Fenomena Kisah Cinderella

Fenomena Kisah Cinderella

Kisah Cinderella merupakan salah satu dongeng paling populer di global nan diceritakan turun temurun dari generasi ke generasi. Walaupun jalan ceritanya kira-kira sama, kisah ini kerap disampaikan dalam berbagai macam versi.



Jalan Cerita Kisah Cinderella

Alkisah hiduplah seseorang bernama Upik Abu atau Cinderella. Ia ialah seorang gadis cantik nan ramah dan rajin bekerja. Sinkron namanya, ia selalu berada di dapur dan membereskan rumah. Cinderella bergaul dengan tikus-tikus nan mendiami dapurnya. Ibu dan 2 saudari tirinya nan tinggal bersamanya tidak pernah bersikap manis padanya.

Mereka selalu menyuruh Cinderella melayani kebutuhan mereka dan memarahinya jika kurang puas dengan hasilnya. Namun Cinderella tetap melakukan itu semua dengan sabar dan bahkan sambil tersenyum dan bersenandung.

Cinderella selalu digambarkan sebagai sosok gadis nan begitu malang. Orang tuanya telah meinggal. Terlebih dahulu nan meninggal global ialah ibunya. Lalu ayahnya menikah kembali dengan seorang wanita nan lain.

Ayahnya menyangka bahwa wanita nan ia nikahi atau ibu baru Cinderella bisa menjadi pengganti sosok ibu baru bagi Cinderella. Apalagi, ibu tiri baru Cinderella juga memiliki dua anak perempuan nan akan menjadi saudara tiri Cinderella dan bisa menjadi teman bagi dirinya.

Namun asa si ayah Cinderella tidak pernah menjadi sebuah kenyataan. Saat bersama dengan Cinderella dan sang ayah, ibu tiri dan dua saudaranya itu memperlakukan Cinderella dengan sangat baik.

Sedangkan ketika sang ayah sedang berjauhan dengan mereka maka Cinderella akan mendapatkan perlakuan nan amat jelek dari ibu dan saudara tirinya tersebut. Cinderella diperlakukan seakan sebagai seorang pembantu. Cinderella harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah dengan sendirinya tanpa ada seorangpun dari ibu atau dua saudara tirinya nan mau membantunya.

Sampai tiba saat ayahnya meinggal, tinggallah Cinderella hanya dengan ibu dan saudara tirinya ini. mereka semakin memperlakukan Cinderella dengan sangat tak layak. Semakin memberikan beban pekerjaan bagi Cinderella dan juga semakin memperlakukan Cinderella layaknya pembantu mereka.

Sampailah pada suatu hari Cinderella secara tidak sengaja berjumpa dengan seorang pangeran. Saat itu pangeran nan sedang kehausan kebetulan lewat dan Cinderella memberinya sekedar air dari sumur.

Tak lama setelah rendezvous itu, kerajaan mengundang seluruh rakyat terutama para gadis, buat menghadiri pesta di istana. Raja bermaksud mencarikan calon permaisuri bagi putranya. Kontan seluruh gadis sibuk menyiapkan penampilan agar bisa memikat hati Sang Pangeran. Seluruh gadis, kecuali Cinderella. Ibu dan kedua saudari tirinya melarangnya turut serta hadir.

Padahal pada saat itu, Cinderella juga memiliki keinginan buat hadir dalam pesta tersebut. Memakai baju nan bagus dan indah. Tampil dengan penampilan nan cantik dan menarik serta berjumpa dengan banyak orang. Sayangnya keinginan itu hanya sekedar sebuah keinginan saja.

Lalu pesta pun digelar. Semua gadis nan hadir berpakaian serba glamor. Tapi siapa sangka? Ternyata hati pangeran telah terpaut pada gadis di dekat sumur. Ia begitu periang dan ramah. Pangeran menyukai kepribadiannya. Menyesal ia tidak sempat bertanya siapa nama gadis itu.

Di rumah, Ibu Peri nan mengetahui kesedihan Cinderella sebab tidak bisa menghadiri pesta di istana, datang menghiburnya dan membantunya dengan tongkat ajaib. Dalam sekejap Cinderella telah berpakaian pesta nan cantik lengkap dengan tiara dan sepatu kaca.

Ibu Peri ini ialah penolong Cinderella. Awalnya Cinderella merasa kaget dengan kedatangan ibu Peri tersebut. Namun kemudian ibu Peri mengatakan bahwa dirinya akan membantu Cinderella buat bisa hadir di pesta nan ia inginkan buat datang. Dalam sekejap semuanya pun siap.

Tak lupa ibu peri menyulap buah labu besar menjadi kereta kuda dan hewan teman-teman Cinderella menjadi pelayan, sais, serta kuda penarik kereta. Lengkaplah semuanya, tapi Ibu Peri berpesan bahwa Cinderella tidak boleh meninggalkan istana melebihi pukul 12 tepat tengah malam. Mereka pun segera pergi ke istana.

