Cara Melakukan Pedagogi Materi Kerajinan Tangan pada Anak SD

Cara Melakukan Pedagogi Materi Kerajinan Tangan pada Anak SD

Mata pelajaran kerajinan tangan dan kesenian nan mulai diberlakukan pada jenjang Sekolah Dasar (SD) sebenarnya bukan mata pelajaran biasa. Dengan adanya pelajaran kerajinan tangan anak SD , kreativitas serta keterampilan motorik anak-anak nan masih duduk di bangku SD tersebut bisa dilatih sejak dini.

Kerajinan tangan anak SD tentu berbeda dengan kerajinan tangan jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) maupun Sekolah Menengah Atas (SMA). Contoh kerajinan tangan nan bisa dikerjakan oleh anak SD lebih sederhana dan mudah dikerjakan.

Mereka pun lebih cepat memahami teori nan dipraktikkan secara langsung dibandingkan jika mereka diperintahkan membaca teori nan ada di buku. Untuk itu, peran pendidik nan memberi tahu bagaimana cara membuat kerajinan tangan sangat diperlukan.



Ciri Kerajinan Tangan Anak SD

Kerajinan tangan nan diberikan pada anak-anak di jenjang Sekolah Dasar diberikan dengan tahapan-tahapan tertentu, dari nan termudah buat anak kelas 1, hingga nan lebih rumit buat anak nan duduk di kelas 6.

Selain lebih mudah dibandingkan dengan kerajinan tangan buat jenjang nan lebih tinggi, penekanan kerajinan tangan bagi anak-anak di taraf Sekolah Dasar ini sebagian besar ditekankan pada aplikasinya, misalnya mereka membuat sesuatu nan bisa digunakan, bukan hanya sekadar buat hiasan.

Tidak sporadis para guru memberikan tugas nan berhubungan dengan kerajinan tangan. Murid-murid pun diberi patokan buat membuat benda nan serupa dengan nan dicontohkan, kemudian anak-anak diberi kebebasan buat mengembangkannya. Dengan hal tersebut, kreativitas anak-anak pun terpacu.

Mereka bisa membuat apa nan mereka inginkan. Setelah selesai membuat kerajinan tangan, kepuasan tersediri tentu akan mereka dapatkan. Benda-benda nan dibuat pun sangat dekat dengan keseharian sehingga anak-anak tak merasa asing dengan apa nan mereka buat.



Macam-Macam Kerajinan Tangan buat Anak SD

Untuk anak nan duduk di bangku Sekolah Dasar, materi kerajinan tangan nan diberikan disesuaikan dengan jenjang kelasnya. Siswa siswi nan masih duduk di kelas 1 akan diberi materi sosialisasi kerajinan tangan nan termudah, seperti menganyam membentuk pola tertentu.

Anyaman nan dibuat pun sederhana dengan bahan primer kertas lipat. Mereka dikenalkan dengan kertas nan berwarna warni agar bisa mengombinasikan rona sehingga mereka pun termotivasi buat membuat pola tertentu. Sang guru bisa mengajarkan anak didiknya buat membuat pola nan lebih rumit.

Jika materi diberikan pada anak didik nan sudah duduk di kelas 6, maka sang guru dapat memberikan materi kerajinan tangan nan lebih rumit, seperti membuat kerajinan sulam. Sebelum menuju ke materi utama, tentu sine qua non materi pengantar berupa teori nan mengajarkan anak didik buat membuat pola-pola dasar.

Jenis kerajinan tangan lainnya nan dapat dikerjakan anak SD ialah menggunakan bahan-bahan nan tak berbahaya. Contoh kerajinan tangan nan dapat dibuat dengan menggunakan bahan dasar kain perca ialah lukisan kain perca. Kerajinan tangan ini melibatkan seni menggabungkan pola-pola kain serta warna-warna kain.

Anda bisa meminta mereka buat menggambar pola di kertas terlebih dahulu, kemudian membuat kain-kain nan ada dipotong dengan bentuk tertentu, kemudian ditempelkan pada pola nan sudah dibuat di kertas sebelumnya.

Misalnya, sang anak menggambar pola binatang, Anda bisa meminta mereka buat memberi hiasan nan dapat membuat gambar seakan hidup, seperti asesoris mata kancing, atau bulu-bulu.

Agar mereka merasa dihargai, Anda pun bisa memberi saran agar mereka memasang hasil karya tersebut di kamar. Langkah tersebut akan melatih kemampuan apresiasi mereka pula terhadap suatu karya.

