Dampak Negatif / Kerugian Dampak Perdagangan Internasional

Dampak Negatif / Kerugian Dampak Perdagangan Internasional

Kasus penjualan produk pertanian seperti: karet, kopi, kelapa sawit ke luar negeri mengalami peningkatan. Dampak dari hal tersebut secara otomatis akan dibarengi dengan banyaknya permintaan terhadap barang, walaupun harganya mengalami penurunan. Dari contoh perdagangan internasional diatas, jelaslah bahwa tak semua negara dapat menghasilkan sendiri segala barang kebutuhan masyarakatnya.

Tidak semua negara mempunyai sumber alam seperti minyak bumi, bijih besi atau sayur-sayuran, buah-buahan dan lain sebagainya. Tidak semua negara memiliki huma pertanian nan cukup dan memadai buat menanam tanaman, tak semua negara memiliki iklim nan cocok buat pertanian atau perairan. Dampak kondisi dan disparitas tersebut maka terjadi kerjasama perdagangan dengan negara lain.



Perdagangan Internasional

Perdagangan internasional merupakan sebuah kegiatan perdagangan nan pelakunya ialah penduduk di suatu negara dengan penduduk di negara lain, dengan adanya kesepakatan dari dua belah pihak. Praktik perdagangan internasional tak semudah nan dibayangkan, ada berapa karena perdagangan internasional menjadi rumit, diantaranya adalah:

  1. Kedua belah pihak (penjual dan pembeli terpisah oleh batas kenegaraan dan jeda nan cukup jauh.
  2. Barang nan dikirim harus melalui berbagai macam mekanisme misalnya melalui pabean.
  3. Adanya disparitas dalam hal: nilai mata uang , hukum perdagangan nan berlaku, budaya, sumber daya alam dan lain sebagainya


Manfaat Akibat Positif / Laba Dampak Perdagangan internasional

Dengan adanya kegiatan internasional kedua belah pihak mendapatkan laba dan manfaat, yaitu:

  1. Dengan adanya perdagangan internasional terjalin persahabatan dan interaksi kedua negara dan memungkinkan suatu negara nan terlibat, bisa menghasilkan barang dan jasa melebihi kebutuhan di dalam negeri. Dalam hal ini, otomatis bisa meningkatkan ekonomi dan pendapatan nasional.
  2. Dengan adanya perdagangan internasional memungkinkan negara tersebut melakukan suatu spesialisasi terhadap barang-barang nan dihasilkan di negara tersebut dengan harga nan dapat nisbi lebih murah dibandingkan dengan negara lain. Spesialisasi membantu meningkatkan efisiensi penggunaan barang-barang produksi nan tersedia.
  3. Perdagangan internasional juga dapat membukakan kesempatan kepada suatu negara buat mengimpor barang-barang nan dikonsumsi atau barang-barang kapital seperti: peralatan, bahan standar dan bahan lainnya nan memiliki kualitas dan mutu nan lebih baik mutunya dengan harga yng nisbi lebih murah.
  4. Perdagangan internasional membuka peluang dan kesempatan kepada negara nan sedang berkembang buat mendapatkan keahlian dan mengetahui tekhnologi nan lebih baik dengan cara (teknik atau manajemen) negara lainnya.


Dampak Negatif / Kerugian Dampak Perdagangan Internasional

Namun, selain berdampak positif, perdagangan internasional dapat mengakibatkan akibat negatif bagi negara-negara nan terlibat. Akibat negatifnya, adalah:

1. Impor barang menjadi dominasi. Kegiatan impor nan terlalu mendominasi dapat mengakibatkan pertumbuhan ekonomi menjadi terhambat. Jika barang nan masuk (import) lebih banyak dari barang nan di eksport (dikeluarkan) dapat menyebabkan pendapatan nasional menurun nan diakibatkan pula sebab nilai mata uang nan anjlok.

2. Masalah bagi petani dan produksi barang lainnya. Dampak banyaknya barang nan didapat atau di impor dari luar negeri, mengakibatkan kerugian bagi para petani, nelayan, atau nan memproduksi barang sebab banyak beredarnya buah-buahan, sayuran dari luar negeri dengan harga nan nisbi lebih murah. Hal semacam ini sering menjadi kasus contoh perdagangan internasional.

3. Ketergantungan dengan negara maju. Semakin banyaknya produk-produk dan bahan-bahan nan berasal dari luar negeri membuat masyarakat menjadi tergantung menggunakan merk-merk dari luar

4. Terbukanya perdagangan bebas Internasional. Dengan adanya perdangangan Internasional, membuat suatu negara mengalami kerugian, terutama dengan banyaknya kasus-kasus penyelundupan oleh pihak-pihak nan tak bertanggung jawab melanggar peraturan pemerintah mengenai perdagangan internasional.



