Aneka Masalah Transportasi di Jakarta

Aneka Masalah Transportasi di Jakarta

Masalah transportasi di Jakarta ialah salah satu masalah nan cukup rumit dibaningkan masalah lainnya. Jakarta sebagai ibukota Indonesia memiliki banyak sekali permasalahan di dalamnya. Hal ini dikarenakan banyak orang nan bertempat tinggal dan mencari nafkah di Jakarta, membuat kota ini sangat padat. Masalah transportasi di Jakarta ialah salah satu permasalahan nan sangat sulit di atasi hingga saat ini.

Salah satu penyebab masalah transportasi ini ialah taraf kepadatan penduduk nan semakin bertambah setiap harinya sebab banyaknya pendatang dari luar daerah nan ingin mencari nafkah di Jakarta. Banyaknya pengangguran nan menyebabkan naiknya angka kemiskinan dan karakter masyarakat Jakarta nan acuh, keras tak mau kalah.

Kerasnya kehidupan masyarakat di Jakarta ini menyebabkan banyak sekali isu nan menjadi sensitif di Jakarta. Ini dikarenakan kehidupan Jakarta nan tak teratur dan bikin stres, termasuk tata lalu lintas di dalamnya. Setiap permasalahan tersebut saling berkaitan. Bahkan, permasalah transportasi sendiri dapat diakibatkan atau berdampak terhadap permasalahan sosial di Jakarta.



Aneka Masalah Transportasi di Jakarta

Berikut ialah aneka permasalahan transportasi di Jakarta nan sebenarnya sangat berkaitan dengan permasalahan lainnya dalam kehidupan masyarakat



Kemacetan

" Macet lagi, jalanan macet. Gara-gara si komo lewatP. ak polisi jadi binggung. Orang-orang ikut binggung ." Lagu anak-anak nan pernah dinyanyikan oleh Melisa ini sangat terkenal hingga saat ini. Padahal, lagu ini dibuat dan dipasarkan sudah lama sekali. Lagu ini seakan menyindir masalah stagnasi nan tak bisa diatasi oleh pemerintah melalui lagu anak.

Stagnasi terjadi di Jakarta setiap harinya, terutama di pagi hari ketika orang-orang berangkat ke kantor dan sore hari ketika mereka pulang. Stagnasi ini tak hanya disebabkan oleh banyaknya volume kendaraan nan selalu bertambah setiap harinya. Namun juga sebab arus kendaraan nan melewati jalan telah melampaui kapasitas jalan.

Selain itu, di beberapa ruas jalan, pengaturan lampu lalu lintas sangat kaku dan tak mengikuti tinggi rendahnya arus lalu lintas, terutama ketika di waktu-waktu langganan macet seperti di waktu pergi dan pulang kantor. Tidak hanya para pemilik kendaraan pribadi, tetapi supir angkutan generik dengan egonya masing-masing tak mau mengalah buat mencari jalan. Akibatnya, terjadi perpotongan arus dan membuat arus semakin tersendat.

Masalah stagnasi ini tentunya menyebabkan banyak masalah negatif, misalnya adanya kerugian waktu, terutama bagi para pekerja dampak rendahnya kecepatan perjalanan. Selain itu, stagnasi juga menyebabkan pemborosan energi nan menyebabkan banyaknya pemakaian bahan bakar pada kecepatan rendah buat jeda nan jauh.

Tidak hanya itu, kendaraan juga lebih cepat aus, sebab menggunakan kendaraan buat jeda pendek dalam waktu nan lama menyebabkan radiator menjadi tak berfungsi dengan baik, serta tingginya penggunaan rem. Polusi udara juga semakin meningkat dan mengganggu kelancaran dalam kendaraan ketika berada dalam situasi nan genting.



Kejahatan di Dalam Kendaraan Umum

Sebenarnya, keberpihakan terhadap kendaraan generik dan dibatasinya penggunaan kendaraan pribadi dapat menjadi salah satu solusi buat mengatasi kemacetan. Banyak hal nan dapat dilakukan seperti melakukan pengembangan terhadap jaringan pelayanan, pengembangan lajur atau jalur spesifik dari angkutan umum, serta subsidi langsung seperti adanya keringanan pajak kendaraan bermotor, dan bea masuk kepada angkutan umum.

Sayangnya, saat ini banyak orang nan memilih membeli kendaraan pribadi dibandingkan naik kendaraan umum, sebab tingginya taraf kriminalitas di dalam kendaraan umum. Jakarta sebagai ibukota, didatangi oleh banyak orang dari berbagai daerah dengan tujuan mendapat kehidupan nan mapan. Sayangnya, terbatasnya lapangan pekerjaan serta terbatasnya SDM dari para pendatang ini membuat mereka menjadi pengangguran dan terdesak secara ekonomi.

