ini, penulis akan menyajikan beberapa bahasan mengenai suku terbelakang di dunia, termasuk nan masih melakukan kebudayaan kanibalisme. Seperrti apa lengkapnya? Berikut bahasannya.



Suku Primitif di Hutan Amazon

Belum ada nan mengetahui secara niscaya nama suku terbelakang nan tinggal di pedalaman hutan Amazon, Amerika ini. Namun, keberadaan mereka diketahui seiring dengan adanya bukti berupa foto nan didapatkan seorang penerbang nan kebetulan sedang terbang di atas hutan Amazon. Suku terbelakang nan jumlahnya hanya terdiri atas beberapa orang ini terlihat ketakutan saat melihat benda terbang nan melintas di atasnya.

Mereka melepaskan tembakan dari panah dan melemparkan tombak ke arah pesawat nan dianggapnya aneh itu. Namun, meski sedang diserang, sang penerbang rupanya tak ingin melewatkan moment langka seperti ini sehingga dia pun mengabadikan suku terbelakang ini melalui jepretan lensa kamera.

Saat ini, mungkin belum ada penelitian tentang suku ini, namun dengan diketahuinya keberadaan mereka, dapat jadi akan ada penelitian spesifik tentang suku terbelakang hutan Amazon di masa mendatang.



Suku Primitif di Afrika

Suku terbelakang nan berada di Afrika dikenal dengan sebutan Suku Dogon. Suku nan tinggal di pedalaman Afrika Barat Prancis ini sangat jauh dengan peradaban. Namun ada hal aneh nan menyelimuti kebudayaan Suku Dogon ini. Ya, meski tergolong sebagai suku primitif, tapi pengetahuan mereka tentang kosmologi menyimpan segudang rahasia nan menarik buat diteliti.

Hal ini pertama kali terkuak oleh salah seorang pakar antropologi dari Prancis nan sudah menghabiskan 16 tahun waktu dalam hidupnya buat mengetahui kebudayaan suku ini. Adalah Marcel Griaule, nan beruntung mendapatkan pengetahuan misteri dari Suku Dogon. The secret knowledge of Dogon's yang disampaikan oleh salah seorang kepala suku kepadanya berupa pengetahuan tentang kosmologi.

Dari sekian banyak pengetahuan Suku Dogon nan diceritakan, hal nan paling membuat pakar antropologi ini tercengang ialah pengetahuan tentang ksomologi. Suku Dogon menceritakan kepadanya tentang bulan nan memiliki permukaan kering dan tandus. Lalu, mereka menceritakan tentang planet bercincin nan dinamakan Saturnus dan menceritakan tentang planet nan memiliki empat bulan besar (satelit) nan mereka namai Dana Tolo (sebutan buat Jupiter).

Pengetahuan nan mereka ungkap tidak sebatas itu saja, sebab sesaat kemudian, mereka pun menceritakan pengetahuannya tentang bintang Sirius secara panjang lebar.

Pengetahuan misteri Suku Dogon nan dipublikasikan oleh pakar antropologi ini memang masih menjadi perdebatan publik. Namun, pengetahuan Suku Dogon tak dapat dipandang sebelah mata mengingat tak banyak suku di global nan mengetahui tentang kosmologi ini secara rinci seperti halnya pengetahuan suku primitif , Dogon.



Suku Primitif di Indonesia

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan kawasan hutan terluas di dunia, selain Amerika. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika Indonesia memiliki suku terbelakang. Bahkan bukan hanya satu suku primitif nan terdapat di Indonesia, melainkan ada beberapa suku. Berikut ini ialah dua di antara suku-suku terbelakang nan tinggal di kawasan Indonesia.



1. Suku Dayak Punan

Suku Dayak Punan merupakan salah satu suku primitif nan tinggal di wilayah Indonesia, tepatnya di sebagian besar pedalaman Kalimantan. Suku ini ditengarai tak hanya menempati Indonesia, sebab beberapa di antaranya ada juga nan menempati kawasan Sabah dan Serawak di Malaysia Timur.

