Potensi Teknologi Pendidikan

Potensi Teknologi Pendidikan

Peningkatan mutu pendidikan kerap dijadikan isu primer di beberapa negara berkembang, di antaranya ialah Indonesia. Isu tersebut selalu ditanggapi dengan majemuk cara dan upaya buat mencapai hasil nan optimal. Hingga akhirnya, teknologi pendidikan nan telah menjadi bagian dari pendidikan berupaya buat meningkat mutu pendidikan dengan cara-cara nan khas.

Lalu pertanyaannya, apa sebenarnya nan dimaksud dengan teknologi pendidikan? Haruskah dengan menggunakan alat-alat visual nan berbau teknologi baru diklaim pembelajaran berbasis teknologi di bidang pendidikan? Artikel ini akan menjelaskan hakikat teknologi di bidang pendidikan.



Beberapa Definisi Teknologi Pendidikan

Sejatinya, tak ada definisi standar tentang teknologi pendidikan. Namun masing-masing definisi saling mengisi sehingga klarifikasi tentang teknologi di bidang pendidikan dan perannya menjadi jelas. Di dalam buku “Teknologi Pendidikan” nan ditulis oleh Prof. Dr. Nasution, M. A ada tiga definisi teknologi di bidang pendidikan.

    1. Media komunikasi nan digunakan dalam pendidikan. Media nan dimaksud ialah alat-alat teknologi, seperti TV, radio, video tape, komputer, infocus dan lain-lain.
    1. Pengembangan, penerapan, evaluasi sistem-sistem, teknik dan alat bantu buat memperbaiki dan meningkatkan proses belajar mengajar.
    1. Pemikiran nan sistematis tentang pendidikan dan penerapan problem solving dalam pendidikan nan bisa dilakukan dengan menggunakan alat-alat komunikasi modern, akan tetapi tanpa alat itu juga dapat dilakukan.

      Dari ketiga definisi di atas, bisa disimpulkan bahwa teknologi di bidang pendidikan (TP) ialah suatu pendekatan sistematis dan kritis tentang pendidikan. Artinya, di dalam teknologi di bidang pendidikan ada “ software ” dan “ hardware ”.

      Software nya ialah aktivitas menganalisis permasalahan nan ada, lalu menyusun langkah-langkah sistematis dan tekniknya nan sinkron dengan kondisi lingkungan belajar. Tujuannya, agar pembelajaran bisa tercapai sinkron nan diinginkan.

      Adapun nan dimaksud dengan hardware ialah alat-alat nan digunakan buat mencapai tujuan nan digagas, misalnya komputer, infocus, tape, radio, TV dan lain-lain. Namun, tidak selamanya hardware nan dimaksud harus ‘berbau’ teknologi. Setiap alat nan digunakan buat mencapai proses pembelajaran nan diinginkan disebut dengan hardware .

      Pemahaman definisi di atas, sejatinya, tidak luput dari kata teknologi nan berasal dari bahasa Yunani, yaitu technologia . Di dalam webster Dictionary, technologia adalah penanganan sesuatu secara sistematis ( systematic treatment ). Makanya tepat bila dikatakan bahwa teknologi di bidang pendidikan ialah pendidikan nan sistematis dan kritis dalam pendidikan.



      Antara Teknologi pendidikan dan Metodologi Pendidikan

      Banyak orang bingung antara teknologi di bidang pendidikan dengan metodologi pendidikan. Sudah jamak diketahui bahwa metodologi pendidikan ialah alat peraga pendidikan nan tujuannya agar tercapai materi ajar kepada siswa, sedangkan teknologi di bidang pendidikan ialah cara mengajar nan menggunakan alat-alat teknologi modern tapi bukan sebagai alat utama.

      Alat tersebut hanyalah ditujukan buat tercapai maksud dari bahan ajar nan diajarkan sehingga boleh dikatakan, metodologi pendidikan bagian dari teknologi di bidang pendidikan.



      Potensi Teknologi Pendidikan

      Bila dikaji dari fungsi teknologi di bidang pendidikan, bisa dikatakan bahwa ada enam potensi teknologi tersebut.

        1. Mampu membuat pendidikan menjadi lebih produktif. Pasalnya, teknologi pendidikan mempunyai peran buat mempercepat proses pembelajaran, guru bisa menggunakan waktu pembelajaran menjeadi lebih baik, dan mereduksi tugas guru dalam hal menerangkan materi ajar lebih banyak. Fungsi guru kini berubah, yaitu membuat siswa jadi lebih bergairah dalam belajar.
        1. Mampu membuat pembelajaran mandiri. Artinya, siswa bisa belajar berdikari meski ada atau tidaknya guru sehingga kehadiran guru berubah menjadi fasilitator buat menjelaskan hal nan kurang dipahami dan dimengerti dari proses pembelajaran mandiri.
        1. Mampu terciptanya perencanaan program pembelajaran menjadi lebih sistematis sehingga pengembangan bahan pembelajaran bisa terus ditingkatkan ke arah nan lebih baik.
        1. Mampu membuat pedagogi lebih mantap sebab proses pembelajaran dilakukan dengan pemanfaatan media sehingga membuat komunikasi pembelajaran tercipta dengan baik.
        1. Dapat membuat kecilnya pemisah antara pelajaran dengan siswa. Karena dengan pemanfaat media pembelajaran nan dihadirkan teknologi di bidang pendidikan, membuat siswa dapat mengulang pelajarannya berkali-kali.
        1. Mampu terciptanya pembelajaran jeda jauh, nan tak menuntut kehadiran guru dan pembelajar dalam satu kelas.


