Jumlah Nabi dan Rasul

Jumlah Nabi dan Rasul

Salah satu keimanan nan wajib dimiliki oleh setiap muslim ialah iman kepada para nabi dan rasul . Beriman kepada para nabi dan juga rasul berarti meyakini bahwa Allah telah mengutus para nabi dan juga rasul nan merupakan orang-orang pilihan buat menyampaikan wahyu kepada umatnya.

Allah mengutus nabi dan juga rasul nan bhineka buat masing-masing umat pada suatu masa. Tetapi Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai epilog nabi dan juga rasul dan sebagai nabi dari seluruh umat manusia hingga akhir zaman.

Nabi dan juga rasul ialah orang nan mendapatkan wahyu dan petunjuk dari Allah. Disparitas antara nabi dan juga rasul ini ada di dalam kewajiban nabi dan juga rasul buat menyampaikan wahyu tersebut kepada umatnya.

Nabi mendapatkan wahyu, tetapi tak diwajibkan menyampaikan wahyu tersebut. Sedangkan rasul wajib menyampaikan wahyu nan dia terima kepada umatnya.

Nabi atau pun rasul ialah laki-laki pilihan Alloh SWT. Alloh SWT telah memiliki semua lelaki tersebut sebagai utusanNya di muka bumi ini. Alloh menugaskan kepada nabi dan juga rasul buat mengajarkan kepada seluruh manusia tentang ajaran nan sebenarnya.



Sifat Wajib Nabi dan Rasul

Nabi dan juga rasul mempunyai beberapa sifat nan wajib dimiliki. Tentu saja sifat ini merupakan sifat nan mendukung kenabian dan kerasulan mereka. Sifat wajib ini ialah sifat nan memang ada di dalam diri seorang nabi atau pun rasul. Sifat nan wajib dimiliki oleh nabi dan juga rasul antara lain:

1. Siddiq

Sidiq berarti benar. Ini berarti setiap nabi dan juga rasul selalu mengeluarkan kata-kata dan perbuatan nan benar. Sahih di sini ialah sahih nan dilihat dari sisi agama Allah bukan dari sisi pemahaman manusia.

Hal tentang kebenaran ini ialah berhubungan dengan apa nan dibawa oleh para nabi dan juga rasul tersebut. Memang sebagai utusan dari Alloh SWT tentunya hal ini ialah sebuah kebenaran.

Sebagai utusan dari Alloh SWT, nabi dan juga rasul membawa ajaran buat disampaikan kepada seluruh manusia. Dan tentunya ajaran ini ialah sahih adanya sebab berasal dari satu-satu Zat Yang Maha Benar.

Inti ajaran nan dibawa oleh semua nabi dan semua rasul ialah sama. Semuanya mengajarkan tentang ketauhidan kepada Alloh SWT. Mereka mengajarkan bahwa Alloh-lah Tuhan nan memang layak buat disembah. Begitulah ajaran nan sahih nan selalu dibawa oleh seluruh nabi dari nabi pertama hingga nabi terakhir nan ada di bumi ini.

Segala perbuatan nan dilakukan oleh nabi dan juga rasul ialah berdasarkan akan wahyu. Walau pun memang terkadang ada beberapa tindakan mereka nan memang berdasarkan insting mereka sebagai seorang manusia.

2. Amanah

Amanah berarti bisa dipercaya. Seorang nabi dan juga rasul pastilah mempunyai sifat amanah ini. Amanah dalam menepati janji, amanah dalam menjaga kepercayaan, dan amanah dalam hal-hal lainnya. Nabi Muhammad sendiri mendapat julukan Al Amin nan artinya bisa dipercaya.

Amanah ini juga berhubungan dengan sifat siddiq nan dimiliki oleh nabi dan juga rasul. Karena memang ajaran nan mereka bawa ialah sahih adalanya maka tentu saja mereka bisa dipercaya terhadap hal ini. Jelaslah kepercayaan ini bisa dipertanggungjawabkan sebab kebenaran nan mereka bawa.

3. Fatonah

Fatonah berarti cerdas atau pandai. Setiap nabi dan juga rasul pastilah mempunyai kecerdasan nan berguna buat memecahkan masalah-masalah nan dihadapi oleh umatnya. Kecerdasan ini merupakan karunia dari Allah buat semakin memperkuat kenabian dan kerasulan seseorang.

Dalam setiap masa penyebaran ajaran nan dibawa oleh nabi dan juga rasul pastilah selalu menghadapi kendala dakwah. Dakwah nan dilakukan oleh setiap nabi dan juga rasul tentulah akan mengalami rintangan dari beberapa orang nan tak menyukai dakwah nan dilakukan. Hal ini memang ialah sebuah keniscayaan. Karena memang hal ini juga merupakan ujian nan datang dari Alloh SWT.

Dalam menghadapi semua kendala dan rintangan ini, tentunya membutuhkan penyelesaian serta taktik dakwah nan jitu. Untuk itulah dibutuhkan kecerdasan dari nabi dan juga rasul dalam menghadapinya.

Dengan kecerdasan nan dimiliki oleh nabi dan juga rasul ini maka setiap dari mereka akan memikirkan cara terbaik buat dakwah. Kecerdasan ini dapat muncul sebab memang kecerdasan nan dimiliki oleh setiap nabi dan juga rasul namun juga bisa muncul sebab memang wahyu dari Alloh SWT.

