Barong - Tips Berwisata ke Pulau Dewata

Barong - Tips Berwisata ke Pulau Dewata

Jika Anda pernah berkunjung ke Pulau Dewata Bali, apa nan menarik perhatian Anda selain estetika Pantai Kuta? Tarian kecak? Souvenir khas Bali? Atau satu tarian nan para penarinya terbalut kostum megah dengan topeng nan "menyeramkan"? Niscaya Anda akan mengangguk setuju pada keunikan dan gerakan eksotis sebuah tarian khas Bali bernama Barong.

Ya, tari Barong ialah tarian khas Bali nan berasal dari kultrasi zaman pra Hindu. Tarian ini menggambarkan tentang pertarungan antara kebaikan melawan kejahatan, yaitu bahwa di global ini selalu ada sifat orang nan baik dan sifat orang nan jahat. Dengan kata lain, ada kebaikan dan ada keburukan tergantung bagaimana seseorang menghadapi dan menyikapi kehidupannya.

Tarian Barong tersebut terkenal dengan sebutan Dharma atau kebajikan melawan Adharma (kebathilan). Citra tampilan kebajikan dilakonkan oleh Barong, yaitu penari nan memakai kostum binatang berkaki empat dengan kostum nan sangat megah. Sementara itu, citra tampilan kebathilan dimainkan oleh Rangda, yaitu seorang sosok menyeramkan nan memiliki dua taring runcing di mulutnya.

Dalam perkembangan selanjutnya, sosok Barong tidak lagi hanya digambarkan binatang berkaki empat, melainkan ada nan memiliki dua kaki, bahkan ada nan digambarkan dengan sosok manusia. Jika Anda pernah melihat pementasan tarian ini, Anda niscaya akan terkagum-kagum dengan kostum serta gerakan nan dilakukan oleh para penarinya.

Lalu, sebenarnya apa pengertian Barong? Barong berasal dari kata bahruang nan artinya "binatang beruang". Dalam mitologi Hindu, binatang beruang dianggap mempunyai kekuatan mistik nan juga disebut sebagai binatang pelindung bagi makhluk hidup. Hal itu menandakan bahwa sosok Barong ialah sosok pelindung dan pemberi kegunaan serta kebaikan bagi seluruh makhluk hayati di dunia.

Jika Anda berkunjung ke Bali, sempatkanlah menyaksikan pementasan tarian eksotis ini. Anda niscaya akan memiliki kesan tersendiri ketika menyaksikan secara langsung tarian Barong tersebut. Gerakannya nan eksotis memberikan makna tersendiri nan menyimbolkan sebuah cerita tentang sebuah kehidupan, dimana manusia hayati akan selalu berjumpa dengan sosok kebaikan dan keburukan.



Barong - Jenis Tarian Ini

Ada beberapa jenis tari Barong nan biasa disuguhkan bagi para pengunjung wisata di daerah Bali. Para wisatawan lokal maupun wisatawan asing akan melihat tampilan tarian ini nan berbeda, di antaranya Barong Ket, Barong Gajah, Barong Asu, Barong Brutuk, Barong Bangkal (Babi), Barong Macan, Barong Landung, Barong Blasblasan, dan Barong-Barongan.

Dari semua jenis tarian Barong tersebut, kebanyakan nan ditampilkan dan dijadikan pertunjukan bagi para wisatawan ialah tarian Barong Ket (Barong Keket). Tarian Barong Keket memiliki kostum tari dan mobilitas tarian nan sangat lengkap jika dibandingkan dengan jenis tarian Barong lainnya.

Barong Bangkal atau Barong Babi memiliki arti seekor babi nan berbadan besar dan telah berumur tua. Barong ini menyerupai seekor babi atau celeng. Dalam pementasan tarian Barong ini biasanya dengan cara ngelawang atau melakukan pementasan nan tak menetap (berpindah-pindah dari loka nan satu ke loka nan lain) atau biasanya hanya sekadar diusung saja. Iringan musik nan menyertai tariannya berupa gamelan Bali, semacam alat musik gamelan di daerah Jawa.

Selanjutnya ialah Barong Asu nan memiliki tampilan seperti anjing. Dalam bahasa Bali dan Jawa, kata Asu artinya ialah anjing. Barong ini memang penampilannya sangat menyerupai anjing, terutama topengnya. Barong Asu sangat dikeramatkan dan terdapat di pura puncak dawa Baturiti Tabanan.

Barong nan dikeramatkan juga ialah Barong Gajah. Sinkron dengan namanya, tampilannya memang menyerupai seekor gajah. Desa Singapadu ialah salah satu desa nan mengeramatkan Barong Gajah ini. Sporadis sekali dilakukan pementasan tarian tersebut, kecuali dalam acara-acara keagamaan spesifik misalnya.

