Booming Komersil Sandang Adat Bali

Booming Komersil Sandang Adat Bali

Pernah mengenakan pakaian adat Bali? Rasakan sensasinya. Mungkin sesekali Anda perlu juga mencoba merasakan mengenakan busana lengkap baju adat Bali. Selain bisa membayangkan sebagai putri-putri kayangan, Anda juga dapat mengetahui berbagai filsafat di balik busana baju adat Bali .



Kelengkapan Sandang Adat Bali

Tidak dimungkiri bahwa baju adat Bali memiliki keanggunan dan gambaran agung tersendiri. Pada saat Anda berdekatan dengan orang nan mengenakan baju adat Bali, akan menguar bau harum dari si pemakai. Bau harum ini selain bersumber dari wangi parfum, juga berasal dari bau-bauan alami bunga-bungaan nan disemat di sanggul atau nan dikalungkan di leher. Juga harum alami dari baju adat bali nan disamak dengan akar-akar eksklusif sebelum dikenakan.

Sedikitnya, ada tiga jenis baju adat Bali nan generik dikenakan. Pertama ialah baju adat Bali buat upacara keagamaan, kemudian baju adat Bali buat acara pernikahan. Terakhir ialah baju adat Bali nan dikenakan dalam aktivitas sehari-hari. Yang membedakan secara khas ialah baju adat Bali nan dikenakan oleh wanita akan berbeda dengan nan dikenakan oleh pria, meski tetap ada beberapa kesamaan.

Kelengkapan baju adat Bali terdiri dari beberapa item. Seperti kamen buat pria, songket buat pria dan wanitanya. Kemudian, ada udeng buat pria serta sanggul lengkap dengan tiaranya buat wanita. Keris Bali melengkapi baju adat Bali nan dikenakan pria. Sementara kipas Bali sebagai pelengkap sang wanita.

Dari segi harga sangat bervariasi. Songket Bali sangat mudah didapatkan dengan varian harga sinkron kemampuan sang pembeli. Songket Bali nan halus dipatok mulai dari harga lima ratusan ribu rupiah, sedangkan songket Bali nan berbenang emas dihargai mulai satu jutaan rupiah. Sementara songket nan generik digunnakan masyarakat Bali masih bisa terjangkau dengan harga ratusan ribu rupiah, cukup banyak tersedia di pasar-pasar tradisional Bali.



Filsafat Sandang Adat Bali

Tidak sekadar cantik dan unik, baju adat Bali ternyata juga menyimpan filsafat nan dalam. Filsafat baju adat Bali dalam beberapa hal mungkin hampir mirip dengan beberapa filsafat pakaian-pakaian adat lainnya di daerah di Indonesia. Namun, sebab Bali juga merupakan salah satu loka nan disakralkan dan sudah go-international keberadaannya, filsafat baju adat Bali juga turut menjadi krusial eksistensinya.

Pakaian adat Bali memiliki standarisasi dalam kelengkapan. Beberapa hal tentang kelengkapan baju adat Bali telah disinggung sebelumnya. Kemudian, baju adat Bali juga memiliki dua cara penggunaan, yakni berbusana baju adat Bali lengkap dan baju adat Bali madya.

Busana baju adat Bali lengkap biasanya dikenakan pada upacara-upacara adat dan keagamaan atau seremoni besar. Sementara baju adat madya dikenakan pada saat melakukan ritual sembahyang harian ataupun pada saat menghadiri acara nan penuh kegembiraan. Contohnya pada saat syukuran kelahiran anak, saat berhasil memperoleh panen, ataupun kegembiraan kelulusan anak atau menyambut tamu, dan lain sebagainya.

Filsafat baju adat Bali pada dasarnya bersumber pada ajaran Sang Hyang Widhi, yakni Tuhan nan dipercaya memberi keteduhan, kedamaian, dan kegembiraan bagi umat Hindu nan mempercayai. Setiap daerah di Bali memiliki arti simbolis dan ornamen nan berbeda pada baju adatnya. Meski baju adat Bali secara generik tetap sama, yakni memiliki filsafat ajaran Sang Hyang Widhi.

Pakaian adat Bali buat wanita dilengkapi dengan songket nan dikenakan sebagai kemben. Kemben menutupi sampai sebatas dada, nan kemudian dilengkapi dengan selendang berwarna senada. Selendang dikenakan di sisi kiri atau kanan bahu sang wanita sinkron dengan ucapan asa si pemakai.

Selendang nan disampir di bahu kanan wanita pertanda asa akan kesehatan dan kegembiraan. Sementara selendang nan tersampir di bahu kiri wanita pertanda ingin menolak bencana dan kesusahan.

