Pegawai dan Karyawan

Pegawai dan Karyawan

Mata pencaharian atau usaha buat memenuhi kebutuhan hayati suatu kelompok masyarakat biasanya dipengaruhi oleh berbagai faktor. Demikian juga mata pencaharian suku Dayak di Kalimantan dan sekitarnya.

Faktor geografis nan menyangkut kondisi alam loka tinggal, latar belakang pendidikan, latar belakang sosial dan pola pikir juga kepercayaan ialah hal-hal nan mempengaruhi mata pencaharian suku Dayak.



Bertani

Jaman dahulu, sebelum pendidikan masuk hingga ke pelosok pemukiman loka suku Dayak berada maka kebanyakan masyarakat Dayak melakukan usaha berupa menggarap huma disekitar loka tinggal mereka.

Tidak seperti masyarakat suku Jawa nan kebanyakan menanam padi di sawah, suku Dayak menanami huma kebunnya dengan padi enam bulanan, jenis padi empat bulanan, dan juga tanaman penghasil buah misalnya singkong , ubi jalar, dan pisang.

Karena kondisi tanah di Kalimantan nan lapisan humusnya tipis, maka cepat sekali huma perkebunan suku Dayak kehilangan kesuburan. Oleh sebab itu, buat meningkatkan kesuburan tanah, mereka kerap membakar huma mereka, lantas membuka huma baru.



Mencari Buruan

Dalam menunggu masa panen dari huma dan kebun mereka, biasanya mata pencaharian suku Dayak pedalaman ialah berburu di hutan atau mencari ikan di sungai. Berbagai hewan buruan seperti babi hutan, burung, dan hewan lainnya bisa menjadi makanan sehari-harinya.

Saat ini, sebab pendidikan nan sudah banyak masuk ke kalangan mereka, maka pola berburu mulai berubah menjadi beternak. Biasanya hewan ternak mereka ialah babi, dan juga ayam . Selain buat bahan makanan, babi juga merupakan binatang nan sering digunakan dalam berbagai upacara adat tradisional suku Dayak.



Pegawai dan Karyawan

Beberapa putra daerah dari suku Dayak ada nan telah sukses menempuh pendidikan hingga taraf sarjana bahkan lebih tinggi lagi. Itu mulai merubah pola mata pencaharian suku Dayak . Mereka sudah banyak nan menjadi pegawai negri, karyawan swasta, buruh, atau pun pejabat di pemerintahan.

Beberapa juga telah kembali kepada sukunya dan mengabdi sebagai guru, kepala desa, atau bidan dan tenaga kesehatan lainnya. Membagi ilmu nan mereka bisa di bangku sekolah, dan menularkannya kepada saudara-saudaranya di kampung.