Demi memenuhi kebutuhan hidupnya inilah, kemudian mereka melakukan segala cara buat mendapatkan uang. Salah satunya ialah dengan melakukan pemerasan dan pencurian di dalam kendaraan umum, terutama pada saat orang-orang berdesakan di kendaraan generik pada saat pergi dan pulang kerja. Para penjahat ini akan memanfaatkan kelengahan para penumpang nan kurang berhati-hati.

Selain itu, kerasnya kehidupan di Jakarta mebuat banyak orang menjadi stress dan mencari pelampiasan buat mengalihkan pikiran mereka dari kesulitan hidup. Itulah sebabnya saat ini kita sering sekali mendengar warta mengnai kasus pemerkosaan nan dilakukan oleh sopir angkutan generik terhadap penumpangnya.

Dengan adanya pemberitaan bombastis tersebut, membuat kepercayaan masyarakat terhadap sopir angkutan generik menjadi hilang dan timbul kecurigaan besar. Dampaknya dapat berpengaruh terhadap meningkatnya pembelian kendaraan pribadi buat menghindar menggunakan angkutan generik dan membuat sumber penghasilan mereka menjadi terancam.



Pelanggaran Lalu Lintas

Pelanggaran lalu lintas merupakan masalah transportasi nan tak ada habisnya. Para pengendara, baik kendaraan pribadi dan kendaraan umum, dengan egoisnya melakukan pelanggaran hanya demi kepentingan semata. Adanya pelanggaran ini dapat menyebabkan akibat negatif lainnya seperti stagnasi dan kecelakaan lalu lintas. Anggaran lalu lintas seolah hanya diketahui buat pembuatan sim semata tanpa ditaati.

Banyaknya kecelakaan lalu lintas nan menyebabkan kematian juga tak membuat para pelanggar ini menyadari bahwa menaati lalu lintas itu krusial untung menjaga keselamatan bersama, tak hanya buat diataati ketika ada polisi saja.



Pelarangan terhadap Beberapa Angkutan Kota

Dahulu, di Jakarta, kita melihat adanya bemo dan bis taraf sebagai transportasi umum. Akan tetapi, dengan adanya anggaran baru mengenai lalu lintas, maka kendaraan tersebut dihapuskan peredarannya dari jalanan. Hal itu dikarenakan telah adanya standarisasi keamanan dan kenyamanan buat menggunakan kendaraan umum.

Tidak hanya itu, kini bajaj dan becak pun dibatasi peredarannya buat di beberapa loka saja, sehingga tak terjadi stagnasi dan arus lalu lintas semakin tertata. Sayangnya, banyak sekali protes nan terjadi, terutama pada pihak pengendara kendaraan generik nan menggantungkan kehidupan dan perekonomiannya terhadap kendaraan tersebut. Hal ini juga menjadi pekerjaan rumah nan sangat berat bagi pemerintah buat mengatasinya.



Dihapuskannya Kereta Rel Listrik Ekonomi

Adanya penghapusan terhadap jadwal kereta rel listrik (KRL) ekonomi menuai proses dari masyarakat. Bahkan, banyak ancaman demo dari penumpang kereta ekonomi nan biasanya melakukan embarkasi dari Stasiun Bogor jika jadwal kereta ekonomi dihapus seluruhnya. Mereka melakukan aksi prortes, sebab harga tiket dari Commuter Line (CL) sangat mahal, berbeda dengan KRL Ekonomi.

Lagi-lagi permasalahn ekonomi lah nan menjadi penyebab reaksi keras dari masyarakat. Di mana, walaupun harga tiket Commuter Line buat pekerja kantoran tak seberapa, namun bagi orang-orang dari kalangan ekonomi kecil, tentu sangat beharga. Walaupun taraf kenyamanan dan keamanan dari commuter line lebih besar, tetapi uang nan dikeluarkan dapat digunakan buat makan sehari-hari.

Sebenarnya, PT KAI melakukan penghapusan KRL ekonomi buat menjamin keamanan dan kenyamanan penumpang. Kepala Humas PT KAI sendiri memohon pengertian dari masyarakat terhadap kebijakan nan dilakukannya. KRL ekonomi merupakan gerbong kereta nan usianya sudah sangat tua. Itulah nan menjadi pertimbangan buat menjamin keselamatan semua penumpang. Akan tetapi, alasan itu lagi-lagi kalah dengan adanya permasalahan ekonomi pada masyarakat. Bagi banyak masyarakat kalangan menengah ke bawah, bahwa perut lebih krusial dibandingkan keselamatan.

Banyaknya masalah transportasi di Jakarta memang sangat sulit buat diselesaikan dan masih menjadi PR besar buat pemerintah hingga saat ini.