Barong Macan memiliki tampilan seperti seekor macan. Dalam pementasannya, akan ada dua penari nan menari dan ada juga nan dilengkapi dengan suatu drama tari seperti Arja. Gambelan atau musik nan mengiringinya ialah gambelan batel.

Barong Landung memiliki disparitas dari semua Barong sebelumnya. Jika semua Barong nan telah disebutkan di atas berwujud binatang, maka berbeda dengan Barong Landung nan memiliki wujud manusia purba berkaki dua. Biasanya, Barong Landung dibuat berpasangan nan terdiri dari Barong Landung laki-laki dan Barong Landung perempuan.

Barong Landung laki-laki bernama Ratu Lanang dan Barong Landung perempuan disebut Ratu Luh. Pemberian nama Landung berarti tinggi besar sinkron dengan sosok Barong Landung itu sendiri. Jika Anda pernah melihat ondel-ondel Jakarta, sosok Barong Landung hampir menyerupai tinggi dan besarnya seperti Ondel-Ondel.

Barong Blasblasan disebut juga sebagai barong kedingkling. Barong Blasblasan ialah pementasan barong nan dilakukan secara ngelawang atau berpindah dari satu loka ke loka lainnya dan penarinya hanya memakai aneka topeng wayang orang dengan cuplikan cerita mengambil cerita Ramayana.

Barongan ini banyak dipentaskan pada hari-hari Raya Galungan ataupun Kuningan. Biasanya, penari Barong Blasblasan berupa anak-anak kecil. Musik pengiringnya menggunakan gambelan batel atau bebarongan. Jika Anda berkunjung ke Pulau Dewata bertepatan dengan seremoni hari Raya Galungan, maka Anda niscaya akan melihat pementasan tarian ini. Anak-anak nan menarikannya sangat menggemaskan dan lihai dalam menari.



Barong - Kostum Tarian Ini

Beda Barong, maka akan berbeda kostumnya. Namun, satu nan menyamakannya ialah ornamen atau hiasan nan terdapat di kostum para Barong. Misalnya saja, Kostum Barong Ket menggambarkan kombinasi antara hewan singa, harimau, dan sapi. Pada bagian badan, kostumnya diberi ornamen dari kulit, potongan-potongan cermin, serta bulu-bulu dari serat daun pandan.

Tarian ini umumnya dimainkan oleh dua orang penari. Satu orang penari berada di posisi depan memainkan kepala dan kaki depan Barong agar terus bergerak, sementara penari kedua posisinya ada di belakang ekor dan kaki Barong. Kedua penari tersebut harus kompak ketika melakukan gerakan meliuk-liuk ataupun berputar ke segala penjuru.

Jika Anda pernah melihat pertunjukkan Barongsai nan biasanya ditampilkan oleh masyarakat China pada seremoni Imlek, tarian Barong tidak ada bedanya. Namun, cerita nan ditampilkan pada tarian Barong sangat berbeda dari penampilan Barongsai. Dalam cerita tarian Barong mempertunjukkan tentang kisah pertarungan Barong dan Rangsa nan juga dilengkapi oleh tokoh-tokoh lainnya, seperti kera nan merupakan sahabat Barong. Tokoh lainnya nan ikut dalam penampilan tari Barong, yaitu Dewi Kunti, anak Dewi Kunti (Sadewa), serta para pengikut si pelopor kejahatan Rangda.



Barong - Tips Berwisata ke Pulau Dewata

Penasaran ingin melihat aksi para Barong menari? Sudah saatnya Anda membuat planning buat berlibur mengunjungi Pulau Dewata bersama keluarga. Sebelum pergi berlibur, ada baiknya mengikuti beberapa tips wisata berikut.

  1. Jika Anda berlokasi di luar Pulau Jawa, pastikan Anda telah membeli tiket pesawat tujuan Bali. Jangan membeli tiket pesawat pada hari-hari libur besar atau hari raya sebab biasanya harga tiket akan melonjak dua kali lipat.

  2. Siapkan peta wisata Bali. Anda dapat browsing buat melihat loka wisata nan akan dikunjungi saat Anda dan keluarga berada di Bali.

  3. Bawa perlengkapan hiburan, seperti MP3 player, buku atau PS sebagai teman asyik selama perjalanan.

  4. Siapkan dana lebih buat membeli souvenir bagi kerabat, sahabat dan juga teman kerja Anda, bahkan atasan Anda.

  5. Jangan lupa membawa kamera! Abadikan momen liburan Anda dan keluarga dengan membuat video rekaman atau foto bersama di lokasi wisata.

Pulau Dewata Bali memang menyimpan sejuta pesona alamnya nan menarik wisatawan domestik maupun internasional. Selamat berlibur di Pulau Dewata nan menawan dan nikmati keseruan bersama keluarga menikmati Tarian Barong!