Situs Era Megalitikum

Situs Era Megalitikum

Situs . Daerah temuan benda-benda purbakala nan dikenal dengan nama situs, banyak sekali ditemukan di Indonesia. Ini dikarenakan diduga orang-orang purbakala banyak tinggal di daerah Indonesia dan mereka berpindah-pindah mencari loka tinggal sejak zaman prasejarah dimulai dari zaman batu hingga zaman perunggu.

Banyaknya situs purbakala hampir di setiap daerah di Indonesia dijadikan obyek wisata sejarah bagi masing-masing daerah. Hal ini tentu berdampak positif bagi masyarakat, khususnya di daerah tersebut, dan bagi para wisatawan nan hendak melakukan wisata budaya dan sejarah.

Situs-situs purbakala di Indonesia memang kebanyakan hadir pada zaman megalitikum, tetapi juga banyak situs lainnya nan ditemukan berasal dari zaman neolitikum. Misalnya saja situs purbakala Gilimanuk, situs purbakala Sangiran, situs Cengkuk, situs Gunung Padang nan merupakan punden berundak dan situs purbakala lainnya.

Tidak menutup kemungkinan masih banyak situs-situs purbakala lainnya nan akan ditemukan seiring dengan penelitian nan masih terus dilakukan oleh para Arkeolog dan pakar Antropolog. Beberapa situs purbakala di Indonesia akan kita bahas berikut ini.

Peninggalan cagar budaya berupa situs memang harus dilestarikan sebagai salah satu kekayaan budaya Indonesia. Banyaknya situs-situs purbakala menjadi salah satu aset wisata nan mendatangkan turis asing ke Indonesia.

Banyak wisatawan asing nan berkunjung ke Indonesia buat melihat situs-situs purbakala dan candi peninggalan sejarah. Jika semuanya tetap dirawat dan dijaga baik, ke depannya Indonesia niscaya akan menjadi salah satu tujuan wisata budaya.



Situs Purbakala Gilimanuk

Berkunjung ke Bali, tepatnya di daerah Gilimanuk nan tidak jauh dari Pelabuhan Gilimanuk, Kabupaten Negara Anda dapat mendapati situs purbakala Gilimanuk. Situs seluas kurang lebih 4 kilometer persegi ini ditemukan pertama kalinya pada 1960-an.

Di situs purbakala Gilimanuk ditemukan sejumlah tulang-tulang manusia dan hewan. Selain itu, ditemukan juga tempayan nan berisi kerangka, manik-manik (kaca, kerang, terakota), gerabah (cawan terbuat dari tanah liat), serta barang-barang perunggu dan besi (seperti gelang, anting, cincin, mata pisau, mata pancing) nan berserakan di tepian pantai.

Para peneliti dan arkeolog berpendapat bahwa barang-barang tersebut ditengarai merupakan residu kegiatan masyarakat pada masa prasejarah Indonesia menjelang masa Hindu – Budha sekitar 2000 tahun nan lalu. Adanya kerangka dalam tempayan menunjukkan tradisi penguburan nan dilakukan oleh orang-orang pada zaman purbakala. Jenazah memang dimasukkan ke dalam tempayan dan tak dikuburkan ke dalam tanah seperti nan kita lakukan saat ini.



Situs Tugu Gede Cengkuk

Di daerah Sukabumi juga terdapat situs purbakala nan bernama Situs Tugu Gede, Cengkuk. Di sana ditemukan patung berupa Dewa Syiwa nan berukuran 30 sentimeter. Selain itu, ditemukan juga gerabah, dolmen, dan menhir dengan ukuran 4 meter. Para arkeolog sependapat menhir tersebut digunakan buat loka pemujaan orang-orang pada zaman purba.

Di situs Tugu Gede juga ditemukan banyak benda-benda bersejarah seperti candi perunggu berukuran mini, batu segiempat nan dijadikan loka permandian serta dakon, yaitu batu nan berisi sebuah lubang buat menumbuk padi. Situs Tugu Gede Cengkuk merupakan peninggalan purbakala zaman megalitikum nan berusia ratusan ribu tahun sebelum masa prasejarah.

Batu dolmen nan ada di situs Tugu Gede diduga digunakan sebagai loka penguburan. Pada zaman megalitikum memang dikenal dengan penggunaan batu-batu besar, baik digunakan sebagai perkakas rumah tangga hingga buat loka penguburan.