Sebut saja apa nan terjadi pada saat Perjanjian Hudaibiyah nan dilakukan oleh Nabi Muhammag bersama dengan kaum kafir Quraisy di Mekkah. Awalnya banyak sahabat nan tidak menyetujui dan juga tidak menyukai tentang perjanjian tersebut. Mereka menganggap bahwa di dalam isi perjanjian tersebut banyak nan tidak menguntungkan di pihak kaum muslimin namun juastru lebih menguntungkan di pihak kafir Quraisy.

Nantinya, semuanya baru memahami bahwadi balik perjanjian Hudaibiyah tersebut bisa membantu penyebaran Islam. Dan bahwa sesungguhnay banyak hal nan bisa membantu Islam di dalam perjanjian tersebut.

Hal seperti ini hanya bisa dilakukan jika Nabi Muhammad sebagai pemimpin Islam pada saat itu memiliki kecerdasan nan tinggi. Beliau bisa memikirkan tentang hal ini, nan belum bisa dipikirkan oleh orang lin bahkan oleh para sahabat nan tentunya memiliki taraf kecerdasan nan juga tinggi. Itulah sufat cerdar nan memang wajar inheren pada diri nabi dan juga rasul.

4. Tabliq

Tabliq artinya menyampaikan. Para nabi dan juga rasul akan selalu menyampaikan apa nan dia terima dari Allah. Menyampaikan kebenaran dan mengajak buat berbuat sahih dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.

Sifat menyampaikan ini juga merupakan sifat alamiah nan ada di dalam nabi dan juga rasul. Karena memang mereka memiliki tugas satu nan mulai nan itu menyampaikan apa nan memang telah diwahyukan kepada mereka dari Alloh SWT yaitu ajaran agama Islam serta ketauhidan buat hanya menyembah kepada Alloh SWT semata.



Sifat Mustahil Nabi dan Rasul

Kebalikan dari sifat wajib, nabi dan juga rasul juga mustahil mempunyai sifat-sifat berikut. Tidaklah mungkin bagi seorang nabi atau pun seorang rasul buat memiliki sifat mustahil ini. Diantara sifat mustahil nabi dan juga rasul antara lain.

1. Kizzib

Kizzib artinya berbohong dan merupakan kebalikan dari sifat sidiq nan artinya benar. Tidaklah mungkin seorang nabi dan juga rasul berbohong atau apa nan mereka bawa ialah sebuah kebohongan. Sedangkan apa nan nabi dan juga rasul bawa dan sampaikan ialah sebuah kebenaran nan datangnay dari Zat nan Maha Benar.

2. Khianat
Khianat atau curang merupakan kebalikan dari sifat amanah. Seorang nabi dan juga rasul tak mungkin bersifat khianat ataupun curang dalam mengajarkan ajarannya. Karena memang tugas alamiah dari nabi dan juga rasul ialah menyampaikan selebaran maka sangatlah wajar jika mmang sifat mereka ialah meyampaikan dan sangatlah mustahil jika mereka itu berkhianat terhadap apa nan seharusnya mereka sampaikan.

3. Jahlun

Jahlun artinya bebal atau bodoh dan merupakan kebalikan dari sifat fatonah. Setiap nabi dan juga rasul memang telah dikaruniai kecerdasan sebagai kapital buat menghadapi segala tantangan dan rintangan dakwah. Kalaulah mereka bodoh maka tentunya mereka tidak akan pernah bisa buat menghadapi ini semua.

4. Kitman

Kitman artinya menyembunyikan dan merupakan kebalikan dari sifat tabliq. Menyembunyikan selebaran nan seharusnya disebarkan kepada umat manusia juga bukanlah hal nan ada di dalamn diri nabi dan juga rasul. Arena memang mereka ialah utusan nan menyampaikan risalah.



Jumlah Nabi dan Rasul

Di dalam Al Quran, terdapat 25 nama nabi dan juga rasul nan wajib kita imani. Sedangkan berdasarkan hadits nan diriwayatkan oleh Ibnu Hiddan, jumlah nabi sebanyak 124.000 dan jumlah rasul ialah 313.

Kitab Nabi dan Rasul

Kitab nan dibawa oleh nabi dan juga rasul nan tercantum di dalam Al Quran dan wajib kita imani ada empat, yaitu:

1. Taurat, nan diturunkan kepada Nabi Musa.
2. Zabur, nan diturunkan kepada Nabi Daud.
3. Injil, nan diturunkan kepada Nabi Isa.
4. Al Quran, nan diturunkan kepada Nabi Muhammad.

Nabi dan rasul ialah utusan Allah buat memberikan petunjuk kepada umat manusia dan Nabi Muhammad merupakan epilog dari nabi dan rasul. Hal ini sinkron dengan Al Quran surat Al Ahzab ayat 40 nan artinya "Muhammad itu sekali-kali bukanlah Bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia ialah Rasulullah dan epilog nabi-nabi. Dan ialah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu." Karena itu setiap orang nan mengaku nabi setelah Nabi Muhammad ialah pendusta dan wajib kita jauhi.

Itulah sifat wajib dan sifat mustahil nan dimiliki oleh nabi dan rasul nan memang harus kita imani.