Tipe-Tipe Lanjut Usia

Tipe-Tipe Lanjut Usia

Banyak nan mendefinisikan kelompok lanjut usia ini sebagai orang-orang tua nan tak berguna dan tak produktif lagi. Namun bukan berarti objek pengelompokan terhadap kasus ini tak menarik sama sekali. Selain dapat jadi kajian moral, lansia juga bisa dijadikan penelitian agar dicarikan solusi nan tepat buat mengatasi permasalahan ini.

Sebelum kita terlalu jauh membahas tentang lansia. Ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu konsep definisi lansia menurut beberapa ahli kesehatan nan konsen terhadap masalah ini.



Definisi Lansia Menurut Beberapa Ahli

Ada beberapa pengeetian lansia nan diungkapkan oleh para ahli, antara lain sebagai berikut.

  1. Menurut undang-undang No 4 1945, disebutkan bahwa lansia ialah seseorang nan mencapai umur 55 tahun,yang tak berdaya mencari dan menafkahi dirinya sendiri buat keperluan hidupnya sehari-hari,serta tak berdaya memberikan nafkah kepada orang lain.
  1. Hutapea berpendapat bahwa nan disebut lansia ialah mereka-mereka nan harus diterima sebagai sebuah fenomena dan kenyataan biologis.Dimana kehidupan akan diakhiri dengan prose penuaan sebelum disudahi dengan proses selanjutnya yakni kematian.
  1. Azwar berpedapat bahwa usia lanjut ialah suatu bentuk proses nan alami nan terjadi pada setiap manusia. Hal tersebut tak bisa dipungkiri apalagi dihindari.
  1. Tjokronegroho Arjatmo dan Hendra Primer mengemukakan pendapat bahwa lansia ialah proses menua secara normal dari sistem saraf nan berarti sebagai perubahan oleh usia nan terjadi nan individu nan sehat,bebas dari penyakit saraf.Namun hal ini jelas menua dalam kondisi normal tetapi ditandai dengan perubahan gradual dan lambat laun dari fungsi-fungsi tertentu.
  1. Nugroho wahyudi memeberikan pengertian bahwa lansia merupakan gejala menua (menjadi tua) dimana proses tersebut menghilangkan secara perlahan-lahan kemampuan jaringan buat memperbaiki diri atau mengganti dan memprtahankan fungsi normalnya sehingga tak bisa bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan nan diderita. Proses menua pada akhirnya ialah proses nan terus menerus secara alamiah nan dimulai sejak lahir serta umumnya dialami oleh semua makhluk hidup.


Batasan Usia Lansia

Adapun batasan usia lansia nan dikutip dari World Healt Orgazation atau WHO, antara lain sebagai berikut.

  1. Manusia dengan usia pertengahan atau Middle Age ialah usia antara 45-59 tahun.
  1. Manusia usia lanjut atau Elderly ialah usia antara 60-74 tahun.
  1. Manusia usia lanjut tua atau Old ialah usia antara 75-90 tahun.
  1. Manusia usia sangat tua atau Very Old ialah usia 90 tahun ke atas.
  1. Dra.Jos Masdani, seorang psikolog pada Unversitas Indonesia mengatakan bahwa lansia merupakan kelanjutan dari usia dewasa dan kedewasaan menurut beliau bisa dibagi menjadi 4 fase kategori, yaitu sebagai berikut.
  1. Fase iuventus yaitu lanjut usia antara 25 dan 40 tahun
  1. Verilitia yaitu lanjut usia antara 40 dan 50 tahun
  1. Fase praesenium yaitu lanjut usia antara 55 dan 65 tahun
  2. Fase senium yaitu lanjut usia antara 65 tahun hingga tutup usia


Tipe-Tipe Lanjut Usia

Pada umumnya, golongan orang lansia telah mampu beradaptasi tinggal dirumah sendiri daripada tinggal dengan anak-anaknya.Hal ini mungkin nan kemudian mendorong banyaknya para orang tua lanjut usia nan lebih memilih tinggal ditempat penitipan.

Menurut Wahyudi Nugroho,tipe-tipe lanjut usia, antara lain sebagai berikut.

  1. Lanjut usia bertipe Arif Bijaksana, yaitu orang dengan lanjut usia nan memiliki kekayaan pengalaman, bisa menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, selalu ramah,mampu bersikap rendah hati, serta selalu menjadi panutan.
  1. Lanjut usia bertipe Mandiri, yaitu aitu orang dengan lanjut usia nan bersifat selektif terhadap pekerjaan dan selalu mempunyai kegiatan.
  1. Lanjut usia bertipe Tidak Puas, yaitu aitu orang dengan lanjut usia nan mempunyai konflik lahir batin, selalu menentang proses penuaan nan menyebabkan hilangnya kecantikannya,pudarnya daya tarik jasmani, kehilangan kekuasaan, jabatan,serta teman-temannya.
  1. Lanjut usia bertipe Pasrah, yaitu orang dengan lanjut usia nan menerima dan menunggu nasib baik datang pada dirinya.
  1. Lanjut usia bertipe Bingung, yaitu orang dengan lanjut usia nan kehilangan kepribadian,terus menerus mengasingkan diri,selalu minder, bersikap pasif, dan sering sekali kaget.


Teori-Teori Penuan nan Terjadi Pada Lansia

Ada beberapa kategori teori nan berhubungan dengan teori penuan pada lansia, antara lain sebagai berikut.

