Detik-detik Proklamasi Merupakan Latar belakang dari Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Detik-detik Proklamasi Merupakan Latar belakang dari Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Sebagai bangsa Indonesia, sejak kecil kita sudah dikenalkan dengan sejarah proklamasi kemerdekaan RI. Di mana pada zaman dahulu, Bangsa Indonesia mengalami penjajahan baik dari bangsa Eropa seperti Portugis dan belanda, serta bangsa Asia sendiri yaitu Jepang.

Padahal pada zaman dahulu kala, Nusantara terdiri dari kerajaan-kerajaan kuat nan terkenal akan kegagahannya. Di mana penduduknya hayati dalam konservasi kerajaan. Mereka hayati bercocok tanam serta hayati dari hasil bercocok tanamnya itu.

Tidak hanya buat kehidupan diri dan upeti kepada kerajaan, hasil tanaman itu juga diperjualkan pada perdagangan bebas antar negara. Hal itu membuat Indonesia terkenal akan kekayaan alamnya. Di mana para pedagang dari Eropa nan awalnya datang hanya buat berdagang melihat kehidupan di Indonesia nan masih tergolong primitif dan polos akhirnya memiliki niatan lain buat menguasai bumi Nusantara.

Di situlah kemudian penjajahan kepada Indonesia Akhirnya dimulai. Sebelum memasuki sejarah proklamasi awalnya, dimulai dari kedatangan Portugis di jauh sebelum dimulainya sejarah proklamasi, armada Portugis memulai petualangan ke timur buat mencari emas, kejayaan, perdagangan, penguasaan militer, serta penyebaran agama Katolik.

Di mulai ketika armada Portugis melakukan ekspedisi ke Malaka pada tahun 1511. Dimana mereka berhasl mengalahkan Kerajaan Malaka, serta menguasai perdagangan rempah-rempah dari Asia ke Eropa.

Setelah itu, mereka mulai menjajaki Maluku dan dengan terlebih dahulu bergaul dengan dengan penduduk dan raja-raja setempat, seperti dengan Kerajaan Ternate di pulau Ternate. Interaksi ini tak berlangsung lama sebab adanya monopoli nan dilakukan oleh Bangsa Portugis.

Peperangan pun terjadi, dan Portugis diusir dari tanah Maluku. Kepergian Portugis membuat Bangsa Belanda kemudian datang dan memaksa Portugis buat menyerahkan pertahanannya di Ambon kepada Steven van der Hagen dan di Tidore kepada Cornelisz Sebastiansz.

Pada tahun 1602, Belanda mendirikan VOC sehingga membuat kedudukan Bangsa Belanda di Maluku semakin kuat. Semakin lama Secara perlahan Belanda mulai menguasai wilayah lain di Nusantara, dengan cara memanfaatkan perpecahan di antara kerajaan-kerajaan kecil nan telah menggantikan Majapahit.

Hingga pada akhirnya Belanda sukses berkuasa selama 350 tahun. Setelah itu sebelum terjadinya sejarah proklamasi, Jepang nan berambisi menjadi penguasa ASIA akhirnya membebaskan Indonesia dari tangan Belanda.

Di mana Indonesia selama 3 tahun berada dalam dominasi Jepang. Jengah terhadap penjajahan, para pemuda Indonesia nan mulai terpelajar dan ikut dalam organisasi di Jepang kemudian secara diam-diam mulai menyusun planning buat memerdekakan Indonesia.



Penyusunan Teks Proklamasi

Pada suatu malam di tanggal 16 Agustus 1945, tepat pukul 02.00 terjadi perundingan antara golongan tua dan muda di ruman Laksamana Tadashi Taeda, jalan Imam Bonjol no 1. Di mana rumah kepala perwakilan AL Jepang di saat itu kini telah menjadi museum perumusan naskah Proklamasi.

Dalam perundingan nan selesai hingga pukul 04.00 itu terjadi perdebatan mengenai penyusunan teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Adapun para tokoh nan berada disana yaitu Ir. Sukarno, Drs. Mohammad Hatta, Achmad Subarjo, para anggota PPKI serta para tokoh muda, seperti; Sukarni, Sayuti Melik dan B.M.Diah dan lainnya.

Walaupun mengalami perdebatan nan cukup alot, namun akhirnya perumusan naskah proklamasi kemerdekaan tersebut berjalan dengan lancar Kalimat pertama pada rumusan ialah pemikiran dari Achmad Subarjo dan Sukarno nan diambil dari teks Pembukaan UUD 1945.