          Ciri-ciri Pendidikan Bernuansa Teknologi Pendidikan

          Untuk melihat apakah seorang pendidik telah menerapkan konsep teknologi di bidang pendidikan, sejatinya bisa dilihat dari kemampuannya melakukan enam kawasan teknologi pendidikan.

            1. Dapat merumuskan tujuan pembelajaran dengan teliti dan khusus berdasarkan penilitian nan dilakukan buat mencapai tujuan nan diinginkan.
            1. Dapat meniliti pengetahuan, skill, dan sikap nan dimiliki peserta didik sehingga tahu proses apa nan dilakukan agar dapat dijadikan indikator keberhasilan pembelajaran.
            1. Dapat menganalisa bahan ajar seperti apa nan layak diberikan berdasarkan tujuan pembelajaran dan skill nan dimiliki siswa.
            1. Mampu membuat urutan bahan ajar dan taktik pembelajaran nan dilakukan sinkron dengan bahan ajar.
            1. Menguji coba hasil analisis nan dilakukan. Mulai dari tujuan pembelajaran, skill, bahan ajar, urutan bahan ajar hingga taktik pembelajarannya. Tujuan uji coba tersebut ialah buat melihat sisi kelemahan dari apa nan telah dilakukan.
            1. Mengadakan revisi terhadap hasil analisis nan dinilai kurang atau mesti ditingkatkan mutunya.

              Inilah nan sering dikatakan dengan enam kawasan teknologi pendidikan, yaitu pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, penilaian, penelitian, dan desain proses. Kesemuanya ini menjadi satu kesatuan. Kalau keenamnya bisa dilakukan, tidak diragukan lagi masalah pendidikan nan dialami akan terselesaikan dengan baik.

              Namun di lapangan, tidak semua pendidik mampu menerapkan keenam kawasan teknologi di bidang pendidikan tersebut. Namun demikian, paling tak pendidik nan sudah mempelajari konsep teknologi di bidang pendidikan mampu menguasai pemanfaatan proses dan sumber belajar.

              Bila dihubungkan dengan keenam cari aplikasi kawasan teknologi pendidikan, ia mampu melakukan hingga termin ketiga. Mampu menganalisa bahan ajar apa nan tepat berdasarkan kondisi, pengetahuan, dan skill nan dimiliki oleh siswa.



              Aplikasi Teknologi Pendidikan

              Berdasarkan definisi dan kawasan nan dimiliki teknologidi bidang pendidikan, bisa dikatakan bahwa secara generik teknologi di bidang pendidikan memiliki 4 aplikasi.

                1. Mampu memadukan majemuk pendekatan buat mencapai hasil pendidikan nan baik, seperti psikologi, manajemen, komunikasi dan lain-lain.
                2. Dapat memecahkan problem pendidikan dan pembelajaran dengan baik dan sistemik.
                3. Dapat memanfaatkan teknologi nan dimasukkan dalam teknologi di bidang pendidikan buat mencapai keberhasilan nan diinginkan
                4. Mampu menimbulkan imbas sinergi nan lebih baik dan bermanfaat, sebab adanya penggabungan pendekatan nan dilakukan.

                  Sejatinya, dengan mempelajari teknologi di bidang pendidikan, pendidik sejatinya akan mampu menciptakan metode dan gaya pembelajaran nan berbeda. Karena sosok pendidik nan didik hasil belajar teknologi di bidang pendidikan akan mengejawantahkan penuturan Banathy, seperti nan dicatat Yusuf Hadi Miarso dalam buku Menyemai Benih Teknologi Pendidikan, ”Bukan hanya “doing more of the same:, ataupun “doing it better of the same”, tetapi “doing it differently” buat mencapai hasil nan diharapkan.”

                  Jadi, dengan penuturun Banathy di atas, makin jelas bahwa konsep objek teknologi di bidang pendidikan terpusat pada pemecahan masalah belajar manusia .Selama ini kesannya belajar hanya di dalam kelas dan adanya rendezvous guru dengan siswa. Dengan kehadiran teknologi, pendidikan mengalami perubahan.

                  Pendidikan dapat dilakukan kapan saja, di mana saja, oleh siapa saj,a dan dengan cara apa saja. Sepanjang hayat. Dengan konsep teknologi di bidang pendidikan, semuanya dapat dilakukan. Contohnya ialah pembelajaran dengan menggunakan CD Interaktif. Tak hanya digunakan oleh siswa saja. Pembelajaran CD interaktif juga dilakukan oleh orang dewasa. Salah satunya ialah CD interaktif aplikasi manasik haji.

                  Makanya, para sarjana teknologi di bidang pendidikan tidak perlu risi dalam bidang profesinya. Jika mampu memanfaatkan keenam kawasan di atas, maka ia dapat membuka peluang usaha.

                  Karena kegunaan desain pembelajaran nan dilakukan oleh para teknolog pendidikan tidak akan pernah sia-sia. Jika pun tidak dapat menciptakan produk, paling tak dengan memanfaatkan keenam kawasan teknologi pendidikan akan menjadikannya guru kreatif dan disenangi siswa. Pelajarannya pun menjadi pelajaran nan selalu dinanti-nanti siswa.