Faktor-Faktor Keefektifan Kelompok

Faktor-Faktor Keefektifan Kelompok

Jika Anda sedang mencari artikel tentang contoh komunikasi kelompok , bacalah artikel ini dengan cermat.

Kelompok merupakan kumpulan dari beberapa orang nan memiliki tujuan nan sama dan saling berinteraksi antara satu dan lainnya. Hubungan nan dilakukan ialah buat mencapai tujuan bersama, saling mengenal satu dengan nan lain serta memandang mereka sebagai bagian di dalam kelompok tersebut.

Kelompok nan dimaksud, misalnya keluarga, kelompok diskusi , kelompok dalam organisasi maupun suatu komite nan mengadakan kedap buat mengambil sebuah keputusan.

Di dalam sebuah komunikasi kelompok juga terdapat komunikasi antar pribadi. Karena hal tersebut, maka sebagian besar teori tentang komunikasi antarpribadi juga berlaku buat komunikasi kelompok.



Contoh Komunikasi Kelompok

Komunikasi dalam kelompok merupakan komunikasi nan berlangsung antara lebih dari dua orang, di dalam sebuah kelompok kecil dalam sebuah rapat, majelis maupun rendezvous dan lain sebagainya. Komunikasi kelompok di definisikan oleh Michael Burgoon sebagai suatu hubungan secara tatap muka antara tiga orang atau lebih.

Dalam komunikasi tersebut tujuannya telah diketahui, seperti berbagi informasi, pemecahan masalah di mana para anggotanya dapat mengingat ciri pribadi dari anggota nan lain dengan tepat.

Dari dua definisi komunikasi kelompok terdapat kecenderungan antara keduanya, yaitu terdapat tatap muka, anggota kelompok komunikasi lebih dari dua orang serta memiliki susunan kerja buat mencapai tujuan dari kelompok tersebut.

Contoh komunikasi kelompok, bisa dilihat dari berbagai kegiatan komunikasi dari suatu kelompok nan merujuk dari definisi tersebut. Dapat juga diilihat pada acara kedap anggota tahunan dari sebuah koperasi nan bertujuan buat merencanakan berbagai hal nan harusnya dibahas dan dibenahi buat pemugaran koperasi buat tahun-tahun ke depan.

Segala macam komunikasi atau adanya tatap muka dan hubungan lebih dari dua orang nan memiliki suatu tujuan eksklusif maka hal tersebut dapat dikatakan sebagai komunikasi kelompok.



Sifat, Klasifikasi dan Ciri Komunikasi Kelompok

Banyak ahli nan menyatakan bahwa komunikasi kelompok terjadi sebab adanya lebih dari tiga orang nan melakukan tatap muka, lalu ada pengarahan dari pemimpin buat mencapai tujuan bersama, serta saling mempengaruhi antara satu dan lainnya. Untuk lebih memahami lagi, maka sifat-sifat dari komunikasi kelompok ialah sebagai berikut.

1. Kelompok komunikasi dilakukan dengan tatap muka.

2. Kelompok mempunyai partisipan nan sedikit.

3. Kelompok bekerja dengan arahan seorang pemimpin.

4. Kelompok membagi tujuan-tujuan nan ingin dicapai bersama.

5. Anggota kelompok mempunyai pengaruh antara satu dan lainnya.

Klasifikasi dilahirkan oleh para ilmuwan sosiologi. Namun, nan akan disampaikan ada tiga klasifikasi kelompok, yakni sebagai berikut.

1. Kelompok Utama dan Sekunder

Kelompok utama ialah sebuah kelompok nan para anggotanya memiliki interaksi nan akrab, menyentuh, kolaborasi dan menyentuh hati. Kelompok sekunder ialah kelompok nan para anggotanya memiliki interaksi nan tak akrab, tak personal, kurang bekerja sama dan tak menyentuh hati.