Situs Tugu Gede Cengkuk juga memperlihatkan foto lokasi peribadatan nan dituangkan dalam batu besar ini merupakan situs terbesar di Indonesia nan pertama kali ditemukan tahun 1883 oleh warga Belanda. Anda tentu bangga dapat mengunjungi dan melihat langsung peninggalan zaman purba nan merupakan situs terbesar di Indonesia.



Situs Era Megalitikum

Situs peninggalan era megalitikum ditemukan di situs purbakala Cipari. Lokasi situs Cipari ini berada di daerah Jawa Barat, tepatnya di Kampung Cipari, Desa Cigugur, Kabupaten Kuningan. Lokasinya berada di ketinggian 661 meter dari permukaan bahari atau Mdpl, tepatnya di kaki Gunung Ciremai.Anda dapat mendatangi situs purbakala Cipari ini dari Kota Kuningan nan berjarak kurang lebih 4 kilometer menuju lokasinya.

Situs purbakala Cipari pertama kali ditemukan pada 1972 dengan inovasi pertama berupa peti kubur batu. Selanjutnya, pada 1975 kembali ditemukan perkakas dapur, gerabah perunggu, dan sisa-sisa pondasi bangunan masa pra sejarah. Menurut para arkeolog, situs Cipari merupakan loka peninggalan dua periode orang-orang zaman dulu.

Diduga situs Cipari pernah ditempati pada masa megalitikum dan neolitikum. Ini dibuktikan dengan banyaknya batu-batu besar nan diduga sebagai loka pemujaan sinkron dengan karakteristik zaman megalitikum. Selain itu, ditemukan pula perkakas-perkakas nan terbuat dari perunggu nan dianggap sebagai kemajuan di zaman Neolitikum.

Jika Anda ingin mengetahui sejarah purbakala, mendatangi situs ini merupakan langkah nan tepat. Soalnya, situs Cipari dianggap cukup lengkap menggambarkan kehidupan sejarah masyarakat pada masa pra sejarah. Di situs Cipari, Anda pun dapat berwisata sejarah dengan mengunjungi museum nan juga berada di lokasi tersebut.



Situs Purbakala Sangiran

Berjalan-jalan ke Kota Solo jangan lewatkan buat mengunjungi situs purbakala nan ada di sana, tepatnya di kaki gunung Lawu daerah Sragen, Jawa Tengah. Di situs purbakala Sangiran juga terdapat museum sangeran nan berisi benda-benda bersejarah, termasuk fosil-fosil.Museum Sangiran dan situs purbakala Sangiran merupakan situs terlengkap mengenai kehidupan pra sejarah manusia se- Asia.

Anda dapat mempelajari dan meneliti beraneka fosil nan ditemukan di situs Sangiran. Di lokasi situs Sangiran ini pertama kali ditemukan fosil rahang bawah pithecantropus erectus oleh Profesor Von Koenigswald, seorang Arkeolog berasal dari Jerman.

Anda niscaya akan terkagum-kagum mendapati sebuah jejak nan diduga berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun nan masih tampak di situs Sangiran ini. Jejak tinggalan tersebut masih terlihat utuh dan tidak rusak. Para peneliti dan arkeolog hingga kini masih menelusuri tentang tinggalan jejak tersebut.



Situs Purbakala Gunung Padang

Situs nan terletak di Kabupaten Cianjur ini diklaim sebagai situs megalitik terbesar di Asia Tenggara. Lokasi situs Gunung Panjang berada di sebuah bukit berupa punden berundak nan tersusun dan terstruktur. Penggunaan batu besar andesit, andesit basaltik, serta basal berbentuk tiang-tiang panjang sebagai bahan bangunan situs ini.

Situs Gunung Panjang diduga sebagai sebuah kuburan purbakala. Namun, beberapa peneliti dan arkeolog berpendapat bahwa deretan batu-batu tersebut merupakan loka pemujaan atau persembahan buat para dewa, terutama persembahan bagi Dewa Matahari.

Bangunan situs Gunung Panjang nan terstruktur meski berundak-undak seperti khas bangunan-bangunan megalitik di dunia, misalnya piramida dari Mesir dan Stonehenge di Inggris serta Machu Picchu di Peru. Penguasaan penggunaan batu sangat kental. Anda niscaya akan takjub melihat luasnya deretan dan susunan batu-batu besar nan ada di situs Gunung Panjang.

Indonesia memang memiliki kekayaan budaya nan melimpah, salah satunya situs Gunung Panjang. Tertarik buat mendatanginya? Temukan suasana berbeda saat Anda berada di sana!