Kebijakan Pemerintah Mengurangi Akibat Negatif Perdagangan Internasional.

Setiap negara memiliki kebijakannnya masing-masing buat mengatur kegiatan perdagangan. Kebijakan perdagangan internasional juga bertujuan buat melindungi bukti diri bangsa agar tak tergerus oleh budaya-budaya dari luar.

Dari berbagai contoh perdagangan internasional, tak sedikit mengalami hal-hal negatif dan mendatangkan kerugian bagi bangsa Indonesia sendiri. Misalnya, para petani rugi dampak banyaknya jenis buah-buahan dan bahan-bahan makanan nan beredar dipasaran, didukung dengan masyarakat nan memilih membeli buah-buahan atau bahan luar negeri. Agar contoh perdagangan internasional nan merugikan tak terjadi lagi, diperlukan kebijakan pemerintah nan mengatur permasalahan tersebut.

Adapun tindakan nan pemerintah lakukan ialah dengan cara membuat dan memberlakukan kebijakan perdagangan internasional di bidang Impor dan ekspor. Berikut penjelasannya.

Kerugian nan banyak terjadi dampak mengimpor barang salah satunya ialah banyak barang-barang nan dihasilkan di dalam negeri, seperti kerajinan-kerajinan, hasil pertanian mengalami kerugian dan terpakasa gulung tikar . Sama halnya dengan perdagangan internasional dalam bidang ekspor , harus adanya konservasi terhadap produk dan barang-barang nan dihasilkan di dalam negeri. Untuk itu pemerintah harus mengeluarkan kebijakan dan membatasi barang-barang impor dan ekspr, diantaranya dengan:

1. Pengenaan tarif atau biaya nan ditetapkan oleh pemerintah pada produk atau barang nan masuk dan keluar, dapat berupa biaya ekspor biaya impor dan biaya transit.

2. Dengan cara pemberian kuota yaitu membatasi berapa banyak jumlah barang nan masuk dan keluar pada kurun waktu tertentu. Kuota dapat dilakukan dengan memberikan lisensi bagi perusahaan nan perlu diberi kuota.

3. Dengan cara memberikan larangan ekonomi, yaitu berupa embargo dan peraturan nan lengkap bagi perdagangan internasional baik ekspor maupun impor satu atau lebih barang terhadap negara tertentu. Larangan pada umumnya dilakukan oleh PBB sebagai hukuman negara nan melanggar perdagangan internasional. misalnya contoh perdagangan internasional nan dilakukan oleh Korea Utara dan Iran nan dianggap mengembangkan senjata berbahaya.

4. Dengan memberlakukan Local Content Requirements, yaitu kebijakan nan mengharuskan pihak nan lain buat menggunakan sebagian produk lokal, misalnya prodak kendaraan bermotor nan di bisa dari negara lain, mengharuskan terdapat bagian-bagian nan berasal dari Indonesia, misalnya bagian lampunya, bagian joknya atau bagian lainnya.

5. Dengan adanya penundaan administratif, dengan anggaran birokrasi nan dibuat buat lebih selektif dan menghambat impor ataupun ekspor barang , dan dengan cara mengatur mata uang dengan membatasi pertukaran mata uang ke mata uang negara lain.

Dari contoh kebijakan-kebijakan diatas, akan berdampak dan mempengaruhi masing-masing kegiatan perdagangan internasional dan di sisi lain akan tercipta kesempatan bagi penghasil atau produsen barang-barang buat menyalurkan produknya, hal ini agar tercipta ekuilibrium antara produsen lokal dengan produsen dari luar.

Dari klarifikasi di atas kita bisa menarik kesimpulan, bahwa kegiatan perdagangan Internasional memiliki resiko, sehingga dibutuhkan berbagai pertimbangan nan memadai buat mengambil sebuah keputusan , kebijakan mana nan pas dan cocok dengan kondisi bangsa, jangan sampai menjadi bumerang bagi perekonomian Indonesia, nan mengakibatkan sebuah generasi lebih mengenal barang protesis luar negeri di bandingkan protesis dalam negeri.

Oleh karena itu masalah perdagangan Internasional harus disikapi pula oleh masyarakatnya, dapat dengan cara nan paling mudah yaitu dengan mencintai dan menggunakan produk-produk dalam negeri. Kalau bukan kita nan mencintai dan mekakai produk-produk dalam negeri, lalu siapa lagi?