Kisah Perang Bubat

Kisah Perang Bubat

Gajah Mada ialah tokoh kerajaan nan paling dikenal dalam sejarah kerajaan di Nusantara. Salah satunya ialah sebab Maha Patih dari Majapahit ini pernah mengeluarkan sumpah nan terkenal yaitu sumpah palapa. Dalam sumpahnya, Maha Patih nan namanya dijadikan nama sebuah kampus di Yogyakarta ini, berjanji buat tak makan buah palapa dan menikmati kesenangan selama belum mampu menyatukan Nusantara di bawah kejayaan Majapahit.

Sumpah ini sebagai bukti loyalitas Gajah Mada kepada raja Majapahit saat itu, yakni Prabu Hayam Wuruk. Sebagai maha patih kesayangan, Gajah Mada ingin menjadikan Majapahit menjadi kerajaan nan disegani di seantreo Nusantara. Caranya, dengan menjadikan semua wilayah Nusantara sebagai wilayah kekuasaan Majapahit.



Siapa Gajah Mada

Gajah Mada memiliki nama orisinil Ma Hong Foe, nan mengganti namanya menjadi Ramada setelah melamar menjadi tentara Kerajaan Sunda di Kawali. Namun, Ramada gagal diterima menjadi tentara di Kerajaan Sunda, sebab raja Sunda yaitu Raja Lingga Buana enggan menerimanya. Alasannya ialah bahwa Ramada ialah rakyat biasa dan buat menghalangi kisah percintaannya dengan anak sang raja, Putri Dyah Pitaloka.

Akhirnya, Ramada berjalan ke timur dan melamar menjadi anggota kerajaan Majapahit. Berkat kesaktian dan keterampilan nan dimilikinya, Ramada sukses diterima di kerajaan tersebut. Karena kesaktian dan kemampuannya, hanya dalam waktu lima tahun Ramada diangkat menjadi Mahapatih dan berganti nama menjadi Gajah Mada.



Kisah Perang Bubat

Kisah Bubat menjadi awal kejatuhan Gajah Mada. Dalam kisah Bubat, diceritakan bahwa romansa Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka dari kerajaan Sunda merupakan awal pergesekan antara Hayam Wuruk dan Gajah Mada. Dalam sumpah Palapa, Gajah Mada bertekad menundukkan semua kerajaan, namun Hayam Wuruk menginginkan dispensasi buat Kerajaan Sunda. Karena Hayam Wuruk berkeinginan menikahi Dyah Pitaloka, anak Raja Sunda.

Dan dalam proses pernikahan tersebut, rombongan kerajaan Sunda datang buat menyampaikan salam persahabatan. Ketika rombongan kerajaan Sunda berkumpul buat beristirahat di Lapangan Bubat ini, muncul pengkhianat dari Majapahit. Tanpa sepengetahuan Gajah Mada para pengkhianat ini menyerbu dan menghancurkan rombongan dari Bubat.

Perang tak seimbang ini berakhir dengan tewasnya seluruh rombongan kerajaan Sunda. Dan Gajah Mada kemudian dianggap sebagai tokoh di balik penyerangan ini, sebab dianggap memiliki dua kepentingan. Pertama ialah ambisinya menyempurnakan isi sumpah Palapa buat menguasai seluruh kerajaan. Kedua ialah buat menggagalkan pernikahan Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka. Karena jauh sebelum Hayam Wuruk mengetahui kecantikan Dyah Pitaloka, antara Gajah Mada dan Dyah Pitaloka sudah muncul kisah cinta.

Gajah Mada kemudian dicopot dari jabatannya demi menyelamatkan nama Majapahit nan dianggap curang sebab menyerang tamu kerajaan. Akhirnya dalam pelariannya, Gajah Mada menuju ke wilayah Jawa Barat. Namun kisah kematiaannya tak banyak nan mengetahui. Ada nan menyebutkan, Gajah Mada wafat sebab dibunuh oleh pengikut kerajaan Sunda sebab menganggap tragedi Bubat ialah sebab ulah Gajah Mada.