Itulah pesan dan wanti-wanti dari ibu Peri kepada Cinderella. Cinderella harus pulang ke rumah sebelum jam dua belas malam. Kalau sampai Cinderella melewati batas itu maka semua hal nan telah disulap ibu Peri dalam penampilan Cinderella akan kembali ke wujud mereka semula.

Cinderella amat bahagia akan segala perubahan nan terjadi pada dirinya. Ia pun sangat antusias. Dan mengiyakan apa nan sudah menjadi syarat dari Ibu Peri yaitu pulang sebelum pukul dua belas malam. Karena ia mengira akan begitu mudah baginya buat melakukan hal itu.

Sedangkan di pesta, semua gadis sangat antusias buat mengajak si Pangeran berdansa dengannya. Mereka tentunya bangga dan percaya diri dengan keadaan mereka saat itu. Baju nan mewah dan latif serta penampilan nan cantik dan menarik.

Sayangnya, pada saat itu sang Pangeran hanya memikirkan gadis nan telah ia temui di dekat sumur. Gadis nan telah memberikan air saat ia sedang kehausan. Iapun membayangkan seandainya saja sang gadis bisa hadir di dalam pestanya ini.

Beberapa waktu kemudian saat Cinderella datang, pangeran langsung menghampirinya. Pangeran sangat senang sebab akhirnya bisa berjumpa kembali dengan si gadis nan dinantikannya. Keinginan buat berjumpa kembali dengan si gadis akhirnya bisa terwujud.

Kemudian sang Pangeran pun mengajak Cinderella buat berdansa. Dan mereka berdansa bersama hingga tidak sadar waktu mendekati tengah malam. Ketika jam berdentang 12 kali, sontak Cinderella terkejut dan langsung berlari meninggalkan pangeran di istana sebab ingat pesan Ibu Peri.

Pangeran begitu terkeju dengan kelakuan Cinderella. , mbhpadahal pada sat itu ia masih ingin buat bersama dan berdansa dnegan Cinderella. Kenapa Cinderella tiba-tiba berlari dan meninggalkan dirinya sendiri.

Sedangkan di sisi lain, Cinderella tidak lagi menghiraukan keberadaan sang Pangeran. Yang ada di dalam pikirannya ialah ia harus pergi secepatnya pada saat itu juga. Jika tak maka hal nan telah dikatakan oleh ibu Peri akan segera terjadi. Semua nan ada pada dirinya akan berubah menjadi apa nan ada sebelumnya. Dan tentunya ia tidak ingin itu terjadi di hadapan orang banyak terutama di hadapan sang pangeran.

Saat Cinderella berlari sekencangnya meninggalkan istana, tidak sengaja sebelah sepatu Cinderella tertinggal di tangga istana. Sebenarnya Cinderella ingin mengambilnya namun waktu tidak akan cukup jika ia harus kembali. Maka ia pun tidak punya pilihan lain buat meninggalkan sepatunya tersebut.

Pangeran menemukan sepatu itu. Pangeran ingat betul siapa pemilik dari sepatu itu. Iialah gadis nan pernah ditemuinya saat sedang kehausan.Berbekal sebelah sepatu itu, pangeran mencari gadis itu ke seluruh penjuru negeri.

Sudah begitu banyak pasang kaki gadis nan berusaha buat mencoba memakai sepatu itu. Karena memang telah diumumkan bahwa barang siapa gadis nan sukses memakai sepatu itu ataupun nan kakinya pas dengan sepatu itu maka akan dijadikan pendamping bagi si pangeran. Dan tentunya hal itu ialah hal nan paling diinginkan oleh semua gadis nan ada di daerah itu.

Sampai akhirnya sang pengawal kerajaan sukses mendapatkan bahwa Cinderella-lah nan kakinya benar-benar cocok dengan sepatu itu. Pangeran pun mendapatkan tambatan hatinya dan mereka hayati senang bersama hingga akhir hayat.



Fenomena Kisah Cinderella

Cerita Cinderella banyak mengilhami cerita film maupun serial TV di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Kisah ini begitu membuai siapa saja nan punya asa bahwa suatu saat keajaiban akan terjadi dan kehidupan mereka tiba-tiba berubah menjadi baik. kisah ini. Hayati nan tadinya diliputi kesusahan dan kemiskinan tidak henti diharapkan berubah menjadi kehidupan layaknya keluarga kerajaan.

Di dalam film biasanya cerita Cinderella ini diramu dan tidak melulu menceritakan rendezvous dengan pangeran atau pria pujaan, melainkan kadang cerita seorang anak miskin nan rajin bekerja nan sesungguhnya ialah anak kandung dari pasangan suami istri kaya raya.

Di akhir cerita mereka berjumpa dan berkumpul kembali dalam kebahagian dan gelimang harta. Masih banyak lagi kemasan lain cerita Cinderella dalam program-program di TV partikelir lokal.

Sebenarnya tidak salah jika manusia berharap kehidupannya berubah seperti itu. Namun jika bermimpi saja tanpa diikuti adanya usaha nan mencukupi, maka asa hanya tinggal asa dan kisah Cinderella hanya menjadi dongeng sebelum tidur.