Canon Printer - Terbatasnya NoZle

Canon Printer - Terbatasnya NoZle

Hampir tak pernah dalam hayati seorang profesional, dia terlihat tak pernah membawa dan mengangkat printer. Kalau boleh berani bertaruh, 99% para professional nan berkerja di kota, pernah sekali seumur hayati mengangkat mesin printer, atau memakainya. Canon printer di antara merek benda nan diangkat-angkat oleh para profesional kantor itu.

Bukan sekadar itu hype mereka dengan printer. Melainkan juga terbersit "kisah romantis" antara manusia dengan tinta cartridge. Seumur-umur mereka nan di Indonesia justru mengenal kata cartridge setelah berurusan dengan printer. Lebih-lebih jika printer nan digunakan ialah Canon printer, nan selalu revolusioner dalam membuat teknologi pertintaan pada printer. Dari model inkjet, bubblejet, laserjet, hingga Pixma.

Dengan aktivitas gila-gilaan para researchernya, akhirnya tercipta majemuk paten nan benar-benar memberi kegunaan kepada terbentuknya usaha baru. Foto Printing, Document treatment, nan menggila pada era 90-an. Saat itu, digunakan Canon Printer Bubble Jet, agar dapat memprint sebanyak mungkin buku pedoman mengaji.

Bahkan bila bermasalah dengan si cartridge biasanya sudah tersedia kelompok usaha ‘solusi cartridge’ nan syahdan ‘direstui’ oleh dealer resmi dari Canon printer, men treatment si cartridge tanpa menyuntiknya, dan diperlakukan sebagaimana barang di tangan para pakar tinta. Pada setiap sentra bisnis, penjualan printer selalu berbarengan dengan penjualan komputer. Oleh sebab itulah, pihak-pihak nan berkaitan dengan PC dan softwarenya akan berusaha buat saling menunjang usaha masing-masing.

Mereka saling memberikan kepuasan bagi pelanggan dengan cara tak mempersulit proses integrasi antara PC dengan printer (termasuk Canon printer) nan sering sekali berkendala dengan program bawaan. Namun mereka tengah saling mempermudah satu sama lain.

Pada pertengahan 1970-an, Canon printer merupakan salah satu pengusung teknologi termaju pada bidang printer device , nan mengenali potensi sesungguhnya dari penerapan teknologi inkjet, dan melanjutkan pengembangan dengan teknologi ini. Persaingan antara Canon printer dan sejumlah produsen printer lainnya buat mengembangkan pencetakan inkjet menggunakan elemen piezoelektrik menyebabkan Canon memperkenalkan sebentuk kalkulator desktop printer monokrom menggunakan nan piezoelektrik elemen pada tahun 1981.

Namun, Canon printer terus mengejar lebih maju lagi berbagai varian teknologi inkjet berdasarkan prinsip baru nan bisa melampaui kualitas cetakan nan menggunakan piezoelektrik elemen.



Sejarah Terciptanya Canon Printer

Konon kisah di balik pengembangan Canon printer inkjet itu penuh dengan mitos supra tak sengaja. Pada saat itu suatu peristiwa kebetulan terjadi. Pada saat seorang insinyur peneliti sedang melakukan percobaan, ujung solder besi nan panas berjumpa kontak dengan jarum injeksi nan mengandung tinta, nan berada di dekatnya, menyebabkan tetesan tinta merembes dan menyembur keluar dari ujung jarum.

Dari peristiwa itulah, ditemukan cara baru buat memproses pengeluaran tinta, yakni ide menggunakan panas nan nan lantas menjadi keyakinan full para peneliti. Hal ini menyebabkan terjadinya secara beruntun. Canon printer lahir dari ketidaksengajaan.

Setelah kejadian tak sengaja itu berbagai percobaan dan tes nan dilakukan buat mengetahui lebih jauh potensi panas buat mengeluarkan tinta, nan pada gilirannya justru menghasilkan penciptaan teknologi inkjet tertentu menggunakan panas buat mengeluarkan tetesan tinta. Inkjet tersebut menjadi teknologi baru nan langsung diterapkan pada Canon printer.

Maka, pada tanggal 3 Oktober 1977, Canon printer mengajukan permohonan paten dasar buat inkjet thermal pertama dan terbesar di global nan dinamakan dengan teknologi Jet Bubble.

Bagaimanapun juga, masih banyak rintangan nan tersisa sebelum teknologi Canon printer ini bisa sukses dikomersialisasikan, salah satunya ialah daya tahan si pemanas. Pemanas nan terletak di dalam nozel berukuran mikroskopis nan mengeluarkan tinta. Tinta tersebut terbentuk menggunakan produksi teknologi semikonduktor.

