Macam-Macam Zakat Maal

Macam-Macam Zakat Maal

Umat Islam mempunyai banyak wahana buat membersihkan diri dan hartanya sambil membantu sesama, salah satunya ialah dengan zakat maal . Ada banyak cara buat dalam berzakat. Ada majemuk jenis zakat, yakni zakat fitrah dan zakat maal.

Zakat fitrah ialah zakat nan merupakan kewajiban setiap muslim, pada usia berapapun, kecuali beberapa pengecualian. Zakat fitrah dilaksanakan pada bulan puasa hingga sebelum sholat Idul Fitri. Zakat ini sifatnya wajib. Anak kecil nan belum mampu mencari pendapatan sendiri ialah tanggungan orang tuanya.

Zakat ini bertujuan supaya semua umat muslim ketika datangnya hari kudus Idul Fitri, akan merasakan kegembiraan nan sama. Riwayatnya, Rasulullah SAW menyerukan umatnya buat menyambut hari raya Idul Fitri dengan perasaan gembira. Pakailah baju terbaik nan kita punya, hidangkan makanan buat menyambut tamu nan hendak bersilahturahmi berbagi kebahagiaan, dan selalulah tampil gembira.

Ini bertujuan buat menyampaikan pesan kepada orang-orang non muslim bahwa Islam ialah agama nan berbahagia dan mempunyai umat nan banyak. Namun, buat beberapa kalangan, berpakaian nan bagus dan memasak nan enak-enak belum tentu sanggup buat dilakukan.

Dapat kita bayangkan saudara-saudara kita nan yatim dan piatu, para janda, musafir, dan fakir miskin. Mereka ialah orang-orang nan wajib kita bantu melalui zakat fitrah guna merasakan kebahagiaan nan sama. Orang nan baru masuk Islam juga merupakan salah satu penerima zakat, meskipun apabila dia orang nan mampu secara finansial, zakat fitrah ialah salam kebersamaan nan disampaikan sesame saudara Muslimnya.

Pada zakat maal, hal nan sama pun berlaku. Allah SWT tak mewajibkat zakat maal kepada seluruh umatNya. Tuhan hanya mewajibkan kita memberikan zakat maal pada saat kita mampu dan berlebih harta. Apabila tidak, zakat maal mejadi tak wajib.

Zakat ialah satu di antara lima rukun Islam. Zakat harta wajib apabila mencapai nisabnya. Perhitungannya beragam, begitu juga jenis harta nan dapat dizakatkan. Ada banyak dalil nan mengatur tentang kewajiban berzakat harta. Keterangan tersebut lengkap dengan tata cara pembagian zakat, orang nan berhak mendapatkannya, batas nisab harta, dan banyak lagi.

Patut buat diketahui, pengaturan zakat ialah perwujudan dari kepedulian terhadap sesama. Dengan melakukan dan mematuhi anggaran zakat harta, kita bisa membantu membangun Islam nan lebih baik dari sebelumnya dengan masyarakatnya nan hayati secara layak.



Beberapa Jenis Zakat

Apa itu zakat maal? Zakat maal ialah zakat nan diwajibkan bagi individu ataupun forum mengenai harta nan dimiliki. Apabila telah sampai nisabnya, harta tersebut menjadi wajib buat dizakati. Ada beberapa jenis pembagian antara zakat, sedekah, infaq, dan hibah atau hadiah.

•Zakat ialah ibadah wajib umat muslim mengenai mal nan dimiliki nan hukumnya wajib sinkron dengan syariat nan ditetapkan. Zakat mempunyai anggaran nan ketat sebab wajib.

•Sedekah ialah ibadah mengenai mal nan bersifat sunnah. Semua muslim bisa melakukannya tanpa ada anggaran nan mengikat. Zakat lebih didahulukan sebab sifatnya wajib. Setelah Anda memenuhi zakat wajib Anda, silahkan bersedekah.

Walaupun tak ada nan standar mengenai sedekah, nan paling primer buat disedekahi ialah keluarga terdekat Anda. Apabila masih ada orang tua, mereka nan lebih diutamakan buat diberikah sedekah. Setelah itu anak dan istri, lalu saudara. Apabila semua telah diberikan sedekah, namun Anda masih ingin bersedekah, Anda bisa memberi sedekah bagi para tetangga. Diharapkan dengan sistem seperti ini maka kehidupan semua muslim akan menjadi layak.

