Perpecahan

Perpecahan

Tahun 2000-an, industri musik Indonesia tumbuh pesat. Hal tersebut salah satunya ditopang oleh kehadiran sebuah band bernama Peterpan , band nan berasal dari Bandung dengan genre pop rock.



Cikal Bakal Peterpan

Peterpan lahir pada saat Andika (pemain keyboard) mengajak Uki (pemain gitar), beserta Abel dan Ari buat membentuk grup band. Tapi pada saat itu, band mereka belum memiliki vokalis. Kemudian, Uki mengajak Ariel buat menjadi vokalis. Namun, band SMU ini akhirnya bubar begitu saja di tengah jalan.

Akan tetapi, Andika dan Uki masih ingin serius berkarir di bidang musik. Maka pada tahun 2000, Andika berinisiatif buat mengumpulkan kembali teman-temannya nan berman band di masa SMU tersebut. Andika, Uki, dan Ariel pun bertemu. Mereka juga mengajak teman-teman baru yaitu, Reza (pemain drum), Lukman (pemain gitar) dan Indra (pemain bass). Band baru mereka ini pun diberi nama Peterpan.

Sebelum masuk dapur rekaman, Peterpan sering manggung di kafe-kafe Bandung. Pada suatu kesempatan, penampilan mereka disaksikan oleh Noey nan merupakan personil Java Jive. Noey nan saat itu sedang menggarap sebuah proyek musik buat sebuah album kompilasi menawarkan Peterpan buat mengikuti kegiatan tersebut.

Alhasil, Peterpan mengirimkan tiga lagu yaitu, Mimpi nan Sempurna ,Sahabat, dan Taman Langit . Noey kemudian memilih lagu Mimpi nan Sempurna sebagai lagu nan pantas dimasukkan ke dalam album kompilasi tersebut. Dari sinilah nama Peterpan menjadi besar. Banyak penikmat musik Indonesia nan menyukai lagu mereka.



Album Rekaman

Sebuah label musik Indonesia saat itu mengajak Peterpan buat membuat sebuah album. Akhirnya tahun 2003, Peterpan memiliki album pertama dan diberi judul Taman Langit. Hits pada album ini di antaranya Sahabat dan Taman Langit . Album Taman Langit pun saat itu terjual sebanyak 650.000 kopi.

Setahun kemudian, Peterpan merilis album kedua dengan judul Bintang di Surga . Lagu hits pada album ini di antaranya Mungkin Nanti, Ada Apa Denganmu, dan Bintang di Surga . Album ini menjadi album terlaris Peterpan dengan angka penjualan 1.700.000 kopi.

Pada 2005, Peterpan dipercaya buat mengisi sebuah soundtrack film Alexandria . Lagu-lagu pada album Peterpan ini lebih banyak berisi lagu-lagu lama Peterpan nan direkam ulang dan diberi rona baru. Hanya ada beberapa lagu baru, seperti Jauh Mimpiku dan Menunggu Pagi . Total ada lima lagu baru pada album ini.



Perpecahan

Tahun 2006, Indra dan Andika, memutuskan keluar dari Peterpan sebab berbagai macam alasan. Kemudian, Indra dan Andika membentuk band baru nan bernama The Titans. Sementara itu, terjadi juga sebuah kesepakatan baru, di mana nama Peterpan tak boleh lagi dipakai setelah kontrak mereka dengan salah satu label musik di Indonesia selesai.

Nama Peterpan masih dipakai saat album keempat nan diberi judul Hari nan Cerah . Beberapa hits pada album ini di antaranya Menghapus Jejakmu, Cobalah Mengerti , dan Sally Sendiri . Album terakhir nan menggunakan nama Peterpan berjudul Sebuah Nama Sebuah Cerita. Lagu ini berisikan kumpulan lagu terbaik Ariel dan kawan-kawannya saat masih bernama Peterpan.

Pada 2009, materi lagu buat album baru dan nama baru band ini sedang dalam proses. Akan tetapi sang vokalis Ariel, tersangkut kasus video porno, dan membuatnya ditahan dalam penjara. Pengerjaan album baru pun menjadi tertunda.

Lepas dari semua itu, kekuatan Peterpan terletak pada karakteristik khas vokal Ariel dan permainan nan seimbang antara drum, gitar dan keyboard dari masing-masing personilnya. Bagaimana pun juga, Peterpan telah membuat sebuah perbedaan makna baru dalam industri musik Indonesia. Peterpan akan selalu dikenang meskipun Ariel, Uki, Lukman, dan Reza sudah berganti nama.



