Syarat Bisnis dan Budidaya Ikan Gurami

Syarat Bisnis dan Budidaya Ikan Gurami

Banyak orang cukup berminat terhadap budidaya ikan gurami . Ikan gurami dalam bahasa Latinnya disebut Osphronemus gouramy nan merupakan ikan air tawar dari keluarga Anabantidae. Ikan gurami ini memiliki bentuk nan pipih dan lebar. Ikan ini mempunyai rona merah sawo dan kekuningan atau agak perak di bagian perut.

Sepasang siripnya akan berubah menjadi sepasang benang nan panjang nan fungsinya sebagai alat peraba. Selain itu, ikan gurami memiliki sirip keras nan menempel di bagian punggung, sedangkan bagian bawah sirip punggunya membentuk garis rusuk nan menyilang. Panjang maksimalnya sekitar 65 sm.

Ikan gurami ini pertumbuhannya nisbi lambat. Sebab, waktu buat mencapai kematangan telurnya sekitar 2 tahun. Ini merupakan waktu nan nisbi lama bagi jenis ikan tawar lainnya. Selama beberapa bulan, ikan gurami masih memiliki tubuh nan kecil dan baru kelihatan besar setelah 1,5 tahun. Makanan ikan ini bisa diberikan daun lompong, pakan ikan atau dedak/kulit dari padi nan masih kasar atau nan sudah dihaluskan.

Ikan gurami merupakan ikan tawar nan saat ini sangat digemari oleh masyarakat luas sebagai kuliner. Ikan gurami pengolahannya sangat beragam, ada nan rebus, digoreng, dibakar, dijadikan sup, dan sebagainya. Berbisnis dan membudidayakan ikan gurami saat ini dapat dibilang sebagai peluang usah nan menjanjikan dan menggiurkan, dengan melihat kondisi saat ini ikan gurami banyak diminati/digemari.

Banyak restoran nan menyajikan menu ikan gurami, bahkan ada restoran spesifik bernuansa ikan gurami. Kemungkinan ke depannya, komoditas ikan gurami akan mengalami peningkatan nan siginifikan, terutama setelah diketahui ikan gurami memiliki kegunaan nan besar.

Ikan gurami saat ini di pasaran mempunyai harga jual berkisar 25 sampai 40 ribu, tergantung dengan kualitasnya. Semakin baik kualitasnya, maka akan menjadikan harga ikan ini semakin mahal. Apalagi mempunyai ukuran nan besar dan mempunyai berat nan lumayan. Tidak menutup kemungkina juga, ke depannya ikan gurami dapat lebih mahal lagi, mengingat nilai mata uang juga semakin menurun.



Syarat Bisnis dan Budidaya Ikan Gurami

Ikan gurami saat ini masih merupakan bisnis ikan nan menjanjikan. Untuk memulai bisnis tersebut, perlu beberapa syarat nan harus dipenuhi.



1. Syarat Lokasi Usaha

Demi mendapatkan hasil dan kualitas ikan gurami nan baik dan optimal, maka berikut ini persyaratan minimal perlu buat dipenuhi.

  1. Budidaya dilakukan di dataran rendah dengan ketinggian sekitar 20 - 400 m dpl.
  2. Air buat budidaya harus memiliki kuantitas dan kualitas nan mencukupi. Kualitas air membutuhkan air nan tenang, bersih, dan dasar kolamnya terhindar dari lumpur, serta air tak tercemar, terutama oleh bahan kimia nan beracun. Tanah buat budidaya ikan ini harus mengandung cukup humus dan tak berporous jika menggunakan kolam tanpa semen/cor. Maksud tanah nan tak berporous ini ialah agar tanah dapat menahan massa air nan lebih besar dan tak bocor atau airnya mudah meresap ke dalam tanah dengan perbandingan tanah liat dengan pasir ialah 60 : 40.
  3. Jika menggunakan kolam dengan cor, maka harus dipertimbangkan saluran buka tutupnya dan sistem pergiliran airnya, agar air dalam kolam itu bisa terisi dan mengalami pergantian. Di dasar kolam juga perlu diberi kapur dan pupuk.
  4. Memiliki kemiringan tanah sekitar 3%-5%. Tujuannya buat mempermudah pengairan air ke kolam.
  5. Memiliki temparatur suhu optimum berkisar 25-30 derajat Celsius. Habitat ikan gurami buat pembudidayaan ini ialah kolam. Tapi habitat ikan gurami dapat di rawa, sungai, atau telaga nan memiliki kandungan oksigen nan lumayan, yakni > 2 ppm.