1) Teori penuaan berdasarkan teori biologi

Teori penuaan ini mengedepankan paham biologi buat mempelajari proses penuaan nan terjadi pada makhluk hayati termasuk manusia. Dalam teori biologi ini terbagi dalam beberapa teori, yaitu sebagai berikut.

  1. Teori Genetik dan Mutasi atau disebut juga Somatik Mutatie Theory. Dalam teori ini dijelaskan bahwa menua sesungguhnya telah terprogram secara genetik buat spesies-spesies tertentu.Menua pada dasarnya terjadi dampak dari perubahan biokimia nan terprogram oleh molekul-molekul atau DNA serta setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi.Maka terjadilah penuaan.
  1. Teori Radikal Bebas.Dalam teori ini dijelaskan bahwa menua diakibatkan tak stabilnya radikal bebas nan berakibat oksidasi-oksidasi bahan organik menyebabkan sel-sel tak bisa beregenerasi.
  1. Teori Autoimun.Dalam teori ini meyakini bahwa menua terjadi erat hubungannya dengan peningkatan produk autoantibodi. Perunan sistem limfosid T dan B mengakibakan gangguan pada regulasi sistem imun. Pada proses ini sel nan telah menua dianggap benda asing sehingga dengan sendiri sistem tubuh bereaksi buat membentuk antibodi nan menghancurkan sel tersebut.
  1. Teori Stres.Dalam teori ini dijelaskan bahwa menua terjadi dampak dari hilangnya sel-sel nan biasa digunakan tubuh. Regenerasi jaringan tak bisa mempertahankan kestabilan lingkungan internal dalam tubuh,dan taraf stress telah menyebabkan sel-sel tubuh lelah dipakai.
  1. Teori Telomer.Dalam teori ini dijelaskan bahwa telomer melakuakn pembelahan.Telomer berkurang panjangnya saat memutuskan duplikat kromasom, semakin sering sel membelah maka semakin cepat telomer itu memendek dan pada akhirnya tak mampu memebelah lagi.
  1. Teori Apoptosi.Teori ini disebut juga teori bunuh diri.karena disebabkan beberapa faktor sel melakukan bunuh diri dan tak dapt berproduksi lagi.

2) Teori penuaan berdasarkan teori kejiwaan sosial

  1. Teori Aktivitas.Teori ini mengemukakan pendapat bahwa seorang lansia nan berhasil ialah mereka-mereka nan aktif bergerak dan berkecimpung dalam setiap kegiatan kelompok dan sosial.
  1. Teori Kepribadian Lanjut.Teori ini mengemukakan pendapat bahwa seseorang lanjut usia akan mengalami perubahan nan didasarkan pada pengaruh tipe personality nan dimiliknya.
  1. Teori Pembebasan.Menurut teori ini dengan bertambahnya usia,seseorang dengan sendirinya secara berangsur-angsur melepaskan diri dari kehidupan sosialnya.Kondisi ini kemudian membuat orang lajut usia interaksinya dengan sesama menurun,baik secara kualitas maupun kuantitas.

3) Teori Lingkungan

Teori ini berpendapat bahwa proses penuaan bisa diakibatkan oleh alam sekitarnya, antara lain sebagai berikut.

  1. Teori Exposure atau Exposure Theory. Teori ini berarti gambaran sinar matahari bisa mengakibatkan akselerasi proses penuaan.
  1. Teori Radiasi atau Radiasi Theory.Radiasi sinar X atau sinar ultra violet dari alat-alat medis memeudahkan sel mengalami denaturasi protein dan mutasi DNA.
  1. Teori Polusi atau Polution Theory.Teori ini meyakini bahwa udara, air dan tanah nan tercemar polusi mengandung subtansi kimia,yang mengakibatkan pengaruh kondisi epigenetik nan bisa mempercepat proses penuaan.
  1. Teori Stress atau Stress Theory.Teori ini berpendapat bahwa stres fisik maupun psikis meningkatkan kadar kortisol dalam darah.Kondisi stres nan terus menerus bisa mempercepat proses penuaan. Jadi jika tak ingin cepat tua hindarilah hal-hal nan dapat membuat Anda stres, lebih baik menikmati hidup.

Ada beberapa nan dapat Anda lakukan buat memberikan sumbangsih atas kepeduliankepada mereka-mereka nan lanjut usia. Selain tentunya sebagai tanggug jawab moral sebagai sesama manusia, juga sebagai tindakan nan akan dicatat sebagai amal dan pahala kita, antara lain sebagai berikut.

  1. Merawat para lanjut usia sebaik mungkin, jangan posisikan mereka sebagai pasien,tapi perlakukan mereka layak sebagai keluarga kita.
  1. Terus lakukan komunikasi nan intensif buat mengetahui keinginan-keinginan mereka dalam mengisi masa tuanya agar lebih bermakna.
  1. Ajaklah mereka melakukan kegiatan-kegiatan nan bisa memacu tinkat mobilitas mereka,agar tubuh mereka tak merasa lemas. Keaktifan mereka juga memudahkan tugas mereka dalam menjaga mereka bukan.
  2. Dan terakhir mungkin ada baiknya lakukan pendekatan spritual agar tecipta kepuasan bathin dan terbina kedekatan hubungannya dengan Tuhan.

Lansia bagaimana pun merupakan bagian nan tak tepisahkan dari kehidupan bermasyarakat nan dijalani manusia. Banyak di sekeliling kita nan tak menghiraukan keberadaan mereka sama sekali.