Peterpan dan Karya Terbaiknya

Lirik lagu, salah satunya dijadikan alasan seseorang menyukai sebuah lagu berikut mengagumi band atau penyanyinya. Di samping penyanyi nan berwajah tampan atau cantik, lirik lagu bisa dijadikan tolak ukur kesuksesan.

Karena pangsa pasar kebanyakan para remaja, lagu bertemakan cinta dengan segala unsur penyertanya dijadikan pilihan paling laris. Tidak heran jika banyak pencipta lagu nan menulis cerita-cerita tentang cinta, nan seolah tak pernah menemui kata penghabisan. Cerita cinta di zaman dan tahun berapa pun seolah selalu menemukan kekiniannya.

Seperti halnya band-band Indonesia lain, Peterpan ialah salah satu band dari Kota Kembang nan selalu menelurkan lagu-lagu hits. Hal ini tak lepas dari tangan dingin seorang Nazril Irham atau nan lebih dikenal dengan nama Ariel Peterpan.

Band nan digawangi Ariel, Uki, Reza, Lukman, Andika, dan Indra, pada awal kemunculannya langsung diterima dengan sangat baik di kalangan masyarakat dengan lagu Mimpi nan Sempurna . Saat itu, Peterpan baru mengeluarkan single.

Antusiasme masyarakat Indonesia merespon single Peterpan membuat karir Ariel dan kawan-kawan semakin menanjak sehingga mereka meluncurkan sebuah album berjudul Taman Langit.

Sama halnya dengan kehadiran Mimpi nan Sempurna , lagu-lagu dalam Taman Langit direspon dengan sangat baik. Namun, kehadiran Taman Langit kalah dahsyat dengan album berikutnya nan bertajuk Bintang di Surga sekitar 2005.

Pada album ini, Peterpan seolah menunjukkan eksistensi terbaiknya di global perindustrian musik Indonesia. Beberapa platinum dan penghargaan mereka raih dari penjualan album ini. Selain Bintang di Surga nan sekaligus dijadikan judul album, Ada Apa Denganmu dan Di Belakangku merupakan lagu paling hits di album ini.

Berkat lirik-lirik nan ditulis sang vokalis, Ariel, lagu-lagu Peterpan banyak nan dianggap gue banget oleh kalangan remaja. Dengan kata lain, lagu-lagu Peterpan dianggap mampu mewakili suasana hati para penikmat musik –dan lirik– di Indonesia dan luar negeri.

Lirik lagu Yang Terdalam pada album Taman Langit seolah telah menjadi sebuah mahakarya sepanjang masa nan ditulis Ariel. Seperti judul lagunya, lirik lagu ini sangat menyentuh hati siapa pun nan mendengarkan. Hal ini, tak terlepas dari racikan aransemen nan lahir dari seorang brilian.

Saat itu, karir Peterpan semakin menanjak. Namun, pada 2006 mereka tersandung masalah dengan pemecatan dua personilnya, Andika dan Indra. Andika dan Indra dipecat sebab dianggap adanya ketidaksepahaman dalam penciptaan sebuah karya atau nan lebih trend di kalangan band-band ialah adanya disparitas visi. Disparitas visi selalu dijadikan alibi pemecatan atau keluarnya seseorang dari sebuah band.

Hengkangnya Andika dan Indra tak membuat Peterpan ‘kehilangan taring’. Hal ini ditunjukkan dengan diluncurkannya album Hari nan Cerah pada bulan Mei 2007. Tidak tanggung-tanggung, peluncuran Hari nan Cerah disiarkan serentak di 6 stasiun televisi.

Hari nan Cerah seolah jadi epilog kesuksesan Peterpan meskipun setelah itu mereka masih meluncurkan album terakhir The Best of- Sebuah Nama Sebuah Cerita . Sekaligus jadi album terakhir Ariel dan kawan-kawan dengan nama Peterpan.

Karya-karya Peterpan akan selalu diakui dan dikenang masyarakat Indonesia meskipun kini sang vokalis harus tinggal di hotel prodeo dampak kasus nan menimpanya. Bagaimana pun, seseorang harus diakui karya-karyanya. Sekecil apapun. Begitu pula Ariel dan Peterpan.