Peran Masyarakat Sipil dalam Penciptaan Demokrasi nan Lebih Baik

Peran Masyarakat Sipil dalam Penciptaan Demokrasi nan Lebih Baik

Kehidupan masyarakat sipil sekarang ini mengalami banyak ketidakpastian. Mulai dari ketidakpastian hukum sampai ketidakpastian dalam keamanan diri ketika mencari nafkah. Padahal masyarakat sipil merupakan pondasi dari sebuah negara.

Selain itu, masyarakat juga memiliki peran nan sangat krusial dalam pembangunan negara. Peran itu ialah peran hukum, peran kontrol sosial nan ada di masyarakat itu sendiri, dan peran penciptaan demokrasi nan lebih baik.



Peran Hukum Masyarakat Sipil

Seperti nan kita ketahui bersama bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki sebuah dewan rakyat yakni DPR. DPR memiliki fungsi dalam membuat undang-undang. Melalui dewan ini diharapkan masyarakat bisa berperan aktif buat menyuarakan aspirasinya. Sehingga peran hukum nan ada di masyarakat sipil dapat terealisasikan.

DPR sendiri dibentuk sebagai citra dari aspirasi masyarakat nan ada di Indonesia. Sehingga sangat wajar dan pantas jika masyarakat ikut andil dalam pembuatan undang-undang.

Ikut andilnya masyarakat dalam proses pembuatan hukum bukan berarti seluruh masyarakat Indonesia berbondong-bondong datang ke DPR dengan ikut bersama duduk di sana. Tetapi cukup mengaspirasikan apa nan ada dalam benak masyarakat tersebut. Dengan aspirasi ini dhirapkan bisa terwujud tatanan hukum nan selalu terjaga dan terkontrol.

Peran dan fungsi masyarakat dalam hukum sangatlah penting. Jika terjadi sesuatu nan tak diinginkan maka masyarakatlah nan harus melindungi dan menjaganya.



Peran Kontrol Sosial bagi Masyarakat Sipil

Sudah dapat dipastikan bahwa manusia merupakan makhluk sosial. Makhluk nan selalu membutuhkan nan lainnya dalam setiap detik kehidupannya. Sudah dapat dipastikan bahwa ada hubungan antara tiap individu dalam masyarakat atau hubungan antara masyarakat nan satu dengan masyarakat nan lainnya.

Dalam interkasi nan terjadi, biasanya terjadi gesekkan-gesekkan antara individu nan satu dengan nan lainnya. Ini dimungkinkan sebab tiap mereka atau individu memiliki cara pandang nan berbeda dalam setiap permasalahan. Ada nan memandang dengan cara nan mudah dan ada pula nan memandang penyelesaiannya dengan cara nan rumit. Oleh sebab itu, supaya gesekkan-gesekkan nan ada tak menimbulkan percikan barah maka diperlukanlah peran masyarakat dalam kontrol sosial.

Kontrol sosial nan dilakukan akan sangat membantu dan tentunya berperan aktif dalam menjaga kerukunan antar masyarakat sehingga terjaga kestabilan suatu negara. Fungsi dan peran masyarakat sipil dalam kontrol sosial dapat diwadahi dalam ormas (organisasi masyarakat).

Ormas atau organisasi masyarakat harus berperan aktif ketika terjadi ketidaksewenangan di sekitarnya. Dengan wadah ini masyarakat juga dapat dengan mudah melakukan fungsi kontrol sosialnya.



Peran Masyarakat Sipil dalam Penciptaan Demokrasi nan Lebih Baik

Masyarakat sipil memiliki peran nan sangat penting. Peran ini ialah penciptaan demokrasi nan lebih baik. Demokrasi merupakan cerminan dalam kehidupan masyarakat itu sendiri. Dengan terciptanya demokrasi nan baik sudah tentu negara akan menjadi semakin kuat.

Penciptaan demokarasi nan lebih baik oleh masyarakat sipil ini berfungsi membantu pemerintah dalam menciptakan pemerintahan nan lebih baik pula. Pemerintahan nan baik ialah pemerintah nan menjunjung tinggi nilai demkorasi dalam masyarakatnya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa masyarakat merupakan salah satu pondasi berdirinya suatu negara. Tanpa adanya masyarakat maka negara dan pemerintah juga tak akan pernah ada. Oleh sebab itu, semuanya memiliki peranan krusial nan saling berkaitan, baik pemerintah maupun masyarakat itu sendiri.

Peranan ini harus dimainkan dengan apik oleh setiap pemain. Penjalanannya juga harus dilakukan dengan selaras dan seimbang. Jangan sampai ada tumpang-tindih atau ketimpangan dalam setiap peranan tersebut. Kalaupun ada ketumpang-tindihan dalam penjalan peran maka sudah dapat dipastikan bahwa negara niscaya dalam kondisi nan tak stabil sebab pincangnya peran oleh setiap pemain.

Pemain nan dimaksudkan ialah masyarakat itu sendiri dan pemerintah. Keduanya haruslah berjalan secara serasi, selaras dan seimbang agar tercipta suatu tatanan masyarakat nan adil, kondusif dan sejahtera.