Meskipun kelembaban dan elektrolit dapat merusak elemen semikonduktor, Canon printer justru menantang ‘hukum alam’ konvensional dengan membuat tinta, nan berisi elemen-elemen elektroklit tersebut, ke dalam kontak dengan pemanas semikonduktor buat dapat diuapkan.

Dengan beberapa kali percobaan gila-gilaan dan mendekati sisi keras kepala nan dapat dipersaingkan dengan kontes adu keras kepala, akhirnya percobaan mendapatkan titik terang mengarah pada penggunaan dan pengembangan lapisan tipis isolasi dengan kinerja tinggi nan disolasi pada pemanas dan tinta. Dengan cara nan cukup tangguh dan juga mampu menahan shock kuat nan dihasilkan dari proses terbentuknya gelembung pada komponen tinta manufaktur itu. Maka hadirlah Canon printer.



Canon Printer - Permasalahan Kogation

Dekomposisi termal dari komponen tinta lagi-lagi membawa masalah besar pada penciptaan Canon printer. Pemanasan permukaan pemanas buat beberapa ratus derajat di satu-juta per detik menyebabkan tinta gampang buat terpecah dan gampang pula terjadi denaturasi, sehingga pengendapan sedimen tak lantas larut.

Proses ini nan menyebabkan diulang nya jutaan kali di dalam nozzle masing-masing. Efesiensi transfer panas akhirnya menjadi mustahil. Kenyataan ini menimbulkan munculnya istilah kogation pada prosesnya. Koge, merupakan bahasa Jepang nan berarti "hangus" atau "membakar"- idiom itu lantas mendapatkan penerimaan internasional buat kasus eksklusif nan terjadi pada Canon printer Bublejet.

Sementara masalah dianggap biasa oleh beberapa peneliti sebagai masalah kecil nan bisa diatasi. Tidak buat Canon sebab menjual barang bermasalah (Canon printer) sama saja dengan mentertawakan diri sendiri. Lalu melalui pengembangan lanjutan dengan metode analitik nan baru dan melakukan sejumlah besar pengujian berulang, maka tim peneliti Canon sukses menemukan solusi buat masalah kogation.

Pada 1985, delapan tahun setelah mengirimkan pelaksanaan paten asli, Canon meluncurkan Canon printer Bubble pertama Jet, BJ-80 bebas cogation . Artinya menjadi merek nan paripurna dalam pengembangan ink-jet, Bubblejet.



Canon Printer - Terbatasnya NoZle

Lebih dari dua puluh tahun telah berlalu sejak diperkenalkannya Canon printer BJ-80. Selama waktu itu, teknologi inkjet telah berkembang dari monokrom buat warna, dari teks-sentris output buat grafik, dan akhirnya menjadi full color ke foto nan berkualitas cetakan. Sehingga tercapai pula hasil foto pencetakan nan lebih berkualitas dan menuntut tetesan tinta nan lebih kecil pula dalam proses pembuatannya, jelas sudah bahwa pelanggan akan untung ganda buat kapasitas wah semacam ini.

Makin irit, makin bagus. Yang menjadikan Canon printer demikian ialah teknologi nan membuat penciptaan presisi tinggi dari beberapa ribu nozel garis (print) pada hasil printing.

Namun demikian, tetap saja terdapat batas dari taraf akurasi nan membuat beberapa ribu nozle bisa dirakit. Canon, pada produk Canon printernya lantas bersedia membuang waktu mereka buat memikirkan kualitas nan tengah terjadi pada batasan nozle nan dapat dirakit, dan pula buat mengidentifikasi keterbatasan semacam itu.

Maka pada 1992, dimulai upaya ambisius buat merancang teknologi produksi baru nan revolusioner. Teknologi nan diterapkan pada Canon printer. Membuat semacam proses printing penggunaan teknologi bahan aslinya dan juga teknologi photolithographic nan digunakan dalam produksi semikonduktor, perusahaan akhirnya sukses mengembangkan global metode produksi buat nozel nan sangat seksama nan tak mengandalkan ikatan komponen terpisah.

Menggunakan cahaya buat menciptakan nozel, nan merupakan salah satu break throught di bidang teknologi, atau semacam terobosan anyar lah. Selama tujuh tahun berikutnya, setelah dengan hati-hati disempurnakan sebelum diluncurkan ke pasar pada tahun 1999, maka Canon memperkenalkan BJC-8500 Canon printer nan menawarkan kualitas gambar nan lebih luar biasa, dan sekali lagi menandai babak baru dalam pengembangan printer inkjet.

Barangkali memang semacam itulah nan dinamakan dengan darma kepada para pelanggannya. Saat ini Canon, dipasaran tengah merevolusi teknologi High Definition, dan tentu saja, dari apa nan akan menjadi wahana pelampiasan eye candy benda-benda nan dapat dilihat mata. Pihak Canon printer, selalu siap memberikan hasil tercetaknya.