Sejarah Eropa dan Revolusi Industri

Sejarah Eropa dan Revolusi Industri


Sebuah sejarah, niscaya menjadi cerita krusial nan tak dapat dilepaskan dari awal mula terciptanya sesuatu. Baik itu benda (penemuan), loka (seperti kota dan negara), semuanya krusial buat diketahui. Sebagai informasi nan memang cukup penting. Salah satunya ialah sejarah Eropa .

Mengapa sebuah cerita sejarah begitu penting? Terang saja, sebab sejarah ialah latar belakang, sejarah ialah cerita awal. Misalnya, mengapa dalam sebuah negara, sebuah adat begitu dipertahankan dan dipatuhi, semua itu dapat diketahui melalui sejarahnya.

Sejarah juga bersifat menjelaskan. Hal-hal nan mendapat berpretensi tak logis, dapat dijelaskan melalui rangkaian peristiwa. Benar-benar cerita nan unik buat dipelajari. Seseorang nan memiliki ketertarikan tersendiri terhadap sejarah dan terus memelajarinya hingga menjadi pakar disebut sejarawan. Mereka ialah orang-orang nan mengulik cerita sejarah tentang apapun, tetapi biasanya memang lebih condong pada cerita sejarah tentang sebuah negara.

Mereka akan mengetahui betul seluk-beluk tentang perjalanan dan perkembangan sebuah negara. Sejarah Eropa juga menjadi salah satu santapan empuk bagi mereka. Benua dengan negara-negara besar tersebut sudah bisa dipastikan memiliki sejarah nan juga "besar."

Tapi, sebesar apa pun negara-negara nan ada di Eropa, tetap saja akan kecil jika masyarakatnya tak menghargai cerita sejarah nan ada di negerinya. Karena bagaimanapun, tak akan ada mereka jika tak ada cerita sejarah.



Kilas Balik Sejarah Eropa

Satu dari sekian banyak peristiwa krusial dalam sejarah Eropa khususnya dan sejarah global umumnya ialah revolusi industri. Revolusi nan terjadi di Inggris pada pertengahan abad ke-18 ini telah membawa transformasi besar-besaran dalam tata kehidupan manusia di sebagian besar dunia. Paras peradaban global pun mulai berubah.

Benua Eropa sepertinya memang memegang pengaruh nan cukup kuat di muka bumi ini. Apapun nan terjadi pada negara-negara nan termasuk dalam Uni Eropa, akan berdampak sesuatu bagi kehidupan masyarakat dunia. Ini sudah terjadi bahkan pada masa lalu.

Hal ini bisa dilihat dari temuan-temuan teknologi nan sebagian besar memang dilahirkan dari negara-negara nan ada di Eropa. Bukan hanya temuan nan sifatnya teknologi, karya-karya seni seperti lukisan, puisi patung juga banyak nan lahir dari tangan-tangan bangsa Eropa. Seperti Shakespeare. Sungguh sebuah nilai nan tak dapat ditampik, bukan?

Mereka ialah orang-orang nan hayati di masa lalu. Tokoh nan lahir dari sejarah Eropa ini hingga kini namanya masih tetap diperhitungkan. Bahkan menjadi acuan dari karya-karya nan dilahirkan pada zaman modern.



Sejarah Eropa dan Revolusi Industri

Dari perjalanan panjang cerita tentang sejarah Benua Eropa, peristiwa ini dapat jadi merupakan bagian terpenting. Yaitu, Revolusi Industri. Revolusi Industri berawal ketika mesin berkekuatan listrik mulai menggantikan tangan-tangan manusia dalam melakukan pekerjaan. Tangan manusia pun tak lagi dominan. Ia hanya digunakan sebagai operator atau pekerjaan-pekerjaan lain nan belum dapat dilakukan oleh mesin.

Sebelum lahirnya Revolusi Industri pada 1750-an, mata pencaharian sebagian besar ialah bertani. Sektor industri masih sedikit dan hadir dalam skala kecil di rumah-rumah dan wilayah sekitarnya (home industry). Orang menggunakan keterampilan kerajinan, seperti menenun dan pekerjaan tukang kayu, buat menghasilkan barang-barang keperluan keluarga mereka atau buat dijual di kota.

Sangat wajar jika peristiwa Revolusi Industri menjadi fase nan cukup krusial pada perjalanan Eropa sebagai sebuah benua nan berkembang di masa depan. Orang-orang nan ada di belakang peristiwa tersebut ialah pahlawan nan mempermudah semua kegiatan manusia di zaman modern ini.



1. Sejarah Eropa, Revolusi Industri di Inggris

Revolusi Industri telah mengubah semuanya. Industri rumahan mulai bermetamorfosis menjadi pabrik-pabrik. Mesin melakukan sebagian besar pekerjaan manusia. Di Inggris