Athena, Kunci Peradaban Yunani Kuno

Athena, Kunci Peradaban Yunani Kuno



Bangsa Penjajah

Bangsa-bangsa di Eropa dapat dikatakan sebagai bangsa penjajah. Mereka dapat melancarkan kekuatannya ke seluruh global sebab merekan memiliki kekuatan dan pemikiran nan sanggup melakukannya. Mereka sudah cukup maju dan sangat tahu bagaimana menahlukan berbagai hambatan. Banyak ilmuwan nan lahir di daratan ini. Pada ilmuwan itu menginspirasi banyak orang nan mempunyai uang dan energi buat mengarubgi lautan dan mencari daratan nan dapat memberikan hasil bumi nan berlimpah.

Apalagi ketika terjadi Revolusi Industri. Pada saat itu orang Eropa sangat membutuhkan bahan bakar dan bahan standar bagi industri-industrinya nan sedang berkembang. Inilah nan membuat banyak kerajaan nan berkuasa di Eropa menyiapkan diri dalam pencarian ini. Dari kisah inilah diketahui betapa hebatnya Columbus, Marcopolo, dan nan lainnya. Mereka mengarungi lautan yang luas. Mereka tahu bagaimana mempertahankan diri terutama di daerah seperti Indonesia.

Tidak mengherankan kalau misanya, Perancis sukses menguasai beberapa wilahah di benua hitam Afrika dan sedikit daratan Amerika. Spanyol pun seperti itu. Jangan ditanya tentang apa nan telah diperbuat oleh kerajaan Belanda dan Inggris. Belanda bahkan mampu mengeruk kekayaan Indonesia selama ratusan tahun. Belanda juga menguasai Suriname dan wilayah lainnya. Inggris lebih hebat lagi. Bangsa ini menguasai benua Amerika, China, India, dan Asia serta Australia.

Hingga kini pun sesungguhnya Inggris pun masih mempunyai pengaruh di negara-negara nan pernah dijajahnya. Commonwealth atau negara-negara persemakmuran ialah negara-negara nan pernah dijajah oleh Inggris. Hebatnya lagi ternyata negara-negara nan dijajah oleh Inggris menjadi negara maju. Bangsa Inggris ini cukup cerdas dan sangat berdedikasi terhadap pendidikan. Tidak heran kalau di Amerika, orang-orang Inggris mendirikan universitas hebat nan hingga kini masih diakui kehebatannya.

Harvard University ialah salah satunya. Universitas nomor satu di global ini menempati gedung nan berasal dari bangsawan Inggris. Luar biasanya ialah bahwa gedung itu merupakan perpustakaan sang bangsawan. Inilah nan membuat orang Inggris itu begitu ingin memberikan sumbangan dalam global pendidikan dan pengetahuan pada umumnya. Selain global pendidikan, kisah tentang kerajaan Inggris pun hingga kini tetap menarik.

Apalagi ketika Lady Diana, mantan istri Pangeran Charles, masih hidup. Tiada hari tanpa warta tentang sang puteri nan cantik tetapi terlihat tak bahagia. Kini anaknya, Pangeran William juga mendapatkan perhatian nan lebih dari khalayak ramai dari seluruh dunia. Orang membayangkan kehidupan nan begitu latif dan nyaman di istana. Mereka tak tahu bahwa begitu banyak tekanan nan dirasakan oleh orang-orang seperti Pangeran William.

Kehamilan istrinya menjadi warta nan heboh seolah semua orang merasa bahwa keduanya ialah milik publik. Inilah dampak dari gambaran nan diberikan oleh para paparazzi nan hanya mencari untung. Untuk menjadikan semua kerajaan tetap berjaya, tentunya bukan sesuatu nan mudah. Ada banyak bentuk perjuangan nan harus dilakukan.



Yunani Nan Latif Tapi Tak Berdaya

Pada masa kejayaanya, Yunani merupakan pusat peradaban Eropa. Bagi Anda nan bahagia dengan sejarah Eropa masa lalu, tampaknya wajib memahami Yunani, sebab pintu masuk ke Eropa Antik ialah dengan mengenal Yunani. Pulau Kreta, Asal Mula Peradaban Yunani. Pulau ini ialah cikal bakal peradaban nan berkembang di Yunani. Berbagai hal nan mengacu kepada peradaban nan memulai berabgai kisah kesuksesan dalam banyak hal terutama tentang ilmu pengetahuan modern, bermula di koat ini.

Kemajuan peradaban di pulau ini mulai terlihat pada era 3000-1400 SM. Karena letaknya nan sangat strategis (di tengah-tengah jalur pelayaran antara Mesir, Yunani, dan Mesopotamia), pulau ini menjadi salah satu pusat perdagangan dan hubungan bagi bangsa Asia, Eropa, dan Afrika. Hal ini nan menyebabkan peradaban di Pulau Kreta berkembang pesat. Kejayaan dan kemajuan Pulau Kreta diceritakan oleh para penyair Homerus nan berjudul Iliad dan Odyssey. Banyak kisah nan membuat pemerhatinya berdecak kagum.