Ya, jumlah populasi Suku Dayak Punan nan menempati Indonesia terbilang sangat banyak, yakni sekitar 8,956 jiwa nan tersebar di 77 lokasi permukiman. Namun, sebab sebagian besar dari mereka hayati dengan menggantungkan diri dari alam, dalam hal ini hutan, jumlah mereka selalu mengalami penurunan tiap tahunnya dampak semakin berkurangnya huma hutan di Kalimantan.

Suku Dayak Punan ini dianggap terbelakang sebab tak berbaur bersama kebudayaan modern seperti suku lainnya. Mereka menutup diri dari hubungan dengan global luar. Mereka lebih memilih menghabiskan waktunya berada di dalam gua-gua dan anak sungai nan terdapat di kawasan Kalimantan. Keberadaan mereka sangat nomaden dan kerap menghindari kontak dengan manusia dari global luar.

Dilihat dari Norma makannya, suku Dayak Punan cenderung selalu memakan apa pun dalam keadaan mentah. Mereka tak pernah memasak makanannya. Sayur umbi-umbian, dan daging nan mereka makan selalu dilahap dalam keadaan mentah, meski buat daging biasanya mereka selalu menjemurnya terlebih dahulu di bawah sinar matahari.



2. Suku Kubu Anak Dalam

Suku Kubu Anak dalam ialah potret lain kehidupan primitif nan terdapat di Indonesia. Suku ini tersebar di wilayah Jambi. Sama seperti Suku Dayak Punan, Suku Kubu Anak Dalam pun kerap mengasingkan diri dari pengaruh global luar dan manusia lainnya. Mereka lebih memilih buat tinggal di kawasan hutan Jambi.

Untuk kelangsungan hidup, mereka menggantungkan semuanya kepada alam. Mereka memakan apa pun hasil alam, seperti dedaunan, sayuran, dan lainnya. Untuk daging, biasanya mereka mengonsumsi daging dari beberapa hewan nan sukses diburu, seperti babi, kera, beruang, ular, kijang, dan unggas.

Sampai saat ini, terdapat tiga kelompok berbeda dari Suku Kubu Ini. Kelompok pertama ialah nan tinggal di dalam hutan dan menetap, kelompok kedua nan tinggal di hutan dan nomaden, serta kelompok ketiga ialah nan tinggal dan menetap di wilayah nan berdampingan dengan permukiman manusia pada umumnya.

Dari sisi kepercayaan, Suku Kubu Anak dalam masing sangat percaya dengan keberadaan roh halus. Kejadian apa pun nan terjadi pada sebagian besar kelompoknya selalu dikaitkan dengan roh. Penyakit, musibah, dan lainnya dianggap sebagai bentuk kemarahan roh. Dengan demikian, pengobatan dan puji-pujian buat terhindar dari amarah roh pun senantiasa mereka lakukan dalam setiap aktivitasnya.



Suku Primitif di Papua New Guinea

Suku primitif lain nan keberadaannya sudah diketahui ialah Suku Korowai nan tinggal dan menetap di pedalaman hutan Papua New Guinea, wilayah nan berbatasan langsung dengan Provinsi Papua, Indonesia. Suku ini memiliki majemuk Norma dan kebudayaan aneh nan berbeda dengan manusia kebanyakan. Salah satu nan mengerikan adanya Norma memakan daging sesama manusia atau kanibal.

Suku Korowai memiliki loka tinggal nan sangat unik. Mereka senantiasa membangun rumahnya di atas pohon nan sangat tinggi. Mereka beranggapan cara seperti ini akan menghindarkannya dari agresi hewan buas nan sering berkeliaran. Keberadaan hewan buasa sangat membuat suku ini takut, padahal perbuatan mereka nan selalu memakan anggota sukunya nan dianggap penyihir justru lebih menakutkan.

Ya, mereka nan disinyalir memiliki kekuatan sihir akan dibunuh beramai-ramai oleh anggota suku lainnya buat kemudian dagingnya mereka santap sebagai makanan. Hal nan paling menjijikkan dari Norma kanibalisme di Suku Korowai ini ialah kesukaannya menyantap otak manusia (penyihir) dalam keadaan hangat.

Nah, itulah sedikit bahasan mengenai keberadaan suku primitif di dunia. Semoga apa-apa nan disajikan barusan dapat menambah pengetahuan Anda. Semoga bermanfaat!