Ukuran Lapangan Atletik

Ukuran Lapangan Atletik

Sebelum membahas ukuran lapangan atletik , ada baiknya kita ketahui terlebih dahulu sejarah maupun cabang dari atletik. Keduanya saling berkaitan dengan ukuran lapangannya. Atletik nan merupakan salah satu olahraga tertua di global ini, hingga kini pun masih dikembangkan oleh berbagai pihak berkenaan dengan olahraga.

Cabang dari olahraga atletik memang beragam. Mulai dari lari, lompat, serta lempar semua termasuk di dalamnya. Setiap orang pun ternyata sering melakukannya meski bukan termasuk atlet. Alasannya yaitu setiap orang hanya sering melakukan latihan dasarnya saja.

Olahraga memiliki sejarah dan cabang di dalamnya masing-masing, tapi sebenarnya olahraga memiliki satu kecenderungan yaitu tujuan. Tujuan olahraga dengan majemuk cabanya yaitu termasuk cara buat menjadikan tubuh sehat. Tubuh nan terjaga kesehatannya tentu sangat diharapkan oleh semua orang.

Karenanya, meski bukan atlet nan berkecimpung di global olahraga, ternyata kita tetap membutuhkan olahraga secara teratur. Keteraturan itulah nan akan membantu terjaganya kesehatan organ tubuh disamping makanan dan minuman nan masuk ke dalam tubuh setiap harinya.



Sejarah Atletik

Sejarah atletik berakar dari Eropa klasik khususnya zaman Yunani dan Romawi sekitar tahun 776 SM. Kala itu, kekuatan seringkali dihubungkan dengan kemampuan bertempur. Oleh sebab itu, olahraga nan populer dan juga digemari para bangsawan pada saat itu ialah olahraga berkaitan dengan keterampilan-keterampilan.

Keterampilan tersebut berkaitan dengan keterampilan nan dipakai dalam pertempuran. Seperti berlari, melompat, melempar, berkuda, memanah, bergulat dan ketangkasan ala gladiator. Itulah awalnya banyak orang berpikir mengenai majemuk jenis latihan keterampilan itu.

Baru pada akhir abad 18 dan awal abad 19, ada organisasi formal nan memulai kompetisi atletik modern. Organisasi nan dipelopori oleh sekolah-sekolah militer. IAAF (International Amateur Athletics Federation) sebagai pengelola atletik internasional. Organisasi formal ini, baru resmi terbentuk tahun 1912.

Itulah sejarah dari atletik nan tentunya berkaitan dengan cabangnya serta ukuran lapangan atletik. Meski sejarah tiap olahraga berbeda, tapi hal ini krusial buat diketahui. Sebab, mengetahui sejarah, tentunya akan mempengaruhi semangat melakukannya atau bisa dimungkinkan menambah pengetahuan masing-masing atlet bahkan orang biasa sekalipun.

Sejarah atletik ini juga semakin meluas dikenal masyarakat seluruh dunia. Wajar saja jika masing-masing negara memiliki atlet di olahraga atletik. Dasar latihan dari olahraga atletik ini termasuk hal menyenangkan bagi setiap orang jika teratur dilakukan. Misalnya saja berlari, melompat ataupun melempar.

Oleh sebab itu, sebenarnya olahraga atletik bukan sesuatu nan baru dalam kehidupan kita. Kecuali ada keinginan buat menjadi atlet olahraga atletik, maka sudah menjadi suatu keharusan belajar mengenai hal itu secara detail agar tak salah dalam melakukannya. Terlebih lagi ketika menghadapi ajang arena pertandingan olahraga atletik.



Cabang Olahraga Atletik

Pada dasarnya cabang atletik memiliki 3 induk, yaitu lari, lompat, dan lempar. Namun demikian, terdapat penambahan 1 induk nan merupakan kombinasi dari ketiganya. Masing-masing cabang olahraga atletik ini masih dibagi lagi sinkron dengan pengaturan jenis olahraganya. Berikut ini beberapa pembagiannya.

1. Lari, nan terbagi menjadi:

  1. Sprint, lari ini memiliki jeda 60 – 400 m
  2. Lari berintang memiliki jeda 300 m
  3. Halang rintang menempuh jeda 110 – 400 m
  4. Estafet, termasuk lari dengan jeda 100 – 800 m

2. Lompat, nan terbagi menjadi:

  1. Lompat tinggi
  2. Lompat galah
  3. Lompat jauh
  4. Lompat ganda

3. Lempar, nan terbagi menjadi:

  1. Tolak peluru
  2. Lempar peluru
  3. Lempar lembing
  4. Lempar cakram

4. Kombinasi, nan terbagi menjadi:

  1. Triathlon
  2. Pentathlon
  3. Heptathlon
  4. Decathlon

Masing-masing cabang olahraga atletik tersebut dipertandingkan di ajang nasional dan internasional secara mendunia. Para atlet olahraga ini juga ada nan bisa melakukan lebih dari 1 cabang atletik. Mereka tentunya harus giat berlatih dan mengingat anggaran memainkannya. Selain itu, mereka juga harus mengetahui ukuran lapangan atletik nan menjadi arena bertandingnya.