• Infaq kata lainnya ialah sumbangan. Infaq bisa ditentukan nominalnya atau tidak, bergantung kesepakatan. Sistem infaq biasanya dilakukan beberapa muslim nan mempunya tujuan nan sama, misalnya membangun masjid. Hukumnya sunat. Infaq tak diberikan kepada orang perorangan, namun terwujud dalam hal lain.

•Hibah ialah keikhlasan seseorang memberikan harta bendanya buat seseorang lain atau sebuah lembaga. Hibah tak dalam bentuk uang, akan tetapi dalam bentuk benda, misalnya gedung, rumah, tanah, dan lain-lain.



Dalil-Dalil tentang Zakat Maal

Di dalam Islam, setiap ibadah nan dilakukan oleh umat memiliki dalil-dalil. Dalil-dalil nan diakui dalam Islam ialah Al Qur’an dan Hadist nabi. Hal ini bertujuan buat menghindari bid’ah atau melakukan ibadah secara hiperbola atau tak sinkron dengan nan disifatkan Rasulullah SAW.

Adapun dalil-dalil nan dikenakan buat memperkuat kewajiban dan pengaturan terhadap zakat maal ialah sebagai berikut:

•QS (2:43)

"Dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan rukuklah beserta orang-orang nan rukuk"Dalam Al Qur’an surat Al baqarah ayat 43 ini disebutkan bahwa melakukan zakat sama wajibnya dengan melakukan Sholat. Ayat ini menjadi dalil bahwa zakat ialah termasuk ibada fadhu ‘ain.

•QS (9:35)

“Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahanam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu nan kamu simpan buat dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa nan kamu simpan itu."Ayat ini mengingatkan tentang dampak nan akan kita dapatkan apabila tak memenuhi hak orang lain nan ada pada harta nan kita dapatkan, dengan cara memberi zakat nan wajib kita berikan.

•QS (6: 141)

“Dan Dialah nan menjadikan kebun-kebun nan berjunjung dan nan tak berjunjung, pohon kurma, tanam-tanaman nan bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima nan serupa (bentuk dan warnanya) dan tak sama (rasanya). Makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tak menyukai orang nan berlebih-lebihan.”

Pada ayat ini Allah SWT mengatakan kepada umatNya bahwa kita bisa memanfaatkan apapun nan ada di muka bumi ini sebagai karuniaNya buat memenuhi kebutuhan kita. Kita dipersilahkan buat mengolah dan menikmati hasilnya. Akan tetapi, dari hasil nan kita dapatkan itu, ada hak orang lain. Hak ini bisa diberikan berupa sedekah atau zakat.



Macam-Macam Zakat Maal

Harta nan dikategorikan wajib buat dizakati jika sampai pada hisabnya terdiri dari banyak jenis. Hal ini pun disesuaikan dengan jenis harta nan kita miliki zaman sekarang. Berikut beberapa daftar jenis zakat maal nan ditentukan zakatnya:

1.Hewan Ternak

Hewan ternak nan dimaksud ialah seluruh jenis hewan (yang halal) nan kita miliki sebagai sumber mata pencaharian.

2.Hasil Pertanian

Hasil pertanian juga seperti hewan ternak, meliputi bermacam jenis pertanian seperti sawah, ladang, dan kebun.

3.Emas dan Perak

Benda berharga dengan bahan emas dan perak bisa berupa perhiasan ataupun bentuk lainnya.

4.Harta Perniagaan

Harta perniagaan nan dimaksud ialah bisa berupa pakaian, makanan, minuman, peralatan atau pun barang nan berlaku buat diperjualbelikan. Barang nan berlaku pada perniagaan ini bisa dilakukan secara perseorangan maupun berkelompok.

5.Hasil Tambang

Jenis zakat ini mirip dengan emas dan perak, hanya saja hasil tambang ini ialah benda nan terdapat dalam bumi nan belum melalui proses pengolahan menjadi perhiasan. Benda-benda tersebut antara lain minyak, logam, batubara, mutiara, dan benda lain nan tentunya memiliki nilai ekonomis.

6.Barang Temuan

Biasanya harat temuan ini disebut juga harta karun. Dengan kata lain harta nan ditemukan di suatu loka secara kebetulan dan tak dalam status kepemilikan seseorang.

7.Zakat Profesi

Istilah umumnya ialah zakat penghasilan. Zakat ini dikeluarkan apabila jumlah penghasilan sudah memenuhi hitungan dalam anggaran zakat maal.