Kerajinan tangan lain nan bisa Anda ajarkan pada mereka dapat menggunakan bahan dasar kayu. Dengan penyesuaian taraf kesulitan, pola karya nan bisa Anda berikan pada anak nan masih duduk di bangku kelas 1 contohnya ialah kayu nan berbentuk bunga.

Model dasar ini bisa Anda kembangkan menjadi karya nan bermanfaat, seperti loka tisu atau loka kertas. Anak-anak hendaknya diberi kebebasan buat melakukan proses finishing nan dilakukan dengan pewarnaan.

Dengan kapital awal berupa sosialisasi rona pokok, merah, biru, dan kuning, serta rona hitam, anak-anak diberi kebebasan buat mencampur keempat rona tersebut. Proses pencampuran rona ini akan membuat pengetahuan mereka bertambah mengenai warna. Mereka pun bisa terlatih buat membuat gradasi-gradasi warna.

Anda pun dapat melatih anak-anak ini kerajinan seni melipat kertas atau nan biasa disebut origami . Bahan primer nan dapat digunakan ialah kertas lipat. Jenis kertas ini banyak tersedia di toko alat tulis. Dalam satu bungkus kertas lipat, biasanya ada lebih dari tiga rona kertas sehingga anak-anak dapat lebih bebas memilih.

Saat ini, warna-warna nan ada pada kertas lipat pun tak hanya polos, dalam artian satu rona buat satu kertas, melainkan sudah banyak tersedia kertas lipat dengan motif batik, motif garis-garis, polkadot, dan banyak lagi. Anak-anak pun dapat menggabungkan jenis-jenis motif ini sinkron kreativitas mereka.

Selain kerajinan tangan di atas, Anda juga dapat melatih kreativitas membuat kerajinan tangan dengan meminta mereka mencari sesuatu nan tak ada di rumah, misalnya papan pengingat, loka pensil, atau kartu ucapan. Untuk membuat papan pengingat, bahan dasar nan digunakan ialah gabus.

Anda bisa membantu mereka buat membuat pola pokok pada gabus sehingga anak-anak hanya tinggal menghias gabus tersebut. Bahan lain nan dapat digunakan ialah kardus atau karton. Nantinya, bahan-bahan tersebut ditutup dengan kertas kado atau kertas berwarna.

Agar berfungsi sebagai pengingat, anak-anak dapat menempelkan kertas bertuliskan agenda mereka, seperti PR apa nan mereka miliki, kegiatan apa nan harus mereka lakukan sepulang sekolah , dan agenda-agenda krusial lainnya. Anak-anak pun jadi lebih disiplin.

Untuk membuat kartu ucapan, bahan dasar nan digunakan dapat kardus bekas nan berbentuk bulat maupun kotak. Biasanya loka tisu gulung nan ditutup dengan kertas kado maupun kertas berwarna digunakan buat loka pensil. Namun, tentu saja bagian bawah bekas tisu tersebut ditutup dengan kertas lain agar isi tak keluar.



Cara Melakukan Pedagogi Materi Kerajinan Tangan pada Anak SD

Jika Anda diminta buat mengajari anak SD seni kerajinan tangan, hal nan perlu Anda miliki ialah kesabaran. Anak-anak nan masih duduk di bangku Sekolah Dasar tentu memiliki cara penanganan nan berbeda dengan orang nan seumuran dengan Anda.

Jika antusias, maka mereka cenderung banyak bertanya, bahkan seringkali menanyakan hal-hal nan sebenarnya bisa mereka jawab sendiri. Ada pula anak nan menunjukkan keantusiasannya dengan diam dan segera melakukan apa nan Anda perintahkan tanpa banyak bertanya.

Anda nan lebih sering berhadapan dengan orang-orang sebaya terkadang lupa dan menganggap bahwa anak-anak ini dapat diajak bekerja dengan kemampuan nan sama dengan Anda sehingga ketika mereka membuat kesalahan atau sulit menerima perintah, Anda menjadi keras pada mereka.

Hal ini akan membuat anak-anak tersebut menjadi takut dan trauma, bahkan menjadi sama sekali tak tertarik pada apa nan Anda ajarkan.

Jadi, sebisa mungkin berikanlah materi dengan cara nan menyenangkan, banyak tersenyum, dan tak memaksa mereka buat mampu melakukan hal-hal sulit.

Selain itu, buatlah anak-anak tersebut jatuh cinta dengan kerajinan tangan sehingga kreativitas mereka lebih mudah buat dikembangkan dibandingkan dengan anak-anak nan tak pernah berhadapan langsung dengan kerajinan tangan.

Semoga informasi dalam artikel berjudul Macam-Macam Kerajinan Tangan Anak SD ini bermanfaat buat Anda.