Di sana, Homerus berbicara bahwa pulau Kreta merupakan sebuah loka nan sangat maju, baik dari sisi ekonomi, seni, dan budaya. Dari beberpa hal nan bisa diceritakan dalam sejarah, ada satu bagian nan paling mencolok dalam peradaban di pulau ini, yaitu perkembangan kesenian nan sangat baik. Pulau Kreta banyak melahirkan banyak artis lukis nan hebat pada zamannya. Bahkan, seni melukis Fresko diterapkan di hampir setiap rumah.

Walaupun bagi sebagian orang nan mempunyai pandangan lain, lukisan tersebut memang cantik tetapi tak sporadis terlalu vugar. Bayangkan saja pada zaman nan internet dan televisi tak ada, mereka telah dapat membuat lukisan nan begitu detail meskipun tak pantas dilihat oleh anak kecil. Inilah talenta nan luar biasa nan dianugerahkan oleh Tuhan kepada orang-orang tertentu. Hanya dengan mengikuti mata hatinya, ia mampu membuat karya nan luar biasa.

Seperti seorang penulis nan tak pernah kehabisan ide membuat kisah nan begitu latif dan nan akan menyentuh hati para pembacanya. Bahwa ide dan inspirasi itu berasal dari Tuhan nan maha segalanya. Sayangnya beberapa di antara mereka malah berlaku arogan dan merasa bahwa kehebatannya berasal dari dirinya sendiri. Tidak heran terdengar manusia pada zaman dahulu diazab dengan azab nan sangat pedih.



Athena, Kunci Peradaban Yunani Kuno

Berawal dari Pulau Kreta, lalu menular ke Athena. Peradaban maju dan segala ilmu pengetahuan akhirnya dikembangkan di kota ini. Athena memang sangat pintar. Semua kejayannya dibangun bukan melalui harta maupun kekuatan, tapi lewat ilmu pengetahuan. Sebut saja beberapa filsuf terkenal nan membangun Athena, seperti Plato, Socrates, dan Aristoteles. Mereka bertiga sudah sangat mewakili buat menunjukkan bagaimana cerdasnya iklim pendidikan Athena kala itu.

Tak heran bangunan-bangunan megah, karya sastra apik, dan juga seni nan luar biasa bermunculan dengan latif di kota ini. Pusat pendidikan banyak dibangun di loka Ini. Salah satunya ialah Peripatetis, nan dibuat oleh Aristoteles. Loka ini banyak menelurkan banyak orang hebat. Salah satunya Alexander Agung. Alexander Agung ialah murid Aristoteles. Aristoteles juga nan mengajarkan pada Alexander bahwa pemerintahan nan baik ialah pemerintahan nan mengutamakan rakyat.

Karena itulah Athena sangat demokratis. Masyarakat diberikan kebebasan buat mengutarakan apa nan ada dalam pikirannya. Demokrasi dijunjung sangat tinggi, tak boleh ada nan menggunakan kekuasaanya dengan mutlak. Semua nan dilakukan pemerintahan harus mengacu dan bertujuan kepada kepentingan rakyat. Sanksi bagi penguasa pun dapat ditentukan oleh masyarakatnya. Bagi penguasa nan culas, maka rakyat akan mengucilkan mereka.

Yunani merupakan sebuah keajaiban nan diturunkan Tuhan bagi Eropa. Banyak nan belajar banyak pada negara ini. Tak ada salahnya kita pun belajar, bahwa ilmu pengetahuan nan baik ialah ilmu pengetahuan nan jujur dan tulus buat orang lain. Inilah salah satu peradaban nan patut dipelajari dengan baik. Walaupun kini Yunani sedang terbelit utang nan cukup banyak dan ekonominya sedang dalam keadaan nan sangat menyedihkan, kisah masa lalu tetap dapat dipelajari.

Yunani bahkan akan menjual beberapa pulau nan dimilikinya demi membangkitkan lagi perekonomiannya. Taraf pengangguran nan begitu tinggi tentunya cukup mengkhawatirkan. Biasanya kalau ekonomi merosot, nan akan naik ialah taraf kejahatan. Tidak banyak orang hebat nan mampu menjaga hatinya dan tetap berada pada jalan nan benar. Urusan perut terkadang membuat orang buta hati dan nurani. Tidak harena kalau banyak juga nan mengurungkan niatnya pergi mengunjungi Yunani.

Untuk mempelajari Yunani, mereka mengunjungi perpustakaan baik nan digital maupun nan tak digital. Ilmu nan ada di negara ini memang menarik dipelajari. Sayang sekali melihat fenomena bahwa Yunani sendiri tak menginvestasikan waktu nan cukup buat mempelajari ilmu nan telah ditulis oleh para ilmuwan dan pemikir serta filsuf hebat miliknya sendiri. Terkadang harta nan dimiliki oleh seseorang itu terlihat bernilai oleh orang lain. Sedangkan dirinya sendiri tak melihat harta itu. Sayang sekali.