2. Tahapan Budidaya

Proses budidaya ikan gurami dibagi menjadi beberapa tahapan, mulai dari termin pembenihan sampai termin pembesaran. Masing-masing tahapan lebih jelasnya ialah sebagai berikut.

a. Termin pembenihan

Tahap pembenihan ini merupakan termin nan mencakup termin pemijahan, termin penetesan telur, dan terakhir termin perawatan larva. Telur nan telah menetas dipelihara sampai menjadi larva nan memiliki berat 0,5 gram selama kurang lebih 1 bulan.

b. Termin Pendederan

Tahap pendederan merupakan termin pemeliharaan benih gurami dengan berat 0,5 gram sampai beratnya 200 gram - 250 gram nan siap buat dibesarkan. Pendederan itu sendiri dibagi dalam 5 tahap.

  1. Pendederan 1: merupakan proses pemeliharaan benih 0,5 gram sampai benih memiliki berat 1 gram. Waktunya sekitar 1 bulan.
  2. Pendederan 2: proses pemeliharaan benih dengan berat 1 gram sampai beratnya menjadi 5 gram. Waktunya sekitar 1 bulan.
  3. Pendederan 3: pemeliharaan benih nan beratnya telah 5 gram hingga beratnya mencapai 20-25 gram.
  4. Pendederan 4: pemeliharaan benih nan beratnya 20 - 25 gram hingga menjadi 75 - 100 gram. Waktunya sekitar 2 bulan.
  5. Pendederan 5: pemeliharaan benih nan mempunyai berat berkisar 75 - 100 gram sampai beratnya 200 - 250 gram. Waktu nan dibutuhkan sekitar 3 bulan.

Tahap pembesaran yaitu pemeliharaan benih sebesar 200 - 250 gram hingga ikan mencapai ukuran nan layak dan siap buat dikonsumsi. Beratnya dapat mencapai mencapai 500 gram. Waktu nan dibutuhkan ialah 3 bulan. Setelah termin pembesaran ini, ikan gurami bisa dikonsumsi atau dipelihara terus sampai ukuran maksimalnya. Semankin berat ikannya, maka akan menjadikan harga ikan akan semakin mahal dijual.

Selain budidaya tersebut di atas masih ada cara lain nan dapat diterapkan, yakni pada termin pendederan hanya dilakukan tiga termin saja. Mulai dari berat 1 gram hingga beratnya mencapai 20 - 25 gram.

Pendederan dengan hanya 3 termin itu dilakukan karena:

  1. Proses pembudidayaan ikan gurami sampai ukuran konsumsi bisa memakan waktu nan cukup lama. Untuk mencapai hasilnya juga lama.
  2. Permintaan terhadap produk dari setiap tahapan pertumbuhan ikan, dari mulai telur hingga ikan dengan ukuran nan siapa buat dikonsumsi cukup tinggi.
  3. Apabila proses budidaya dilakukan dalam siklus nan penuh, masalah nan dihadapi ialah terbatasnya kapital serta huma buat membudidayakannya.

Dengan pembagian tahapan seperti ini, sangat membantu proses pembudidayaan, terutama masa panen menjadi lebih singkat, pendapatan dari proses budidaya mencukupi, dan risiko gagal panen menurun. Dengan adanya budidaya seperti di atas, akan membuka peluang usaha nan cukup luas.



3. Teknologi Tepat Guna

Selanjutnya ialah taraf teknologi nan digunakan dalam membudidayakan ikan gurami. Teknologi nan digunakan pada umumnya dibedakan dalam 3 bentuk, yakni intensif, semiintensif, dan tradisional. Dari ketiga teknologi tersebut, tak ada batas nan niscaya antara masing-masing taraf teknologi tersebut.

Saat ini, penggunaan teknologi hanya berdasarkan disparitas ciri-ciri ikan dan berpedoman pada bilangan usaha perikanan, yakni pengolahan lahan, pengairan, pemupukan/pemberian pakan, penyediaan benih unggul, pencegahan terhadap ancaman hawa penyakit, panen, dan memperbaiki manajemen usaha tani. Mayoritas teknologi tradisional dan semiintensif nan digunakan masyarakat.

Penggunaan teknologi tradisional memiliki karakteristik mengandalkan keadaan alam. Pemberian pakan juga dilakukan secara alami. Pemeliharaan ikan gurami ini dimaksudkan sebagai tabungan dan dipanen setiap tahun dalam rangka memenuhi kebutuhan hidup, terutama kebutuhan saat hari lebaran atau hari raya.

Untuk teknologi semiintensif, dalam pelaksanaannya, kegiatan budidaya telah dilakukan dengan berpedoman pada bilangan usaha perikanan nan sudah teratur dan terkontrol. Penggunaan teknologi semiintensif ini contohnya berupa pemberian pakan, yakni di samping dengan pakan alami juga dengan pakan buatan.

Semoga dengan informasi ini bisa berguna dan bisa memunculkan ide kreatif bagi para pembaca.