Baju Pengantin Berjilbab nan Sinkron Menurut Syariat

Baju Pengantin Berjilbab nan Sinkron Menurut Syariat

Suami muslim mana nan tidak ingin pengantinnya berjilbab? Jilbab merupakan baju nan sopan dan seringkali digunakan oleh perempuan muslimah nan solehah, taat terhadap perintah agama dan menjaga kesuciannya. Dengan mengenakan jilbab tak serta merta lelaki lain dapat melihat lekuk tubuhnya secara leluasa. Perempuan berjilbab hanya dapat dinikmati oleh suaminya saja.

Pengantin berjilbab akan berbeda dengan nan tak mengenakan jilbab sebab biasanya mereka mempunyai aura kecantikan nan alami. Kecantikan nan benar-benar keluar dari dalam sebagai akibat dari kebeningan jiwa dan kesalehan secara ragawi. Dalam berbagai kesempatan, aku khususnya seringkali melihat banyak para handai taulan nan menghadiri sebuah resepsi pernikahan banyak nan terkesima ketika pengantinnya berjlbab.



Manfaat Berjilbab

Tak semata-mata Allah Swt. memerintahkan sesuatu kepada umatnya kalau tak memiliki kegunaan nan nyata. Bukan hanya pahala, tapi juga kegunaan dalam keseharian nan riil dan benar-benar dapat dirasakan. Seperti shalat misalnya, dari berbagai penelitian ternyata gerakan-gerakan nan dilakukan ketika shalat banyak menimbulkan kegunaan buat kesehatan tubuh seperti: penyakit jantung, menyembuhkan rematik, memanjangkan pernafasan, dan melenturkan otot-otot nan kejang dan kaku. Nah, diantara perintah itu yakni perintah memakai jilbab bagi wanita muslimah.

Beberapa kegunaan dari menggunakan jilbab itu adalah

1. Terbebas dari pedihnya azab neraka

Coba simak hadis nan diriwayatkan oleh Muslim sebagai berikut: “Ada dua macam penghuni Neraka nan tidak pernah kulihat sebelumnya; sekelompok laki-laki nan memegang cemeti laksana ekor sapi, mereka mencambuk manusia dengannya. Dan wanita-wanita nan berpakaian namun telanjang, sesat dan menyesatkan, nan di kepala mereka ada sesuatu mirip punuk unta. Mereka (wanita-wanita seperti ini) tak akan masuk surga dan tak akan mencium baunya. Sedangkan bau surga itu tercium dari jeda nan jauh” (HR. Muslim)

2. Menghindarkan diri dari tindak pelecehan seksual

Baru-baru ini banyak sekali informasi di media cetak maupun televisi nan memberitakan mengenai tindakan pelecehan seksual oleh oknum nan tidak bertanggungjawab. Setelah ditelusuri ternyata para korbannya kebanyakan wanita nan tidak menggunakan jilbab, bahkan hanya memakai pakaian nan seadanya. Terkesan kekurangan bahan dan buat wanita seperti ini sering disebut “dajal” : dada dan bujal. Makanya, wanita merupakan rekaan besar sebagaimana nan disabdakan oleh Rasulullah: “Sepeninggalku tidak ada rekaan nan lebih berbahaya bagi laki-laki daripada wanita.” (HR. Bukhari)

3. Mempertahankan kecemburuan suami

Perasaan cemburu merupakan sunnatullah nan diberikan kepada setiap hati manusia buat sama-sama saling menjaga pasangannya. Sebaliknya patut dipertanyakan suami atau istri nan tidak mempunyai rasa cemburu. Nah, jilbab bisa berfungsi buat mempertahankan rasa cinta dan cemburu dari suami nan shaleh. Perhatikan hadis berikut: “Allah itu cemburu dan orang beriman juga cemburu. Kecemburuan Allah ialah apabila seorang mukmin menghampiri apa nan diharamkan-Nya.” (HR. Muslim).



Cara Cerdas Memilih Baju Pengantin Berjilbab dan Perhiasannya

Nah, sekarang giliran kita fokus pada pakaian pengantin berjilbab dan perhiasannya. Baju pangantin muslim dan riasan seperti apakah nan harus kita siapkan agar tampil menawan dan tetap Islami sehingga aura kebahagiaan tetap terpancar dan mengundang orang lain turut merasakan kebahagiaan itu.