Ukuran Lapangan Atletik

Tempat atau arena buat olahraga atletik dapat berada di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Tempatnya dapat berupa lintasan (track) dan dapat berupa lapangan (field) . Karena itulah, ukuran lapangan atletik sebagai berikut, panjang lintasan outdoor 400 m dengan jumlah jalur 6-10 buah. Sedangkan buat lintasan indoor 200 m berbentuk bulat telur dengan jumlah jalur 4-8 buah.

Cabang atletik nan biasanya memakai lintasan (track) ialah cabang lari, dan dapat dilakukan di dalam ruangan (indoor) maupun di luar ruangan (outdoor). Lintasan nan berada di dalam ruangan, biasanya berupa lintasan nan terletak di pinggir lapangan dan mengelilingi lapangan rumput atau karpet rumput protesis nan biasa dipakai oleh tim sepakbola buat bertanding.

Adapun nan biasanya memakai lapangan (field) ialah cabang lompat dan lempar. Cabang atletik kombinasi seperti Triathlon, Pentathlon, Heptathlon, dan Decathlon menggunakan 2 arena, baik lintasan maupun lapangan. Itulah sebenarnya letak disparitas dalam penggunaan lapangan olahraga atletik dengan beberapa cabangnya.

Lapangan (field) nan dipakai buat tolak peluru berbentuk lingkaran dengan memiliki diameter 2,135 m. Lingkarannya terbuat dari besi dengan tebal minimal 6 mm. Di bagian atas lingkaran besi dibuat garis sepanjang 5 cm. Bagian dalam lingkaran nan terbuat dari bahan nan padat harus merupakan bidang datar antara 20 mm - 6 mm. Panjang balok penahan 1,21 - 1,23 m dan ketebalan 9,8-10,2 cm.

Adapun ukuran lapangan atletik buat olahraga atletik cabang lompat jauh, maka jeda awalan lari sampai balok tumpuan ialah 45 m. Sedangkan balok tumpuan tebalnya 10 cm, panjangnya 1,72m, dan lebarnya 30 cm. Selanjutnya, bak lompatan panjangnya 9 m, lebar 2.75 m dengan kedalaman bak lompat kurang lebih 1 meter. Selain itu, ada juga ukuran buat lebar lintasan awalan 122 cm, dengan lebar papan tumpu 20 cm, dan panjang papan tumpu 122 cm.

Demikianlah ukuran lapangan atletik nan krusial juga buat kita ketahui meski bukan termasuk atlet olahraganya. Hal itu bisa dijadikan sumber informasi krusial di global olahraga di samping informmasi di bidang lainnya. Meski tak semua orang menganggap dirinya butuh tentang ukuran dari lapangan atletik, tapi hal ini bisa mendorong setiap orang buat melakukan olahraga.

Olahraga nan teratur dengan didukung oleh asupan gizi sehat dan seimbang, tentu akan menjadikan tubuh setiap orang sehat. Sehat jasmani dengan diiringi rohani tentu juga dibutuhkan oleh siapapun termasuk atlet. Para atlet di bidang olahraganya masing-masing pun juga menyeimbangkan antara sehat jasmani dan rohaninya.

Semua jenis olahraga nan dilakukan, tentu akan memberikan pengaruh pada tubuh. Jika dilakukan secara teratur, maka tubuh akan terjaga juga kebugarannya. Sistem kekebalan tubuhnya pun akan terjaga dengan baik pula. Jika sistem kekebalan tubuh sangat baik, maka setiap orang bisa memaksimalkan energinya dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Wajar saja, jika sejak usia masih anak-anak, olahraga majemuk sering dilakukan di rumah maupun di sekolah. Tentu saja tujuannya buat mengnalkan majemuk jenis olahraga termasuk atletik. Dengan demikian, jika masing-masing anak memiliki kemampuan di bidang olahraga akan bisa dikembangkan secara baik.

Semoga ulasan ini memberikan kegunaan bagi para pembaca dalam hal olahraga. Termasuk dalam olahraga atletik nan kini semakin digemari oleh masyarakat global meski bukan menjadi atlet.