Ciri-ciri Bibit Belut

Ciri-ciri Bibit Belut



Belut dalam Perusahaan Eksportir

Belut termasuk ikan air tawar nan pasar nasional maupun internasionalnya terbuka lebar. Ikan dengan kandungan gizi nan tinggi ini, diterima pasar impor baik dalam bentuk fresh eels atau belut segar, smoked eels atau belut asap dan belut nan dibekukan atau frozen eels. Bahkan, buat pasar di Asia saja kebutuhan per hari akan belut ini tak kurang dari 60 ton dan selama ini baru sekitar 10% saja kebutuhan pasar Asia tersebut dapat terpenuhi. Sungguh eskpors belut menjadi daya pikat nan tinggi bagi para eksportir belut di Indonesia.Salah satu eksportir belut nan beromset besar ialah PT Kawan Jaya nan beralamat di Jalan A. Yani KM 20 Landasan Ulin, Banjar Baru, Kalimantan Selatan, Indonesia. Faiz Rudi –direktur Kawan Jaya– bahkan sekarang mulai menjalin kerjasama dengan siapa saja nan mau bersama-sama membudidayakangan belut dengan sistem kemitraan, baik sebagai peternak maupun sama-sama buat mengembangkan ke pasar lokal dan internasional.Masalah budi daya belut, tak terlalu sulit buat dilakukan dan tak pula memerlukan suntikan kapital nan besar. Bahkan, di huma nan sempit dengan kapital kecil pun, budi daya belut dapat mulai dilakukan. Kapital primer buat budi daya belut ialah perhatian dan pemeliharaan nan baik. Rasa lezat dan protein nan tinggi nan terkandung dalam ikan licin bernama belut ini, benar-benar telah menarik perhatian konsumen baik konsumen lokal maupun internasional. Sejak 1979 belut menjadi salah satu komoditas ekspor andalan dari Indonesia. Ikan nan hayati di iklim tropis ini sudah lama dikenal masyarakat secara tradisional.Mereka mengenalnya sebagai belut sawah atau Monopterus albus sebab hayati dan didapatkan di sawah-sawah. Ada jenis belut lain nan juga termasuk komoditas ekspor, yaitu belut rawa atau Simbrankus bengalesis dan belut tambak atau Macrotama caligans. Dari ketiga jenis belut tersebut, belut sawah dan belut rawa merupakan nan paling banyak dicari konsumen lokal dan internasional. Negara-negara seperti Jepang, Korea Selatan, Taiwan, dan Hongkong meyakini bahwa kandungan protein nan tinggi dalam belut menjadi sumber makanan berprotein dan membangkitkan stamina tubuh. Untuk negara-negara lain seperti Australia, Singapura, Prancis, Italia, Spanyol, Amerika Serikat, Inggris, Belanda dan Denmarka, belut telah menjadi bagian dari menus tambahan dalam setiap hidangan. Tingginya permintaan akan belut sementara nan dapat dipenuhi masih terbatas, membuat menu belut di Amerika dan Negara-negara Eropa hanya dapat dijumpai di restoran-restoran papan atas dan hotel berbintang.Dengan harga di pasar lokal antara Rp24.000 - Rp29.000 per kilo atau 6-10 dollar Amerika per kilo di pasaran internasional, prospek budidaya belut benar-benar sangat menjanjikan. Inilah kesempatan nan terbuka luas untuk para calon usahawan memulai usaha budidaya belut. Pasar sudah terbuka, tinggal kemauan keras buat memulainya.



Ingin Jadi Eksportir Belut?

Jika Anda berminat buat menjadi salah satu eksportir belut, maka hal pertama nan perlu dilakukan tentu saja ialah membudidayakan hewan hemafrodit ini. Hewan ini dapat dibudidayakan dengan cara nan mudah.Dengan huma nan sempit sekalipun, Anda dapat membudidayakan hewan ini. Namun, pilihlah lokasi budidaya dengan pembuatan kolam, media pemeliharaan, pilihan benih nan baik, perkembangbiakan belut, penetasan , serta asupan makanan dan Norma makan nan baik.Tata cara panen, pascapanen, pemasaran, pencatatan analisis usaha dalam pembudidayaan belut juga perlu dilakukan buat mendapatkan kualitas belut nan baik dan laku di pasaran internasional.Pemilihan bibit nan baik dapat dilakukan dengan pembenihan sendiri. Namun, jika Anda memiliki bibit hasil tangkapan, Anda juga dapat tetap mempergunakannya buat kemudian dibesarkan dan dikembangbiakkan.Akan tetapi, Anda harus melakukan penangkapan nan sahih sebab jika hal itu tak dilakukan dengan baik, belut akan mengalami stres sehingga harus diadaptasikan lebih lama. Selain itu, jika teknik perawatannya tak baik, belut juga akan mengalami kematian.Misalnya saja, belut nan ditangkap dengan menggunakan setrum akan membutuhkan waktu adaptasi selama kurang lebih 1 bulan sehingga ia dapat hayati dan dikembangbiakkan. Dan jika pengadaptasian nan dilakukan tak tepat, maka akan terjadi kematian pada bibit belut tersebut.Belut nan dihasilkan dengan cara disetrum akan dapat hayati lebih lama apabila diberi air higienis dengan voltase setrum nan tak terlalu besar, stik setrum nan tak mengenai badan belut, serta waktu penyetruman nan tak terlalu lama.Belut nan didapatkan dari hasil setruman memiliki ciri-ciri berwarna kemerahan di bagian dubur dan insangnya. Sementara itu, jika setrum mengenai badannya, maka di badan belut akan timbul koreng nan semakin lama semakin membesar dan mengakibatkan kematian pada hewan tersebut.



Ciri-ciri Bibit Belut

Belut memiliki ciri-ciri tersendiri nan memudahkan manusia buat membudidayakannya. Ciri-ciri belut nan sulit buat dapat dipelihara dan dikembangbiakkan ialah sebagai berikut.

  1. Bibit belut berwarna hitam tak akan dapat tumbuh besar bila dikembangbiakkan. Begitu juga dengan bibit belut nan berwarna merah terang di sekujur badannya juga tak dapat dikembangbiakkan sampai besar.
  2. Belut dengan bentuk nan panjang dan berwarna hitam memiliki pertumbuhan nan lambat.
  3. Bibit belut berwarna hitam dengan bagian kepala nan lebih besar dibandingkan bagian tubuhnya nan lain juga tak dapat dibudidayakan sebab tak akan bertumbuh dengan besar. Belut ini akan terasa keras jika dipegang.
  4. Bibit belut berwarna abu-abu dengan ukuran sebesar jempol juka memiliki perkembangan nan sangat lambat.

Sementara itu, bibit belut nan dapat dibudidayakan ialah sebagai berikut.

  1. Belut dengan rona cokelat dan kehijauan nan dominan pada seluruh tubuhnya dapat didapatkan di sawah.
  2. Bibit belut berwarna cokelat bening dan memiliki totol hitam sangat baik buat dibudidayakan sebab dapat tumbuh dengan cepat.
  3. Bibit nan paling baik buat dibudidayakan memiliki rona punggung nan kuning dan kecokelatan dengan batikan di bagian ekor. Bibit ini dapat mencapai ukuran sebesar tangan orang dewasa.

Setelah mengetahui bibit belut nan baik buat dibudidayakan, Anda harus melakukan proses karantina buat memelihara dan mengembangbiakkan hewan jenis ini. Kegiatan karantina ini memiliki tujuan buat menjaga kesehatan belut sehingga tak terjangkit penyakit nan dibawa oleh bibit belut.