Pendapat Para Pakar Tentang Ilmu Alamiah Dasar

Pendapat Para Pakar Tentang Ilmu Alamiah Dasar

Pengetahuan fundamental tentang alam dikupas tuntas dalam Ilmu Alamiah Dasar. Salah satu bahasan nan kerap dijadikan salah satu pelajaran maupun mata kuliah ini menjabarkan tentang konsep hukum-hukum alam, baik tentang manusia, hewan, maupun tumbuhan.

Ya, pengetahuan fundamental tentang mahluk hayati dibahas dalam Ilmu Alamiah Dasar nan tidak bosan buat dipelajari dan dikaji. Mahluk hayati dengan segala aspek-aspeknya tertuang dalam Ilmu Alamiah Dasar. Dengan memahaminya, kita mampu memecahkan beberapa masalah nan kerap ditemui sehari-hari, nan erat kaitannya dengan unsur kehidupan. Seperti di mana kita hidup, dan pola-pola hayati lainnya nan bersifat alamiah.



Tujuan Ilmu Alamiah Dasar

Kita pun diajarkan buat bersikap alamiah, sebab dikenalkan dengan hukum-hukum alam guna menghindari kerusakan. Ilmu Alamiah Dasar atau nan biasa disingkat IAD ini merupakan ilmu pengetahuan nan berfokus dalam mengenali dan menggali gejala-gejala nan terjadi di alam semesta, termasuk bumi dan segala isinya.

Tujuannya tidak lain buat membentuk suatu konsep dan prinsip. Krusial buat diketahui, Ilmu Alamiah Dasar hanya mengkaji konsep-konsep dan prinsip-prinsip dasar nan sifatnya esensial saja.

Dasar tentunya mendalami akan bahasan tentang manusia nan karakteristiknya menarik buat dikenali. Misalnya, karakteristik manusia nan begitu unik dan berbeda dengan mahluk hayati lainnya seperti mengadakan metabolisme atau penyusunan zat, memberikan tanggapan terhadap rangsangan dari dalam dan luar, organ tubuhnya komplek dan sangat khusus, terutama otaknya.

Tak cukup di situ, keunikan manusia pun meliputi potensinya buat berkembang, tumbuh serta berinteraksi dengan lingkungan dengan terus bergerak. Selain itu, manusia pun memiliki keunggulan dibanding dengan makhluk hayati nan lainnya, yaitu memiliki kemauan keras serta berakal dan berbudi pekerti

Dapat kita pahami bersama bahwa Ilmu Alamiah Dasar begitu syarat dengan mekanisme ilmiah, sehingga dalam mengenali ciri eksklusif tak asal-asalan alias sembarangan. Ya, seperti dalam menggali dan mengenali ciri manusia. Segala nan terkandung dalam Ilmu Alamiah Dasar berupa kebenaran nan memiliki metode ilmiah. Dalam memecahkan segala permasalahannya, langkah nan ditempuh dalam mekanisme Ilmiah, meliputi penginderaan, masalah atau problem, hipotesis, eksperimen serta teori.



Pembagian Ilmu Pengetahuan dalam Ilmu Alamiah Dasar

Berbicara tentang ilmu alamiah tentu erat kaitannya dengan pembagian ilmu pengetahuan. Pembagian-pembagian tersebut bertujuan buat lebih memudahkan dan mempertajam pemahaman, sehingga setiap kajian terbungkus apik dalam setiap ranahnya, seperti adanya Ilmu Pengetahuan Sosial, nan mendalami interaksi antar manusia sebagai makhluk sosial nan membutuhkan mahluk lain di kesehariannya. Ilmu sosial terbagi dalam bahasan tentang pendidikan, antropologi, etnologi, psikologi, sejarah, ekonomi, serta sosiologi.

Ilmu Alamiah Dasar begitu akrab bahasannya dengan Ilmu Pengetahuan Alam, membahas tentang alam semesta dengan semua isinya pun terbagi atas beberapa kajian seperti fisika, kimia, serta biologi. Tak cukup di situ saja, cabang-cabang biologi terdiri atas botani, zoology, morfologi, anatomi, fisiologi, sitologi, histology serta palaentologi.

Dalam Ilmu Alamiah Dasar pun dikaji tentang Ilmu Pengetahuan Bumi dan Antariksa (IPBA), membahas tentang bumi sebagai salah satu anggota tata surya dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya, nan antara lain meliputi geologi, astronomi serta geografi.

Ilmu Alamiah Dasar memang tidak lepas dari segala sesuatu nan bersifat alamiah. Untuk itu, sikap alamiah amatlah diperlukan seperti toleran, skeptic, optimis, pemberani, kreatif atau swadaya, memiliki rasa ingin tahu atau kuriositas nan tinggi dan kemampuan belajar nan besar, tak bisa menerima kebenaran tanpa bukti, jujur serta bersikap terbuka.

Selain itu, adanya pemisahan atau pembagian ilmu pengetahuan dilatarbelakangi oleh berkembangnya ilmu pengetahuan dalam proses nan tidak sebentar. Sementara itu, dalam perkembangannya lebih lanjut, terlihat kesamaan generalisasi dari beberapa cabang ilmu pengetahuan, sehingga beberapa cabang ilmu pengetahuan itu berjumpa kembali, sebab pada hakikatnya merupakan satu unit.