1. Memilih Model nan Sinkron dengan Karakter Diri

Sekarang, sudah banyak model pakaian pengantin muslim nan dibuat disesuaikan dengan adat budaya asal pengantin. Jika kita orang Sunda, pakaian kebaya muslim akan tampak cantik digunakan pengantin wanita, sedangkan pengantin pria bisa memakai pakaian pengantin muslim pria khas Sunda.

2. Memilih Bahan nan Nyaman Dipakai dan Murah

Yang harus menjadi pertimbangan lain ialah memilih bahan nan nyaman digunakan dan tentunya murah, tapi tak murahan. Jika memungkinkan, kita bisa menggunakan pakaian pengantin muslim nan sudah disediakan oleh perias pengantin.

3. Menutupi Aurat

Syarat nan tak dapat ditawar-tawar lagi oleh pasangan pengantin muslim ialah tampil dengan balutan pakaian pengantin muslim nan menutupi aurat keduanya. Bagi pengantin pria, batas auratnya ialah dari pusar sampai lutut, sedangkan aurat pengantin wanita ialah seluruh badan, kecuali muka dan telapak tangan.

Kerudung nan digunakan harus menjulur menutupi bagian dada. Hal ini menjadi bagian dari syarat pakaian pengantin muslim.

4. Tidak Transparan dan Tidak Ketat

Untuk menutupi aurat, bahan pakaian pengantin muslim nan dipilih tentu saja tak transparan. Buatlah model pakaian nan tak ketat sehingga tak memperlihatkan lekuk tubuh.

5. Menggunakan Bahan dari Material nan Halal

Bahan pakaian pengantin muslim biasanya terbuat dari tumbuhan, namun ada juga sebagiannya terbuat dari emas. Bahan nan di dalamnya terdapat unsur emas dan juga kain sutera boleh digunakan wanita. Namun, tak demikian dengan pria. Ia dilarang menggunakan keduanya.

6. Menggunakan Perhiasan dari Bahan nan Halal

Pengantin muslim tak dilarang buat menggunakan perhiasan dan riasan. Namun, ada sedikit catatan dalam hal ini, yaitu pengantin pria dilarang menggunakan perhiasan emas. Riasan dengan make-up pun sah-sah saja asal tak berlebihan. Pilihlah make-up nan terbuat dari bahan-bahan nan telah direkomendasikan kehalalannya.



Baju Pengantin Berjilbab nan Sinkron Menurut Syariat

Desain pakaian pengantin muslim haruslah disesuaikan dengan usia, bentuk tubuh, dan tinggi badan. Untuk calon pengantin wanita, pilihlah pakaian pengantin muslim kebaya dengan panjang tak melebihi pinggang atau lebih panjang dengan aksen bordir nan terkesan sederhana.

Untuk pakaian pengantin muslim berupa gaun, lebih baik tetap dibuat berkesan mewah dan anggun dengan bahan lace atau brokat nan dilapisi dengan bahan pelapis chiffon nan tak transparan. Model pakaian pengantin muslim ini yaitu kebaya panjang sampai betis atau sampai mata kaki bagi nan memiliki tubuh cukup tinggi dan proporsional. Untuk kain, sesuaikan dengan pakaian pengantin muslim pria.

Sementara itu, rona buat pakaian pengantin muslim ininetral saja, misalnya krem keemasan, broken white , dan warna-warna lainnya nan sinkron dengan rona kulit. Baju pengantin muslim berupa kebaya, rona nan lembut sangat cocok dipakai pada siang hari. Sementara itu, rona nan gelap atau nan lebih terang, cocok buat dipakai malam hari.

Jika tubuh Anda tinggi dan kurus, pakaian pengantin muslim calon pengantinwanita nan berupa kebaya panjang bisa dibuat dari bahan brokat pink. Panjang kebaya ini sampai di atas lutut dengan kerah sabrina nan menutupi tulang di bagian leher. Jika Anda bertubuh kecil atau mungil, disarankan buat menghindari pakaian pengantin muslim nan terlalu bertumpuk, longgar, dan berwarna gelap. Pilihlah pakaian pengantin muslim nan dengan model nan cukup simpel, misalnya blus tunik dari bahan thai silk dengan hiasan bordir dan paduan celana panjang.

Baju pengantin berjilbab mesti nan tak ketat, tak tipis atau transparan, dan harus menutup aurat. Walaupun serba tertutup, pakaian pengantin muslim ini dapat didesain denganmodis tanpa memperlihatkan aurat. Tidak hanya itu, dapat juga dipadukan dengan bahan dan akseseoris lainnya sehingga terlihat lebih indah.

Inilah artikel sederhana tentang pengantin berjilbab . Semoga memberikan kesadaran bagi sobat Ahira.