Songket nan dikenakan, baik oleh pria maupun wanita, menunjukkan tingkatan si pemakai. Kasta eksklusif bisa ditunjukkan oleh songket nan digunakan. Meski di hadapan Tuhan Sang Hyang Widhi derajat manusia semua sama. Namun, kasta sesungguhnya hanya protesis manusia belaka.

Beberapa orang pada daerah nan berbeda di Bali menambahkan ornamen hiasan pada baju adat Bali nan dikenakannya. Sinkron dengan taraf kasta dan karakteristik khas daerahnya.

Sementara buat pria, busana nan dikenakan hampir mirip, yakni songket. Songket pada pria digunakan hingga batas pinggang, lalu diperkuat dengan sabuk, dan dilapisi lagi dengan selendang nan disesuaikan dengan rona selendang nan dikenakan sang wanita.

Apabila kaum pria Bali melengkapi baju adat Bali dengan keris, sebagai perlambang kejantanan dan kekuasaan. Maka kaum wanita Bali melengkapi dengan sematan kembang kemboja pada gelungan sanggulnya. Bunga kemboja dapat bermakna kecantikan, kelembutan, dan asa kesuburan bagi sang wanita.

Sementara bau harum nan menguar dari baju adat Bali sesungguhnya berasal dari rempah-rempah, dupa, dan harum-haruman eksklusif nan sengaja digunakan pada saat mempersiapkan kelengkapan baju adat Bali.



Booming Komersil Sandang Adat Bali

Pakaian adat Bali dewasa ini dikenakan bukan hanya oleh orang Bali saja. Banyak orang-orang di luar Bali ataupun berasal dari daerah lain, ingin empati bagaimana sensasi keanggunan berbusana baju adat Bali. Bahkan, para wisatawan asing juga berlomba-lomba ikut mengenakan baju adat Bali, buat kemudian sengaja diabadikan sebagai kenang-kenangan.

Melihat kesamaan gejala tersebut membuat para pemikir bisnis memutar otak. Sebagai dampaknya ialah muncul dan menjamurnya berbagai jasa penyewaan baju adat Bali, jasa pemotretan dengan baju adat Bali, bahkan komplit dengan background rumah adat Bali. Sehingga, meski Anda sedang tak di Bali, tapi ikut mencicipi suasana peradatan Bali dengan mengenakan baju adat Bali, sangat mungkin dilakukan.

Di Bali, banyak bermunculan toko-toko atau usaha dan jasa penyewaan dan pemotretan dengan baju adat Bali. Lengkap dengan jasa make-up serta suasana peradatan khas Bali. Sebut saja Prima Moda Tailir and Textile nan menyediakan ornamen, aksesori, dan busana khas Bali. Dari mulai baju adat Bali buat umum, upacara adat, serta keagamaan.

Meski sifatnya berbisnis, namun tak melanggar anggaran dan pakem keagamaan. Karena biasanya, baju adat Bali nan disewakan dan dipotret sebagai jasa komersil ialah baju adat Bali nan bersifat madya, bukan baju adat Bali lengkap. hal ini buat menjadi batas penghargaan dan penghormatan pada ajaran Sang Hyang Widhi.



Informasi dan Tips-tips Seputar Sandang Adat Bali

Setelah menyudahi klarifikasi dari awal, apakah Anda tertarik ingin mencoba mengenakan baju adat Bali? Setidaknya buat kenang-kenangan bersama keluarga atau pasangan hayati Anda? Silahkan simak informasi dan tips-tips berikut.

Satu setel baju adat Bali madya dihargai kurang lebih tiga ratus ribu rupiah per orang. Bila dikenakan oleh sepasang pria/wanita maka akan lebih hemat, dengan tarif hanya empat ratus ribu rupiah. Sementara baju adat Bali buat satu keluarga, yakni sepasang suami istri dan dua orang anak, dikenakan harga sekitar satu jutaan rupiah saja.

Paket-paket tersebut sudah termasuk fasilitas lengkap, berupa sewa lengkap baju adat Bali, riasan lengkap adat Bali, empat hingga lima lembar photo berukuran 4R, CD photo Anda, serta studio photo nan bernuansa khas Bali nan dapat Anda pilih sendiri. Masih ditambah dengan insentif souvenir khas Bali.

Setidaknya, kini Anda sudah memiliki citra baru apabila memiliki planning berlibur atau mengisi liburan panjang sekolah. Mungkin saja, Anda patut mencoba merasakan sensasi berphoto ala semeton Bali, lengkap dengan busana khas baju adat Bali.

Sehingga, Anda dan keluarga dapat memahami adat lain selain daerah asal Anda. Sekali merengkuh, dua tiga pulau terlampaui. Sambil bernarsis ria dengan baju adat Bali, Anda pun bisa memahami filsafat nan ada di balik busana pakaian adat Bali.

Selamat mencoba!