Untuk mengkaji Ilmu Alamiah Dasar lebih jauh, kegiatan observasi amatlah diperlukan. Daya observasi atau penginderaan bisa ditempuh dengan cara latihan, kewaspadaan nan ditingkatkan dengan usaha ekstra yang sungguh-sungguh, instrument nan kian dikalibrasi, pengecekan nan dianggap sebagai cara nan paling sukses buat menghilangkan kekeliruan-kekeliruan dalam suatu pengamatan.

Selain itu, eksperimen dalam penelaahan Ilmu Alamiah Dasar ini merupakan penginderaan dalam kondisi nan dikontrol, meliputi analisis dan sintesis. Instrument baru memungkinkan penginderaan baru, serta pengukuran merupakan keterampilan tersendiri. Kita pun mengetahui bahwa mekanisme alamiah nan lazim meliputi penginderaan, inovasi masalah, penyusunan hipotesis, eksperimen, dan teori, sehingga dalam setiap kegiatannya syarat dengan rangkaian pengetahuan nan khasiatnya tidak terelakkan.

Urgensi Ilmu Alamiah Dasar tidaklah bisa dipandang sebelah mata, sebab mampu mendatangkan majemuk makna. Makna akan pentingnya ilmu pengetahuan nan berguna dalam menuntun manusia di kehidupan. Tanpa ilmu, arah hayati manusia kian buntu dan tidak bermutu.

Segala sesuatu nan menentukan ilmu alamiah pun bisa dilihat dari metode ilmiah nan terkandungnya. Mengapa demikian? Karena bidang ilmu alamiah merupakan huma loka metode ilmiah bisa diterapkan, begitu pula sebaliknya. Mengapa terdapat ilmu alamiah? Tujuannya tidak lain dan tidak bukan buat membentuk dan menggunakan teori.

Selain itu, ilmu alamiah bertujuan buat mencari, kebenaran dan fakta. Ilmu alamiah dan nilai metode ilmiah pun tak bisa memberikan nilai atau moral terhadap suatu keputusan. Namun, manusia sebagai subjek atau pemakai ilmu alamiah-lah nan sesungguhnya menilai apakah hasil ilmu alamiah itu baik atau tidaknya.

Menurut beberapa para ahli, tujuan ilmu alamiah ialah mencari kebenaran tentang objeknya yaitu alam semesta, serta kebenaran itu bersifat relative. Suatu kategori ilmu pengetahuan pun memiliki kriteria seperti teratur, sistematis, berobjek, bermetode, dan berlaku secara universal.

Lahirnya ilmu alamiah dilatarbelakangi oleh suatu pengalaman nan merupakan salah satu cara terbentuknya pengetahuan. Sedangkan pertambahan pengetahuan dipicu oleh:

  1. Dorongan praktis nan memanfaatkan pengetahuan itu buat meningkatkan tingkat hayati nan lebih tinggi
  1. Dorongan buat memuaskan diri nan bersifat nonpraktis atau teoritis guna memenuhi kuriositas dan memahami hakikat alam semesta dan isinya


Pendapat Para Pakar Tentang Ilmu Alamiah Dasar

Kedua dorongan nan disebutkan di atas itu mampu menumbuhkan kemajuan ilmu pengetahuan. Pada hakikatnya, ilmu alamiah merupakan kegiatan manusia nan bersifat murni serta aktif. Seiring dengan zaman nan terus berkembang, maka lahirlah ilmu pengetahuan dan metode pemecahan masalah secara ilmiah nan disebut metode ilmiah.

Metode ilmiah tersebutlah nan kemudian memunculkan beberapa teori atau pendapat nan dikemukakan oleh beberapa ahli, sinkron dengan bidang nan diminatinya. Tokoh-tokoh Yunani misalnya, mereka berpendapat:

  1. Demokritos (460-370 SM): berpendapat tentang unsur-unsur dasar benda. Bila suatu benda dibagi terus menerus suatu saat akan sampai pada bagian nan terkecil nan tak bisa dibagi lagi, bagian terkecil tersebut disebut atom.
  1. Empedokles (480-430 SM): tokoh nan menyempurnakan ajaran Pythagoras tentang empat unsur dasar yaitu tanah, air, udara, dan api.
  1. Plato (427-345 SM): mengemukakan bahwa keanekaragaman nan tampak ini sebenarnya hanya suatu duplikat dari semua nan kekal dan immaterial.
  1. Aristoteles (384-322SM): membuat intisari ajaran orang-orang sebelumnya. Dalam pemikiran suatu masalah, Plato membuang hal-hal nan tak masuk akal dan memasukkan pendapatnya sendiri.
  1. Ptolomeus (127-151 SM): bahwa bumi sebagai pusat sistem tata surya, berbentuk bulat, dan diam seimbang tanpa tiang penyangga.
  1. Anaximander (624-549 SM): langit nan kita lihat sebenarnya ialah setengah.
  1. Anaximenes (560-520 SM): unsur-unsur dasar pembentukan semua benda itu ialah air.
  1. Herakleitos (560-470 SM), berpendapat bahwa Anaximenes bahwa justru apilah nan menyebabkan adanya trasmutasi itu.
  1. Pythagoras (500 SM), berpendapat bahwa unsur dasar semua benda sebenarnya ialah empat, yaitu tanah, api, udara, dan air. Ia pun terkenal sebagai pakar matematika dengan Dalil Pythagoras.

Bahasan tentang Ilmu Alamiah Dasar amatlah luas. Kepekaan dan ketelitian amatlah diperlukan ketika tengah mengkajinya. Anda pun bisa diajarkan banyak hal begitu syarat manfaat, hingga ragam pengetahuan pun bisa Anda kantongi dan berguna di suatu hari.