Sedangkan pada kalimat terakhirnya merupakan sumbangan dari pemikiran Muhammad Hatta. Setelah selesai terangkum, maka konsep dari teks proklamasi nan ditulis tangan oleh Sukarno tersebut kemudian dibacakan di hadapan para tokoh nan hadir di sana.

Kemudian, terjadi usulan dari Sukarni agar penandatanganan Teks Proklamasi dilakukan oleh Ir. Sukarno dan Drs. Moh. Hatta atas nama bangsa Indonesia. Dimana teks proklamasi nan telah ditandatangani tersebut diserahkan kepada Sayuti Melik buat diketik. Dan nantinya akan dibacakan pada pukul 10.00 WIB di rumah Ir.Sukarno, jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta.

Berikut ini merupakan isi teks proklamasi nan asli, yaitu:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakandengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.

Djakarta, 17-8-'05

Wakil2 bangsa Indonesia.

Di mana kemudian setelah diketik oleh Sayuti Melik, isi teks proklamasi berubah menjadi:

Proklamasi

Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakandengan tjara akurat dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.


Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05

Atas nama bangsa Indonesia. Soekarno/Hatta


Penulisan tahoen 05 di sini bukanlah sebab teks proklamasi dibacakan pada tahun 2005, tapi sebab pada saat itu, mereka memakai tahun Jepang, nan saat itu merupakan tahun 2605.



Detik-detik Proklamasi Merupakan Latar belakang dari Sejarah Perjuangan Kemerdekaan Bangsa Indonesia

Proklamasi di mulai saat kekalahan Jepang pada Perang Global II. Di mana dengan dijatuhkannnya sebuah bom atom di Hiroshima pada tanggal 6 Agustus 1945 membuat moral serta semangat tentara Jepang menurun. Hal ini dimanfaatkan oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) buat mencari celah dalam memperoleh kemerdekaan.

Akhirnya, dengan dijatuhkannya bom atom kedua oleh tentara sekutu di Nagasaki pada tanggal 9 Agustus 1945 membuat pemuda Indonesia memiliki celah buat memproklamasikan kemerdekaan.

Saat itu, Sukarnodan Hatta sebagai pimpinan PPKI dan Radjiman Wedyodiningrat sebagai mantan ketua BPUPKI terbang ke Dalat Vietnam buat berunding dengan Marsekal Terauchi. Ketika itu, pihak Jepang menyatakan akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia.

Sekembalimnya Sukarno, Hatta dan Radjiman ke Indonesia, maka Sutan Syahrir mendesak Sukarno agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Hal itu ditolak Sukarno, sebab dikhawatirkan akan terjadi pertumpahan darah nantinya.

Pada akhirnya dalam sejarah proklamasi terjadilah peristiwa Rengasdengklok pada tanggal 16 Agustus 1945. Tepat pukul 04.00. WIB tengah malam, pada pemuda menculik Sukarno dan Hatta buat dibawa ke Rengasdengklok, Karawang.

Mereka mendesak agar Sukarno dan hatta mempercepat proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia. Dan pada akhirnya, terjadi perdebatan, hingga kesepakatan antara golongan tua nan diwakili Sukarno dan Hatta serta Mr. Achmad Subardjo dengan golongan muda mengenai penentuan dilakukannya proklamasi.

Sejarah proklamasi terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945, di rumah Sukarno. Tepat jam 10.00 WIB, Sukarno membacakan teks Proklamasi nan kemudian dilanjutkan dengan pidato singkat. Telah dipersiapkan bendera Merah Putih jahitan Ibu Fatmawati nan kemudian dikibarkan oleh Latief Hendraningrat, seorang prajurit PETA, dibantu oleh Soehoed.

Dan disusul dengan nyanyian lagu Indonesia Raya oleh para hadirin.Dalam sejarah proklamasi disebutkan bahwa Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) kemudian memutuskan buat langsung mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia pada tanggal 18 Agustus 1945, nan kemudian dikenal sebagai UUD 45.

Sukarno dan M.Hatta pun dipilih sebagai presiden dan wakil presiden pertama Republik Indonesia atas usulan Oto Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI. D mana Presiden dan wakilnya kan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.

Sejarah proklamasi terjadi melalui proses nan panjang. Di mana kita sebagai Bangsa Indonesia hari ini yanng telah mendapatkan kehidupan nan bebas sudah seharusnya lebih mensyukuri kemerdekaan nan didapat. Bukan merusaknya dengan berbagai kepentingan dan intrik politik buat menguasai seperti halnya para penjajah di zaman dahulu.