Hal ini dijelaskan Charles Horton Cooley di tahun 1990 dalam bukunya Jalaludin Rakhmat. Selain itu Kang Jalal (Sapaan akrab dari Jalaludin Rakhmat) juga membedakan kelompok berdasarkan ciri dari komunikasinya. Berikut ini ialah penjelasannya.

a. Kualitas komunikasi dalam kelompok utama mempunyai sifat nan dalam dan meluas. Artinya, ia bisa menembus kepribadian dari personal hingga paling tersembunyi dan bisa menampakkan unsur backstage atau konduite nan biasanya kita tampakkan dalam keadaan nan hanya privasi.

Meluas dalam arti mempunyai sedikit hambatan saat menentukan rentangan dan cara berkomunikasi.

b. Komunikasi nan terdapat pada kelompok sekunder mempunyai sifat personal. Lalu, pada kelompok sekunder sifatnya nonpersonal.

c. Komunikasi di dalam kelompok utama menekankan pada aspek interaksi dibandingkn aspek isinya, sedangkan pada kelompok sekunder terjadi sebaliknya.

d. Komunikasi dalam kelompok utama lebih ekspresif, sedangkan pada kelompok sekunder lebih instrumental.

e. Komunikasi dalam kelompok utama cenderung lebih informal, sedangkan pada kelompok sekunder cenderung formal.

2. Kelompok Keanggotaan dan Kelompok Rujukan

Kelompok keanggotaan ialah kelompok nan mempunyai anggota-anggota secara administratif dan fisik menjadi kelompok tersebut, sedangkan dalam kelompok acum adalah kelompok nan digunakan sebagai standart dalam menilai diri sendiri dan membentuk sikap.

3. Kelompok Deskriptif dan Kelompok Preskriptif

Kelompok deskriptif menunjukkan adanya klasifikasi kelompok dengan melihat proses pembentukannya secara alami. Dari tujuan, pola serta ukuran komunikasi kelompok deskriptif dibagi menjadi tiga.

Kelompok tersebut, yaitu a. kelompok tugas nan bertujuan buat memecahkan masalah, b. kelompok pertemuan, yaitu kelompok orang nan menjadikan dirinya sebagai acara pokok, c. Kelompok penyadar, yaitu kelompok nan bertugas buat menciptakan indentitas sosial politik baru.

Kelompok preskriptif ialah kelompok nan mengacu pada langkah nan harus ditempuh para anggota kelompok buat mencapai tujuan mereka.



Faktor-Faktor Keefektifan Kelompok

Para anggota kelompok melakukan kolaborasi dalam mencapai tujuannya, ada dua tujuan, yakni melaksanakan tugas kelompok dan memelihara moral dari para anggota kelompok. Hal ini tak bisa dilihat dari contoh komunikasi kelompok.

Tujuan nan pertama diukur dari hasil kerja nan diperoleh kelompok nan disebut dengan prestasi . Tujuan nan kedua bisa diketahui dari taraf kepuasannya. Jadi, jika kelompok nan bertujuan buat saling berbagi informasi, maka keefektifannya dapat dilihat dari informasi-informasi nan diperoleh dari para anggota kelompok.

Faktor-faktor keefektifan kelompok dapat dilihat dari ciri kelompoknya, yaitu sebagai berikut.

1. Faktor Situasional Ciri Kelompok

a. Ukuran Kelompok

Adanya interaksi antara ukuran kelompok dan prestasi kerja kelompok nan bergantung dari jenis tugas nan diselesaikan. Tugas kelompok dibedakan menjadi dua jenis, yaitu tugas koaktif dan tugas interaktif.

Tugas koaktif karakteristiknya ialah masing-masing dari anggota kelompok saling bekerja sejajar dengan anggota nan lain. Namun, tak ada hubungan di dalamnya, sedangkan pada tugas interaktif anggotanya saling berinteraksi secara terorganisir nan bertujuan buat menghasilkan suatu produk, evaluasi tunggal maupun keputusan.