Masyarakat Madani

Masyarakat madani merupakan sebutan lain dari masyarakat sipil , tetapi kata masyarakat madani lebih dianggap sakral. Kata ini mencuat dan banyak diperbincangkan sejak runtuhnya pemerintahan orde baru.

Perbicangan mengenai masyarakat madani merupakan asa masyarakat pada waktu itu buat memiliki kehidupan nan lebih baik setelah runtuhnya rezim orde baru. Kesenjangan-kesenjangan nan pernah dirasakan diharapkan bisa hilang dan lenyap setelah runtuhnya orde baru.

Banyak sekali harapan-harapan nan digantungkan dalam kehidupan masyarkat madani. Semakin banyak asa nan digantungkan semakin banyak orang nan risi akan tak terwujudnya asa nan digantungkan tersebut. Ketakutan inilah nan dikhawatirkan oleh para pengamat dan ahli dalam kehidupan sosial.

Sebenarnya pengertian masyarakat sipil dan masyarkat madani ialah sama. Tetapi imbas nan diberikan sungguh berbeda. Sebuah kata memang senjata nan ampuh dalam memberikan semangat serta asa pada benak setiap manusia.

Masyarakat sipil dewasa ini atau bahkan sejak dulu selalu mengalami kesenjangan atau bahkan gesekan dengan masyarakat militer. Sudah sejak lama hal ini terjadi dan sampai sekarang belum ditemukan solusi nan niscaya buat menangani masalah ini.

Banyak sekali hal nan perlu diperhatikan agar tercipta kerukunan antar sesama masyarakat ini. Mulai dari sikap tenggangrasa atau teposeliro serta sikap sosial lain nan menunjuang hal tersebut. Akan tetapi, manusia mulai meninggalkan sikap-sikap tersebut, sungguh sangat disayangkan.

Sikap tenggang rasa sangat dibutuhkan oleh setiap insan nan hayati dalam sebuah masyarakat, baik itu masyarakat sipil atau masyarakat militer. Semuanya butuh nan namanya sikap tenggang rasa. Tanpa sikap ini perpecahan pastilah nan terjadi.

ikap tenggang rasa berawal dari rasa simpati dan empati. Sikap ikut merasakan ialah sikap nan ikut memahami dan mengerti perasaan orang lain. Sikap ikut merasakan juga diperlukan atau bahkan sangat diperlukan. Kebanyakan dari kita hanya menuntut buat dipahami tanpa sadar bahwa ada orang lain nan juga harus dipahami.

Sekarang banyak orang nan lebih banyak berbicara daripada mendengarkan. Sebenarnya tidaklah salah menjadi seorang pendengar. Tetapi sifat manusia sangat sulit buat dirubah. Kebanyakan ingin menjadi trend center atau nan dapat juga dikenal dengan pusat perhatian. Siapa nan tak ingin menjadi pusat perhatian? Semua orang ingin menjadi pusat perhatian.

Menjadi pusat perhatian membuat kita menjadi orang nan sangat penting. Membuat kita menjadi orang nan memiliki arti eksistensi. Arti akan keberadaan kita nan diakui oleh orang lain.

Tidaklah salah buat menjadi pusat perhatian, tetapi sangatlah salah jika kita hanya ingin menjadi pusat perhatian tanpa memperhatikan orang lain juga. Kalau semua orang ingin menjadi pusat perhatian, lalu siapa nan sebagai pemerhati? Jadi mulai sekarang silahkan tumbuhkan rasa ikut merasakan kita ke orang lain. Tidak ada salahnya menjadi pendengar.

Selain empati, simpati juga diperlukan. Kedua komposisi ini tidaklah boleh hanya ada salah satu saja. Keduanya harus ada. Ibarat sepasang kaki atau sepasang mata, jika hanya terpenuhi satu maka sudah jelas pincang jalan kita. Jadi keduanya haruslah sejalan.

Belakangan ini di media massa banyak sekali pemberitaan nan memberitakan seputar beberapa kesenjangan nan terjadi antara masyarakat sipil dengan militer. Banyak sekali respon dari masyarakat nan mencaci dan menasehati atas peristiwa tersebut. Walaupun sebagai masyarakat militer hendaknya tak bersifat sombong terhadap masyarakat sipil. Sikap sombong biasanya diwujudkan dengan menujukkan siapa dirinya serta juga menujukkan kekuatannya sebagai pihak militer.

Sungguh sangat disayangkan, pihak nan seharusnya melindungi berubah menjadi pihak nan merusak. Semoga hal ini tidaklah terus berulang. Cukuplah hanya sekali. Marilah kita bersama membentuk masyarakati sipil atau masyarakat militer nan rukun, aman, damai, dan sentosa.

Sudah lama sepertinya kita tak mengenal nan namanya pendidikan pengahayatan dan pengamalan pancasila atau nan lebih dikenal dengan sebutan P4. Ajaran nan banyak diajarkan namun sporadis diamalkan. Sudah waktunya bangkit bersama membentuk indonesia nan damai sejahtera. Mari bersama-sama membentuk masyarakat sipil nan sejahtera.