Lalu, pada tugas koaktif, yakni jumlah anggotanya mempunyai hubungan positif dalam aplikasi tugas. Maksudnya ialah jika makin banyak anggota, maka makin besar pekerjaan nan harus diselesaikan.

b. Jaringan Komunikasi

Ada beberapa tipe jaringan dalam komunikasi, yakni roda rantai Y, lingkaran dan bintang. Hubungannya tipe roda dengan prestasi kelompok ialah menghasilkan produk kelompok nan tercepat dan paling terorganisir.

c. Kohesi Kelompok

Kohesi kelompok adalah sebuah kekuatan nan mampu mendorong para anggota kelompok buat tetap tinggal di dalam kelompok serta bisa mencegah anggota meninggalkan kelompok.

d. Kepemimpinan

Kepemimpinan dalam komunikasi secara positif bisa memengaruhi kelompok buat bisa bergerak menuju tujuan kelompok nan ingin dicapai. Kepemimpinan merupakan faktor nan paling besar pengaruhnya dalam menentukan keefektifan kelompok.

Gaya kepemimpinan diklasifikasikan ke dalam tiga kelompok, nan pertama otoriter nan ditandai dengan adanya keputusan serta kebijakan nan seluruhnya ditentukan oleh seorang pemimpin.

Kedua, kepeimpinan demokratis nan ditandai dengan ditampilkannnya pemipin nan bisa mendorong serta membantu anggota kelompok membicarakan serta memutuskan kebijakan, nan ketiga ialah laissez faire nan memberikan kebebasan penuh pada kelompok buat mengambil keputusan individual. Keputusan tersebut dengan partisipasi yag minimal dari pemimpin.

2. Faktor Personal dari Ciri Kelompok

a. Kebutuhan Interpersonal

Orang nan menginginkan buat menjadi anggota dari sebuah kelompok didorong oleh adanya sebuah kebutuhan interpersonal, yakni sebagai berikut.

1. Inclusion atau ingin menjadi bagian dari kelompok dengan cara masuk dan bergabung dengan kelompok tersebut.

2. Control atau ingin mengendalikan orang lain dalam tatanan hirarkis.

3. Ingin memperoleh sebuah keakraban emosi dari anggota kelompok nan lainnya.

b. Tindak Komunikasi

Jika sebuah kelompok bertemu, maka terjadilah pertukaran informasi. Tiap anggota berusaha buat menyampaikan atau menerima sebuah informasi, baik secara verbal maupun secara nonverbal.

Robert Bales membuat pengembangan sistem kategori nan berfungsi buat menganalisis tindak komunikasi, selanjutnya dikenal sebagai IPA atau Interaction Process Analysis .

c. Peranan

Sama halnya dengan tindak komunikasi, anggota kelompok juga memainkan peranan nan dapat membantu penyelesaian tugas dari kelompok. Selain itu juga bisa memelihara suasana emosional nan baik, namun dapat juga menampilkan kepentingan individu saja nan bisa menghambat kemajuan kelompok.

Peranan dari anggota kelompok dikategorikan sebagai berikut.

1) Peranan Tugas Kelompok

Tugas kelompok adalah bisa memecahkan masalah ataupun bisa melahirkan gagasan baru. Peranan ini juga berhubungan dengan usaha buat memudahkan serta mengorganisir kegiatan nan bisa menunjang tercapainya tujuan dari kelompok tersebut.

2) Peranan dari Pemeliharaan Kelompok

Peranan dari pemeliharaan kelompok berkaitan dengan usaha buat memelihara emosional anggota kelompok.

3) Peranan Individual

Berkaitan dengan usaha dari anggota kelompok nan bertujuan memuaskan kebutuhan individual nan tak relevan dengan tugas-tugas kelompok.

Demikianlah teori-teori dan contoh komunikasi kelompok nan bisa penulis disampaikan. Semoga informasi ini bermanfaat.